Makna Lagu TOO DEEP TO TURN BACK - Daniel Caesar

Album

CASE STUDY 01

Tahun

2019

Genre

R&B, Soul

Negara

Kanada

Opini Redaksi

Lagu ini adalah cermin jujur dari seseorang yang sudah terlalu jauh melangkah untuk berbalik arah.

Daniel Caesar membuka lagu dengan gambaran manusia yang seperti nyamuk tertarik pada cahaya, sesuatu yang indah tapi berpotensi menyakiti.

Ia mempertanyakan apakah rasa sakit dalam hidup ini memang nyata atau sebenarnya diciptakan oleh pikiran kita sendiri.

Chorus “Submit to me, come get down on one knee / I’m your saviour” menjadi bagian yang paling ambigu dalam lagu ini karena tidak jelas apakah itu suara Daniel sendiri atau suara Tuhan yang ia bayangkan.

Batas antara keduanya sengaja dikaburkan, seolah Caesar menempatkan dirinya sejajar dengan sosok ilahi yang ia imani.

Di verse kedua, ia mengakui telah “menghujat roh” namun memilih untuk tidak mau mendengar lagi teguran itu karena sudah terlalu dalam terjebak dalam pilihan hidupnya.

Verse ketiga menunjukkan sisi lembut Caesar, di mana ia mengamati seseorang yang tampak baik-baik saja di luar tapi menyimpan kesedihan di dalam.

Verse keempat adalah ledakan terbesar dalam lagu ini, di mana Caesar menyebut dirinya seperti Yakub yang tidur beralaskan batu dan seperti Elia yang berlari dari tekanan.

Ia menantang siapa pun yang menganggapnya lemah, sambil mempertanyakan kefanaan dirinya sendiri di hadapan Tuhan.

Kalimat terakhir “Your mind still ‘pon plantations / The shepherd, holds information” mengisyaratkan bahwa ada kekuatan di luar sana yang mengendalikan cara orang berpikir dan Caesar merasa ia punya sesuatu yang lebih dari itu.

Terjemahan Lirik Lagu TOO DEEP TO TURN BACK dari Daniel Caesar

[Intro]

Ooh, ooh

Ooh, ooh

Hey, hey

Hei, hei

[Verse 1]

So what’s the price?

Lalu apa harganya?

We’re like mosquitoes to light, in a sense

Kita seperti nyamuk yang tertarik pada cahaya, dalam artian tertentu

I feed off bioluminescence

Aku hidup dari cahaya bioluminesensi

Love and intent

Cinta dan niat

So it’s a quick fix

Jadi ini hanya solusi sementara

What else does life have to give but the pain

Apa lagi yang bisa diberikan hidup selain rasa sakit

Generated inside our own brains?

Yang dihasilkan dari dalam otak kita sendiri?

It’s a sick game, yeah

Ini permainan yang menyakitkan, ya

[Chorus: Arianna Reid & Daniel Caesar]

Submit to me, come get down on one knee

Tunduklah padaku, berlututlah di hadapanku

I’m your saviour and I’ll give you everything that you need

Aku adalah penyelamatmu dan akan memberikan semua yang kamu butuhkan

(That you need)

(Yang kamu butuhkan)

[Verse 2]

Blaspheming the spirit

Menghujat roh

I just don’t want to hear it, too deep

Aku tidak mau mendengarnya lagi, sudah terlalu dalam

What I’ve sown I’ll continue to reap

Apa yang telah kutanam akan terus kupanen

I’ll earn my keep

Aku akan membuktikan nilainya

It was all good intentions

Semuanya bermula dari niat baik

Did I forget to mention? My God

Apa aku lupa menyebutnya? Ya Tuhan

Just tryna get money with my dogs

Hanya berusaha menghasilkan uang bersama teman-temanku

Is that so wrong?

Apa itu begitu salah?

[Verse 3]

Lately you’ve been on a wave

Belakangan kamu sedang di atas angin

Seen you lit up in the place

Kulihat kamu bersinar di sana

Sometimes you’re sad, I see it on your face

Kadang kamu sedih, aku bisa lihat dari wajahmu

I can tell you’re not okay

Aku bisa merasakanmu tidak baik-baik saja

I know you’re only seeking out the beauty

Aku tahu kamu hanya mencari keindahan

In fulfilling your duty

Dalam menjalankan kewajibanmu

The answers it seems

Sepertinya jawabannya

Are inside your own dreams

Ada di dalam mimpimu sendiri

[Verse 4]

Good God, Jehovah, what’s this I see?

Ya Tuhan, Yehuwa, apa yang kulihat ini?

