Makna Lagu Did You Like Her In The Morning? - NIKI

Artis

NIKI

Album

Buzz

Tahun

2024

Genre

Folk, Indie Pop, Soul

Negara

Indonesia

Opini Redaksi

Lagu ini berbicara tentang satu perasaan yang hampir semua orang pernah rasakan: rasa cemburu terhadap mantan kekasih pasanganmu.

NIKI menuangkan semua pertanyaan yang terlalu menakutkan untuk ditanyakan secara langsung ke dalam sebuah lagu.

Bukan cemburu biasa, tapi cemburu retroaktif yaitu perasaan iri terhadap seseorang dari masa lalu yang bahkan sudah tidak ada lagi dalam hubungan itu.

Pertanyaan “apakah kamu menyukainya di pagi hari?” bukan hanya soal waktu, tapi soal keintiman yang paling mentah dan jujur antara dua orang.

Pagi hari adalah momen paling tanpa filter dalam sebuah hubungan, dan NIKI bertanya-tanya apakah momen itu lebih indah bersama orang lain.

Lagu ini menggambarkan betapa menyiksanya pikiran yang terus membandingkan diri sendiri dengan seseorang yang belum pernah kamu temui.

Chorus-nya sangat jujur karena si penyanyi tahu pertanyaan itu tidak perlu ditanyakan, tapi tidak bisa berhenti bertanya juga.

Di bridge, NIKI mengakui bahwa ia tidak tahu apakah bisa bersaing dengan kenangan yang sudah terukir begitu dalam di hati pasangannya.

Lagu ini bukan tentang ketidakpercayaan, tapi tentang betapa rapuhnya perasaan seseorang ketika mereka mencintai orang yang pernah mencintai orang lain sebelumnya.

Pada akhirnya, “Did You Like Her In The Morning?” adalah pengingat bahwa cinta yang nyata juga datang dengan rasa tidak aman yang nyata.

Terjemahan Lirik Lagu Did You Like Her In The Morning? dari NIKI

[Verse 1]

Did you like her in the morning

Apakah kamu menyukainya di pagi hari

Right before all the sleep left your eyes?

Tepat sebelum kantuk benar-benar pergi dari matamu?

Did you bother to draw the curtains

Apakah kamu sempat membuka tirai

And if you did, did the light burn too bright?

Dan jika iya, apakah cahayanya terlalu menyilaukan?

[Pre-Chorus]

Did you laugh over cold cups of coffee

Apakah kalian tertawa di atas secangkir kopi yang sudah dingin

That you hate but still drank anyway?

Yang kamu benci tapi tetap kamu minum?

Did you get past the walls, did you see through them all?

Apakah kamu berhasil melewati temboknya, apakah kamu melihat melalui semuanya?

And if you didn’t, do you still hope to someday?

Dan jika tidak, apakah kamu masih berharap bisa suatu hari nanti?

[Chorus]

I know it’d be easier if I just didn’t ask (I know, I know, I know)

Aku tahu akan lebih mudah jika aku tidak bertanya (aku tahu, aku tahu, aku tahu)

But it’d also be easier if she wasn’t your last

Tapi juga akan lebih mudah jika dia bukan yang terakhir bagimu

[Verse 2]

Did you like her touch at night time?

Apakah kamu menyukai sentuhannya di malam hari?

Did all the pretending help you forget?

Apakah semua kepura-puraan membantumu melupakan?

Was she weightless in just your sweater?

Apakah ia terasa ringan hanya dengan mengenakan swetermu?

And does it feel heavy now to look at me instead?

Dan apakah sekarang terasa berat untuk memandangku sebagai gantinya?

[Pre-Chorus]

Did your hands find her waist when she got sloppy?

Apakah tanganmu menemukan pinggangnya saat ia mulai oleng?

After just a few Manhattans in Berlin

Hanya setelah beberapa Manhattan di Berlin

Would you kiss her goodnight, would you walk her inside?

Apakah kamu menciumnya selamat malam, apakah kamu mengantarnya masuk?

And did you hope the nights would never, ever end?

Dan apakah kamu berharap malam-malam itu tidak akan pernah, tidak akan pernah berakhir?

