“Blue Moon” adalah lagu tentang cinta paling langka yang bisa kamu temukan seumur hidup, tapi datang di waktu yang salah.
NIKI menulis lagu ini untuk meratapi berakhirnya sebuah hubungan empat tahun yang hancur secara perlahan lalu tiba-tiba.
Tema besarnya adalah “orang yang tepat, waktu yang salah” — sebuah perasaan yang menyakitkan karena bukan salah siapa pun, tapi tetap saja menyakitkan.
Judul “Blue Moon” merujuk pada fenomena astronomi yang sangat langka, yang dalam astrologi dikaitkan dengan kejernihan dan momen luar biasa yang jarang terjadi.
NIKI ingin menggambarkan bahwa cinta seperti ini memang hanya datang sekali seumur hidup, seperti bulan biru yang muncul dalam waktu yang tidak bisa diprediksi.
Di chorus, NIKI menyebut dirinya sebagai “January baby” dan pasangannya lahir di bulan Juni, dua karakter yang bertolak belakang tapi saling menarik.
Baris “Was it written in the stars that we’d meet a little too soon?” adalah inti dari seluruh lagu ini, sebuah pertanyaan yang tidak pernah benar-benar terjawab.
Di bridge, NIKI membayangkan masa depan di mana ia menelepon mantan kekasihnya saat berusia 32 tahun, sebuah gambaran tentang harapan yang tidak mau mati meski sudah kehilangan.
Outro yang hanya terdiri dari dua kata “It would’ve been you” adalah momen paling jujur dan paling menghancurkan dalam lagu ini.
“Blue Moon” bukan sekadar lagu patah hati, ini adalah lagu tentang keberanian untuk mengakui bahwa kamu masih mencintai seseorang meski tahu hubungan itu tidak bisa berlanjut.
Terjemahan Lirik Lagu Blue Moon dari NIKI
[Verse 1]
Take it from the wolves
Percayalah pada serigala
To make it out the woods together is an art
Keluar dari hutan bersama-sama adalah sebuah seni
We couldn’t do such a thing
Kami tidak bisa melakukan hal seperti itu
We were too afraid of the dark
Kami terlalu takut pada kegelapan
[Pre-Chorus]
So you drove far, far, far away
Jadi kamu pergi sangat, sangat, sangat jauh
From the life we built
Dari kehidupan yang kita bangun bersama
Brick by brick just until
Bata demi bata hingga akhirnya
We were swept up in the cruelest cyclone
Kami tersapu oleh badai paling kejam
Oh, my eyes were glued to yours
Oh, mataku selalu tertuju padamu
As we chose to ignore
Saat kita memilih untuk mengabaikan
The rattling floorboards
Papan lantai yang berderit
Now I’m sleeping alone
Kini aku tidur sendirian
[Chorus]
Four full laps around the sun
Empat putaran penuh mengelilingi matahari
We wouldn’t admit that we were done
Kami tidak mau mengakui bahwa kita sudah selesai
Now I may very well have just lost the one
Kini aku mungkin baru saja kehilangan orang yang tepat itu
(I may very well have just lost the one)
(Aku mungkin baru saja kehilangan orang yang tepat itu)
I’m a January baby, you were born in June
Aku lahir di bulan Januari, kamu lahir di bulan Juni
An ice-cold bitch when you burn like noon
Seperti es yang dingin padahal kamu membara seperti siang hari
Was it hidden in the cards that I’d lose you?
Apakah sudah tertulis dalam takdir bahwa aku akan kehilanganmu?
Was it written in the stars that we’d meet a little too soon?
Apakah sudah tertulis di bintang bahwa kita bertemu terlalu cepat?
[Post-Chorus]
Just a little too soon
Hanya sedikit terlalu cepat
On the wrong blue moon
Di bulan biru yang salah
The wrong blue moon
Bulan biru yang salah
Just a little too soon
Hanya sedikit terlalu cepat
[Verse 2]
You are good
Kamu adalah orang yang baik
It’s that very goodness that antagonizes me
Justru kebaikan itulah yang membuatku merasa tersiksa
How could I ever measure up?
Bagaimana aku bisa pernah setara denganmu?
