Makna Lagu Toronto 2014 - Daniel Caesar

Album

Never Enough

Tahun

2023

Genre

R&B, Soul, Gospel

Negara

Kanada

Opini Redaksi

Lagu ini adalah perjalanan dua seniman Toronto kembali ke masa ketika segalanya masih terasa mungkin.

Tahun 2014 bukan sekadar angka, melainkan simbol titik awal sebelum ketenaran mengubah segalanya.

Daniel Caesar dan Mustafa sama-sama tumbuh di Toronto dengan latar belakang yang keras dan penuh perjuangan.

Mustafa membuka lagu dengan pertanyaan besar: bagaimana membedakan orang yang benar-benar hadir dari mereka yang hanya berpura-pura peduli?

Ada ketakutan yang jujur di sini, yaitu rasa takut gagal dan kerinduan untuk kembali ke versi diri yang lebih murni dan bahagia.

Chorus menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan dan mereka belum boleh berhenti berjuang.

Dunia terasa seperti simulasi palsu, penuh orang dengan niat tersembunyi, dan garis “I’m not afraid to die” bukan sekadar keberanian, melainkan penerimaan bahwa perjalanan ini sudah cukup bermakna apapun hasilnya.

Daniel Caesar di verse kedua mengenang momen ia menonton TV sambil berharap dunia melihatnya, dan kini ia menyadari bahwa dunia sudah melihatnya sejak lama.

Ia juga jujur soal depresi dan rasa tidak percaya diri yang perlahan berubah menjadi keyakinan diri yang sesungguhnya.

Verse terakhir berbicara soal perasaan asing meski sedang berada di rumah sendiri, paradoks yang sering dirasakan oleh mereka yang sudah terlanjur pergi jauh merantau demi impian.

Terjemahan Lirik Lagu Toronto 2014 dari Daniel Caesar ft. Mustafa

[Verse 1: Mustafa]

Sometimes it feels like it’s a dream

Terkadang terasa seperti sebuah mimpi

Everything is not as it seems

Segalanya tidak seperti yang terlihat

If only I could find a pair of glasses

Andai saja aku bisa menemukan sepasang kacamata

To help me see the ones who truly be

Untuk membantu ku melihat siapa yang benar-benar tulus

They live and we sleep

Mereka hidup dan kita tidur

Pray my days will never hit one

Berdoa agar hari-hariku tidak pernah mencapai titik itu

Take me far away from the sun

Bawa aku jauh dari matahari

If only I could find my way through space-time

Andai saja aku bisa menemukan jalanku menembus ruang dan waktu

Back to when I was happy being me

Kembali ke saat aku bahagia menjadi diriku sendiri

They live and we—

Mereka hidup dan kita—

[Chorus: Daniel Caesar & Mustafa]

I can hear the bells ringin’, remindin’ us why

Aku bisa mendengar lonceng berbunyi, mengingatkan kita mengapa

We’re still here singin’, it’s Father Time

Kita masih di sini bernyanyi, inilah Sang Waktu

We’re stuck in The Matrix, living a lie

Kita terjebak dalam Matrix, hidup dalam kebohongan

I’m not afraid to die

Aku tidak takut mati

[Interlude: Daniel Caesar]

Twenty-four hours after CS:01 released

Dua puluh empat jam setelah CS:01 dirilis

Time to hit the streets

Saatnya turun ke jalanan

I went to check my dawgs, get some vitamin C

Aku pergi mengecek teman-temanku, mencari vitamin C

Twenty-four hours after CS:01 released

Dua puluh empat jam setelah CS:01 dirilis

Time to hit the streets

Saatnya turun ke jalanan

Went to-went to check my dawgs, get some vitamin C

Pergi untuk mengecek teman-temanku, mencari vitamin C

And I woke up in an ambulance

Dan aku terbangun di dalam ambulans

[Verse 2: Daniel Caesar]

Take me back to 2014

Bawa aku kembali ke 2014

Saw a pic’ this morning

Melihat sebuah foto pagi ini

Far along the journey

Sudah jauh dalam perjalanan

The future was alluring

Masa depan terasa sangat menggoda

On the other side of TVs, hoping that they see me

Di balik layar TV, berharap mereka melihatku

But, they hardly see me

Tapi, mereka hampir tidak melihatku

At least that’s how I see things

Setidaknya begitulah cara ku melihat segalanya

Isn’t it funny how the time flies

Bukankah lucu bagaimana waktu begitu cepat berlalu

Like a G5 jet in the turbulence

Seperti pesawat G5 dalam turbulensi

Well, we gon’ make it home tonight

Yah, kita akan sampai ke rumah malam ini

Alright? Alright? Right, alright

Baik? Baik? Ya, baik

My misery is boring, finally, feel confident

Kesengsaraanku sudah membosankan, akhirnya, merasa percaya diri

Yes, that’s an accomplishment

Ya, itu adalah sebuah pencapaian

Many more commas to get

Masih banyak koma lagi yang harus didapat

[Chorus: Daniel Caesar & Mustafa]

