Lagu ini bukan sekadar soal patah hati biasa.
“Elastic Hearts” bercerita tentang seseorang yang terjebak dalam hubungan yang tidak pernah benar-benar jelas arahnya.
Satu sisi ingin pergi, tapi sisi lain masih terus bertahan dan berharap.
Kata “elastic” atau elastis di sini bukan soal karet, melainkan tentang hati yang terus meregang tanpa pernah benar-benar putus.
Yang paling menyakitkan dari lagu ini bukan perpisahan itu sendiri, tapi harapan yang terus diperpanjang.
Lagu ini menggambarkan sosok yang terus menghitung hari, terus berharap pasangannya tidak pergi, padahal situasinya sudah hampir tidak mungkin bertahan.
Ada momen di mana seseorang tahu bahwa hubungan sudah hampir selesai, tapi tetap tidak bisa menerima kenyataan itu.
Itulah inti dari “Elastic Hearts” yaitu ruang abu-abu antara mau bertahan dan tahu harus pergi.
Pada akhirnya, lagu ini juga menyimpan pesan bahwa hati manusia kuat, ia bisa bengkok tapi tidak hancur.
Terjemahan Lirik Lagu Elastic Hearts dari Reality Club
[Verse 1: Fathia Izzati]
All day I think of you
Sepanjang hari aku memikirkanmu
What can I do?
Apa yang bisa aku lakukan?
Counting days away
Menghitung hari berlalu
While I hope you stay
Sementara aku berharap kamu tetap tinggal
I thought this was the end
Aku pikir ini sudah akhirnya
Of days that we’d spend
Dari hari-hari yang kita habiskan bersama
I know it’s hard to see another way
Aku tahu berat untuk melihat jalan lain
But darling
Tapi, sayang
[Pre-Chorus: Faiz Novascotia]
Well is it too late to say
Jadi, apakah sudah terlambat untuk mengatakannya
That I wanted
Bahwa aku ingin
To stay a little while longer?
Bertahan sedikit lebih lama?
[Verse 2: Fathia Izzati]
And now all I see
Dan sekarang semua yang aku lihat
Are different parts of you
Adalah sisi-sisi berbeda darimu
We were so damn free
Kita dulu begitu bebas
And it was just us two
Dan saat itu hanya ada kita berdua
[Pre-Chorus: Faiz Novascotia]
Well is it too late to say
Jadi, apakah sudah terlambat untuk mengatakannya
That I wanted
Bahwa aku ingin
To stay until the end?
Bertahan sampai akhir?
(Stay until the end, stay until the end)
(Bertahan sampai akhir, bertahan sampai akhir)
[Chorus]
Elastic hearts, you bend but you don’t break
Hati yang elastis, kamu bengkok tapi tidak hancur
You stretch, you give an inch
Kamu meregang, kamu memberi sedikit ruang
And then you take back what was mine before
Dan kemudian kamu mengambil kembali apa yang dulu menjadi milikku
Elastic hearts, you burn me up inside
Hati yang elastis, kamu membakarku dari dalam
You take me way too high
Kamu membawaku terlalu tinggi
Just to shun me far away
Hanya untuk kemudian menjauhkanku
From the light
Dari cahaya
[Outro]
Elastic heart (elastic heart)
Hati yang elastis (hati yang elastis)
(diulang)
Konteks di Balik Lagu Elastic Hearts dari Reality Club
Lagu ini pertama kali ditulis oleh Faiz Novascotia saat ia masih duduk di bangku SMA.
Waktu itu, lagu hanya tersimpan begitu saja tanpa pernah digarap serius karena belum ada band yang tepat untuk membawanya.
Setelah Reality Club terbentuk pada 2016, Faiz akhirnya membawa lagu ini ke sesi latihan bersama.
Nugi Wicaksono, bassist Reality Club, kemudian menambahkan bassline yang kini banyak dipuji pendengar sebagai salah satu bagian paling berkesan dari lagu ini.
Dalam sebuah wawancara bersama media hiburan nasional, Faiz mengungkapkan bahwa lagu ini terinspirasi dari pengalaman nyata soal hubungan yang memberikan harapan palsu.
Ia menyebut lagu ini sebagai cerita transformasi, dari hubungan yang sepertinya sudah di ujung tanduk, namun salah satu pihak masih tidak mau melepaskan.
Judul “Elastic Heart” sendiri dipilih karena Faiz percaya bahwa hati manusia tidak bisa benar-benar hancur.
Seperti yang ia katakan, hati itu bisa bengkok, bisa meregang, tapi pada akhirnya manusia akan baik-baik saja.
Lagu ini dirilis sebagai single pada Juli 2017 dan kemudian masuk dalam album debut Reality Club bertajuk “Never Get Better” yang rilis di bulan Agustus tahun yang sama.