It took being written out the novel to finally see
Butuh dihapus dari cerita untuk akhirnya menyadari
That you care more about
Bahwa kamu lebih peduli tentang
[Pre-Chorus]
Being good than being good to me
Menjadi orang baik daripada bersikap baik padaku
And, yes, the difference may be subtle
Dan ya, perbedaannya mungkin terasa halus
But it woulda saved us, baby
Tapi itu bisa menyelamatkan kita, sayang
Oh, I’ve never been worried
Oh, aku tidak pernah khawatir
‘Bout getting my hands dirty
Soal mengotori tanganku sendiri
But you wash yours of any ownership
Tapi kamu mencuci tanganmu dari segala tanggung jawab
In the mess we made
Dalam kekacauan yang kita buat bersama
[Chorus]
Four full laps around the sun
Empat putaran penuh mengelilingi matahari
We wouldn’t admit that we were done
Kami tidak mau mengakui bahwa kita sudah selesai
Now I may very well have just lost the one
Kini aku mungkin baru saja kehilangan orang yang tepat itu
(I may very well have just lost the one)
(Aku mungkin baru saja kehilangan orang yang tepat itu)
I’m a January baby, you were born in June
Aku lahir di bulan Januari, kamu lahir di bulan Juni
An ice-cold bitch when you burn like noon
Seperti es yang dingin padahal kamu membara seperti siang hari
Was it hidden in the cards that I’d lose you?
Apakah sudah tertulis dalam takdir bahwa aku akan kehilanganmu?
Was it written in the stars that we’d meet a little too soon?
Apakah sudah tertulis di bintang bahwa kita bertemu terlalu cepat?
[Post-Chorus]
Just a little too soon
Hanya sedikit terlalu cepat
On the wrong blue moon
Di bulan biru yang salah
The wrong blue moon
Bulan biru yang salah
[Bridge]
And I know it’s not every day you meet somebody like you
Dan aku tahu tidak setiap hari kamu bertemu seseorang sepertimu
It’s once in the bluest moon, the love we had and still do
Hanya sekali dalam bulan paling biru, cinta yang kita miliki dan masih ada
Maybe I’ll give you a call when I turn thirty-two
Mungkin aku akan meneleponmu saat aku berusia tiga puluh dua
And you’ll say, “Who knew?
Dan kamu akan berkata, “Siapa yang tahu?
[Chorus]
The four full laps around the sun
Empat putaran penuh mengelilingi matahari itu
Once upon a time when we were young
Dahulu kala saat kita masih muda
You were really always gonna be the one
Kamu memang selalu menjadi orang yang tepat itu
(I hope that you’re always gonna be the one)
(Aku berharap kamu selalu menjadi orang yang tepat itu)
I’m a January baby, you were born in June
Aku lahir di bulan Januari, kamu lahir di bulan Juni
An ice-cold bitch when you burn like noon
Seperti es yang dingin padahal kamu membara seperti siang hari
Was it hidden in the cards that I’d lose you?
Apakah sudah tertulis dalam takdir bahwa aku akan kehilanganmu?
Was it written in the stars that we’d meet a little too soon?
Apakah sudah tertulis di bintang bahwa kita bertemu terlalu cepat?
[Post-Chorus]
Just a little too soon
Hanya sedikit terlalu cepat
On the wrong blue moon
Di bulan biru yang salah
The wrong blue moon
Bulan biru yang salah
Just a little too soon
Hanya sedikit terlalu cepat
[Outro]
A little too soon
Sedikit terlalu cepat
It would’ve been you
Orang itu harusnya kamu
Konteks di Balik Lagu Blue Moon dari NIKI
NIKI menulis “Blue Moon” selama tur dunia Nicole World Tour tahun 2023, di tengah jadwal konser yang padat di berbagai negara.
Lagu ini lahir dari sisa-sisa sebuah hubungan empat tahun yang berakhir secara perlahan lalu terasa tiba-tiba runtuh.
NIKI sendiri menyebut lagu ini sebagai ungkapan atas keruntuhan lambat dan tiba-tiba dari sebuah hubungan yang sangat berarti dalam hidupnya.
Ia menggambarkan cinta dalam lagu ini sebagai cinta paling langka yang bisa ditemukan seseorang, hanya datang sekali dalam “bulan paling biru”.
NIKI juga mengakui bahwa hubungan itu adalah gambaran klasik dari “orang yang tepat di waktu yang salah” karena keduanya bertemu terlalu cepat untuk bisa bertahan.
“Blue Moon” diproduksi bersama sahabat dekat sekaligus kolaborator NIKI, Ethan Gruska, yang juga dikenal sebagai produser Fiona Apple dan Phoebe Bridgers.
Aransemen gesek dalam lagu ini dikerjakan oleh Rob Moose, musisi multi-instrumen yang pernah berkolaborasi dengan Bon Iver, The National, dan St. Vincent.
Video musiknya terinspirasi dari film The Wizard of Oz, sebuah ide yang muncul secara bersamaan di benak NIKI saat menulis baris “the cruelest cyclone” dan di benak sang sutradara Ivana Bobic saat mendengar lagu ini untuk pertama kalinya.
“Blue Moon” menjadi single kedua dari album ketiga NIKI, Buzz, yang dirilis pada 9 Agustus 2024 melalui label 88rising.