Makna Lagu 2112 - Reality Club

Artis

Reality Club

Album

What Do You Really Know?

Tahun

2019

Genre

Indie Rock, Alternative Rock

Negara

Indonesia

Opini Redaksi

Angka “2112” bukan kode masa depan dan bukan juga referensi fiksi ilmiah.

Judul ini dibaca twenty-one twelve, merujuk langsung pada tanggal 21 Desember yang menjadi hari penting dalam hidup sang penulis lagu.

Faiz Novascotia, vokalis sekaligus gitaris Reality Club, menulis lagu ini sebagai catatan personal tentang mantan kekasihnya, di mana tanggal 21 Desember adalah hari ulang tahun sang mantan yang terus membekas di ingatannya.

Lagu ini bukan soal perpisahan yang penuh amarah, melainkan soal dua orang yang mencintai satu sama lain namun cukup dewasa untuk mengakui bahwa mereka tidak ditakdirkan untuk bersama.

Keduanya bertemu di usia 20, saat hidup terasa penuh kemungkinan dan cinta terasa seperti tanda dari semesta.

Perasaan itu nyata, hubungannya pun terasa kuat, tapi ada bahaya yang perlahan mereka rasakan namun abaikan.

Mereka memilih untuk tetap bertahan selama bisa, sampai akhirnya kesadaran mengalahkan keinginan.

Bagian paling menyayat dari lagu ini ada di spoken word-nya, di mana keduanya saling mengakui bahwa menahan satu sama lain dari takdir masing-masing bukanlah tindakan yang bijak.

Pertanyaan “were we ever meant to be?” yang terus diulang di bridge bukan sekadar ratapan, ini adalah pertanyaan jujur yang tidak punya jawaban mudah.

“2112” adalah bukti bahwa mencintai seseorang dan melepaskannya bisa terjadi di waktu yang bersamaan.

Terjemahan Lirik Lagu 2112 dari Reality Club

[Verse 1: Faiz]

I’ll fully comprehend why the 21st of December

Aku akan sepenuhnya memahami mengapa tanggal 21 Desember

Rings heavy on my battle-worn heart

Terasa begitu berat di hatiku yang sudah lelah berjuang

[Chorus: Faiz]

But who are we kidding?

Tapi siapa yang sedang kita bohongi?

Nobody’s winning

Tidak ada yang menang

In this tale of past and future love

Dalam kisah cinta masa lalu dan masa depan ini

[Verse 2: Fathia]

They were just 20

Mereka baru saja berusia 20 tahun

Show us the money

Tunjukkan pada kami (buktikan)

A smoke show picturesque

Sebuah penampilan yang memukau dan indah dipandang

Affair

Sebuah kisah asmara

It started as all things do

Semua dimulai seperti biasanya

A simple hello turned to

Sebuah sapaan sederhana berubah menjadi

Romantic visions far

Bayangan romantis yang jauh

Away

Di sana

[Chorus: Fathia]

They were too clever

Mereka terlalu cerdas

For it to be never

Untuk membiarkan ini tidak pernah terjadi

As they sunk into each other’s arms

Saat mereka tenggelam ke dalam pelukan satu sama lain

[Spoken word: Fathia]

And this is the part

Dan inilah bagiannya

Where our whole lives collide

Di mana seluruh hidup kita saling bertabrakan

The stars themselves fell

Bintang-bintang pun berjatuhan

Like we did that night

Seperti yang kita lakukan malam itu

Though it felt like the universe knew

Meski terasa seolah semesta sudah tahu

A pack of friends who couldn’t hold their laughter

Sekumpulan teman yang tidak bisa menahan tawa mereka

They chose to be painfully obvious in front of us

Mereka memilih untuk sangat jelas terlihat di depan kita

Slightly unaware or in denial of the dangers ahead

Sedikit tidak sadar atau menyangkal bahaya yang ada di depan

We thrust our weary hearts into each other’s arms

Kita mendorong hati kita yang lelah ke dalam pelukan satu sama lain

Content and comfortable

Puas dan nyaman

For years to come

Untuk tahun-tahun yang akan datang

[Verse 3: Faiz]

They felt it right and true

Mereka merasakannya benar dan tulus

Blessings and kisses

Berkah dan ciuman

As they thought it was the universe’s wishes

Karena mereka pikir itulah keinginan semesta

And though they could feel it then

Dan meski mereka bisa merasakannya saat itu

It’s not how they want to end

Bukan begitu cara mereka ingin mengakhirinya

So they turn their heads away

Jadi mereka memalingkan wajah

As if they were to say goodbye

Seolah mereka hendak mengucapkan selamat tinggal

[Chorus]

