“Before” adalah lagu tentang cinta pertama yang berakhir tanpa penutup yang jelas.
NIKI menceritakan momen ketika ia terbang lebih dari dua puluh jam hanya untuk mengunjungi mantan kekasihnya di Amerika Serikat, dan mendapati bahwa segalanya sudah berubah.
Lagu ini menggambarkan perasaan ketika seseorang yang paling kamu kenal justru terasa seperti orang asing.
Ada rasa sakit yang sangat spesifik di sini, yaitu melihat orang yang pernah jadi segalamu ternyata baik-baik saja tanpa kamu.
NIKI menangkap ketidakseimbangan emosi itu dengan sangat jujur karena si dia bilang “let’s just see where this goes” seolah semuanya biasa saja, sementara NIKI masih berjuang memahami bahwa hubungan itu sudah benar-benar berakhir.
Baris “Was I just a two-year practice round?” adalah pertanyaan yang paling menyakitkan dalam lagu ini karena menggambarkan ketakutan bahwa selama ini hanya dianggap latihan sebelum dia bertemu seseorang yang benar-benar dia inginkan.
Lagu ini bukan sekadar tentang patah hati biasa, tapi tentang kehilangan referensi hidup yang paling pertama kamu kenal.
Bagian akhir lagu menyampaikan pesan yang paling berat yaitu bahwa hal-hal tidak akan pernah kembali seperti sebelumnya, dan itulah yang paling kejam dari sebuah perpisahan.
“Before” adalah cara NIKI menutup babak yang belum pernah sempat ia tutup dengan benar.
Terjemahan Lirik Lagu Before dari NIKI
[Verse 1]
You hid me in your dorm room
Kamu menyembunyikanku di kamar asramamu
It was Halloweekend, I just flew across the globe
Saat itu Halloweekend, aku baru saja terbang melintasi separuh bumi
Twenty-two hours just to see you
Dua puluh dua jam hanya untuk menemuimu
Just to barely fit on your twin-sized bed
Hanya untuk susah payah muat di ranjang kecilmu
And talk about your cool new friend
Dan membicarakan teman barumu yang keren itu
Who I never met, who you dated as soon as I left
Yang belum pernah aku temui, yang langsung kamu pacari setelah aku pergi
[Verse 2]
Carolina autumn
Musim gugur di Carolina
It had been a year since I saw you
Sudah setahun sejak aku terakhir melihatmu
Since we ended it
Sejak kita mengakhiri semuanya
Had a year to grow into the girl you always wanted
Punya setahun untuk tumbuh menjadi perempuan yang selalu kamu inginkan
Now we’re holding hands as not quite friends
Kini kita bergandengan tangan bukan sebagai teman biasa
But not quite lovers
Tapi juga bukan kekasih
Well, we’ll just pretend
Yah, kita pura-pura saja
You say, “It’s complicated to make amends”
Kamu bilang, “Terlalu rumit untuk berdamai”
Well, is that the way that we’re headed then?
Benarkah begitu arah yang kita tuju?
[Pre-Chorus]
And you couldn’t answer me
Dan kamu tak bisa menjawabku
Though you could pull me in while I brushed my teeth
Meski kamu bisa menarikku mendekat saat aku sikat gigi
And let your hands both freely speak
Dan membiarkan tanganmu berbicara bebas
Like I wasn’t ever gonna leave, leave
Seolah aku tidak akan pernah pergi
[Chorus]
You were all I’d ever known
Kamu adalah satu-satunya yang pernah aku kenal
And now I’m supposed to love you from a distance
Dan kini aku harus mencintaimu dari kejauhan
Like it’s nothing, like it’s instant
Seolah itu mudah, seolah itu instan
And you say, “Let’s just see where this goes”
Dan kamu bilang, “Lihat saja nanti ke mana arahnya”
And I don’t know how or why you seem just fine
Dan aku tidak mengerti bagaimana dan kenapa kamu terlihat baik-baik saja
‘Cause I’m having to grasp that you’re somehow not mine anymore
Karena aku masih berusaha menerima bahwa kamu entah bagaimana bukan milikku lagi
It’s so cruel how things are only almost like they were before
Sungguh kejam bagaimana segalanya hanya hampir seperti dulu
[Post-Chorus]
Like they were before
Seperti dulu
Like they were before