And again

Dan lagi

[Chorus]

I know it’d be easier if I just didn’t ask (I know, I know, I know)

Aku tahu akan lebih mudah jika aku tidak bertanya (aku tahu, aku tahu, aku tahu)

But it’d also be easier if she wasn’t your last

Tapi juga akan lebih mudah jika dia bukan yang terakhir bagimu

[Bridge]

‘Cause I don’t know if I can compete

Karena aku tidak tahu apakah aku bisa bersaing

With the former crowned head of your old Ford’s front seat

Dengan mantan ratu di kursi depan Ford lamamu

And the story goes you blame it on the lonely nights

Dan ceritanya kamu menyalahkan malam-malam yang sepi

For it ever starting

Atas semua yang pernah dimulai

But answer the question

Tapi jawab pertanyaannya

Did you like her in the morning?

Apakah kamu menyukainya di pagi hari?

[Outro]

Did you like her in the morning?

Apakah kamu menyukainya di pagi hari?

Right before all the sleep left your eyes?

Tepat sebelum kantuk benar-benar pergi dari matamu?

Konteks di Balik Lagu Did You Like Her In The Morning? dari NIKI

Lagu ini sebenarnya ditulis pada tahun 2019, menjadikannya trek paling tua di album Buzz yang dirilis pada Agustus 2024.

NIKI menyimpan lagu ini selama hampir lima tahun sebelum akhirnya memutuskan untuk merilisnya bersama album ketiganya.

Dalam sebuah seri TikTok bertajuk Bitz of Buzz yang ia buat sendiri untuk memperkenalkan setiap lagu di album tersebut, NIKI menjelaskan bahwa lagu ini berisi semua pertanyaan yang terlalu menakutkan untuk diucapkan langsung kepada pasangan.

Ia juga menyebut bahwa lagu ini ditujukan khusus untuk para perempuan yang merasakan “retroactive jealousy” yaitu cemburu terhadap hubungan masa lalu pasangan yang sudah lama berakhir.

NIKI menulis, menyanyi, sekaligus memproduksi sendiri lagu ini, sebagaimana hampir seluruh karya dalam diskografinya.

Album Buzz sendiri lahir dari proses introspeksi yang dalam, ditulis di sela-sela jadwal tur yang padat tanpa visi yang terlalu terencana.

NIKI mengaku bahwa ia menulis lagu sebagai cara untuk memproses hidupnya secara langsung, dan Buzz adalah momen pertama ia benar-benar merenungkan semua yang sudah terjadi dalam kariernya.

Fakta Menarik tentang Lagu Did You Like Her In The Morning?

Lagu Ini Tersimpan Selama Lima Tahun

"Did You Like Her In The Morning?" ditulis pada tahun 2019 dan sempat disimpan begitu saja sebelum akhirnya NIKI memutuskan untuk memasukkannya ke dalam album Buzz yang dirilis di 2024. Ini menjadikannya trek paling lama "menunggu" di antara semua lagu dalam album tersebut.

NIKI Menulis Semua Lagunya Sendiri

Sebagai seniman yang punya kendali kreatif penuh, NIKI menulis, menyanyikan, dan memproduksi hampir semua lagunya sendiri termasuk lagu ini. Ini adalah sesuatu yang jarang dimiliki oleh penyanyi di industri musik arus utama.

Album Buzz Lahir di Antara Jadwal Tur

NIKI menulis seluruh materi Buzz di sela-sela jadwal tur yang sangat padat, tanpa rencana yang terlalu matang. Hasilnya justru menjadi album yang paling jujur dan personal dalam perjalanan musiknya.

Artis Indonesia Paling Banyak Distreaming

Hingga April 2025, lagu-lagu NIKI telah distreaming lebih dari 4,6 miliar kali di Spotify, menjadikannya artis Indonesia dengan jumlah streaming terbanyak sepanjang masa di platform tersebut.

Lagu Ini Viral di Kalangan Penggemar yang Relate

Setelah dirilis, lagu ini dengan cepat menjadi favorit di kalangan pendengar yang pernah merasakan kecemburuan terhadap mantan pasangan kekasih mereka. Ribuan orang berbagi kisah pribadi mereka di media sosial dengan menggunakan lagu ini sebagai latar.