“Strange Land” adalah lagu tentang dua orang yang sama-sama merasa tersesat, tapi dengan cara yang berbeda.
NIKI menyuarakan perasaan seseorang yang sudah di ujung tali namun tetap bertahan demi orang yang dicintainya.
Ia menyimpan semua kata yang ingin diucapkan, tapi justru mengatakannya ketika sang kekasih tertidur karena tidak tahu bagaimana cara menyampaikannya secara langsung.
Ada ketidaksinkronan di antara keduanya, seperti dua orang yang tidur di sisi yang salah, terus berputar tanpa arah.
Lalu datang bagian Phum Viphurit yang membawa perspektif lain yaitu perasaan berada di tempat yang sama sekali asing, dikelilingi banyak pintu tapi tidak tahu harus melewati yang mana.
Ia tidak bisa lagi mengenali dirinya sendiri di tengah orang-orang dan situasi yang terasa begitu asing.
Satu-satunya hal yang membuatnya tetap berpijak adalah kehadiran seseorang yang ia sebut sebagai “templ”-nya, tempat ia menemukan ketenangan dan makna.
Tapi sekarang semuanya terasa berbeda, hubungan yang dulu terasa sederhana kini berubah menjadi sesuatu yang menggantung dan tidak pasti.
Keduanya sama-sama menunggu, berharap bahwa entah di kehidupan ini atau di kehidupan lain, segalanya bisa kembali seperti semula.
Lagu ini tidak berakhir dengan resolusi, dan itulah yang membuatnya terasa sangat jujur dan manusiawi.
Terjemahan Lirik Lagu Strange Land dari NIKI dan Phum Viphurit
[Verse 1: NIKI]
Here for the nosedive
Aku hadir di saat paling jatuh
Whatever you need
Apa pun yang kamu butuhkan
And I’m savin’ all the bold lines
Dan aku menyimpan semua kata-kata berani itu
I’ll say ’em while you sleep
Akan kuucapkan saat kamu tidur
You’re sleepin’ on the wrong side
Kamu tidur di sisi yang salah
And I’m turnin’ endlessly
Dan aku terus berputar tanpa henti
Screamin’ for my lifeline, lifeline, life
Berteriak mencari tali penyelamatku, tali penyelamat, hidupku
[Chorus: NIKI]
Ooh, continental drifter
Ooh, pengembara lintas benua
Still, I’m the hero of my hometown
Tapi aku masih pahlawan di kampung halamanku
Now I’m all laid up with you, sentimental trickster
Kini aku terbaring bersamamu, penipu yang sentimental
Maybe in another lifetime, lifetime, life (Oh)
Mungkin di kehidupan lain, kehidupan lain, kehidupan (Oh)
[Verse 2: Phum Viphurit]
In a strange land, with no plans
Di tanah yang asing, tanpa rencana apa pun
Surrounded by doors, yeah
Dikelilingi pintu-pintu, ya
I can’t find myself anymore
Aku tidak bisa menemukan diriku lagi
With foreign people, you’re my temple
Di antara orang-orang asing, kamu adalah tempat suciku
I want things like they were before
Aku ingin semuanya seperti dulu
(But I don’t know myself anymore)
(Tapi aku sudah tidak mengenal diriku lagi)
With you, love was simple
Bersamamu, cinta terasa sederhana
My spiritual crystal
Kristal spiritualku
But now life is limbo
Tapi kini hidup terasa menggantung
I’ll wait for tomorrow
Aku akan menunggu hari esok
[Chorus: NIKI]
Ooh, continental drifter
Ooh, pengembara lintas benua
Still, I’m the hero of my hometown
Tapi aku masih pahlawan di kampung halamanku
Now I’m all laid up with you, sentimental trickster
Kini aku terbaring bersamamu, penipu yang sentimental
Maybe in another lifetime, lifetime, life (Oh)
Mungkin di kehidupan lain, kehidupan lain, kehidupan (Oh)
Konteks di Balik Lagu Strange Land dari NIKI dan Phum Viphurit
“Strange Land” dirilis pada 11 Oktober 2019 sebagai bagian dari album kompilasi Head In The Clouds II milik label 88rising.
Album ini menampung artis-artis Asia dari berbagai negara dalam satu proyek bersama yang diproduseri eksekutif oleh Joji.
NIKI, yang lahir dan besar di Jakarta, adalah salah satu wajah utama 88rising dan membawa suara khas Indonesia ke panggung musik internasional.
Phum Viphurit adalah penyanyi-penulis lagu asal Thailand yang dibesarkan di Hamilton, Selandia Baru, sebelum kembali ke Bangkok untuk berkarier di dunia musik.
Perpaduan keduanya dalam satu lagu menjadi sesuatu yang terasa alami karena keduanya sama-sama tumbuh di antara dua dunia dan mengenal perasaan tidak sepenuhnya merasa “di rumah”.
Tema “strange land” yang mereka bawakan bukan sekadar kiasan karena keduanya punya pengalaman nyata hidup di negeri orang dan merasakan keterasingan itu secara langsung.
Lagu ini sering disebut sebagai salah satu track paling berkesan di Head In The Clouds II karena suasana soniknya yang gelap namun lembut, mengingatkan pada produksi gaya Jamie xx.
Festival tahunan Head In The Clouds yang diadakan 88rising di Los Angeles pada Agustus 2019 menjadi momen penting sebelum album ini rilis, dan lagu ini menjadi salah satu highlight emosionalnya.