Makna Lagu Tolerate It - Taylor Swift

Artis

Taylor Swift

Album

evermore

Tahun

2020

Genre

Indie folk, chamber pop, alternative rock

Negara

Amerika

Opini Redaksi

Lagu ini bercerita tentang seorang perempuan yang mencintai pasangannya dengan sepenuh hati, tetapi hanya mendapat sikap acuh tak acuh sebagai balasannya.

Tokoh dalam lagu ini melakukan segalanya untuk membuat pasangannya merasa dihargai, mulai dari menyiapkan meja makan hingga menyambut kepulangannya seperti pahlawan.

Namun semua usaha itu tidak mendapat apresiasi, hanya diterima begitu saja oleh seseorang yang seolah tidak peduli dengan kehadirannya.

Taylor Swift menyebut lagu ini sebagai representasi dari “toleransi yang ambivalen,” yaitu kondisi di mana satu pihak mencintai dan satu pihak lainnya hanya sekadar menerima.

Ada jurang usia yang besar antara dua tokoh dalam lagu ini, yang membuat sang perempuan merasa lebih kecil dan tidak berdaya dalam hubungan tersebut.

Baris “I know my love should be celebrated, but you tolerate it” menjadi inti dari seluruh lagu, sebuah pengakuan menyakitkan bahwa dirinya layak dicintai tetapi tidak mendapatkannya.

Di bagian bridge, sang perempuan akhirnya bertanya pada dirinya sendiri: apa yang akan terjadi jika ia memilih untuk pergi dan meninggalkan semuanya?

Lagu ini bukan sekadar tentang cinta yang tidak berbalas, tetapi juga tentang kesadaran bahwa seseorang berhak mendapatkan lebih dari sekadar “ditoleransi.”

Banyak pendengar yang bisa merasakan lagu ini tidak hanya dalam konteks hubungan romantis, tetapi juga dalam relasi keluarga atau persahabatan yang tidak sehat.

Ini adalah lagu tentang keberanian untuk akhirnya bertanya: apakah aku cukup berharga untuk dicintai dengan benar?

Terjemahan Lirik Lagu Tolerate It dari Taylor Swift

[Verse 1]

I sit and watch you readin’ with your head low

Aku duduk dan memperhatikanmu membaca dengan kepala tertunduk

I wake and watch you breathin’ with your eyes closed

Aku terbangun dan memperhatikanmu bernapas dengan mata terpejam

I sit and watch you

Aku duduk dan memperhatikanmu

I notice everything you do or don’t do

Aku memperhatikan semua yang kamu lakukan atau tidak lakukan

You’re so much older and wiser, and I

Kamu jauh lebih tua dan lebih bijaksana, dan aku

[Chorus]

I wait by the door like I’m just a kid

Aku menunggu di depan pintu seperti anak kecil saja

Use my best colors for your portrait

Menggunakan warna terbaikku untuk melukis potretmu

Lay the table with the fancy shit

Menata meja dengan peralatan mewah

And watch you tolerate it

Dan menyaksikanmu sekadar menoleransinya

If it’s all in my head, tell me now

Jika semua ini hanya ada di kepalaku, beritahu aku sekarang

Tell me I’ve got it wrong somehow

Katakan bahwa aku salah paham

I know my love should be celebrated

Aku tahu cintaku seharusnya dirayakan

But you tolerate it

Tapi kamu hanya menoleransinya

[Verse 2]

I greet you with a battle hero’s welcome

Aku menyambutmu seperti menyambut pahlawan perang

I take your indiscretions all in good fun

Aku menerima semua ketidaksetiaan mu dengan lapang dada

I sit and listen

Aku duduk dan mendengarkan

I polish plates until they gleam and glisten

Aku mengkilapkan piring hingga bersinar

You’re so much older and wiser, and I

Kamu jauh lebih tua dan lebih bijaksana, dan aku

[Bridge]

While you were out buildin’ other worlds, where was I?

Saat kamu sibuk membangun dunia lain, di mana aku?

Where’s that man who’d throw blankets over my barbed wire?

Di mana laki-laki yang dulu menyelimuti kawat berduriku?