But clocks keep on ticking

Tapi jarum jam terus berputar

And life keeps on going

Dan hidup terus berjalan

To leave the pair behind at last

Untuk akhirnya meninggalkan mereka berdua di belakang

[Spoken word: Faiz & Fathia]

She said to me

Dia berkata padaku

And I said to her

Dan aku berkata padanya

To hold back each other’s true fate

Untuk menahan takdir sejati satu sama lain

Is not of our nature

Bukan sifat kita

Let’s be mature

Mari kita dewasa

Maybe you weren’t made for me

Mungkin kamu tidak diciptakan untukku

Nor I for you

Begitu pula aku untukmu

But I’d be damn lying

Tapi aku sungguh berbohong

If I think that that’s true

Jika aku pikir itu benar

[Bridge]

We were young and we were old

Kita pernah muda dan kita pernah tua

Life was warm then life was cold

Hidup dulu hangat lalu menjadi dingin

It gets harder, yes you’ll see

Akan semakin sulit, ya, kamu akan melihatnya

But were we ever meant to be?

Tapi apakah kita memang ditakdirkan untuk bersama?

[Outro]

We were young and we were old

Kita pernah muda dan kita pernah tua

Life was warm then life was cold

Hidup dulu hangat lalu menjadi dingin

It gets harder, yes you’ll see

Akan semakin sulit, ya, kamu akan melihatnya

But were we ever meant to?

Tapi apakah kita memang ditakdirkan untuk itu?

Konteks di Balik Lagu 2112 dari Reality Club

“2112” adalah lagu ke-11 dan penutup dari album kedua Reality Club, What Do You Really Know?, yang dirilis pada 30 Agustus 2019.

Posisinya sebagai lagu pamungkas di album bukan tanpa alasan, lagu ini terasa seperti penutup emosional dari keseluruhan perjalanan yang dibangun sepanjang album.

Faiz Novascotia mengungkapkan bahwa angka “2112” merujuk langsung pada tanggal 21 Desember, hari ulang tahun mantan kekasihnya yang menginspirasi lagu ini.

Kenangan akan tanggal itu tidak pernah benar-benar pergi, setiap tahun ia kembali muncul dan membawa serta beban perasaan yang belum selesai.

Reality Club memang dikenal menulis lagu dari pengalaman personal, dan “2112” adalah salah satu yang paling jujur di antara semua karya mereka.

Album What Do You Really Know? sendiri menandai lompatan besar bagi band asal Jakarta ini, dengan sound yang lebih gelap dan dewasa dibandingkan debut mereka Never Get Better (2017).

Lagu ini kemudian menjadi fenomena tersendiri di kalangan pendengar musik Indonesia setiap tanggal 21 Desember, dengan banyak orang merayakan momen tersebut menggunakan lagu ini sebagai latar belakang cerita mereka sendiri.

Fakta Menarik tentang Lagu 2112

Tradisi 21 Desember yang Viral

Setiap tahun pada tanggal 21 Desember, lagu ini kembali ramai di media sosial. Para pendengar membuat video dengan caption "Selamat 2112 bagi yang merayakan" sebagai bentuk peringatan kolektif yang sudah berlangsung sejak lagu ini dirilis pada 2019.

Lagu Penutup yang Disengaja

"2112" ditempatkan sebagai track terakhir dari 11 lagu di album What Do You Really Know?, sebuah pilihan yang terasa sangat disengaja. Lagu ini berfungsi sebagai penutup emosional dari keseluruhan album yang membahas kedewasaan dan sisi gelap hubungan.

Dinyanyikan Dua Bersaudara

Fathia Izzati dan Faiz Novascotia adalah kakak beradik kandung. Fakta ini membuat dynamic vokal mereka di "2112" terasa unik, dua suara dari satu keluarga yang masing-masing membawa perspektif berbeda dalam satu narasi cinta yang sama.

10 Juta Plays di YouTube Music

Meski bukan single utama album, "2112" berhasil menembus angka 10 juta plays di YouTube Music, jauh melampaui banyak lagu lain di album yang sama dan membuktikan kekuatan emosionalnya yang lintas waktu.

Terinspirasi dari Kenangan Nyata

Judul lagu ini bukan fiksi. Faiz secara langsung mengonfirmasi bahwa "2112" terinspirasi dari hari ulang tahun mantan kekasihnya, menjadikan lagu ini bukan sekadar karya musikal tetapi juga surat terbuka untuk seseorang yang nyata.