“Lovely” menggambarkan dua penyanyi yang bersama-sama mencoba keluar dari jerat depresi yang berat.
Judul “lovely” dipakai secara sarkastis karena lagu ini sebenarnya sangat menyedihkan dan bercerita tentang kondisi depresif yang kembali datang meski seseorang merasa sudah berhasil melampauinya.
Lagu ini secara eksplisit menggambarkan kepasrahan terhadap rasa takut dan perasaan terjebak yang tak bisa dihindari.
Lirik “heart made of glass, my mind of stone” menunjukkan betapa rapuh sekaligus mati rasanya seseorang saat berada di titik terendah.
Frasa “hello, welcome home” di akhir chorus bukan sambutan yang hangat, melainkan sebuah pengakuan pahit bahwa kegelapan mental itu sudah menjadi tempat tinggal mereka.
Billie Eilish sendiri pernah menyatakan bahwa lirik lagu ini terbuka untuk interpretasi masing-masing pendengar.
Bagi banyak pendengar di seluruh dunia, “lovely” menjadi tempat berlindung emosional karena lagu ini membuat mereka merasa tidak sendirian dalam perjuangan mereka.
Terjemahan Lirik Lagu Lovely oleh Billie Eilish ft. Khalid
[Verse 1]
Thought I found a way
Kukira aku sudah menemukan jalannya
Thought I found a way out (Found)
Kukira aku sudah menemukan jalan keluar
But you never go away (Never go away)
Tapi kamu tidak pernah pergi
So I guess I gotta stay now
Jadi sepertinya aku harus tetap di sini sekarang
[Pre-Chorus]
Oh, I hope some day I’ll make it out of here
Oh, aku harap suatu hari aku bisa keluar dari sini
Even if it takes all night or a hundred years
Meski butuh semalam penuh atau seratus tahun
Need a place to hide, but I can’t find one near
Butuh tempat bersembunyi, tapi tak ada yang dekat
Wanna feel alive, outside I can’t fight my fear
Ingin merasa hidup, tapi di luar sana aku tak bisa melawan rasa takutku
[Chorus]
Isn’t it lovely, all alone?
Bukankah ini menyenangkan, sendirian begini?
Heart made of glass, my mind of stone
Hatiku terbuat dari kaca, pikiranku dari batu
Tear me to pieces, skin to bone
Robek aku berkeping, hingga tulang belulang
Hello, welcome home
Halo, selamat datang di rumah
[Verse 2]
Walking out of time
Berjalan melewati waktu
Looking for a better place (Looking for a better place)
Mencari tempat yang lebih baik
Something’s on my mind (Mind)
Ada sesuatu yang menghantui pikiranku
Always in my head space
Selalu ada di dalam kepalaku
[Pre-Chorus]
But I know someday I’ll make it out of here
Tapi aku tahu suatu hari aku akan keluar dari sini
Even if it takes all night or a hundred years
Meski butuh semalam penuh atau seratus tahun
Need a place to hide, but I can’t find one near
Butuh tempat bersembunyi, tapi tak ada yang dekat
Wanna feel alive, outside I can’t fight my fear
Ingin merasa hidup, tapi di luar sana aku tak bisa melawan rasa takutku
[Chorus]
Isn’t it lovely, all alone?
Bukankah ini menyenangkan, sendirian begini?
Heart made of glass, my mind of stone
Hatiku terbuat dari kaca, pikiranku dari batu
Tear me to pieces, skin to bone
Robek aku berkeping, hingga tulang belulang
Hello, welcome home
Halo, selamat datang di rumah
[Outro]
Woah, yeah / Yeah, ah / Woah, woah
Woah, yeah / Yeah, ah / Woah, woah
Hello, welcome home
Halo, selamat datang di rumah
Konteks di Balik Lagu Lovely
“Lovely” dirilis pada 19 April 2018 sebagai singel utama dari soundtrack serial Netflix 13 Reasons Why musim kedua.
Billie Eilish pertama kali bertemu Khalid di Twitter pada 2016, dan Khalid kemudian menonton salah satu pertunjukan awal Eilish di Los Angeles.
Lagu ini tidak lahir dari sesi rekaman profesional di studio, melainkan dari momen santai di rumah keluarga Eilish bersama kakaknya, Finneas O’Connell, yang juga menjadi produser tunggal lagu ini.
Dalam wawancara dengan Zane Lowe di Beats 1, Eilish menjelaskan alasan di balik judul lagu ini: mereka menyebutnya “lovely” karena lagunya sangat menyedihkan, sehingga terasa ironis untuk menyebutnya demikian, seolah berkata “oh betapa indahnya, aku sangat bahagia merasa sengsara.”
Dalam serial 13 Reasons Why, lagu ini diputar di episode terakhir musim kedua berjudul “Bye”, tepatnya saat Clay berbicara dengan Hannah untuk terakhir kalinya sebelum pemakaman, menjadikannya salah satu momen paling emosional dalam seluruh seri.