Lagu ini bercerita tentang seseorang yang terjebak di antara dua perasaan yang sama kuatnya.
Salah satu karakter dalam lagu awalnya bermain-main dengan orang lain hanya untuk menguji kesetiaan pasangannya.
Tapi yang terjadi kemudian tidak sesuai rencana karena ia justru benar-benar jatuh cinta pada orang yang tadinya hanya jadi “permainan”.
Kini ia tidak tahu bagaimana cara keluar dari situasi itu tanpa menyakiti siapapun.
Di sisi lain, ada perasaan bersalah yang menghantui karena tahu bahwa yang dilakukan tidak benar.
Chorus lagu ini menangkap dilema itu dengan jujur: cinta yang tumbuh bukan karena pilihan, melainkan karena sudah terlanjur ada.
Pertanyaan “is it the answer?” yang muncul di bagian outro seolah mewakili kebingungan yang nyata, apakah cinta memang selalu jadi solusi dari segala masalah?
Lagu ini juga menampilkan dua sudut pandang berbeda lewat vokal Fathia dan Faiz yang saling bertukar cerita.
Fathia menyuarakan pihak yang menyadari kerusakan yang ia ciptakan, sementara Faiz mewakili seseorang yang takut kehilangan tapi tidak bisa sepenuhnya jujur.
Di bagian outro, perubahan pronoun dari “she” ke “he” menjadi detail kecil yang menyimpan makna besar karena menunjukkan bahwa cerita ini bisa terjadi dari dua arah sekaligus.
Terjemahan Lirik Lagu Is It the Answer? dari Reality Club
[Verse 1: Fathia Izzati]
I make you break, you move I take
Aku membuatmu hancur, kau bergerak aku ambil
Love is the answer so they say
Cinta adalah jawabannya, begitu kata mereka
But if I went away, what would you say
Tapi jika aku pergi, apa yang akan kau katakan
Would it be enough to make you stay?
Apakah itu cukup untuk membuatmu bertahan?
As you look to the exit
Saat kau melirik ke arah pintu keluar
I don’t even know why I’d do this anymore
Aku bahkan tidak tahu mengapa aku masih melakukan ini
I know, there’s things I should know
Aku tahu, ada hal-hal yang seharusnya aku ketahui
[Verse 2: Faiz Novascotia]
And I know you can’t accept she’s the love that I kept
Dan aku tahu kau tidak bisa menerima bahwa dialah cinta yang kusimpan
Scared I’ll push you away, but I love you everyday
Takut aku akan menjauhi kamu, tapi aku mencintaimu setiap hari
I know there’s things you should know
Aku tahu ada hal-hal yang seharusnya kau ketahui
[Chorus]
I’m in love not because I want to
Aku jatuh cinta bukan karena aku mau
She’s become something that I got to see
Dia telah menjadi sesuatu yang harus kulihat
Won’t you just stick around with me?
Maukah kau tetap bersamaku?
Oh and darling
Oh dan sayangku
I mistake intent for better days
Aku salah mengira niat untuk hari yang lebih baik
While you misled me in different ways
Sementara kau menyesatkanku dengan berbagai cara
I don’t think this is how it’s to end
Aku rasa bukan begini seharusnya ini berakhir
[Outro]
I’m in love not because I want to (Is it the answer? Is it forever?)
Aku jatuh cinta bukan karena aku mau (Inikah jawabannya? Apakah ini selamanya?)
He’s become something that I got to see (I need to show you something about you)
Dia telah menjadi sesuatu yang harus kulihat (Aku perlu menunjukkan sesuatu tentang dirimu)
Won’t you just stick around with me? (Is it the answer? Is it forever?)
Maukah kau tetap bersamaku? (Inikah jawabannya? Apakah ini selamanya?)
Oh and darling (I need to show you something about you)
Oh dan sayangku (Aku perlu menunjukkan sesuatu tentang dirimu)
I mistake intent for better days (Is it the answer? Is it forever?)
Aku salah mengira niat untuk hari yang lebih baik (Inikah jawabannya? Apakah ini selamanya?)
While you misled me in different ways (I need to show you something about you)
Sementara kau menyesatkanku dengan berbagai cara (Aku perlu menunjukkan sesuatu tentang dirimu)
I don’t think this is how it’s to end
Aku rasa bukan begini seharusnya ini berakhir
Konteks di Balik Lagu Is It the Answer? dari Reality Club
Reality Club terbentuk pada April 2016 di Jakarta, diinisiasi oleh Fathia Izzati yang saat itu dikenal sebagai YouTuber.
Ide lagu “Is It the Answer?” pertama kali muncul dari usulan Faiz Novascotia, sang gitaris sekaligus vokalis, dan dari situlah karir Reality Club dimulai.
Lagu ini dirilis sebagai single debut mereka pada April 2016, sebelum akhirnya masuk ke dalam album perdana Never Get Better yang rilis pada 2017.
Dalam proses kreatifnya, Reality Club banyak mendapat inspirasi dari musisi luar negeri seperti Arctic Monkeys, Two Door Cinema Club, dan Last Dinosaurs.
Lagu ini secara khusus juga terinspirasi dari Last Dinosaurs dan The Strokes, dua band yang dikenal dengan nuansa indie rock yang catchy namun penuh emosi.
Reality Club bahkan pernah merekam materi awal mereka di dalam lemari pakaian demi mendapatkan kualitas suara terbaik meski tanpa studio profesional.
Proses kreatif album Never Get Better juga melibatkan sesi penulisan lagu di Ubud, Bali, untuk menangkap emosi secara utuh, dan perekaman dilakukan secara live di Tree Recording Studio, Bangkok, Thailand.
Lagu ini kemudian berhasil mengantarkan Reality Club masuk ke nominasi Anugerah Musik Indonesia (AMI) 2018 di kategori Karya Produksi Alternatif Terbaik.