Pernah merasa jadi cadangan seseorang tanpa pernah benar-benar dipilih?
Lagu “Backburner” menceritakan perasaan itu dengan sangat jujur dan tanpa filter.
NIKI menggambarkan situasi di mana seseorang terus kembali pada orang yang tidak pernah menjadikannya prioritas utama.
Kata “backburner” sendiri berasal dari istilah memasak yang berarti sesuatu yang diletakkan di api belakang kompor karena dianggap tidak mendesak.
Dalam konteks hubungan, ini berarti seseorang yang dipertahankan sebagai pilihan cadangan, bukan pilihan utama.
Yang membuat lagu ini terasa beda adalah kesadaran penuh sang narrator bahwa ia sedang diperlakukan seperti itu, tapi tetap memilih untuk tinggal.
Baris “Maybe I’m just not better than this, I haven’t tried” menunjukkan bahwa ia tidak menyalahkan orang lain sepenuhnya, tapi juga mempertanyakan dirinya sendiri.
Ada bagian yang menyentuh ketika ia menyebutkan pengaruh orang tua sebagai alasan mengapa ia selalu ada di sudut untuk orang yang tidak memilihnya.
NIKI juga menyisipkan referensi budaya seperti “Asian Calvinism” yang menggambarkan nilai-nilai konservatif khas Asia yang keduanya pernah lalui bersama.
Lagu ini bukan tentang menjadi korban, melainkan tentang seseorang yang sadar penuh akan situasinya tapi tetap memilih untuk merasakan sesuatu daripada tidak merasakan apa-apa sama sekali.
Terjemahan Lirik Lagu Backburner dari NIKI
[Verse 1]
I can’t lie, it feels nice that you’re calling
Aku tidak bisa bohong, rasanya menyenangkan kamu meneleponku
You sound sad and alone, and you’re stalling
Kamu terdengar sedih dan sendirian, dan kamu sengaja mengulur waktu
And for once, I don’t care about what you want
Dan untuk sekali ini, aku tidak peduli apa yang kamu inginkan
As long as we keep talking (As long as we’re talking)
Selama kita terus berbicara (Selama kita masih berbicara)
I mean, you gotta admit the history’s kind of unmatched
Maksudku, kamu harus akui bahwa sejarah kita cukup tak tertandingi
Asian Calvinism, we made it out of that
Asian Calvinism, kita sudah melewati semua itu bersama
Well, whether we’re free of will or predestined
Entah kita punya kehendak bebas atau memang sudah ditakdirkan
Clearly, I’ve not learned my lesson even now
Jelas, aku masih belum belajar dari kesalahanku sampai sekarang
Hope He doesn’t strike me down (Strike me down)
Semoga Tuhan tidak menghukumku atas ini (Menghukumku)
[Pre-Chorus]
The Goo Goo Dolls are dead to me
Goo Goo Dolls sudah mati bagiku
The way you should be, too
Sama seperti kamu seharusnya
But you bring them up
Tapi kamu malah menyebut mereka
Along with how much I fucking miss you
Bersamaan dengan betapa aku sangat merindukanmu
[Chorus]
Maybe I’m just not better than this, I haven’t tried
Mungkin aku memang tidak lebih baik dari ini, aku belum benar-benar mencoba
Maybe life’s less romantic when I don’t wanna die
Mungkin hidup terasa kurang romantis ketika aku sudah tidak ingin mati
You’d think I’d be a fast learner
Kamu pikir aku akan cepat belajar dari semua ini
But guess I won’t ever mind crisping up on your backburner
Tapi sepertinya aku tidak akan pernah keberatan hangus di api belakang kompormu
[Post-Chorus]
Backburner
Api belakang kompor
Your backburner
Api belakang kompormu
Your backburner
Api belakang kompormu
Your backburner
Api belakang kompormu
[Verse 2]
It’s pathetic, but at least you are, too
Ini memalukan, tapi setidaknya kamu juga begitu
I don’t know what to do
Aku tidak tahu harus berbuat apa
I don’t like anyone except sometimes you
Aku tidak menyukai siapapun kecuali kadang-kadang kamu
And now you’re sounding like a hurt puppy
Dan sekarang suaramu seperti anak anjing yang terluka
You look ugly when you cry
Kamu terlihat jelek saat menangis
But I’m the one you think to call
Tapi akulah yang kamu pikirkan untuk dihubungi
How do you feel lucky and appalled at the same time?
