Makna Lagu I Wish I Was Your Joke - Reality Club

Artis

Reality Club

Album

Single

Tahun

2021

Genre

Indie Rock, Pop Rock

Negara

Indonesia

Opini Redaksi

Lagu ini bercerita tentang seseorang yang sadar dirinya hanya menjadi pilihan cadangan, tapi tetap rela bertahan.

Keinginan untuk menjadi “lelucon” bukan berarti tokoh dalam lagu ingin direndahkan, tapi justru ingin tetap ada di dalam kehidupan orang yang ia cintai meski hanya sesekali diingat.

Ungkapan “back pocket” dan “late night call” menggambarkan posisi tokoh yang hanya dipanggil saat dibutuhkan, lalu diabaikan begitu saja.

Ada kepasrahan yang sangat dalam di sini, di mana rasa sakit diterima sebagai konsekuensi dari mencintai seseorang yang tidak mencintai balik dengan porsi yang sama.

Frase “I don’t mind” yang diulang terus menerus justru menyimpan kontradiksi: seseorang yang benar-benar tidak keberatan tidak perlu menegaskannya berkali-kali.

Pre-chorus “the faster that you come, the sooner that you leave” menggambarkan hubungan yang serba tidak pasti, di mana kehadiran orang itu justru mempercepat rasa sakit yang datang setelahnya.

Verse pertama menghadirkan gambaran harapan tentang sebuah rumah dan kehidupan bersama, sebelum semuanya dihantam oleh realita di bagian berikutnya.

Bilal Indrajaya yang masuk di bridge membawa sudut pandang baru: seorang “lover boy” yang sepenuhnya menyerah pada perasaannya, tahu risikonya tapi tetap memilih untuk tinggal.

Secara keseluruhan, lagu ini adalah potret jujur tentang cinta yang tidak seimbang dan pilihan untuk tetap bertahan meski tahu konsekuensinya.

Terjemahan Lirik Lagu I Wish I Was Your Joke dari Reality Club

[Verse 1: Faiz Novascotia Saripudin]

Exercisin’ in the midnight zone

Berolahraga di zona tengah malam

Under the twilight we will find a home

Di bawah senja kita akan menemukan rumah

A roof and walls upon a starry sky we will reside

Atap dan dinding di bawah langit berbintang, kita akan tinggal

And sparks will fly

Dan percikan api akan beterbangan

[Verse 2: Fathia Izzati]

Start to talk and then your diction slips

Mulai berbicara dan kemudian pelafalanmu melenceng

Miss the punchline, you could use a script

Kehilangan bagian lucunya, kamu butuh naskah

You’re laughing at yourself and so is everybody else

Kamu menertawakan dirimu sendiri dan begitu juga semua orang

Left in this place

Tertinggal di tempat ini

[Pre-Chorus: Faiz & Fathia]

Well the faster that you come

Semakin cepat kamu datang

The sooner that you leave

Semakin cepat kamu pergi

I must be going down

Aku pasti akan terpuruk

‘Cause I can hardly breathe

Karena aku hampir tidak bisa bernapas

[Chorus: Faiz & Fathia]

I wish I was your joke

Aku berharap aku adalah leluconmu

Passed around in sordid bars

Diputar di bar-bar yang suram

When you can’t drive your car anymore

Ketika kamu tidak bisa mengendarai mobilmu lagi

You’ll keep me in your back pocket

Kamu akan menyimpanku di saku belakangmu

Use me then you’ll ignore it

Gunakan aku lalu kamu abaikan itu

I don’t mind

Aku tidak keberatan

[Verse 3: Faiz]

Use me once in May and then in June

Gunakan aku sekali di bulan Mei lalu di bulan Juni

Once a month, well I don’t mind that tune

Sekali sebulan, aku tidak keberatan dengan melodi itu

Explore your expectations, baby, more is what you seek

Jelajahi ekspektasimu, sayang, lebih banyak yang kamu cari

And what you’ll find

Dan itulah yang akan kamu temukan

[Bridge: Bilal Indrajaya]

