Makna Lagu Alexandra - Reality Club

Artis

Reality Club

Album

What Do You Really Know?

Tahun

2019

Genre

Indie Rock, Indie Pop

Negara

Indonesia

Opini Redaksi

Lagu ini bercerita tentang seseorang yang jatuh cinta secara tiba-tiba dan intens kepada sosok bernama Alexandra.

Alexandra digambarkan sebagai sosok yang berbahaya, penuh pesona, dan terasa tidak mungkin untuk diraih.

Meski tahu sejak awal bahwa cinta ini akan bermasalah, sang tokoh tetap memilih untuk jatuh lebih dalam.

Perasaan itu digambarkan sangat besar sampai sang tokoh rela menunggu dalam waktu yang mustahil, yaitu 500 juta jam, hanya demi orang yang dicintainya.

Angka 500 juta jam bukan hitungan nyata, melainkan cara penulis lagu menunjukkan betapa tidak masuk akalnya cinta yang ia rasakan.

Ada kesadaran yang muncul di tengah kekaguman itu: hubungan ini mungkin akan berakhir sebelum sempat dimulai.

Baris “even though we’d break our hearts before we’d even start” menjadi bagian paling jujur dari seluruh lagu ini.

Sang tokoh tidak menyangkal kenyataan, ia justru menerima kemungkinan sakit itu dengan tangan terbuka.

Di mata sang tokoh, Alexandra bukan sekadar seseorang yang ia sukai, Alexandra adalah dewi dan bintang rock dalam hidupnya.

Itulah yang membuat lagu ini terasa berbeda: cinta yang sadar akan risikonya, tapi tetap memilih untuk nekat.

Terjemahan Lirik Lagu Alexandra dari Reality Club

[Verse 1]

Just like a certain motorbike gang from Charming

Seperti geng motor tertentu dari Charming

Or you’re looking for the old ultraviolence

Atau seperti kamu sedang mencari kekerasan lama itu

You’re trouble, yes I knew

Kamu adalah masalah, ya aku sudah tahu

Right from the start

Sejak awal

[Verse 2]

And the labyrinth I thought I knew

Dan labirin yang kurasa sudah aku pahami

Rearranged to shape anew

Tersusun ulang menjadi bentuk yang baru

At amazement of the excitement

Dengan kekaguman akan kegembiraan itu

That once rang true

Yang dulu terasa benar

[Chorus]

And if I was a fool for you

Dan jika aku menjadi orang bodoh karenamu

I’d wait 500 million hours

Aku akan menunggu 500 juta jam

On a park bench out on the moon

Di bangku taman di atas bulan

But in full view of what you are

Tapi dengan sepenuhnya melihat siapa dirimu

Oh

Oh

[Verse 3]

Just like a feline with multiple lines

Seperti kucing dengan banyak garis

She lost a couple but she used to have five

Dia kehilangan beberapa, tapi dulunya punya lima

A savior of mankind

Penyelamat umat manusia

[Chorus]

And if I was a fool for you

Dan jika aku menjadi orang bodoh karenamu

I’d wait 500 million hours

Aku akan menunggu 500 juta jam

On a park bench out on the moon

Di bangku taman di atas bulan

But in full view of what you are

Tapi dengan sepenuhnya melihat siapa dirimu

You’re a goddess, you’re my rock star

Kamu adalah dewi, kamu adalah bintang rock-ku

[Bridge]

I fell in love with Alexandra

Aku jatuh cinta pada Alexandra

Even though I barely met her

Meskipun aku hampir tidak pernah bertemu dengannya

Even though we’d break our hearts

Meskipun kita akan menghancurkan hati kita sendiri

Before we’d even start

Bahkan sebelum kita sempat memulai

(Before we’d even start)

(Bahkan sebelum kita sempat memulai)

[Outro]

And if I was a fool for you

Dan jika aku menjadi orang bodoh karenamu

I’d wait 500 million hours

Aku akan menunggu 500 juta jam

On a park bench out on the moon

Di bangku taman di atas bulan

But in full view of what you are

Tapi dengan sepenuhnya melihat siapa dirimu

You’re a goddess, you’re my rock star

Kamu adalah dewi, kamu adalah bintang rock-ku

Konteks di Balik Lagu Alexandra dari Reality Club

Lagu Alexandra ditulis oleh Faiz Novascotia Saripudin, vokalis dan penulis utama Reality Club.

