Lagu ini adalah perjalanan dua seniman Toronto kembali ke masa ketika segalanya masih terasa mungkin.
Tahun 2014 bukan sekadar angka, melainkan simbol titik awal sebelum ketenaran mengubah segalanya.
Daniel Caesar dan Mustafa sama-sama tumbuh di Toronto dengan latar belakang yang keras dan penuh perjuangan.
Mustafa membuka lagu dengan pertanyaan besar: bagaimana membedakan orang yang benar-benar hadir dari mereka yang hanya berpura-pura peduli?
Ada ketakutan yang jujur di sini, yaitu rasa takut gagal dan kerinduan untuk kembali ke versi diri yang lebih murni dan bahagia.
Chorus menjadi pengingat bahwa waktu terus berjalan dan mereka belum boleh berhenti berjuang.
Dunia terasa seperti simulasi palsu, penuh orang dengan niat tersembunyi, dan garis “I’m not afraid to die” bukan sekadar keberanian, melainkan penerimaan bahwa perjalanan ini sudah cukup bermakna apapun hasilnya.
Daniel Caesar di verse kedua mengenang momen ia menonton TV sambil berharap dunia melihatnya, dan kini ia menyadari bahwa dunia sudah melihatnya sejak lama.
Ia juga jujur soal depresi dan rasa tidak percaya diri yang perlahan berubah menjadi keyakinan diri yang sesungguhnya.
Verse terakhir berbicara soal perasaan asing meski sedang berada di rumah sendiri, paradoks yang sering dirasakan oleh mereka yang sudah terlanjur pergi jauh merantau demi impian.
Terjemahan Lirik Lagu Toronto 2014 dari Daniel Caesar ft. Mustafa
[Verse 1: Mustafa]
Sometimes it feels like it’s a dream
Terkadang terasa seperti sebuah mimpi
Everything is not as it seems
Segalanya tidak seperti yang terlihat
If only I could find a pair of glasses
Andai saja aku bisa menemukan sepasang kacamata
To help me see the ones who truly be
Untuk membantu ku melihat siapa yang benar-benar tulus
They live and we sleep
Mereka hidup dan kita tidur
Pray my days will never hit one
Berdoa agar hari-hariku tidak pernah mencapai titik itu
Take me far away from the sun
Bawa aku jauh dari matahari
If only I could find my way through space-time
Andai saja aku bisa menemukan jalanku menembus ruang dan waktu
Back to when I was happy being me
Kembali ke saat aku bahagia menjadi diriku sendiri
They live and we—
Mereka hidup dan kita—
[Chorus: Daniel Caesar & Mustafa]
I can hear the bells ringin’, remindin’ us why
Aku bisa mendengar lonceng berbunyi, mengingatkan kita mengapa
We’re still here singin’, it’s Father Time
Kita masih di sini bernyanyi, inilah Sang Waktu
We’re stuck in The Matrix, living a lie
Kita terjebak dalam Matrix, hidup dalam kebohongan
I’m not afraid to die
Aku tidak takut mati
[Interlude: Daniel Caesar]
Twenty-four hours after CS:01 released
Dua puluh empat jam setelah CS:01 dirilis
Time to hit the streets
Saatnya turun ke jalanan
I went to check my dawgs, get some vitamin C
Aku pergi mengecek teman-temanku, mencari vitamin C
Twenty-four hours after CS:01 released
Dua puluh empat jam setelah CS:01 dirilis
Time to hit the streets
Saatnya turun ke jalanan
Went to-went to check my dawgs, get some vitamin C
Pergi untuk mengecek teman-temanku, mencari vitamin C
And I woke up in an ambulance
Dan aku terbangun di dalam ambulans
[Verse 2: Daniel Caesar]
Take me back to 2014
Bawa aku kembali ke 2014
Saw a pic’ this morning
Melihat sebuah foto pagi ini
Far along the journey
Sudah jauh dalam perjalanan
The future was alluring
Masa depan terasa sangat menggoda
On the other side of TVs, hoping that they see me
Di balik layar TV, berharap mereka melihatku