I made you my temple, my mural, my sky

Aku menjadikanmu kuilku, muralku, langitku

Now I’m beggin’ for footnotes in the story of your life

Kini aku memohon untuk sekadar jadi catatan kaki dalam kisah hidupmu

Drawin’ hearts in the byline

Menggambar hati di kolom nama

Always takin’ up too much space or time

Selalu dianggap mengambil terlalu banyak ruang atau waktu

You assume I’m fine, but what would you do if I (I)

Kamu mengira aku baik-baik saja, tapi apa yang akan kamu lakukan jika aku (aku)

[Chorus akhir]

Break free and leave us in ruins?

Membebaskan diri dan meninggalkan kita dalam reruntuhan?

Took this dagger in me and removed it

Mengambil belati ini dari dadaku dan mencabutnya

Gain the weight of you, then lose it

Menanggung beban darimu, lalu melepasnya

Believe me, I could do it

Percayalah, aku bisa melakukannya

Konteks di Balik Lagu Tolerate It dari Taylor Swift

Taylor Swift terinspirasi menulis lagu ini setelah membaca novel gotik karya Daphne du Maurier berjudul Rebecca yang terbit pada tahun 1938.

Dalam novel tersebut, seorang perempuan muda menikah dengan seorang duda kaya, tetapi terus merasa tersisih karena sang suami masih dibayangi kenangan akan istri pertamanya.

Swift mengaku dalam wawancara dengan Apple Music bahwa ia merasa terhubung dengan tokoh perempuan dalam novel itu karena pernah merasakan hal serupa dalam hidupnya.

Ia menggambarkan situasi dalam lagu seperti dua orang yang duduk bersama saat sarapan tetapi tidak benar-benar hadir satu sama lain karena salah satu pihak sudah tidak peduli.

Lagu ini juga masuk dalam apa yang disebut Swift sebagai trilogi “unhappily ever after” dalam album evermore, bersama dengan “no body, no crime” dan “ivy.”

Banyak penggemar menghubungkan narasi lagu ini dengan kisah Putri Diana dan Pangeran Charles, mengingat referensi perbedaan usia yang signifikan dan ketidaksetiaan yang disebutkan dalam lirik.

Swift juga sedang banyak memikirkan tema perceraian dan hubungan yang hancur saat menulis album evermore dan folklore, karena situasi pribadi yang ia rasakan kala itu.

Lagu ini ditulis selama masa pandemi COVID-19 ketika Swift dan produser Aaron Dessner berkolaborasi secara jarak jauh dengan saling mengirimkan instrumental dan lirik.

Fakta Menarik tentang Lagu Tolerate It

Dessner Hampir Tidak Mengirim Instrumental Ini

Aaron Dessner sempat ragu mengirimkan track piano "tolerate it" ke Taylor Swift karena menggunakan tanda birama 10/8 yang tidak lazim. Ia khawatir lagu itu terlalu eksperimental untuk Swift, namun akhirnya memberanikan diri mengirimkannya.

Dessner Menangis Mendengar Liriknya

Begitu Taylor Swift mengirim balik lagu tersebut dengan lirik yang sudah selesai, Aaron Dessner mengaku langsung menangis mendengarnya untuk pertama kali. Ia menyebut lagu itu sebagai sesuatu yang "menghancurkan hati dengan indah."

Track 5 yang Paling Rentan

Dalam tradisi album Taylor Swift, lagu nomor 5 selalu menjadi yang paling personal dan emosional. "tolerate it" melanjutkan tradisi itu di evermore, mengikuti jejak lagu-lagu seperti "All Too Well" dan "my tears ricochet."

Terinspirasi Novel Berusia 86 Tahun

Sumber inspirasi utama lagu ini adalah novel Rebecca karya Daphne du Maurier yang diterbitkan pada 1938. Meski sudah sangat tua, kisah tentang perempuan yang diabaikan suaminya itu terasa relevan bagi Swift hingga melahirkan lagu yang sangat personal.

Masuk Setlist Eras Tour

Lagu ini tampil secara rutin sebagai penutup sesi evermore dalam Eras Tour dari Maret 2023 hingga Mei 2024. Penampilannya selalu menjadi momen paling hening dan emosional dalam konser tersebut.

Dipuji Kritikus sebagai Puncak Bercerita

Para kritikus musik memuji "tolerate it" sebagai salah satu contoh terbaik kemampuan bercerita Taylor Swift melalui lagu. Lagu ini dianggap sebagai salah satu highlight terkuat dari seluruh album evermore.