Makna Lagu evermore - Taylor Swift

Artis

Taylor Swift

Album

evermore

Tahun

2020

Genre

Folk Pop, Indie Folk, Chamber Pop

Negara

Amerika
Opini Redaksi

“evermore” adalah lagu tentang rasa sakit yang terasa seperti tidak akan pernah berakhir.

Taylor Swift menggambarkan kondisi depresi yang ia rasakan selama berbulan-bulan, bukan sekadar kesedihan biasa yang datang dan pergi.

Lagu ini lahir dari dua momen kelam dalam hidupnya: tekanan menjelang pemilu Amerika 2020 dan trauma besar yang ia alami sepanjang tahun 2016.

Di tahun 2016, reputasinya hancur di depan publik akibat rekaman percakapan yang dipotong dan disebarkan tanpa konteksnya, sehingga ia merasa salah dipahami dan diserang dari segala arah.

Lirik “motion capture put me in a bad light” menggambarkan bagaimana ia melihat dirinya dipotret secara keliru oleh publik, lalu ia terus memutar ulang setiap langkah yang ia ambil untuk mencari tahu di mana ia salah.

Perasaan “unmoored” atau kehilangan arah di verse kedua menggambarkan seseorang yang sudah tidak tahu lagi apa yang ingin ia perjuangkan.

Tapi lagu ini bukan hanya tentang keputusasaan karena di bagian akhir ada perubahan kecil yang sangat berarti.

Kalimat “this pain wouldn’t be for evermore” menandai momen saat ia akhirnya mulai melihat bahwa rasa sakit ini ada batasnya.

Ada seseorang yang hadir dalam bayangannya saat ia berada di titik terendah, dan kehadiran itu yang membantunya bertahan.

Lagu ini menutup album evermore dengan pesan sederhana namun kuat: rasa sakit yang terasa abadi pun bisa berakhir.

Terjemahan Lirik Lagu evermore dari Taylor Swift

[Verse 1]

Gray November

November yang kelabu

I’ve been down since July

Aku sudah terpuruk sejak Juli

Motion capture

Rekaman gerakku

Put me in a bad light

Menampilkanku dalam cahaya yang buruk

I replay my footsteps on each stepping stone

Aku memutar ulang langkahku di setiap batu pijakan

Trying to find the one where I went wrong

Mencoba menemukan di mana aku mulai salah

Writing letters

Menulis surat-surat

Addressed to the fire

Yang kutujukan ke dalam api

[Chorus]

And I was catchin’ my breath

Dan aku sedang berusaha mengambil napas

Starin’ out an open window, catchin’ my death

Menatap keluar jendela yang terbuka, membiarkan dingin masuk

And I couldn’t be sure

Dan aku tidak bisa yakin

I had a feeling so peculiar

Aku punya perasaan yang begitu aneh

That this pain would be for

Bahwa rasa sakit ini akan berlangsung

Evermore

Selamanya

[Verse 2]

Hey, December

Hei, Desember

Guess I’m feeling unmoored

Sepertinya aku merasa kehilangan arah

Can’t remember

Aku tidak ingat lagi

What I used to fight for

Apa yang dulu aku perjuangkan

I rewind the tape, but all it does is pause

Aku memutar ulang kasetnya, tapi yang terjadi hanya berhenti di satu titik

On the very moment all was lost

Tepat di momen saat segalanya musnah

Sending signals

Mengirimkan sinyal-sinyal

To be double-crossed

Hanya untuk dikhianati

[Chorus]

And I was catchin’ my breath

Dan aku sedang berusaha mengambil napas

Barefoot in the wildest winter, catchin’ my death

Bertelanjang kaki di tengah musim dingin yang paling liar, membiarkan dingin masuk

And I couldn’t be sure

Dan aku tidak bisa yakin

I had a feeling so peculiar

Aku punya perasaan yang begitu aneh

That this pain would be for

Bahwa rasa sakit ini akan berlangsung

Evermore

Selamanya

[Post-Chorus: Justin Vernon]

(Evermore)

(Selamanya)

[Bridge: Justin Vernon, Taylor Swift]

Can’t not think of all the cost

Tidak bisa tidak memikirkan semua harganya

And the things that will be lost

Dan semua yang akan hilang

Oh, can we just get a pause?

Oh, bisakah kita sekadar berhenti sejenak?

To be certain we’ll be tall again

Untuk memastikan kita akan bangkit lagi

Whether weather be the frost

Apakah cuacanya membeku

Or the violence of the dog days

Atau keganasan hari-hari terpanas

I’m on waves, out being tossed

Aku di atas ombak, terombang-ambing

Is there a line that I could just go cross?

Adakah garis yang bisa aku lampaui begitu saja?

And when I was shipwrecked

Dan ketika aku karam

(Can’t think of all the cost now)

(Tidak bisa memikirkan semua harganya sekarang)

I thought of you

Aku memikirkanmu

(All the things that will be lost now)

(Semua yang akan hilang sekarang)

In the cracks of light

Di celah-celah cahaya

(Can we just get a pause?)

(Bisakah kita sekadar berhenti sejenak?)