I don’t mind at all, I’ll be your late night call

Aku tidak keberatan sama sekali, aku akan jadi panggilan malammu

Wait for your heart to fall, I’m your lover boy, baby doll

Menunggu hatimu jatuh, aku adalah kekasihmu, sayang

Well this striking inclination, my desire for your affection’s got me

Kecenderungan yang kuat ini, hasratku untuk kasih sayangmu membuatku

Sprung

Terjatuh

[Outro: Faiz, Fathia & Bilal]

Well the faster that you come

Semakin cepat kamu datang

The sooner that you leave

Semakin cepat kamu pergi

I must be going down

Aku pasti akan terpuruk

‘Cause I can hardly breathe

Karena aku hampir tidak bisa bernapas

You’ll keep me in your back pocket

Kamu akan menyimpanku di saku belakangmu

Use me then you’ll ignore it

Gunakan aku lalu kamu abaikan itu

I don’t mind

Aku tidak keberatan

Konteks di Balik Lagu I Wish I Was Your Joke dari Reality Club

Reality Club merilis “I Wish I Was Your Joke” pada 26 Maret 2021 sebagai single perdana mereka di tahun itu.

Lagu ini juga menjadi penanda babak baru bagi Reality Club setelah resmi bergabung dengan Dominion Records, sub-divisi dari Universal Music Indonesia, pada Februari 2021.

Faiz Novascotia Saripudin menulis lagu ini, dan tema yang diangkat sangat kontras dengan nuansa gelap album sebelumnya “What Do You Really Know?” yang terdengar lebih berat dan kelam.

Fathia Izzati, vokalis sekaligus kakak dari Faiz, pernah menjelaskan bahwa lagu ini bercerita tentang seseorang yang rela menjadi opsi berapapun selama pada akhirnya orang yang dicintainya akan kembali.

Untuk memperkuat warna lagu, Reality Club menggandeng Bilal Indrajaya sebagai kolaborator, yang kemudian juga masuk ke dalam versi live dan album “Reality Club Presents…” yang rilis pada 2023.

Kehadiran Chicha Azhari sebagai pemain violin turut memberikan sentuhan strings quartet yang membuat lagu ini terasa lebih sinematik dan emosional.

Video musik lagu ini menampilkan Faiz sebagai pemeran utama dengan konsep visual berwarna teal yang sinematik, sekaligus menjadi debut akting Faiz di media video.

Fathia menyebut video musik ini penuh dengan easter eggs yang sengaja disembunyikan untuk ditemukan oleh pendengar yang jeli.

Lagu ini kemudian menjadi salah satu karya paling ikonik dari Reality Club dan terus dimainkan dalam berbagai konser mereka, termasuk dalam Asia Tour 2023.

Fakta Menarik tentang Lagu I Wish I Was Your Joke

Reality Club Tanda Tangan Kontrak di 2021

Tepat pada Februari 2021, Reality Club resmi menandatangani kontrak rekaman bersama Dominion Records, sub-divisi dari Universal Music Indonesia, dan "I Wish I Was Your Joke" menjadi single pertama yang mereka rilis di bawah label tersebut.

Bilal Indrajaya Bukan Kolaborator Baru

Sebelum hadir di lagu ini, Bilal Indrajaya sudah pernah berkolaborasi dengan Reality Club di live performance lagu "Alexandra", sehingga chemistry antara keduanya sudah terbentuk sebelum rekaman resmi dilakukan.

Lagu Ini Masuk ke Album Studio Ketiga

Meski awalnya dirilis sebagai single pada 2021, "I Wish I Was Your Joke" kemudian dimasukkan ke dalam album studio ketiga Reality Club bertajuk "Reality Club Presents..." yang rilis pada Mei 2023 bersama deretan kolaborasi lain.

Diproduseri oleh Wisnu Ikhsantama

Lagu ini diproduseri oleh Wisnu Ikhsantama, dan sentuhan produksinya berhasil memadukan nuansa indie rock khas Reality Club dengan elemen pop yang lebih lebar sehingga menarik pendengar baru dari luar lingkaran penggemar lama mereka.

Video Musik Penuh Easter Eggs

Fathia Izzati sendiri yang mengonfirmasi bahwa video musik "I Wish I Was Your Joke" sengaja diisi dengan berbagai easter eggs tersembunyi, dan konsep visual teal yang sinematik membuat video ini berbeda dari karya-karya Reality Club sebelumnya.