“Milk Teeth” adalah lagu tentang rasa takut yang muncul bahkan sebelum hubungan sempat benar-benar dimulai.
NIKI menggambarkan perasaan seseorang yang sadar bahwa pasangannya mungkin sudah ingin pergi, padahal cinta mereka masih sangat baru.
Judul lagu ini sendiri mengambil metafora gigi susu, gigi pertama yang tumbuh pada anak kecil sebelum digantikan gigi dewasa.
Cinta yang digambarkan di sini masih “bergigi susu”: belum matang, belum kuat, tapi sudah terasa menyakitkan.
Sejak baris pertama, ada ketakutan yang menyusup ke dalam kebahagiaan pagi hari, seolah ketenangan itu terlalu rapuh untuk bertahan.
NIKI mempertanyakan apakah dirinya hanya tempat singgah sementara, bukan tujuan akhir yang sesungguhnya.
Lirik “I’m only the hostel ’til there’s a house that you like” menjadi salah satu baris paling jujur dan paling menyakitkan dalam lagu ini.
Hostel dan rumah adalah dua hal yang sangat berbeda: satu hanya untuk menginap, satu lagi untuk menetap.
Di chorus, NIKI mempertanyakan kenapa cinta yang masih begitu baru sudah terasa seperti akan berakhir.
Ini adalah lagu untuk siapa saja yang pernah merasa tidak cukup baik untuk seseorang, bahkan sebelum hubungan itu punya kesempatan untuk berkembang.
Terjemahan Lirik Lagu Milk Teeth dari NIKI
[Verse 1]
Morning seeps through the blinds
Pagi meresap melalui celah tirai
And joins us in bed, and
Dan ikut hadir bersama kita di tempat tidur
You stir in your sleep
Kamu bergerak dalam tidurmu
There goes fear embedding
Di situlah rasa takut mulai bersarang
What if I make you pancakes
Bagaimana jika aku membuatkanmu pancake
But you choose to skip breakfast?
Tapi kamu malah memilih untuk melewatkan sarapan?
And what if when you’re fully awake
Dan bagaimana jika saat kamu benar-benar terbangun
You come to your senses?
Kamu kembali sadar?
[Verse 2]
Hours pass on the hood of your car
Berjam-jam berlalu di atas kap mobilmu
So little is said
Begitu sedikit yang dikatakan
I wait for your arms
Aku menunggu pelukanmu
But you give your jacket instead
Tapi kamu malah memberikan jaketmu
Am I at your disposal?
Apakah aku hanya ada untuk kenyamananmu?
You tell me I’m nice
Kamu bilang aku menyenangkan
But I know I’m only the hostel
Tapi aku tahu aku hanya tempat menginap sementara
‘Til there’s a house that you like
Sampai kamu menemukan rumah yang benar-benar kamu suka
[Chorus]
It hasn’t been long since the first kiss goodnight
Belum lama sejak ciuman selamat malam pertama
Said I stole your heart, you called me a thief
Kamu bilang aku mencuri hatimu, kamu menyebutku pencuri
This love’s but a newborn, so, why does it bite?
Cinta ini masih seperti bayi, lalu kenapa sudah terasa menyakitkan?
It hasn’t even lost all its milk teeth
Bahkan belum sempat kehilangan semua gigi susunya
So, why are you already anxious to leave?
Lalu kenapa kamu sudah gelisah ingin pergi?
[Verse 3]
I know soon enough we’ll come apart at the seams
Aku tahu cepat atau lambat kita akan terurai di setiap jahitannya
But just one empty kiss, and it’s not as bad as it seems
Tapi hanya dengan satu ciuman kosong, rasanya tidak seburuk yang terlihat
We breathe for different reasons, both as petty I’d reckon
Kita bernafas untuk alasan yang berbeda, keduanya sama-sama sepele menurutku
You for your “Well done’s”, and me for “You’re welcome”
Kamu untuk “Bagus sekali”, dan aku untuk “Sama-sama”
[Outro]
So, why are you already anxious to leave?
Lalu kenapa kamu sudah gelisah ingin pergi?
Konteks di Balik Lagu Milk Teeth dari NIKI
“Milk Teeth” adalah lagu yang ditulis NIKI saat masih remaja, jauh sebelum ia dikenal publik sebagai artis profesional.
Lagu ini awalnya diunggah di kanal YouTube pribadi NIKI dengan nama “nzee24”, sebuah kanal yang menjadi ruang kreatif pertamanya sebelum ia debut secara resmi.
NIKI menyebut dalam sebuah wawancara bahwa ia menulis lagu-lagu di era itu dengan gaya yang sangat kaya imajinasi dan penuh metafora, dipengaruhi oleh kecintaannya pada sastra dan puisi sejak sekolah.
Ketika ia memutuskan untuk debut sebagai NIKI pada 2017, semua video lama di kanal tersebut dihapus tanpa pengumuman, termasuk versi awal “Milk Teeth”.
Selama pandemi, NIKI melakukan kilas balik ke arsip lamanya dan menyadari bahwa ia masih sangat terhubung dengan lagu-lagu tersebut.
Inspirasi untuk merilis ulang lagu-lagu ini datang sebagian dari melihat Taylor Swift yang merilis ulang albumnya untuk mengambil kembali kepemilikan atas karyanya.
NIKI kemudian menggarap ulang “Milk Teeth” bersama produser Jacob Ray, yang mengusulkan penggunaan gitar elektrik untuk mempergelap nuansa lagu sesuai tema yang selama ini NIKI bayangkan.
Versi yang dirilis dalam album “Nicole” pada Agustus 2022 adalah hasil reimajinasi dari lagu remaja yang akhirnya menemukan rumahnya yang sesungguhnya.