Lagu ini bercerita tentang ketertarikan pada seseorang yang terasa mustahil untuk dijangkau.
Faiz, yang mengisi suara di sebagian besar lagu ini, menggambarkan sosok perempuan yang misterius dan berbeda dari siapa pun yang pernah ia kenal.
Ia ingin mengenalnya lebih dalam, tapi dalam diam karena ia tahu perempuan itu bukan tipe yang betah berlama-lama di satu tempat.
Ada banyak kata yang tak sempat terucap, dan penyesalan itu terasa nyata di sepanjang lagu.
Chorus yang hanya terdiri dari dua kata, “on my own,” justru menjadi bagian paling jujur dari keseluruhan lagu.
Di verse kedua, sudut pandang beralih ke Fathia yang mewakili sisi perempuan dalam cerita ini.
Perempuan itu tidak tidur, menari sendirian di malam hari, tapi ia juga tidak ingin memberikan harapan palsu.
Ia menarik garis yang jelas meski garis itu sudah lama kabur, karena ia tidak mau menjadi alasan seseorang terluka.
Pada akhirnya, kedua sisi cerita ini bertemu pada satu kenyataan yang sama, bahwa perasaan itu tidak bisa dilanjutkan.
Lagu ini bukan tentang patah hati yang dramatis, melainkan tentang momen hening ketika seseorang memilih untuk jujur pada dirinya sendiri.
Terjemahan Lirik Lagu On My Own, Again dari Reality Club
[Intro: Faiz]
As you walked down on my doorstep
Saat kau berjalan menuju depan pintuku
I gotta make it clear
Aku harus memperjelas ini
That I’m into you
Bahwa aku menyukaimu
Emotions rising, hope we kissin’
Emosi yang memuncak, kuharap kita bisa berciuman
Oh now I’m on my own again
Oh, sekarang aku sendiri lagi
[Verse 1: Faiz]
They say she paints with only red
Mereka bilang dia hanya melukis dengan warna merah
I’d like to show her all the colors
Aku ingin menunjukkan semua warna padanya
They say she likes to stay in bed
Mereka bilang dia suka berlama-lama di tempat tidur
Would it be better if we’re together
Akankah lebih baik jika kita bersama?
I’m looking for you silently, I know you’re not the kind of girl who stays
Aku mencarimu dalam diam, aku tahu kau bukan tipe perempuan yang bertahan
For long
Untuk waktu lama
I know too much of things unsaid, I wish I knew you when I had my wits
Aku tahu terlalu banyak hal yang tak terucap, andai aku mengenalmu saat aku masih punya kesadaranku
About
Sepenuhnya
[Chorus: Faiz]
Again
Lagi
On my own
Sendirian
Again
Lagi
[Verse 2: Fathia]
Disillusioned for the night
Kecewa sepanjang malam ini
Wide awake while you’re asleep
Terjaga sepenuhnya sementara kau tertidur
I’m dancing without care
Aku menari tanpa peduli
A pair of eyes you’ll never meet
Sepasang mata yang tidak akan pernah kau temui
‘Cause some might say the road to hell is paved
Karena beberapa orang bilang jalan menuju neraka itu dipenuhi
With good intentions
Dengan niat-niat baik
I’ve drawn the line that’s blurred with time but I won’t be the one to give you false
Aku telah menarik garis yang kini kabur oleh waktu, tapi aku tidak akan menjadi orang yang memberikanmu
Pretentions
Kepura-puraan
[Chorus]
Again
Lagi
On my own
Sendirian
Again
Lagi
On my own
Sendirian
[Bridge: Faiz]
As you walked down on my doorstep
Saat kau berjalan menuju depan pintuku
Gotta make it clear
Harus kuperjelas ini
That I’m into you
Bahwa aku menyukaimu
Emotions rising, hope we kissin’
Emosi yang memuncak, kuharap kita bisa berciuman
Well now I’m on my own again
Dan sekarang aku sendiri lagi
(One, two, three, four)
(Satu, dua, tiga, empat)
[Outro]
Again
Lagi
On my own
Sendirian
Again
Lagi
On my own
Sendirian
Konteks di Balik Lagu On My Own, Again dari Reality Club
Lagu ini dirilis pada 30 Agustus 2019 sebagai bagian dari album kedua Reality Club, What Do You Really Know?
Album tersebut menunjukkan sisi Reality Club yang lebih gelap dibanding album pertama mereka yang bernuansa lebih ceria.
Lagu ini ditulis oleh Iqbal, sang gitaris band, sebagai salah satu kontribusinya di album What Do You Really Know?
Secara resmi, kredit penulisan lagu ini dibagi oleh seluruh anggota band: Faiz Novascotia Saripudin, Era Patigo Rizky, Muhammad Iqbal Kusumah, Anugrah Wicaksono, dan Fathia Izzati Saripudin.
Dalam ulasan album, lagu ini disebut mengingatkan pendengar pada nuansa album pertama Reality Club, seolah menjadi jembatan antara dua era band tersebut.
Album What Do You Really Know? sendiri menggambarkan proses pendewasaan Reality Club, dengan nuansa rock yang lebih tajam, riff gitar yang lebih berat, dan vokal yang lebih berkarakter.
Setelah merilis album ini, Reality Club menjalankan tur ke Malaysia, Singapura, dan berbagai kota di Indonesia.
Edisi fisik album ini bahkan diedarkan di Jepang, Malaysia, dan Singapura pada tahun 2020, menunjukkan jangkauan internasional band ini yang terus berkembang.