Bagaimana kamu bisa merasa beruntung dan terkejut pada saat yang bersamaan?
After everything you put me through
Setelah semua yang telah kamu lakukan padaku
I somehow still believe in you, oh-oh
Entah bagaimana aku masih percaya padamu, oh-oh
[Pre-Chorus 2]
But I know in a week or so
Tapi aku tahu dalam seminggu atau lebih
You’ll fade away again
Kamu akan menghilang lagi
And I wish that I cared
Dan aku berharap aku peduli
Hey, are you still there?
Hei, apakah kamu masih di sana?
Good
Bagus
[Chorus 2]
Maybe I’m just not better than this, I haven’t tried
Mungkin aku memang tidak lebih baik dari ini, aku belum benar-benar mencoba
‘Cause maybe you’ll finally choose me after you’ve had more time
Karena mungkin akhirnya kamu akan memilihku setelah punya lebih banyak waktu
I thought I was a fast learner
Aku pikir aku cepat belajar
But guess I won’t ever mind, guess I won’t ever mind
Tapi sepertinya aku tidak akan pernah keberatan, sepertinya aku tidak akan pernah keberatan
Maybe I blame my mother bleeding into my stride
Mungkin aku menyalahkan ibuku yang mengalir dalam langkahku
Maybe it was my father and his wandering eyes
Mungkin ini karena ayahku dan matanya yang selalu berkelana
(It’s their fault that) I’ll always be in your corner
(Ini salah mereka) Aku akan selalu berada di sisimu
‘Cause I don’t feel alive ’til I’m burnin’ on your backburner, oh-oh
Karena aku tidak merasa hidup sampai aku hangus di api belakang kompormu, oh-oh
[Outro]
Oh, and I know that it’s sad that I settle for the backburner, oh-oh
Oh, dan aku tahu betapa sedihnya bahwa aku menerima posisi sebagai cadangan, oh-oh
Oh, guess I won’t ever mind crisping up on your backburner, oh-oh
Oh, sepertinya aku tidak akan pernah keberatan hangus di api belakang kompormu, oh-oh
Oh, as long as you still think of me, oh, oh-oh
Oh, selama kamu masih mengingatku, oh, oh-oh
Konteks di Balik Lagu Backburner dari NIKI
“Backburner” adalah salah satu lagu baru yang NIKI tulis secara retrospektif untuk album keduanya, Nicole, yang dirilis pada 12 Agustus 2022 melalui label 88rising.
Album Nicole lahir dari proses refleksi mendalam yang dilakukan NIKI selama masa pandemi, ketika ia menyelami kembali video-video lamanya di YouTube semasa remaja.
NIKI menyebut “Backburner” sebagai salah satu lagu favoritnya dari album tersebut, bahkan menyebutnya sebagai favoritnya yang “tidak begitu rahasia” dalam versi live dari album Live at the Wiltern.
Lagu ini diproduksi bersama Ethan Gruska, dan ditulis sendiri oleh Nicole Zefanya sebagai refleksi atas pengalaman emosional di masa muda.
Referensi “Asian Calvinism” dalam lagu ini mencerminkan latar belakang NIKI yang tumbuh besar di Jakarta dan kemudian belajar di universitas seni Kristen di Nashville sebelum akhirnya keluar untuk berkarier penuh sebagai musisi.
Video musik resmi lagu ini baru dirilis pada Mei 2023, hampir setahun setelah album keluar, dan disutradarai oleh Isaac Ravishankara.
Dalam video tersebut, NIKI menggambarkan caranya mencoba memperbaiki hubungan yang rusak dengan menonton kembali rekaman lama, namun upaya itu gagal dan ia harus membangun kembali segalanya dari awal.
Lagu ini sempat masuk ke tangga lagu Billboard Indonesia Songs pada posisi ke-17 di bulan Mei 2025, membuktikan bahwa lagu ini terus menemukan pendengar baru jauh setelah dirilis.