Lagu “Willow” adalah undangan terbuka dari Taylor Swift kepada seseorang yang berhasil menembus pertahanannya.
Taylor menggambarkan dirinya seperti pohon willow yang lentur karena ia siap membiarkan dirinya berubah arah demi seseorang yang benar-benar ia inginkan.
Lagu ini bukan tentang cinta yang sudah selesai, melainkan tentang awal dari sesuatu yang terasa seperti sihir.
Taylor sendiri menyebut “Willow” sebagai lagu tentang kerinduan, hasrat, dan kerumitan dalam menginginkan seseorang.
Ia bahkan membandingkan keseluruhan nuansa lagu ini dengan sensasi melemparkan mantra cinta kepada seseorang.
Chorus lagu ini menyampaikan sesuatu yang paradoks karena semakin banyak orang itu bicara, semakin Taylor merasa tidak tahu apa-apa tentang dirinya sendiri.
Tapi justru di situlah daya tariknya karena Taylor memilih untuk tetap mengikuti ke mana pun orang itu pergi.
Baris “Wreck my plans, that’s my man” bukan sekadar ekspresi cinta, ini adalah deklarasi bahwa Taylor rela melepaskan kendali hidupnya demi hubungan ini.
Pohon willow dalam judul lagu bukan sekadar nama indah, ia adalah simbol ketangguhan di balik kelenturan.
Taylor bukan pasrah, ia memilih secara sadar untuk membungkuk ke arah angin yang benar.
Terjemahan Lirik Lagu Willow dari Taylor Swift
[Verse 1]
I’m like the water when your ship rolled in that night
Aku seperti air saat kapalmu berlabuh malam itu
Rough on the surface, but you cut through like a knife
Kasar di permukaan, tapi kamu membelah seperti pisau
And if it was an open-shut case
Dan jika ini adalah perkara yang sudah jelas
I never would’ve known from that look on your face
Aku tidak akan pernah tahu dari ekspresi wajahmu itu
Lost in your current like a priceless wine
Terhanyut dalam arusmu seperti anggur yang tak ternilai
[Chorus]
The more that you say, the less I know
Semakin banyak yang kamu katakan, semakin sedikit yang aku tahu
Wherever you stray, I follow
Ke mana pun kamu pergi, aku mengikuti
I’m begging for you to take my hand
Aku memohon agar kamu menggenggam tanganku
Wreck my plans, that’s my man
Hancurkan rencanaku, itulah lelakiku
[Verse 2]
Life was a willow and it bent right to your wind
Hidup adalah pohon willow dan ia membungkuk tepat ke arah anginmu
Head on the pillow, I could feel you sneakin’ in
Kepala di bantal, aku bisa merasakanmu menyelinap masuk
As if you were a mythical thing
Seolah-olah kamu adalah sesuatu yang mitos
Like you were a trophy or a champion ring
Seperti kamu adalah trofi atau cincin juara
And there was one prize I’d cheat to win
Dan ada satu hadiah yang rela aku curangi untuk mendapatkannya
[Chorus]
The more that you say, the less I know
Semakin banyak yang kamu katakan, semakin sedikit yang aku tahu
Wherever you stray, I follow
Ke mana pun kamu pergi, aku mengikuti
I’m begging for you to take my hand
Aku memohon agar kamu menggenggam tanganku
Wreck my plans, that’s my man
Hancurkan rencanaku, itulah lelakiku
You know that my train could take you home
Kamu tahu bahwa keretaku bisa membawamu pulang
Anywhere else is hollow
Di mana pun selain itu terasa kosong
I’m begging for you to take my hand
Aku memohon agar kamu menggenggam tanganku
Wreck my plans, that’s my man
Hancurkan rencanaku, itulah lelakiku
[Bridge]
Life was a willow and it bent right to your wind
Hidup adalah pohon willow dan ia membungkuk tepat ke arah anginmu
They count me out time and time again
Mereka terus-menerus meremehkanku
Life was a willow and it bent right to your wind
Hidup adalah pohon willow dan ia membungkuk tepat ke arah anginmu
But I come back stronger than a ’90s trend
Tapi aku kembali lebih kuat dari tren era 90-an
[Verse 3]
Wait for the signal, and I’ll meet you after dark
Tunggu sinyalnya, dan aku akan menemuimu setelah gelap
Show me the places where the others gave you scars
Tunjukkan padaku tempat-tempat di mana orang lain meninggalkan lukamu
Now this is an open-shut case
Sekarang ini adalah perkara yang sudah jelas
I guess I should’ve known from the look on your face
Kurasa aku seharusnya sudah tahu dari ekspresi wajahmu
Every bait-and-switch was a work of art
Setiap tipu daya adalah sebuah karya seni
[Chorus]
The more that you say, the less I know
Semakin banyak yang kamu katakan, semakin sedikit yang aku tahu
Wherever you stray, I follow
Ke mana pun kamu pergi, aku mengikuti
I’m begging for you to take my hand
Aku memohon agar kamu menggenggam tanganku
Wreck my plans, that’s my man
Hancurkan rencanaku, itulah lelakiku
You know that my train could take you home
Kamu tahu bahwa keretaku bisa membawamu pulang
Anywhere else is hollow
Di mana pun selain itu terasa kosong
I’m begging for you to take my hand
Aku memohon agar kamu menggenggam tanganku
Wreck my plans, that’s my man
Hancurkan rencanaku, itulah lelakiku
[Outro]
Hey, that’s my man / That’s my man / Yeah, that’s my man
Hei, itulah lelakiku / Itulah lelakiku / Ya, itulah lelakiku
Every bait-and-switch was a work of art
Setiap tipu daya adalah sebuah karya seni
That’s my man / Hey, that’s my man
Itulah lelakiku / Hei, itulah lelakiku
I’m begging for you to take my hand
Aku memohon agar kamu menggenggam tanganku
Wreck my plans, that’s my man
Hancurkan rencanaku, itulah lelakiku
Konteks di Balik Lagu Willow dari Taylor Swift
“Willow” lahir dari sebuah instrumental sederhana yang dibuat oleh produser Aaron Dessner dan diberi nama “Westerly” mengacu pada kota tempat rumah Taylor di Rhode Island berada.
Hanya dalam waktu sekitar satu jam setelah menerima track instrumental itu, Taylor menyelesaikan seluruh lirik “Willow” dan mengirimkannya kembali kepada Dessner.
Lagu ini dirilis secara mengejutkan pada 11 Desember 2020 bersamaan dengan album “Evermore”, album kesembilan Taylor yang juga merupakan rilis dadakan.
“Evermore” sendiri lahir karena Taylor dan para kolaboratornya merasa tidak bisa berhenti berkarya setelah menyelesaikan album “Folklore” beberapa bulan sebelumnya.
Selama pandemi COVID-19, Taylor terisolasi dan justru semakin produktif menciptakan lagu-lagu yang terasa lebih intim dan personal.
Banyak penggemar percaya bahwa “Willow” secara khusus bercerita tentang hubungan Taylor dengan aktor Joe Alwyn, mengingat pengulangan frasa “that’s my man” yang terasa sangat personal.
Menariknya, “Cardigan” dan “Willow” awalnya memang diperuntukkan bagi band The National sebelum akhirnya diserahkan kepada Taylor dan menjadi miliknya sepenuhnya.
Taylor sendiri mendeskripsikan nuansa lagu ini sebagai sesuatu yang “witchy” atau menyihir, dan ia membayangkannya seperti seseorang yang sedang melempar mantra cinta.