Makna Lagu intro (end of the world) - Ariana Grande

Album

Eternal Sunshine

Tahun

2024

Genre

Pop, R&B

Negara

Amerika

Opini Redaksi

Pernahkah kamu berada dalam sebuah hubungan tapi tidak tahu apakah itu benar-benar yang kamu mau?

Itulah pertanyaan besar yang Ariana Grande tuangkan dalam lagu pembuka albumnya, Eternal Sunshine.

Lagu ini bukan tentang perpisahan yang dramatis, tapi tentang keraguan yang diam-diam menggerogoti dari dalam.

Grande mempertanyakan apakah cinta sejati seharusnya terasa jelas dan pasti sejak awal.

Dia menyinggung sebuah interaksi kecil dengan seseorang yang terus memenuhi pikirannya selama berminggu-minggu.

Interaksi itu sederhana, tapi cukup untuk menginspirasi dan membuat hatinya bertanya-tanya apakah perasaan itu berbalas.

Di bagian pre-chorus, Grande memilih kejujuran di atas kenyamanan karena dia tidak ingin memperburuk keadaan dengan berbohong.

Chorus-nya memukul paling keras: bayangkan dunia berakhir besok, apakah orang yang kamu cintai langsung memikirkanmu?

Grande tidak hanya bertanya apakah dia ada di pikiran orang itu, tapi juga jujur mempertanyakan apakah orang itu ada di pikirannya.

Lagu ini adalah pembuka yang sempurna karena ia meletakkan pertanyaan yang baru terjawab di penghujung album.

Terjemahan Lirik Lagu intro (end of the world) dari Ariana Grande

[Intro]

Uh

Uh

[Verse]

How can I tell if I’m in the right relationship?

Bagaimana aku bisa tahu apakah aku ada di dalam hubungan yang tepat?

Aren’t you really s’posed to know that shit?

Bukankah kamu seharusnya memang tahu itu?

Feel it in your bones and own that shit? I don’t know

Merasakannya sampai ke tulang dan yakin akan itu? Aku tidak tahu

Then I had this interaction I’ve been thinkin’ ’bout for like five weeks

Lalu aku punya interaksi ini yang sudah aku pikirkan selama sekitar lima minggu

Wonder if he’s thinkin’ ’bout it too and smiling

Aku penasaran apakah dia juga memikirkannya dan tersenyum

Wonder if he knows that that’s been what’s inspirin’ me

Aku penasaran apakah dia tahu bahwa itulah yang menginspirasi aku

Wonder if he’s judgin’ me like I am right now

Aku penasaran apakah dia menghakimi aku seperti yang aku lakukan sekarang

[Pre-Chorus]

I don’t care

Aku tidak peduli

I’d rather tell the truth (Truth)

Aku lebih memilih untuk jujur (Jujur)

Than make it worse for you, mm (You)

Daripada memperburuk keadaan untukmu, mm (Kamu)

[Chorus]

If the sun refused to shine

Jika matahari menolak untuk bersinar

Baby, would I still be your lover?

Sayang, apakah aku masih akan jadi kekasihmu?

Would you want me there?

Apakah kamu masih menginginkanku di sana?

If the moon went dark tonight

Jika bulan menjadi gelap malam ini

And if it all ended tomorrow

Dan jika semuanya berakhir besok

Would I be the one on your mind, your mind, your mind?

Akankah aku menjadi satu-satunya yang ada di pikiranmu, pikiranmu, pikiranmu?

And if it all ended tomorrow

Dan jika semuanya berakhir besok

Would you be the one on mine?

Akankah kamu menjadi satu-satunya yang ada di pikiranku?

Konteks di Balik Lagu intro (end of the world) dari Ariana Grande

Ariana Grande memulai penggarapan album Eternal Sunshine setelah pemogokan SAG-AFTRA tahun 2023 menghentikan sementara syuting film Wicked, di mana dia memerankan karakter Glinda.

Sebelumnya, Grande menyatakan dalam sebuah wawancara bahwa dia tidak berencana merilis album baru sampai tahun 2027, namun perubahan besar dalam hidupnya mendorongnya untuk segera berkarya.

Album ini terinspirasi dari film Eternal Sunshine of the Spotless Mind (2004) yang berkisah tentang menghapus kenangan dari seseorang yang pernah dicintai.

Lagu ini merupakan salah satu lagu pertama yang Grande tulis bersama Shintaro Yasuda, Nick Lee, dan Aaron Paris untuk album tersebut.

Grande merancang Eternal Sunshine sebagai sebuah concept album yang menceritakan satu pengalaman emosional secara menyeluruh, dari awal keraguan hingga penerimaan.

Lagu ini sengaja ditempatkan di posisi pertama karena pertanyaan-pertanyaan yang diajukan di sini dijawab secara perlahan sepanjang album.

Nenek Grande, yang ia panggil Nonna, bahkan muncul di lagu penutup album, ordinary things, memberikan nasihat tentang cinta yang seolah menjawab langsung kegelisahan yang ada di lagu pembuka ini.

Versi extended dari lagu ini baru dirilis pada Maret 2025 dan mengeksplorasi bagian akhir dari hubungan yang sebelumnya hanya disinggung secara tersirat.

Fakta Menarik tentang Lagu intro (end of the world)

Lagu Ini Adalah Salah Satu yang Pertama Ditulis untuk Album

Bersama dengan lagu eternal sunshine, lagu intro (end of the world) adalah dua lagu pertama yang Grande selesaikan saat memulai proses kreatif album ini, menjadikannya fondasi emosional dari keseluruhan cerita yang ingin disampaikan.

Versi Extended Mengubah Maknanya Secara Drastis

Dalam versi extended yang dirilis lebih dari setahun setelah versi standar, Grande menambahkan dua bait baru yang mengubah nuansa lagu dari harapan menjadi kepasrahan, bahkan diakhiri dengan kalimat "I wish I could un-need you, so I did".

Pasangan dengan Lagu Penutup Album

Produsen Nick Lee menyebutkan bahwa lagu ini sejak awal dirancang sebagai padanan dari lagu penutup album, ordinary things, sehingga pertanyaan di awal album mendapatkan jawabannya di bagian akhir.

Lagu Ini Masuk Chart Global Billboard

Setelah dirilis pada 8 Maret 2024, lagu ini langsung masuk ke posisi 24 pada Billboard Global 200 dan menembus sepuluh besar di Malaysia, Filipina, Singapura, dan Vietnam.

Dipengaruhi oleh The Beatles

Dalam wawancara bersama Zach Sang, Grande mengungkap bahwa album Rubber Soul milik The Beatles menjadi salah satu inspirasi besar dalam penulisan Eternal Sunshine, termasuk atmosfer kontemplatif yang terasa kental di lagu pembuka ini.