Lagu ini bercerita tentang seseorang yang sadar dirinya hanya menjadi pilihan cadangan, tapi tetap rela bertahan.
Keinginan untuk menjadi “lelucon” bukan berarti tokoh dalam lagu ingin direndahkan, tapi justru ingin tetap ada di dalam kehidupan orang yang ia cintai meski hanya sesekali diingat.
Ungkapan “back pocket” dan “late night call” menggambarkan posisi tokoh yang hanya dipanggil saat dibutuhkan, lalu diabaikan begitu saja.
Ada kepasrahan yang sangat dalam di sini, di mana rasa sakit diterima sebagai konsekuensi dari mencintai seseorang yang tidak mencintai balik dengan porsi yang sama.
Frase “I don’t mind” yang diulang terus menerus justru menyimpan kontradiksi: seseorang yang benar-benar tidak keberatan tidak perlu menegaskannya berkali-kali.
Pre-chorus “the faster that you come, the sooner that you leave” menggambarkan hubungan yang serba tidak pasti, di mana kehadiran orang itu justru mempercepat rasa sakit yang datang setelahnya.
Verse pertama menghadirkan gambaran harapan tentang sebuah rumah dan kehidupan bersama, sebelum semuanya dihantam oleh realita di bagian berikutnya.
Bilal Indrajaya yang masuk di bridge membawa sudut pandang baru: seorang “lover boy” yang sepenuhnya menyerah pada perasaannya, tahu risikonya tapi tetap memilih untuk tinggal.
Secara keseluruhan, lagu ini adalah potret jujur tentang cinta yang tidak seimbang dan pilihan untuk tetap bertahan meski tahu konsekuensinya.
Terjemahan Lirik Lagu I Wish I Was Your Joke dari Reality Club
[Verse 1: Faiz Novascotia Saripudin]
Exercisin’ in the midnight zone
Berolahraga di zona tengah malam
Under the twilight we will find a home
Di bawah senja kita akan menemukan rumah
A roof and walls upon a starry sky we will reside
Atap dan dinding di bawah langit berbintang, kita akan tinggal
And sparks will fly
Dan percikan api akan beterbangan
[Verse 2: Fathia Izzati]
Start to talk and then your diction slips
Mulai berbicara dan kemudian pelafalanmu melenceng
Miss the punchline, you could use a script
Kehilangan bagian lucunya, kamu butuh naskah
You’re laughing at yourself and so is everybody else
Kamu menertawakan dirimu sendiri dan begitu juga semua orang
Left in this place
Tertinggal di tempat ini
[Pre-Chorus: Faiz & Fathia]
Well the faster that you come
Semakin cepat kamu datang
The sooner that you leave
Semakin cepat kamu pergi
I must be going down
Aku pasti akan terpuruk
‘Cause I can hardly breathe
Karena aku hampir tidak bisa bernapas
[Chorus: Faiz & Fathia]
I wish I was your joke
Aku berharap aku adalah leluconmu
Passed around in sordid bars
Diputar di bar-bar yang suram
When you can’t drive your car anymore
Ketika kamu tidak bisa mengendarai mobilmu lagi
You’ll keep me in your back pocket
Kamu akan menyimpanku di saku belakangmu
Use me then you’ll ignore it
Gunakan aku lalu kamu abaikan itu
I don’t mind
Aku tidak keberatan
[Verse 3: Faiz]
Use me once in May and then in June
Gunakan aku sekali di bulan Mei lalu di bulan Juni
Once a month, well I don’t mind that tune
Sekali sebulan, aku tidak keberatan dengan melodi itu
Explore your expectations, baby, more is what you seek
Jelajahi ekspektasimu, sayang, lebih banyak yang kamu cari
And what you’ll find
Dan itulah yang akan kamu temukan
[Bridge: Bilal Indrajaya]
I don’t mind at all, I’ll be your late night call
Aku tidak keberatan sama sekali, aku akan jadi panggilan malammu
Wait for your heart to fall, I’m your lover boy, baby doll
Menunggu hatimu jatuh, aku adalah kekasihmu, sayang
Well this striking inclination, my desire for your affection’s got me
Kecenderungan yang kuat ini, hasratku untuk kasih sayangmu membuatku
Sprung
Terjatuh
[Outro: Faiz, Fathia & Bilal]
Well the faster that you come
Semakin cepat kamu datang
The sooner that you leave
Semakin cepat kamu pergi
I must be going down
Aku pasti akan terpuruk
‘Cause I can hardly breathe
Karena aku hampir tidak bisa bernapas
You’ll keep me in your back pocket
Kamu akan menyimpanku di saku belakangmu
Use me then you’ll ignore it
Gunakan aku lalu kamu abaikan itu
I don’t mind
Aku tidak keberatan
Konteks di Balik Lagu I Wish I Was Your Joke dari Reality Club
Reality Club merilis “I Wish I Was Your Joke” pada 26 Maret 2021 sebagai single perdana mereka di tahun itu.
Lagu ini juga menjadi penanda babak baru bagi Reality Club setelah resmi bergabung dengan Dominion Records, sub-divisi dari Universal Music Indonesia, pada Februari 2021.
Faiz Novascotia Saripudin menulis lagu ini, dan tema yang diangkat sangat kontras dengan nuansa gelap album sebelumnya “What Do You Really Know?” yang terdengar lebih berat dan kelam.
Fathia Izzati, vokalis sekaligus kakak dari Faiz, pernah menjelaskan bahwa lagu ini bercerita tentang seseorang yang rela menjadi opsi berapapun selama pada akhirnya orang yang dicintainya akan kembali.
Untuk memperkuat warna lagu, Reality Club menggandeng Bilal Indrajaya sebagai kolaborator, yang kemudian juga masuk ke dalam versi live dan album “Reality Club Presents…” yang rilis pada 2023.
Kehadiran Chicha Azhari sebagai pemain violin turut memberikan sentuhan strings quartet yang membuat lagu ini terasa lebih sinematik dan emosional.
Video musik lagu ini menampilkan Faiz sebagai pemeran utama dengan konsep visual berwarna teal yang sinematik, sekaligus menjadi debut akting Faiz di media video.
Fathia menyebut video musik ini penuh dengan easter eggs yang sengaja disembunyikan untuk ditemukan oleh pendengar yang jeli.
Lagu ini kemudian menjadi salah satu karya paling ikonik dari Reality Club dan terus dimainkan dalam berbagai konser mereka, termasuk dalam Asia Tour 2023.