I dreamed of you

Aku memimpikanmu

(To be certain we’ll be tall again)

(Untuk memastikan kita akan bangkit lagi)

(If you think of all the cost)

(Jika kamu memikirkan semua harganya)

It was real enough

Itu cukup nyata

(Whether weather be the frost)

(Apakah cuacanya membeku)

To get me through

Untuk membuatku bertahan

(Or the violence of the dog days)

(Atau keganasan hari-hari terpanas)

(Or the violence of the dog days)

(Atau keganasan hari-hari terpanas)

(Out on waves, being tossed)

(Di atas ombak, terombang-ambing)

(I’m on waves, out being tossed)

(Aku di atas ombak, terombang-ambing)

But I swear

Tapi aku bersumpah

(Is there a line that we can just go cross?)

(Adakah garis yang bisa kita lampaui begitu saja?)

You were there

Kamu ada di sana

[Chorus: Taylor Swift & Justin Vernon]

And I was catchin’ my breath

Dan aku sedang berusaha mengambil napas

Floors of a cabin creakin’ under my step

Lantai kabin berderit di bawah langkahku

And I couldn’t be sure

Dan aku tidak bisa yakin

I had a feeling so peculiar

Aku punya perasaan yang begitu aneh

This pain wouldn’t be for

Rasa sakit ini tidak akan berlangsung

Evermore

Selamanya

[Outro]

Evermore (Evermore)

Selamanya (Selamanya)

Evermore (Evermore)

Selamanya (Selamanya)

This pain wouldn’t be for evermore

Rasa sakit ini tidak akan berlangsung selamanya

Evermore

Selamanya

Konteks di Balik Lagu evermore dari Taylor Swift

Lagu ini ditulis saat Taylor Swift, Joe Alwyn, dan Justin Vernon sedang berada di sesi perekaman bersama Aaron Dessner di Long Pond Studios.

Swift mengungkapkan kepada Apple Music bahwa ia menulis lagu ini tepat sebelum pemilu Amerika Serikat 2020, saat ia sedang mempersiapkan diri untuk skenario terburuk dan mencoba menemukan secercah harapan.

Ia juga menceritakan bahwa lagu ini terhubung dengan periode kelam yang ia alami sejak pertengahan 2016, saat citra publiknya runtuh akibat rekaman percakapannya dengan Kanye West yang disebarkan secara sepihak oleh Kim Kardashian.

Serangan masif di media sosial saat itu membuat Taylor merasa terisolasi dan salah dipahami oleh jutaan orang, dan perasaan itulah yang ia tuangkan ke dalam setiap baris lagu ini.

Joe Alwyn, sang pacar yang saat itu menjadi sumber kekuatannya, menulis melodi piano untuk lagu ini secara tidak sengaja saat iseng bermain piano di rumah.

Melodi itu kemudian dijadikan dasar vokal oleh Taylor, lalu mereka mengirimkannya kepada Justin Vernon dari Bon Iver untuk menambahkan bagian bridge.

Lagu ini menutup edisi standar album evermore dan menjadi tanda titik balik emosional bagi Taylor setelah bertahun-tahun bergulat dengan trauma publik yang berat.

Fakta Menarik tentang Lagu evermore

Ditulis Bersama Pacarnya Secara Tidak Sengaja

Joe Alwyn menciptakan melodi piano lagu ini secara iseng saat bermain piano di rumah, bukan dalam sesi menulis lagu yang terencana. Taylor kemudian mendengarnya dan menjadikannya fondasi seluruh lagu, sebuah kecelakaan kreatif yang berakhir menjadi lagu penutup album.

Joe Alwyn Memainkan Piano Secara Langsung di Rekaman

Berbeda dengan kolaborasi mereka sebelumnya di lagu "Exile" yang piano-nya dimainkan ulang oleh Aaron Dessner karena teknis rekaman jarak jauh, kali ini Joe Alwyn berhasil merekam piano-nya sendiri secara langsung untuk masuk ke dalam rekaman final "evermore".

Reunian Bon Iver Setelah "Exile"

Justin Vernon dari Bon Iver sebelumnya berduet dengan Taylor di lagu "Exile" dari album Folklore. Di "evermore", mereka kembali berkolaborasi, dan ini adalah satu-satunya lagu di album evermore di mana Vernon benar-benar tampil sebagai penyanyi fitur, bukan sekadar backing vocal.

Terinspirasi dari Dua Masa Kelam Sekaligus

Taylor Swift mengungkapkan bahwa lagu ini lahir dari dua situasi berbeda: kecemasan menjelang pemilu Amerika 2020 dan trauma yang ia alami sepanjang 2016 akibat skandal rekaman telepon dengan Kanye West. Keduanya menyatu menjadi satu lagu tentang rasa sakit yang terasa tak akan berakhir.

Rekor Penjualan Vinyl

Album evermore, yang lagu ini menutup edisi standarnya, memecahkan rekor penjualan vinyl terbesar dalam satu minggu di Amerika Serikat sejak pencatatan elektronik dimulai pada 1991, dengan lebih dari 102.000 keping terjual dalam tujuh hari pertama rilisnya.