Makna Lagu When the Party’s Over - Billie Eilish

Album

When We All Fall Asleep, Where Do We Go?

Tahun

2018

Genre

Art pop

Negara

Amerika
Opini Redaksi

Lagu ini bercerita tentang sebuah hubungan di mana apa pun yang dilakukan Billie, orang itu selalu pergi meninggalkannya.

Billie menyembunyikan perasaan sesungguhnya dengan berpura-pura menikmati kesendirian, padahal di dalam hatinya ia sangat terluka.

Lirik “I could lie, say I like it like that” adalah pengakuan yang paling jujur sekaligus paling menyakitkan dalam lagu ini.

Billie bahkan tahu hubungan ini merusak, tapi melepaskannya bukan hal yang mudah dilakukan.

Billie pernah bercerita kepada Coup de Main bahwa ia terinspirasi dari momen frustrasi saat seseorang meneleponmu di tengah keramaian, kamu tidak bisa mendengar mereka, mereka marah, dan satu-satunya yang terlintas di pikiranmu adalah “pergi saja dariku.”

Bagian bridge adalah puncak kejujuran lagu ini karena di situlah Billie akhirnya berkata “let me let you go.”

Lagu ini membahas keinginan Billie untuk lebih dari sekadar “pesta yang sudah berakhir,” sebuah gambaran hubungan yang sudah tidak bisa diselamatkan.

Terjemahan Lirik Lagu When the Party’s Over Billie Eilish

[Verse 1]
Don’t you know I’m no good for you?

Tidakkah kamu tahu aku tidak baik untukmu?

I’ve learned to lose you, can’t afford to
Aku sudah belajar kehilanganmu, tapi tak mampu melakukannya

Tore my shirt to stop you bleedin’
Aku merobek bajuku untuk menghentikan pendarahanmu

But nothin’ ever stops you leavin’
Tapi tidak ada yang bisa menghentikanmu untuk pergi

[Chorus]
Quiet when I’m coming home and I’m on my own

Sunyi saat aku pulang ke rumah dan aku sendirian

I could lie, say I like it like that, like it like that
Aku bisa berbohong, bilang aku suka begitu, suka begitu

I could lie, say I like it like that, like it like that
Aku bisa berbohong, bilang aku suka begitu, suka begitu

[Verse 2]
Don’t you know too much already?

Bukankah kamu sudah tahu terlalu banyak?

I’ll only hurt you if you let me
Aku hanya akan menyakitimu jika kamu membiarkannya

Call me friend, but keep me closer (Call me back)
Sebut aku teman, tapi tetaplah dekat denganku (Hubungi aku kembali)

And I’ll call you when the party’s over
Dan aku akan meneleponmu ketika pesta sudah berakhir

[Chorus]
Quiet when I’m coming home and I’m on my own

Sunyi saat aku pulang ke rumah dan aku sendirian

And I could lie, say I like it like that, like it like that
Dan aku bisa berbohong, bilang aku suka begitu, suka begitu

Yeah, I could lie, say I like it like that, like it like that
Ya, aku bisa berbohong, bilang aku suka begitu, suka begitu

[Bridge]
But nothin’ is better sometimes

Tapi terkadang tidak ada yang lebih baik

Once we’ve both said our goodbyes
Setelah kita berdua mengucapkan selamat tinggal

Let’s just let it go
Mari kita lepaskan saja

Let me let you go
Biarkan aku melepaskanmu

[Chorus]
Quiet when I’m coming home and I’m on my own

Sunyi saat aku pulang ke rumah dan aku sendirian

I could lie, say I like it like that, like it like that
Aku bisa berbohong, bilang aku suka begitu, suka begitu

I could lie, say I like it like that, like it like that
Aku bisa berbohong, bilang aku suka begitu, suka begitu

Konteks di Balik Lagu When the Party’s Over Billie Eilish

Lagu ini ditulis dan diproduksi oleh Finneas O’Connell, kakak Billie, setelah ia meninggalkan rumah kencannya tanpa alasan yang jelas, lalu mengemudi pulang sendirian larut malam dalam perasaan yang campur aduk antara sedih dan lega karena tidak terlalu terikat pada hubungan itu.

Billie bercerita kepada NME bahwa pertama kali mendengar lagu ini dari ruangan sebelah, Finneas memanggilnya dan berkata ia baru saja menulis lagu yang luar biasa, dan melodi dalam lagu itu langsung menyentuhnya.

Eilish dan O’Connell sempat membawakan lagu ini secara live selama hampir setahun penuh sebelum akhirnya merekamnya di studio, dan Finneas mengaku keputusan itu adalah “ide yang sangat buruk” karena ia khawatir versi studio tidak akan bisa menandingi penampilan live yang sudah lebih dulu dikenal penggemar.

Dalam proses rekamannya, lagu ini membutuhkan sekitar 100 lapisan vokal, termasuk harmoni yang ditumpuk dan berbagai adlib yang diproses secara unik, sementara Billie merekam lebih dari 90 kali hanya untuk kata pertama “don’t” demi mendapatkan suara yang tepat.

Fakta Menarik tentang Lagu When the Party’s Over

Terinspirasi dari Karya Seni Penggemar

Konsep video musik "when the party's over" lahir dari sebuah gambar fan art yang menampilkan Billie dengan mata hitam dan tinta hitam menetes dari matanya, dan saat melihatnya Billie langsung terpukau hingga tahu persis bagaimana video musiknya harus terlihat.

Air Mata Hitam Tanpa Efek Khusus

Video musik ini dibuat tanpa efek khusus sama sekali karena Billie menggunakan selang kecil yang ditempelkan di sudut matanya, sehingga cairan hitam mengalir keluar seolah seperti air mata asli. Cairan hitam yang digunakan adalah campuran Xanthan gum dan air arang, dan untuk mendapatkan ketebalan yang tepat Billie harus meminumnya sekitar empat tegukan.

Lagu Ini Adalah Sekuel dari "Party Favor"

Billie sendiri menyebut lagu ini sebagai sekuel dari single sebelumnya "Party Favor" yang menggambarkan momen saat seseorang meneleponmu di tengah keramaian dan kamu tidak bisa saling mendengar satu sama lain.

Diilhami oleh Lagu-lagu dari Artis Lain

Billie mengungkapkan bahwa lagu ini terinspirasi dari tiga lagu berbeda yakni "Stand Still" karya Sabrina Claudio, "715 CRΣΣKS" karya Bon Iver, dan "Hide and Seek" karya Imogen Heap, yang semuanya dikenal dengan pendekatan vokal yang intim dan minimalis.

Tampil di Grammy dan The Masked Singer

Billie dan Finneas membawakan lagu ini di panggung Grammy Awards 2020, malam yang sama mereka memenangkan Record of the Year, Song of the Year, dan Album of the Year, sementara penyanyi LeAnn Rimes juga menyanyikannya secara a cappella di musim ke-4 The Masked Singer dan menjadi pemenang musim tersebut.

Direkam Ratusan Kali

Finneas pernah menulis di Twitter bahwa proses rekaman lagu ini sangat berat karena begitu penting bagi mereka, dan setelah ratusan lapisan vokal kemudian, ia sangat bangga dengan hasilnya.