Makna Lagu Four Summers - Reality Club

Artis

Reality Club

Album

Reality Club Presents…

Tahun

2023

Genre

Indie Pop / Indie Rock

Negara

Indonesia

Opini Redaksi

Lagu Four Summers dari Reality Club bercerita tentang seseorang yang masih menyimpan rindu terhadap orang yang pernah menjadi bagian penting dari hidupnya.

Empat musim panas dijadikan ukuran waktu yang terasa singkat namun sangat bermakna, sebuah periode hubungan yang penuh kenangan bersama.

Meski hubungan itu sudah berakhir, sang tokoh dalam lagu tidak menyimpan amarah atau kepahitan, melainkan hanya kerinduan yang jujur dan tulus.

Yang menarik dari lagu ini adalah keinginan untuk bertemu kembali bukan sebagai kekasih, tetapi sebagai sahabat.

Ini menunjukkan tingkat kedewasaan emosional yang jarang terlihat dalam lagu patah hati kebanyakan.

Chorus lagu ini mengajukan pertanyaan yang sangat manusiawi yaitu ke mana perginya seseorang setelah sebuah hubungan usai dan siapa dirinya sekarang.

Ada rasa penasaran yang tulus tentang kehidupan orang yang pernah sangat dekat, bukan kecemburuan atau penyesalan.

Bridge lagu ini menjadi momen paling jujur, di mana sang tokoh rela melepas egonya hanya untuk bisa bertemu lagi.

Lapisan lirik yang muncul di chorus kedua memperkuat pesan bahwa hidup memang penuh misteri dan masa muda yang pernah dihabiskan bersama adalah sesuatu yang tidak bisa diganti.

Pada akhirnya, Four Summers adalah lagu tentang penerimaan, sebuah perpisahan yang diselesaikan dengan hati lapang dan harapan yang sederhana.

Terjemahan Lirik Lagu Four Summers dari Reality Club

[Verse 1]

Four summers were never enough

Empat musim panas tidak pernah cukup

To keep us together

Untuk membuat kita tetap bersama

Bad times, they didn’t seem so rough

Masa-masa buruk, rasanya tidak terlalu berat

You know you’re my pain reliever

Kau tahu kau adalah pereda sakitku

[Chorus]

What do you do when all is through?

Apa yang kamu lakukan ketika semuanya sudah berakhir?

When all is said and done

Ketika semua sudah diucapkan dan diselesaikan

Where did you go? Who are you now?

Ke mana kamu pergi? Siapa kamu sekarang?

I really wanna see you again

Aku benar-benar ingin melihatmu lagi

I really wanna be your best friend

Aku benar-benar ingin menjadi sahabatmu

[Bridge]

I’ll even let go of my ego in saying this

Aku bahkan rela melepaskan egoku untuk mengatakannya

‘Cause I just wanna see you again

Karena aku hanya ingin melihatmu lagi

[Chorus — dengan lapisan lirik]

What do you do when all is through?

Apa yang kamu lakukan ketika semuanya sudah berakhir?

(Kita pernah melewati masa muda bersama, kudengar kini kamu baik-baik saja)

(Hidup tidaklah mudah, hidup adalah misteri)

When all is said and done

Ketika semua sudah diucapkan dan diselesaikan

(Hidup tidaklah mudah, hidup adalah misteri)

Where did you go? Who are you now?

Ke mana kamu pergi? Siapa kamu sekarang?