Lagu ini dirilis pada 2019 sebagai bagian dari album kedua Reality Club, What Do You Really Know?, yang membawa nuansa lebih melankolis dibanding album perdana mereka.

Faiz pernah mengungkapkan bahwa Alexandra terinspirasi dari perasaan nyata yang ia alami terhadap seseorang di kehidupannya sendiri.

Menurutnya, lagu ini sangat personal sekaligus sangat spesifik, sampai ia sempat ragu apakah ada orang lain yang bisa merasakan hal yang sama.

Ternyata, justru kekhususan itulah yang membuat banyak pendengar merasa lagu ini seolah bercerita tentang kisah mereka sendiri.

Referensi pop culture dalam lirik seperti geng motor dari Charming dan “ultraviolence” sengaja dipilih Faiz untuk menggambarkan sosok yang terasa berbahaya namun tetap memikat.

Charming merujuk pada kota fiktif dalam serial TV Sons of Anarchy, sedangkan “ultraviolence” adalah istilah yang dipopulerkan oleh novel A Clockwork Orange karya Anthony Burgess.

Reality Club kala itu sedang dalam masa eksplorasi musikal yang lebih luas, dan Alexandra menjadi salah satu lagu yang paling berbeda dari karya mereka sebelumnya.

Lagu ini kemudian menjadi salah satu andalan Reality Club saat tampil di Singapura dan Malaysia dalam rangkaian tur internasional pertama mereka pada 2019.

Fakta Menarik tentang Lagu Alexandra

Alexandra Lahir dari Perasaan Nyata

Faiz Novascotia Saripudin menulis lagu ini berdasarkan pengalaman pribadinya jatuh cinta pada seseorang yang ia anggap benar-benar di luar jangkauannya. Ia menyebutnya sebagai sosok "goddess rockstar" dalam kehidupan nyata, seseorang yang sangat keren dan terasa tidak mungkin diraih.

Lirik yang Super Spesifik Justru Terasa Universal

Faiz sempat khawatir referensi dalam lagu ini terlalu spesifik untuk dipahami banyak orang. Nyatanya, banyak pendengar dari berbagai latar belakang justru merasa lagu ini menceritakan kisah cinta mereka sendiri.

Referensi Sons of Anarchy Tersembunyi di Baris Pertama

Kota "Charming" yang disebut di awal lagu adalah lokasi fiktif dalam serial TV Sons of Anarchy, sebuah serial tentang geng motor yang terkenal di Amerika Serikat. Pemilihan referensi ini mencerminkan selera budaya pop Faiz yang luas dan cara ia menemukan persamaan antara karakter fiksi dengan sosok nyata dalam hidupnya.

Kucing dengan Lima Garis adalah Referensi Lain yang Penuh Makna

Baris "feline with multiple lines, she lost a couple but she used to have five" diyakini merujuk pada konsep kucing dengan sembilan nyawa dalam budaya populer Barat, yang dipersempit menjadi lima sebagai cara menggambarkan Alexandra sebagai sosok yang luar biasa dan punya banyak sisi. Gambaran "a savior of mankind" memperkuat kesan bahwa Alexandra adalah figur yang sangat dikagumi.

Lagu Ini Jadi Penanda Penting Karier Internasional Reality Club

Alexandra dirilis tepat sebelum Reality Club melakukan tur internasional pertama mereka ke Singapura dan Malaysia pada 2019. Lagu ini kemudian menjadi salah satu karya yang paling dikenal dan sering dinyanyikan bersama oleh penonton di luar Indonesia.