But, they hardly see me
Tapi, mereka hampir tidak melihatku
At least that’s how I see things
Setidaknya begitulah cara ku melihat segalanya
Isn’t it funny how the time flies
Bukankah lucu bagaimana waktu begitu cepat berlalu
Like a G5 jet in the turbulence
Seperti pesawat G5 dalam turbulensi
Well, we gon’ make it home tonight
Yah, kita akan sampai ke rumah malam ini
Alright? Alright? Right, alright
Baik? Baik? Ya, baik
My misery is boring, finally, feel confident
Kesengsaraanku sudah membosankan, akhirnya, merasa percaya diri
Yes, that’s an accomplishment
Ya, itu adalah sebuah pencapaian
Many more commas to get
Masih banyak koma lagi yang harus didapat
[Chorus: Daniel Caesar & Mustafa]
I can hear the bells ringin’, remindin’ us why
Aku bisa mendengar lonceng berbunyi, mengingatkan kita mengapa
We’re still here singin’, it’s Father Time
Kita masih di sini bernyanyi, inilah Sang Waktu
We’re stuck in the Matrix, livin’ a lie
Kita terjebak dalam Matrix, hidup dalam kebohongan
I’m not afraid to die
Aku tidak takut mati
[Verse 3: Daniel Caesar, Mustafa]
You know, Stockholm, long roads, on go
Kau tahu, Stockholm, jalanan panjang, terus melaju
You can’t even reach me
Kau bahkan tidak bisa menjangkauku
Just know, whenever you need me, we’ll figure it out
Ketahuilah, kapanpun kau membutuhkanku, kita akan mencari jalannya
Look up and you’ll see me, and I’ll be around
Tengadah dan kau akan melihatku, dan aku akan selalu ada
‘Cause when I’m home, I’m lost, let’s go make it look easy
Karena ketika aku di rumah, aku tersesat, ayo kita buat semuanya terlihat mudah
Oh, take it easy on me, it’s still my city, it’s still my city
Oh, bersabarlah denganku, ini masih kotaku, ini masih kotaku
[Outro: Daniel Caesar]
Twenty-four hours after CS:01 released
Dua puluh empat jam setelah CS:01 dirilis
Time to hit the streets
Saatnya turun ke jalanan
I went to check my dawgs, get some vitamin C
Aku pergi mengecek teman-temanku, mencari vitamin C
And I woke up in an ambulance
Dan aku terbangun di dalam ambulans
Konteks di Balik Lagu Toronto 2014 dari Daniel Caesar ft. Mustafa
Lagu ini lahir jauh sebelum album Never Enough dirilis pada April 2023.
Daniel Caesar pertama kali menulis versi awal lagu ini sekitar empat hingga lima tahun sebelum album tersebut, dan awalnya lagu ini dipersiapkan untuk album debut Mustafa, When Smoke Rises.
Namun lagu itu tidak masuk dalam seleksi akhir album Mustafa yang dirilis pada Mei 2021.
Caesar menyimpan lagu itu dan menemukannya kembali saat mulai mengerjakan album barunya, sebuah kebiasaannya untuk menelusuri kembali lagu-lagu lama yang belum selesai.
Proses produksi akhirnya dilakukan di Stockholm, Swedia, tempat Caesar tinggal dan berkarya selama pengerjaan Never Enough.
Mustafa sendiri tumbuh di Regent Park, kawasan perumahan sosial tertua di Kanada yang berlokasi di Toronto, tempat ia menyaksikan banyak kehilangan termasuk teman-teman dekatnya yang pergi akibat kekerasan jalanan.
Konteks kehilangan inilah yang membuat baris-baris Mustafa di lagu ini terasa bukan sekadar nostalgia, melainkan doa yang sungguh-sungguh untuk masa depan yang lebih aman.
Music video lagu ini disutradarai oleh Trent Munson dan menampilkan rekaman rumahan dari Sudan dan Toronto, dua negara asal keduanya.
Daniel Caesar juga mendonasikan sebagian pendapatan dari video tersebut kepada Sudan Relief Fund sebagai bentuk solidaritas terhadap situasi di Sudan.