Lagu Split bercerita tentang perasaan terjebak di antara dua dunia yang berbeda dan tidak bisa sepenuhnya menjadi bagian dari salah satunya.
NIKI menulis lagu ini dari pengalaman pribadinya sendiri sebagai perempuan Indonesia yang menjalani karir musik di Los Angeles.
Ada rasa rindu yang sulit dijelaskan dalam lagu ini, bukan hanya rindu tempat, tapi rindu akan rasa memiliki dan menjadi diri sendiri secara utuh.
Bagaimana rasanya kalau kamu terus-terusan harus menyesuaikan diri hingga tidak tahu lagi mana versi dirimu yang asli?
NIKI menggambarkan perasaan itu dengan sangat jujur lewat setiap baris liriknya.
Lagu ini juga menyentuh soal tekanan untuk berasimilasi, di mana budaya tempat tinggal sekarang mengajarkan individualisme, sementara budaya asal mengajarkan untuk selalu menyesuaikan diri dengan orang lain.
Konflik dua nilai itu membuat NIKI merasa bandwidth emosinya terkuras habis.
Yang paling menyayat hati dari lagu ini adalah bagaimana NIKI menggambarkan dirinya selalu kehilangan sebagian diri, tapi tidak ada satu pun orang di sekitarnya yang menyadarinya.
Itulah “Split”: sebuah pengakuan sunyi yang penuh keberanian tentang betapa sulitnya hidup di persimpangan dua identitas.
Terjemahan Lirik Lagu Split dari NIKI
[Verse 1]
It’s a West Coast winter, sun’s still a furnace
Ini musim dingin di West Coast, tapi matahari masih seperti tungku
So I keep tanning, just never on purpose
Jadi kulitku terus terbakar, tapi tidak pernah kusengaja
I’m saturated in equal parts sun and doubt
Aku jenuh dengan campuran yang setara antara sinar matahari dan keraguan
So I turn the fan on high and hope I sweat it out
Jadi aku nyalakan kipas angin sekencang-kencangnya dan berharap semuanya bisa ikut mengalir keluar
[Verse 2]
Christmas is coming, I miss my mama
Natal sudah dekat, aku rindu ibuku
Well, least I got my daddy, but he’s in Jakarta
Setidaknya ada ayah, tapi dia ada di Jakarta
And there, it’s raining, while here, it’s dry as bone
Di sana sedang hujan, sementara di sini kering seperti tulang
Kinda wish I knew what I meant when I’d say, “I miss home”
Rasanya ingin tahu apa yang sebenarnya kumaksud ketika aku bilang, “aku rindu rumah”
[Chorus]
Guess I’m forever caught between two worlds
Sepertinya aku akan selamanya terjebak di antara dua dunia
Right foot rock, left foot hard place, head and heart at war
Kaki kanan di atas batu, kaki kiri di tempat yang sulit, kepala dan hati saling berperang
I do my best between addresses
Aku berusaha semampuku di antara dua alamat
Wish I were on either side of the foreign wall
Andai saja aku bisa berada di salah satu sisi tembok asing itu
Oh, always part of me missing, but no one sees a difference
Oh, selalu ada bagian dari diriku yang hilang, tapi tidak ada yang melihat perbedaannya
‘Cause I split them all
Karena aku membagi semuanya
[Verse 3]
Spread so thin, I’m low on emotional bandwidth
Sudah terlalu tipis tersebar, bandwidth emosiku hampir habis
The voice in my head speaks a different language
Suara di kepalaku berbicara dalam bahasa yang berbeda
And where I live, they believe you only have yourself
Dan di tempat aku tinggal, mereka percaya kamu hanya punya dirimu sendiri
But where I’m from, you’re taught to be somebody else
Tapi dari mana aku berasal, kamu diajarkan untuk menjadi orang lain
So hellos are short, goodbyes are only half farewells
Jadi salam perkenalan terasa singkat, dan perpisahan hanya setengah perpisahan
Konteks di Balik Lagu Split dari NIKI
NIKI awalnya menulis lagu Split untuk albumnya Moonchild, tapi memutuskan untuk tidak memasukkannya karena lagu ini terasa terlalu personal dan spesial, sehingga perlu mendapat ruang sendiri.
Lagu ini akhirnya dirilis pada 18 November 2021 sebagai bagian dari album kolaborasi Head In The Clouds III milik 88rising.
NIKI sendiri menjelaskan bahwa lagu ini lahir dari pengalamannya terus-menerus harus membagi diri antara Indonesia dan Los Angeles.
Perasaan selalu harus beradaptasi dan berasimilasi itulah yang menjadi inti dari keseluruhan lagu.
Lagu ini diproduksi bersama Jacob Ray dan duo produser Bekon & The Donuts, yang berhasil merangkai suasana tropis dan retro lewat gitar lembut dengan sentuhan blues dan jazz.
NIKI juga mengajak para penggemarnya untuk berbagi foto dan video yang mewakili dua dunia tempat mereka merasa terbagi, dan kemudian menyusun semua kiriman itu menjadi sebuah video montase yang menyentuh.
Respons para pendengar sangat positif, karena banyak yang langsung merasa terwakili oleh lirik-lirik yang sangat jujur dan spesifik itu.
Lagu ini menjadi semacam pelukan hangat bagi siapa saja yang pernah merasakan apa artinya hidup di antara dua identitas sekaligus.