Lagu Four Summers dari Reality Club bercerita tentang seseorang yang masih menyimpan rindu terhadap orang yang pernah menjadi bagian penting dari hidupnya.
Empat musim panas dijadikan ukuran waktu yang terasa singkat namun sangat bermakna, sebuah periode hubungan yang penuh kenangan bersama.
Meski hubungan itu sudah berakhir, sang tokoh dalam lagu tidak menyimpan amarah atau kepahitan, melainkan hanya kerinduan yang jujur dan tulus.
Yang menarik dari lagu ini adalah keinginan untuk bertemu kembali bukan sebagai kekasih, tetapi sebagai sahabat.
Ini menunjukkan tingkat kedewasaan emosional yang jarang terlihat dalam lagu patah hati kebanyakan.
Chorus lagu ini mengajukan pertanyaan yang sangat manusiawi yaitu ke mana perginya seseorang setelah sebuah hubungan usai dan siapa dirinya sekarang.
Ada rasa penasaran yang tulus tentang kehidupan orang yang pernah sangat dekat, bukan kecemburuan atau penyesalan.
Bridge lagu ini menjadi momen paling jujur, di mana sang tokoh rela melepas egonya hanya untuk bisa bertemu lagi.
Lapisan lirik yang muncul di chorus kedua memperkuat pesan bahwa hidup memang penuh misteri dan masa muda yang pernah dihabiskan bersama adalah sesuatu yang tidak bisa diganti.
Pada akhirnya, Four Summers adalah lagu tentang penerimaan, sebuah perpisahan yang diselesaikan dengan hati lapang dan harapan yang sederhana.
Terjemahan Lirik Lagu Four Summers dari Reality Club
[Verse 1]
Four summers were never enough
Empat musim panas tidak pernah cukup
To keep us together
Untuk membuat kita tetap bersama
Bad times, they didn’t seem so rough
Masa-masa buruk, rasanya tidak terlalu berat
You know you’re my pain reliever
Kau tahu kau adalah pereda sakitku
[Chorus]
What do you do when all is through?
Apa yang kamu lakukan ketika semuanya sudah berakhir?
When all is said and done
Ketika semua sudah diucapkan dan diselesaikan
Where did you go? Who are you now?
Ke mana kamu pergi? Siapa kamu sekarang?
I really wanna see you again
Aku benar-benar ingin melihatmu lagi
I really wanna be your best friend
Aku benar-benar ingin menjadi sahabatmu
[Bridge]
I’ll even let go of my ego in saying this
Aku bahkan rela melepaskan egoku untuk mengatakannya
‘Cause I just wanna see you again
Karena aku hanya ingin melihatmu lagi
[Chorus — dengan lapisan lirik]
What do you do when all is through?
Apa yang kamu lakukan ketika semuanya sudah berakhir?
(Kita pernah melewati masa muda bersama, kudengar kini kamu baik-baik saja)
(Hidup tidaklah mudah, hidup adalah misteri)
When all is said and done
Ketika semua sudah diucapkan dan diselesaikan
(Hidup tidaklah mudah, hidup adalah misteri)
Where did you go? Who are you now?
Ke mana kamu pergi? Siapa kamu sekarang?
(Selamanya kau membuatku menunggu, kehadiranmu perlahan memudar)
(Hidup tidaklah mudah, hidup adalah misteri)
I really wanna see you again
Aku benar-benar ingin melihatmu lagi
(Kita pernah melewati masa muda bersama, kudengar kini kamu baik-baik saja)
(Hidup tidaklah mudah, hidup adalah misteri)
I really wanna be your best friend
Aku benar-benar ingin menjadi sahabatmu
(Selamanya kau membuatku menunggu, kehadiranmu perlahan memudar)
(Hidup tidaklah mudah, hidup adalah misteri)
[Outro]
I’ll even let go of my ego in saying this
Aku bahkan rela melepaskan egoku untuk mengatakannya
‘Cause I just wanna see you again
Karena aku hanya ingin melihatmu lagi
Konteks di Balik Lagu Four Summers dari Reality Club
Four Summers adalah track ke-9 dari album studio ketiga Reality Club yang berjudul Reality Club Presents…, dirilis pada 26 Mei 2023 melalui Dominion Records, sub-divisi dari Universal Music Indonesia.
Album ini mulai digarap sejak 2020 dan membutuhkan sekitar tiga tahun hingga akhirnya selesai dan siap dirilis.
Selama proses pengerjaan album, band ini melalui periode pandemi yang juga memengaruhi cara mereka menciptakan lagu serta pendekatan mereka terhadap tema-tema yang diangkat.
Menurut Fathia Izzati dalam konferensi pers peluncuran album, Four Summers adalah lagu tentang persahabatan dengan mantan kekasih, sebuah sudut pandang yang ia gambarkan sebagai cara berpisah yang cukup dewasa.
Fathia menyampaikan bahwa putus bukan berarti harus bermusuhan, dan kadang seseorang masih ingin bertemu serta berteman dengan mantan pasangannya.
Reality Club juga menggunakan teknik vokal berlapis di lagu ini, dengan dua jalur lirik yang berjalan bersamaan di bagian chorus kedua, sebuah pendekatan yang memperkaya dimensi emosional lagu.
Faiz Novascotia, vokalis dan penulis lirik utama, menyebutkan dalam sebuah wawancara bahwa ia adalah penulis berbasis intuisi yang menunggu inspirasi datang secara alami sebelum menuangkannya ke dalam lagu.
Album Reality Club Presents… sendiri mengambil tema sinema, di mana setiap lagu dirancang seolah-olah memiliki filmnya sendiri dengan nuansa yang berbeda-beda.
Kesuksesan album ini membawa Reality Club meraih dua penghargaan Anugerah Musik Indonesia, yaitu untuk kategori Grup/Duo/Kolaborasi Terbaik dan Album Alternatif Terbaik.