Lagu “Autumn” bercerita tentang cinta yang terasa indah di awal tapi perlahan berubah menjadi luka.
NIKI menggambarkan hubungan di mana ia sudah memberikan segalanya, sementara pasangannya justru terasa semakin menjauh.
Ada momen menyakitkan ketika seseorang berjanji memberikan “rumah” yang selama ini tidak pernah kamu kenal, tapi nyatanya kamu malah merasa lebih kesepian dari sebelumnya.
Lirik “did you mean free from me?” adalah pertanyaan paling pahit dalam lagu ini karena ia menyadari bahwa kebebasan yang diimpikan pasangannya mungkin berarti bebas darinya.
NIKI juga jujur mengakui bahwa ia sendiri ikut andil dalam rasa sakit ini karena ia membiarkan dirinya jatuh terlalu dalam dan terlalu cepat.
Ada ironi besar di sini: ia rela meruntuhkan tembok pelindungnya sendiri demi cinta, tapi justru cinta itu yang kemudian menyerangnya dari dalam.
Bagian bridge adalah puncak dari pergulatan batin itu karena NIKI bertanya kapan ia harus melepaskan, sementara di saat yang sama ia masih sangat merindukan cinta itu.
Lagu ini tidak berakhir dengan jawaban yang jelas, hanya dengan pertanyaan “Is this the end for us?” yang dibiarkan menggantung di udara.
“Autumn” adalah potret jujur tentang hubungan yang sudah lelah berjuang tapi belum siap untuk menyerah.
Terjemahan Lirik Lagu Autumn dari NIKI
[Verse 1]
I carved my name into your ribcage
Aku mengukir namaku di tulang igamu
We talked of lands away from this cage
Kita berbicara tentang tempat jauh dari penjara ini
You said, “Don’t fret love
Kamu berkata, “Jangan khawatir, sayangku
Someday I’ll be my own man, I’ll be free”
Suatu hari aku akan menjadi diriku sendiri, aku akan bebas”
Oh, but darling, did you mean
Oh, tapi sayangku, apakah maksudmu
Darling, did you mean free from me?
Sayangku, apakah kamu bermaksud bebas dariku?
[Verse 2]
You promised home
Kamu menjanjikan rumah
The kind I’d never known, oh-oh, oh-ooh-oh
Jenis yang belum pernah aku kenal, oh-oh, oh-ooh-oh
But here we are, skin and flesh and beating hearts, and
Tapi inilah kita, kulit dan daging dan jantung yang berdegup, dan
I’m wondering what the hell I’m doing wrong
Aku bertanya-tanya apa yang salah dengan diriku
You said, “Let’s make ourselves our very own brigade
Kamu berkata, “Mari kita jadikan diri kita brigade kita sendiri
This love, our shield, our blade”
Cinta ini, perisai kita, pedang kita”
Oh, but darling, do you see the cuts from which I bleed?
Oh, tapi sayangku, apakah kamu melihat luka yang membuatku berdarah?
It’s me you’ve slain
Akulah yang kamu bunuh
[Pre-Chorus]
I didn’t obliterate these walls for you to come and raid my home
Aku tidak meruntuhkan tembok ini agar kamu datang dan merampok rumahku
And here you are, right next to me
Dan ini kamu, tepat di sampingku
Ironically, I’ve never felt more alone
Ironisnya, aku tidak pernah merasa sepedih ini sendirian
[Verse 3]
I fell for you, faster than I fell apart (Hmm)
Aku jatuh cinta padamu, lebih cepat dari aku hancur (Hmm)
And I guess I’m the one to blame
Dan aku rasa akulah yang harus disalahkan
For letting myself fall too hard
Karena membiarkan diriku jatuh terlalu dalam
I ripped my heart out, and put it in your hands
Aku merobek hatiku sendiri, dan meletakkannya di tanganmu
In hope that we’d put up a fight (Hmm)
Dengan harapan kita akan berjuang bersama (Hmm)
How paradoxical, since now
Betapa paradoksnya, karena sekarang
All I can think about is when will we stop trying (Ooh, ooh, ooh)
Yang aku pikirkan hanya kapan kita akan berhenti mencoba (Ooh, ooh, ooh)
[Bridge]
Ooh, ooh, ooh
Ooh, ooh, ooh
How do we stay afloat?
Bagaimana kita bisa tetap bertahan?
When do I let go?
Kapan aku harus melepaskan?
All you do is blindside me, it’s hard to be brave
Yang kamu lakukan hanyalah mengejutkanku, sulit untuk tetap berani
But when the night cuts into the day, it’s your love I crave
Tapi ketika malam berganti siang, cintamulah yang aku rindukan
I must’ve thanked my lucky stars too much
Aku pasti terlalu banyak mengucap syukur pada bintang keberuntunganku
They left me sitting in too much dust (Hmm, oh-oh)
Mereka meninggalkanku duduk dalam terlalu banyak debu (Hmm, oh-oh)
You know all my dreams, you were one, so it seemed
Kamu tahu semua mimpiku, kamu adalah salah satunya, begitulah rasanya
And I love you but with you, it’s heartache I breathe
Dan aku mencintaimu tapi bersamamu, kesedihan itulah yang aku hirup
You gave it your all, just with everything you took from me
Kamu memberikan segalanya, tapi dengan mengambil segalanya dariku
[Outro]
Oh, my love
Oh, cintaku
Is this the end for us?
Apakah ini akhir bagi kita?
Maybe we’ve had enough
Mungkin kita sudah cukup
Konteks di Balik Lagu Autumn dari NIKI
“Autumn” adalah bagian dari album Nicole yang dirilis pada 12 Agustus 2022 melalui label 88rising.
Album ini merupakan kumpulan lagu lama yang ditulis NIKI semasa SMA dan kemudian direkam ulang dengan aransemen yang lebih matang.
Versi asli “Autumn” pertama kali diunggah di kanal YouTube NIKI pada tahun 2016, saat ia masih berusia 17 tahun dan baru saja belajar menggunakan software produksi musik Logic.
Dalam wawancaranya dengan Clash Magazine, NIKI menyebut bahwa lagu ini mendapatkan perombakan total dari versi aslinya dan dikerjakan bersama produser Tim Anderson untuk menambahkan lapisan suara yang lebih kaya.
NIKI mengungkapkan bahwa “Autumn” adalah salah satu lagu yang paling lama diselesaikan dalam proses produksi album Nicole.
Ia juga menyatakan bahwa mendengar hasil akhir lagu ini membuatnya terharu karena akhirnya terdengar seperti yang ia bayangkan saat pertama kali menulisnya.
Seluruh album Nicole terinspirasi dari pendekatan serupa yang dilakukan Taylor Swift saat merekam ulang lagu lamanya, sebuah cara untuk mengklaim kembali karya masa muda dengan perspektif yang lebih dewasa.
Sesi rekaman album ini dimulai sekitar Oktober 2021 dan berlangsung hingga awal 2022 di studio 88rising di Los Angeles.