Makna Lagu Strange Land - NIKI

Artis

NIKI

Album

Head In The Clouds II (88rising)

Tahun

2019

Genre

Indie Pop, Neo Soul, Alternative R&B

Negara

Indonesia

Opini Redaksi

“Strange Land” adalah lagu tentang dua orang yang sama-sama merasa tersesat, tapi dengan cara yang berbeda.

NIKI menyuarakan perasaan seseorang yang sudah di ujung tali namun tetap bertahan demi orang yang dicintainya.

Ia menyimpan semua kata yang ingin diucapkan, tapi justru mengatakannya ketika sang kekasih tertidur karena tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya secara langsung.

Ada ketidaksinkronan di antara keduanya, seperti dua orang yang tidur di sisi yang salah, terus berputar tanpa arah.

Lalu datang bagian Phum Viphurit yang membawa perspektif lain yaitu perasaan berada di tempat yang sama sekali asing, dikelilingi banyak pintu tapi tidak tahu harus melewati yang mana.

Ia tidak bisa lagi mengenali dirinya sendiri di tengah orang-orang dan situasi yang terasa begitu asing.

Satu-satunya hal yang membuatnya tetap berpijak adalah kehadiran seseorang yang ia sebut sebagai “templ”-nya, tempat ia menemukan ketenangan dan makna.

Tapi sekarang semuanya terasa berbeda, hubungan yang dulu terasa sederhana kini berubah menjadi sesuatu yang menggantung dan tidak pasti.

Keduanya sama-sama menunggu, berharap bahwa entah di kehidupan ini atau di kehidupan lain, segalanya bisa kembali seperti semula.

Lagu ini tidak berakhir dengan resolusi, dan itulah yang membuatnya terasa sangat jujur dan manusiawi.

Terjemahan Lirik Lagu Strange Land dari NIKI dan Phum Viphurit

[Verse 1: NIKI]

Here for the nosedive

Aku hadir di saat paling jatuh

Whatever you need

Apa pun yang kamu butuhkan

And I’m savin’ all the bold lines

Dan aku menyimpan semua kata-kata berani itu

I’ll say ’em while you sleep

Akan kuucapkan saat kamu tidur

You’re sleepin’ on the wrong side

Kamu tidur di sisi yang salah

And I’m turnin’ endlessly

Dan aku terus berputar tanpa henti

Screamin’ for my lifeline, lifeline, life

Berteriak mencari tali penyelamatku, tali penyelamat, hidupku

[Chorus: NIKI]

Ooh, continental drifter

Ooh, pengembara lintas benua

Still, I’m the hero of my hometown

Tapi aku masih pahlawan di kampung halamanku

Now I’m all laid up with you, sentimental trickster

Kini aku terbaring bersamamu, penipu yang sentimental

Maybe in another lifetime, lifetime, life (Oh)

Mungkin di kehidupan lain, kehidupan lain, kehidupan (Oh)

[Verse 2: Phum Viphurit]

In a strange land, with no plans

Di tanah yang asing, tanpa rencana apa pun

Surrounded by doors, yeah

Dikelilingi pintu-pintu, ya

I can’t find myself anymore

Aku tidak bisa menemukan diriku lagi

With foreign people, you’re my temple

Di antara orang-orang asing, kamu adalah tempat suciku

I want things like they were before

Aku ingin semuanya seperti dulu

(But I don’t know myself anymore)

(Tapi aku sudah tidak mengenal diriku lagi)

With you, love was simple

Bersamamu, cinta terasa sederhana

My spiritual crystal

Kristal spiritualku

But now life is limbo

Tapi kini hidup terasa menggantung

I’ll wait for tomorrow

Aku akan menunggu hari esok

[Chorus: NIKI]

Ooh, continental drifter

Ooh, pengembara lintas benua

Still, I’m the hero of my hometown

Tapi aku masih pahlawan di kampung halamanku

Now I’m all laid up with you, sentimental trickster

Kini aku terbaring bersamamu, penipu yang sentimental

Maybe in another lifetime, lifetime, life (Oh)

Mungkin di kehidupan lain, kehidupan lain, kehidupan (Oh)

Konteks di Balik Lagu Strange Land dari NIKI dan Phum Viphurit

“Strange Land” dirilis pada 11 Oktober 2019 sebagai bagian dari album kompilasi Head In The Clouds II milik label 88rising.

Album ini menampung artis-artis Asia dari berbagai negara dalam satu proyek bersama yang diproduseri eksekutif oleh Joji.

NIKI, yang lahir dan besar di Jakarta, adalah salah satu wajah utama 88rising dan membawa suara khas Indonesia ke panggung musik internasional.

Phum Viphurit adalah penyanyi-penulis lagu asal Thailand yang dibesarkan di Hamilton, Selandia Baru, sebelum kembali ke Bangkok untuk berkarier di dunia musik.

Perpaduan keduanya dalam satu lagu menjadi sesuatu yang terasa alami karena keduanya sama-sama tumbuh di antara dua dunia dan mengenal perasaan tidak sepenuhnya merasa “di rumah”.

Tema “strange land” yang mereka bawakan bukan sekadar kiasan karena keduanya punya pengalaman nyata hidup di negeri orang dan merasakan keterasingan itu secara langsung.

Lagu ini sering disebut sebagai salah satu track paling berkesan di Head In The Clouds II karena suasana soniknya yang gelap namun lembut, mengingatkan pada produksi gaya Jamie xx.

Festival tahunan Head In The Clouds yang diadakan 88rising di Los Angeles pada Agustus 2019 menjadi momen penting sebelum album ini rilis, dan lagu ini menjadi salah satu highlight emosionalnya.

Fakta Menarik tentang Lagu Strange Land

Kolaborasi Lintas Dua Negara Asia Tenggara

"Strange Land" mempertemukan NIKI dari Indonesia dan Phum Viphurit dari Thailand dalam satu lagu, menjadikannya salah satu kolaborasi Asia Tenggara yang paling dibicarakan di tahun 2019 dan mendapat respons hangat dari penggemar di kedua negara.

Bukan Sekadar Fitur Biasa

Banyak pendengar menyebut kolaborasi ini terasa seperti lagu yang benar-benar dibangun bersama, bukan sekadar satu artis yang ditempel di atas lagu artis lain karena karakter vokal dan gaya musikal keduanya melebur dengan sangat organik.

Phum Viphurit Sudah Viral Sebelum Lagu Ini

Sebelum berkolaborasi dengan NIKI, Phum Viphurit sudah meraih perhatian internasional lewat singel "Lover Boy" yang meledak pada 2018 dan meraih lebih dari 95 juta streaming di Spotify, menjadikannya salah satu artis indie Thailand pertama yang menembus pasar global.

NIKI Adalah Artis Indonesia Paling Banyak Distreaming

Per April 2025, lagu-lagu NIKI telah diputar lebih dari 4,6 miliar kali di Spotify, menjadikannya artis Indonesia dengan jumlah streaming terbanyak sepanjang masa di platform tersebut.

Album Head In The Clouds II Diproduseri oleh Joji

Seluruh album kompilasi ini berada di bawah arahan eksekutif produser Joji, dan artwork album dirancang oleh ilustrator Jepang legendaris Hajime Sorayama yang dikenal lewat karya-karyanya bertema sibernetika dan futurisme.