Makna Lagu Style - Taylor Swift

Artis

Taylor Swift

Album

1989

Tahun

2014

Genre

Synth-pop, electropop, funk, disco

Negara

Amerika
Opini Redaksi

Lagu ini bercerita tentang hubungan yang tidak pernah benar-benar selesai meski sudah berkali-kali kandas.

Taylor Swift menggambarkan momen tengah malam ketika seseorang datang menjemputnya tanpa lampu depan menyala, sebuah gambaran hubungan yang dilakukan diam-diam dan penuh ketidakpastian.

Keduanya tahu hubungan ini mungkin berakhir buruk, tapi mereka tetap tidak bisa berhenti.

Chorus lagu ini membangun gambaran dua orang yang terlihat sempurna bersama karena penampilan mereka seperti ikon mode abadi, James Dean dan perempuan berkepribadian klasik.

Tapi justru di balik penampilan yang sempurna itu, ada pengkhianatan dan ketidaksetiaan dari kedua pihak yang sudah saling diakui.

Pesan utama lagu ini sederhana: ada jenis hubungan yang tidak pernah benar-benar usang, bukan karena baik untuk kamu, tapi karena tarikannya terlalu kuat untuk dilawan.

Apakah sebuah hubungan layak dipertahankan hanya karena kamu dan dia selalu terasa “pas” setiap kali bertemu lagi?

Terjemahan Lirik Lagu Style dari Taylor Swift

[Verse 1]

Midnight

Tengah malam

You come and pick me up, no headlights

Kamu datang menjemputku, tanpa menyalakan lampu depan

Long drive

Perjalanan panjang

Could end in burning flames or paradise

Bisa berakhir dalam kobaran api atau surga

Fade into view, oh

Perlahan muncul ke hadapanku, oh

It’s been a while since I have even heard from you

Sudah lama aku bahkan tidak mendengar kabar darimu

(Heard from you)

(Mendengar darimu)

[Pre-Chorus]

And I should just tell you to leave, ’cause I

Dan seharusnya aku menyuruhmu pergi, karena aku

Know exactly where it leads, but I

Tahu persis ke mana ini akan berujung, tapi aku

Watch us go ’round and ’round each time

Terus menyaksikan kita berputar-putar setiap kali

[Chorus]

You got that James Dean daydream look in your eye

Kamu punya tatapan lamunan James Dean di matamu

And I got that red lip classic thing that you like

Dan aku punya pesona bibir merah klasik yang kamu suka

And when we go crashing down, we come back every time

Dan ketika kita jatuh berantakan, kita selalu kembali setiap kali

‘Cause we never go out of style, we never go out of style

Karena kita tidak pernah ketinggalan zaman, kita tidak pernah ketinggalan zaman

You got that long hair, slicked back, white T-shirt

Kamu punya rambut panjang yang tersisir ke belakang, dan kaos putih itu

And I got that good-girl faith and a tight little skirt

Dan aku punya kepercayaan gadis baik dan rok ketat itu

And when we go crashing down, we come back every time

Dan ketika kita jatuh berantakan, kita selalu kembali setiap kali

‘Cause we never go out of style, we never go out of style

Karena kita tidak pernah ketinggalan zaman, kita tidak pernah ketinggalan zaman

[Verse 2]

So it goes

Begitulah adanya

He can’t keep his wild eyes on the road, mm

Dia tidak bisa menjaga matanya yang liar tetap di jalan, mm

Takes me home

Mengantarku pulang

The lights are off, he’s taking off his coat, mm, yeah

Lampu dimatikan, dia melepas jaketnya, mm, ya

I say, “I heard, oh

Aku berkata, “Aku dengar, oh

That you’ve been out and about with some other girl”

Bahwa kamu sudah pergi-pergi dengan perempuan lain”

Some other girl

Perempuan lain

[Pre-Chorus]

He says, “What you heard is true, but I

Dia berkata, “Apa yang kamu dengar itu benar, tapi aku

Can’t stop thinking ’bout you and I”

Tidak bisa berhenti memikirkan kamu dan aku”

I said, “I’ve been there too, a few times”

Aku berkata, “Aku juga pernah begitu, beberapa kali”

[Bridge]

Take me home (Ah)

Bawa aku pulang (Ah)

Just take me home (Ah)

Cukup bawa aku pulang (Ah)

Yeah, just take me home (Ah)

Ya, cukup bawa aku pulang (Ah)

Oh-oh, woah-oh, oh (Out of style)

Oh-oh, woah-oh, oh (Ketinggalan zaman)

Konteks di Balik Lagu Style dari Taylor Swift

Lagu ini ditulis Taylor Swift bersama produser Max Martin, Shellback, dan Ali Payami sebagai bagian dari album 1989 yang dirilis pada Oktober 2014.

Hampir semua penggemar meyakini lagu ini terinspirasi dari hubungan singkat Taylor dengan penyanyi Harry Styles yang berlangsung sekitar dua bulan di penghujung 2012 sebelum berakhir pada awal 2013.

Judul lagu sendiri dianggap sebagai permainan kata dari nama belakang Harry, meski Taylor pernah berseloroh kepada Ryan Seacrest bahwa dia memilih judul itu karena frasa “We never go out of style” terlalu panjang untuk dijadikan judul.

Taylor sendiri pernah mengungkapkan bahwa lagu ini tentang hubungan yang selalu terasa sedikit tidak sinkron dan tidak pernah benar-benar berjalan mulus, hubungan di mana kamu tahu kemungkinan besar tidak akan bertahan, tapi kamu terus bertanya-tanya sampai kapan.

Versi rekaman ulang lagu ini, bertajuk Style (Taylor’s Version), dirilis pada 27 Oktober 2023 sebagai bagian dari album 1989 (Taylor’s Version) yang merupakan upaya Taylor untuk memiliki kembali master rekaman lagunya setelah sengketa dengan label lamanya.

Fakta Menarik tentang Lagu Style

"Style" Adalah Lagu Favorit Rahasia Taylor Swift

Taylor pernah menyebut lagu ini sebagai favorit rahasianya dari album 1989. Dia mengaku selalu berharap pendengar akan menyukainya, dan terbukti lagu ini menjadi salah satu lagu yang paling banyak diputar di seluruh karier musiknya.

Musiknya Punya Asal Usul yang Unik

Instrumentasi dasar lagu ini awalnya dibuat oleh produser Ali Payami bersama gitaris Niklas Ljungfelt sebagai karya instrumental untuk mereka sendiri. Lagu itu kemudian sampai ke tangan Max Martin, lalu ke Taylor, dan akhirnya menjadi salah satu lagu pop terbesar 2014.

Harry Styles Ikut Menjawab Lewat Lagunya Sendiri

Ketika Harry Styles merilis album debutnya, lagunya berjudul "Two Ghosts" menyebut detail seperti kaos putih dan beberapa tato, sebuah kebetulan yang langsung dikaitkan penggemar sebagai balasan tidak langsung terhadap Style milik Taylor.

Hidden Message yang Menyentuh

Di dalam booklet album 1989 versi asli, pesan tersembunyi dalam lirik lagu ini berbunyi: "Her heart belonged to someone who couldn't stay." Pesan ini dianggap penggemar sebagai konfirmasi paling jujur tentang kisah di balik lagu ini.

Style Terus Hadir di Setiap Era Taylor

Lagu ini tampil di tiga tur besar Taylor secara berturut-turut yaitu The 1989 World Tour, The Reputation Stadium Tour, dan The Eras Tour, menjadikannya salah satu lagu paling konsisten dalam setlist panggung Taylor sepanjang kariernya.