Seperti dulu
Like they were before
Seperti dulu
[Verse 3]
We walk downtown and it’s charming
Kita berjalan di pusat kota dan semuanya begitu indah
You’re alarmingly disarming
Kamu sangat mengkhawatirkan dalam cara kamu melucuti pertahananku
Yeah, we’ve got forty-eight hours left
Ya, kita hanya punya empat puluh delapan jam tersisa
Before I fly back to my death
Sebelum aku terbang kembali menuju kehancuranku
While you stay just fine and feel alive
Sementara kamu tetap baik-baik saja dan merasa hidup
South of the Mason-Dixon line
Di selatan garis Mason-Dixon
Where everyone closes shop at nine
Di mana semua toko tutup pukul sembilan
Where you could somehow finally find
Di mana kamu akhirnya entah bagaimana bisa menemukan
[Pre-Chorus]
What you were desperately looking for
Apa yang selama ini kamu cari dengan putus asa
Funny how you thought that was gonna be New York
Lucu bagaimana dulu kamu pikir itu ada di New York
With our chalkboard walls and slanted floors
Dengan dinding papan kapur kita dan lantai yang miring
Oh, we could’ve had that and so much more
Oh, kita bisa saja mendapatkan itu dan lebih banyak lagi
Ask your new lover what it’s like to be given
Tanyakan pada kekasih barumu bagaimana rasanya diberi
A real fighting chance before you wish her, “Good riddance”
Kesempatan berjuang yang sesungguhnya sebelum kamu mengucapkan, “Pergi saja”
Did anything ever really count
Apakah ada hal yang benar-benar berarti
Or was I just a two-year practice round?
Atau aku hanya babak latihan selama dua tahun?
[Chorus]
You were all I’d ever known
Kamu adalah satu-satunya yang pernah aku kenal
And now I’m feeling stupid, you’re forbidden
Dan kini aku merasa bodoh, kamu terlarang
They say, yeah, we were something, too bad we were children
Mereka bilang, ya, kita pernah berarti, sayang kita masih kanak-kanak waktu itu
Ooh, I don’t know where to go
Ooh, aku tidak tahu harus ke mana
And I don’t know how or why you seem just fine
Dan aku tidak mengerti bagaimana dan kenapa kamu terlihat baik-baik saja
‘Cause I’m looking at you and God knows you’re not mine anymore
Karena aku menatapmu dan Tuhan tahu kamu bukan milikku lagi
It’s so cruel how things will never be the way they were before
Sungguh kejam bagaimana segalanya tidak akan pernah kembali seperti dulu
[Outro]
Like they were before
Seperti dulu
It’s almost just like how it was before
Ini hampir seperti bagaimana dulu keadaannya
But it’s not anymore
Tapi tidak lagi
Konteks di Balik Lagu Before dari NIKI
“Before” dirilis pada 3 Juni 2022 sebagai single pertama dari album kedua NIKI yang berjudul Nicole.
Lagu ini terinspirasi langsung dari kisah cinta pertama NIKI semasa kuliah di Nashville, Tennessee.
NIKI sendiri menggambarkan lagu ini sebagai penutup yang tak pernah sempat ia dapatkan dari hubungan tersebut.
Dalam berbagai kesempatan, NIKI menyebut bahwa ia menulis lagu ini sebagai cara untuk menciptakan closure yang tidak pernah benar-benar terjadi dalam hidupnya.
Proses kreatif album Nicole dimulai pada Oktober 2021 ketika NIKI, terinspirasi oleh Taylor Swift yang merilis ulang “All Too Well” versi sepuluh menit, memutuskan untuk merekam ulang lagu-lagu lama dari arsip YouTube-nya.
“Before” adalah salah satu lagu baru yang NIKI tulis dalam semangat versi mudanya, bukan rekaman ulang dari arsip lama.
Lirik yang menyebut “Carolina autumn” dan “south of the Mason-Dixon line” merujuk pada lokasi nyata tempat NIKI mengunjungi mantan kekasihnya setelah setahun berpisah.
Detail seperti dua puluh dua jam penerbangan dan kamar asrama dengan ranjang kecil adalah gambaran nyata dari perjalanan yang pernah ia lakukan.
NIKI juga menyertakan lagu ini sebagai pembuka yang ironis untuk album Nicole, karena ia ingin mengakhiri cerita lama sebelum memulai babak baru.