(Selamanya kau membuatku menunggu, kehadiranmu perlahan memudar)

(Hidup tidaklah mudah, hidup adalah misteri)

I really wanna see you again

Aku benar-benar ingin melihatmu lagi

(Kita pernah melewati masa muda bersama, kudengar kini kamu baik-baik saja)

(Hidup tidaklah mudah, hidup adalah misteri)

I really wanna be your best friend

Aku benar-benar ingin menjadi sahabatmu

(Selamanya kau membuatku menunggu, kehadiranmu perlahan memudar)

(Hidup tidaklah mudah, hidup adalah misteri)

[Outro]

I’ll even let go of my ego in saying this

Aku bahkan rela melepaskan egoku untuk mengatakannya

‘Cause I just wanna see you again

Karena aku hanya ingin melihatmu lagi

Konteks di Balik Lagu Four Summers dari Reality Club

Four Summers adalah track ke-9 dari album studio ketiga Reality Club yang berjudul Reality Club Presents…, dirilis pada 26 Mei 2023 melalui Dominion Records, sub-divisi dari Universal Music Indonesia.

Album ini mulai digarap sejak 2020 dan membutuhkan sekitar tiga tahun hingga akhirnya selesai dan siap dirilis.

Selama proses pengerjaan album, band ini melalui periode pandemi yang juga memengaruhi cara mereka menciptakan lagu serta pendekatan mereka terhadap tema-tema yang diangkat.

Menurut Fathia Izzati dalam konferensi pers peluncuran album, Four Summers adalah lagu tentang persahabatan dengan mantan kekasih, sebuah sudut pandang yang ia gambarkan sebagai cara berpisah yang cukup dewasa.

Fathia menyampaikan bahwa putus bukan berarti harus bermusuhan, dan kadang seseorang masih ingin bertemu serta berteman dengan mantan pasangannya.

Reality Club juga menggunakan teknik vokal berlapis di lagu ini, dengan dua jalur lirik yang berjalan bersamaan di bagian chorus kedua, sebuah pendekatan yang memperkaya dimensi emosional lagu.

Faiz Novascotia, vokalis dan penulis lirik utama, menyebutkan dalam sebuah wawancara bahwa ia adalah penulis berbasis intuisi yang menunggu inspirasi datang secara alami sebelum menuangkannya ke dalam lagu.

Album Reality Club Presents… sendiri mengambil tema sinema, di mana setiap lagu dirancang seolah-olah memiliki filmnya sendiri dengan nuansa yang berbeda-beda.

Kesuksesan album ini membawa Reality Club meraih dua penghargaan Anugerah Musik Indonesia, yaitu untuk kategori Grup/Duo/Kolaborasi Terbaik dan Album Alternatif Terbaik.

Fakta Menarik tentang Lagu Four Summers

Four Summers Dinyanyikan Berdua

Lagu ini dibawakan bersama oleh dua vokalis Reality Club yang merupakan kakak-beradik, Faiz Novascotia Saripudin dan Fathia Izzati, sehingga suara mereka yang saling melengkapi memperkuat kesan emosional dan hangat dalam lagu ini.

Teknik Vokal Berlapis yang Pertama

Four Summers menjadi salah satu lagu di album Reality Club Presents... yang secara eksplisit menggunakan teknik lapisan vokal dan lirik yang berjalan bersamaan di atas satu sama lain, sebuah eksperimen yang sebelumnya belum banyak mereka coba dalam lagu-lagu sebelumnya.

Satu dari Dua Lagu Tanpa Video Klip

Dari sepuluh track di album Reality Club Presents..., Four Summers adalah salah satu dari hanya dua lagu yang pada awalnya tidak mendapatkan video klip resmi, berbeda dengan sebagian besar track lain yang dikemas seperti film pendek sinematik.

Reality Club Terbentuk dari Kamar Tidur

Band ini memulai perjalanannya secara sederhana, merekam materi awal di kamar Faiz dan bahkan menggunakan kloset sebagai ruang rekaman dadakan agar kualitas suara terdengar lebih baik, sebelum akhirnya berkembang menjadi band indie yang tampil di mancanegara.

Album Ini Menang AMI Awards

Reality Club Presents... berhasil membawa pulang dua penghargaan bergengsi di Anugerah Musik Indonesia, membuktikan bahwa pendekatan bercerita lewat musik yang mereka usung dalam album ini mendapat pengakuan luas dari industri musik Indonesia.