My mortality’s staring back at me

Kefanaanku menatap balik ke arahku

Niggas think I’m scared

Orang-orang pikir aku takut

Niggas think I’m a bitch

Orang-orang pikir aku pengecut

Like I ain’t come prepared and I ain’t know what this is

Seolah aku tidak datang dengan persiapan dan tidak tahu apa yang sedang terjadi

I’ve slept like Jacob, a rock for a pillow

Aku telah tidur seperti Yakub, dengan batu sebagai bantal

Run swift like Elijah, away from the middle

Berlari cepat seperti Elia, menjauh dari pusat masalah

Seen the world, overindulged maybe a little

Sudah melihat dunia, mungkin sedikit terlalu berlebihan menikmatinya

But now your boy is up, and I’m fit as a fiddle

Tapi sekarang aku sudah bangkit, dan aku dalam kondisi prima

Oh Lord, Jehovah, what’s this I see?

Ya Tuhan, Yehuwa, apa yang kulihat ini?

Bourgeoisie tryna silence me

Kaum elit mencoba membungkamku

They don’t know what I’ve been through

Mereka tidak tahu apa yang telah aku lalui

Don’t know what I pree’d

Tidak tahu apa yang pernah kulihat

Seen shit that you see up in your TV screen

Melihat hal-hal yang hanya kamu lihat di layar TV-mu

Follow me to salvation

Ikutilah aku menuju keselamatan

Your mind still ‘pon plantations

Pikiranmu masih terjajah

The shepherd, holds information

Sang gembala memegang informasi

Gives it out as its taken

Memberikannya saat ia mengambilnya

Konteks di Balik Lagu TOO DEEP TO TURN BACK dari Daniel Caesar

Lagu ini lahir di tengah periode paling kontroversial dalam karier Daniel Caesar.

Sebelum album CASE STUDY 01 dirilis pada 28 Juni 2019, Caesar sempat mendapat gelombang kritik keras dari publik karena membela seorang figur publik yang membuat komentar rasis di media sosial.

Caesar bukan hanya minta maaf, ia justru mengajak orang-orang untuk mencoba mem-cancel dirinya, sebuah respons yang semakin memperkeruh situasi.

Album CASE STUDY 01 kemudian menjadi ruang bagi Caesar untuk memproses semua itu secara musikal dan “TOO DEEP TO TURN BACK” adalah salah satu lagu yang paling jelas menggambarkan keadaan batinnya.

Lagu ini diproduksi oleh Matthew Burnett dan Jordan Evans, dan mengandung sampel dari lagu “At the River” milik Groove Armada yang dirilis tahun 1999.

Caesar tumbuh dalam keluarga yang sangat religius dan latar belakang itulah yang terus mewarnai cara ia menulis lagu, termasuk dalam lagu ini dengan berbagai referensi Alkitab seperti Yakub dan Elia.

Berbeda dari album pertamanya Freudian yang memandang agama dengan lebih positif, dalam lagu ini Caesar terdengar lebih mempertanyakan dan bahkan menantang kepercayaannya sendiri.

Album CASE STUDY 01 sendiri oleh Caesar sendiri disebut sebagai “sebuah eksperimen,” sebuah upaya untuk tidak mengulang pendekatan yang sama dari Freudian.

Album ini masuk dalam longlist Polaris Music Prize 2020 dan mendapat sambutan yang beragam dari para kritikus musik.

Fakta Menarik tentang Lagu TOO DEEP TO TURN BACK

Sampel dari Lagu Klasik Tahun 1999

"TOO DEEP TO TURN BACK" menggunakan sampel dari "At the River" milik Groove Armada, sebuah lagu elektronik asal Inggris yang dirilis pada tahun 1999. Lagu yang sama juga disampling Caesar pada lagu pembuka album, "ENTROPY," sehingga keduanya menjadi semacam benang merah sonik dalam satu album.

Lagu Ini Punya Struktur Musik yang Tidak Biasa

Secara musikal, "TOO DEEP TO TURN BACK" dianalisis oleh para akademisi musik sebagai lagu dengan bentuk komposisi AABC yang jarang digunakan dalam musik pop dan R&B kontemporer. Perubahan groove yang drastis menjelang akhir lagu menciptakan efek kejutan yang membuat pendengar merasa seperti memasuki dimensi lain dari lagu yang sama.

Album Dirilis Tanpa Single Terlebih Dahulu

CASE STUDY 01 dilepas sebagai kejutan tanpa ada single promosi sebelumnya, sebuah strategi rilis yang cukup langka di industri musik modern. Daniel Caesar hanya memberikan petunjuk kecil lewat unggahan di Instagram sebelum seluruh album tiba-tiba tersedia untuk didengarkan.

Arianna Reid Jadi Suara yang Melengkapi Caesar

Vokalis Arianna Reid yang mengisi bagian chorus dalam lagu ini adalah salah satu kolaborator yang menambahkan dimensi spiritual dan emosional pada lagu tersebut. Perpaduan suara mereka berdua membuat bagian chorus terdengar seperti doa bersama yang dipenuhi ambiguitas makna.

Lagu Ini Menjadi Penutup Tematik Album

"TOO DEEP TO TURN BACK" berada di posisi menjelang akhir album dan berfungsi sebagai titik klimaks dari seluruh pergulatan batin yang dibangun sejak track pertama. Setelah lagu ini, Caesar menutup album dengan lagu "ARE YOU OK?" yang menjadi semacam epilog penuh perenungan.