I can hear the bells ringin’, remindin’ us why

Aku bisa mendengar lonceng berbunyi, mengingatkan kita mengapa

We’re still here singin’, it’s Father Time

Kita masih di sini bernyanyi, inilah Sang Waktu

We’re stuck in the Matrix, livin’ a lie

Kita terjebak dalam Matrix, hidup dalam kebohongan

I’m not afraid to die

Aku tidak takut mati

[Verse 3: Daniel Caesar, Mustafa]

You know, Stockholm, long roads, on go

Kau tahu, Stockholm, jalanan panjang, terus melaju

You can’t even reach me

Kau bahkan tidak bisa menjangkauku

Just know, whenever you need me, we’ll figure it out

Ketahuilah, kapanpun kau membutuhkanku, kita akan mencari jalannya

Look up and you’ll see me, and I’ll be around

Tengadah dan kau akan melihatku, dan aku akan selalu ada

‘Cause when I’m home, I’m lost, let’s go make it look easy

Karena ketika aku di rumah, aku tersesat, ayo kita buat semuanya terlihat mudah

Oh, take it easy on me, it’s still my city, it’s still my city

Oh, bersabarlah denganku, ini masih kotaku, ini masih kotaku

[Outro: Daniel Caesar]

Twenty-four hours after CS:01 released

Dua puluh empat jam setelah CS:01 dirilis

Time to hit the streets

Saatnya turun ke jalanan

I went to check my dawgs, get some vitamin C

Aku pergi mengecek teman-temanku, mencari vitamin C

And I woke up in an ambulance

Dan aku terbangun di dalam ambulans

Konteks di Balik Lagu Toronto 2014 dari Daniel Caesar ft. Mustafa

Lagu ini lahir jauh sebelum album Never Enough dirilis pada April 2023.

Daniel Caesar pertama kali menulis versi awal lagu ini sekitar empat hingga lima tahun sebelum album tersebut, dan awalnya lagu ini dipersiapkan untuk album debut Mustafa, When Smoke Rises.

Namun lagu itu tidak masuk dalam seleksi akhir album Mustafa yang dirilis pada Mei 2021.

Caesar menyimpan lagu itu dan menemukannya kembali saat mulai mengerjakan album barunya, sebuah kebiasaannya untuk menelusuri kembali lagu-lagu lama yang belum selesai.

Proses produksi akhirnya dilakukan di Stockholm, Swedia, tempat Caesar tinggal dan berkarya selama pengerjaan Never Enough.

Mustafa sendiri tumbuh di Regent Park, kawasan perumahan sosial tertua di Kanada yang berlokasi di Toronto, tempat ia menyaksikan banyak kehilangan termasuk teman-teman dekatnya yang pergi akibat kekerasan jalanan.

Konteks kehilangan inilah yang membuat baris-baris Mustafa di lagu ini terasa bukan sekadar nostalgia, melainkan doa yang sungguh-sungguh untuk masa depan yang lebih aman.

Music video lagu ini disutradarai oleh Trent Munson dan menampilkan rekaman rumahan dari Sudan dan Toronto, dua negara asal keduanya.

Daniel Caesar juga mendonasikan sebagian pendapatan dari video tersebut kepada Sudan Relief Fund sebagai bentuk solidaritas terhadap situasi di Sudan.

Fakta Menarik tentang Lagu Toronto 2014

Lagu Ini Awalnya Milik Mustafa

Sebelum masuk ke album Never Enough milik Daniel Caesar, lagu ini sesungguhnya ditulis untuk album debut Mustafa When Smoke Rises yang rilis pada 2021, namun akhirnya tidak masuk dalam seleksi final album tersebut.

CS:01 di Interlude Bukan Kode Sembarangan

Referensi "CS:01" dalam interlude merujuk pada album kedua Daniel Caesar, Case Study 01, yang dirilis secara mendadak pada Juni 2019. Caesar menceritakan bahwa sehari setelah album itu rilis, ia turun ke jalanan menemui teman-temannya dan berakhir di ambulans, sebuah momen personal yang nyata dan bukan fiksi.

Video Klip Dibuat Dua Negara

Music video "Toronto 2014" menampilkan rekaman dari Toronto dan Sudan, dua tempat yang membentuk identitas Daniel Caesar dan Mustafa, dan sebagian keuntungan video tersebut disumbangkan ke Sudan Relief Fund untuk membantu kebutuhan mendasar warga Sudan.

Kolaborasi Persahabatan Bertahun-tahun

Daniel Caesar dan Mustafa bukan sekadar sesama artis Toronto. Keduanya adalah teman lama yang berbagi kota, luka, dan mimpi yang sama sejak sebelum keduanya dikenal secara luas di industri musik.

Mustafa Bukan Sekadar Penyanyi

Sebelum dikenal sebagai musisi, Mustafa sudah terkenal sebagai penyair jalanan Regent Park sejak usia 12 tahun, dan bahkan pernah dipilih langsung oleh Perdana Menteri Justin Trudeau untuk bergabung dalam Dewan Penasihat Pemuda Toronto pada 2016.