Lagu “S.S.R” dari Reality Club bercerita tentang perasaan terjebak dalam sebuah kebohongan yang terus membayangi.
Pikiran yang kacau dan suara suara yang tidak bisa diabaikan menggambarkan kondisi seseorang yang kehilangan kendali atas dirinya sendiri.
Ada konflik batin yang kuat di sini: antara apa yang dirasakan dan apa yang diucapkan oleh orang lain.
Kalimat “I don’t believe it’s true when you say you want it too” menjadi inti dari seluruh lagu ini.
Seseorang tidak lagi bisa mempercayai kata kata yang disampaikan oleh pasangannya, karena tindakan dan ucapan tidak pernah sejalan.
Lagu ini juga bicara tentang proses penyucian diri, seperti yang tersirat dalam “cleansing of the mind, a cleansing of the soul”.
Tapi proses itu ternyata tidak mudah, karena cermin di langit hanya memantulkan kekosongan dari orang yang selama ini dipercaya.
Bagian “I tore apart an empty heart last night to find deep regret” menunjukkan betapa menyakitkannya ketika seseorang akhirnya memaksa diri untuk melihat kebenaran.
Yang ditemukan bukan harapan, bukan jawaban, tapi hanya penyesalan yang dalam.
“S.S.R” bukan sekadar lagu tentang hubungan yang rusak, tapi tentang keberanian untuk jujur pada diri sendiri meski hasilnya menyakitkan.
Terjemahan Lirik Lagu S.S.R dari Reality Club
[Verse 1: Fathia & Faiz]
All the pieces are rearranging
Semua kepingan sedang menyusun ulang dirinya
Inside my mind, all the fucking time
Di dalam pikiranku, setiap saat tanpa henti
Tiny whispers, but why are you shouting?
Bisikan kecil, tapi kenapa kamu berteriak?
Is this yours or mine? I think it is a crime
Ini milikmu atau milikku? Kurasa ini sebuah kejahatan
[Verse 2: Faiz & Fathia]
Inside your pocket, dancing with the devil
Di dalam sakumu, menari bersama iblis
Beyond my eyes you’ll see there’s no surprise
Di balik mataku kamu akan lihat tidak ada yang mengejutkan
Flagrantly jumping to the nearest exit
Dengan terang-terangan melompat menuju pintu keluar terdekat
You’ll find no relief, I turn the other cheek
Kamu tidak akan menemukan kelegaan, aku berpaling ke sisi lain
[Chorus]
And I don’t believe it’s true
Dan aku tidak percaya itu nyata
When you say you want it too
Saat kamu bilang kamu juga menginginkannya
[Verse 3: Fathia & Faiz]
Brave enough to say it, brave enough to try it
Cukup berani untuk mengatakannya, cukup berani untuk mencobanya
Cleansing of the mind, a cleansing of the soul
Pembersihan pikiran, pembersihan jiwa
Protagonist beliefs but antagonizing feelings
Keyakinan sebagai protagonis tapi perasaan yang mengantagonisasi
Mirrors in the sky reflect your hollow eyes
Cermin di langit memantulkan matamu yang kosong
[Chorus]
And I don’t believe it’s true
Dan aku tidak percaya itu nyata
When you say you want it too
Saat kamu bilang kamu juga menginginkannya
And I tore apart
Dan aku merobek-robek
An empty heart last night to find
Hati yang kosong semalam demi menemukan
Deep regret
Penyesalan yang mendalam
Konteks di Balik Lagu S.S.R dari Reality Club
“S.S.R” dirilis sebagai salah satu dari tiga single pertama yang mendahului album kedua Reality Club, What Do You Really Know?, yang keluar pada 30 Agustus 2019.
Lagu ini menjadi semacam pernyataan berani bahwa Reality Club tidak lagi ingin bermain di zona nyaman mereka.
Reality Club sengaja memilih nuansa gelap dan berat untuk menggambarkan sisi kehidupan yang tidak dibahas di album pertama mereka, Never Get Better.
Dalam proses pembuatan album ini, band ini merasa bahwa mereka telah tumbuh dan melihat sisi dunia yang lebih kompleks dan tidak selalu menyenangkan.
Fathia menyebutkan bahwa album What Do You Really Know? lahir dari kesadaran bahwa ada banyak hal tentang kehidupan yang belum mereka ketahui sebelumnya.
“S.S.R” secara musikal menandai pergeseran besar, dengan riff gitar yang mengancam dan vokal yang jauh lebih berkarakter dibanding karya mereka sebelumnya.
Video klip lagu ini pun dipenuhi visual bergaya retro Jepang yang memperlihatkan keresahan para personel saat menyusuri jalanan di tengah kota Jepang.
Lagu ini terbukti menjadi salah satu track yang paling berkesan di album tersebut, mewakili sisi paling gelap dari keseluruhan perjalanan What Do You Really Know?