Lagu ini berbicara tentang satu hal yang sering kita tunda: pergi ketika semuanya sudah berakhir.
Taylor Swift menulis lagu ini sebagai pengingat bahwa insting kita sering kali lebih jujur dari pikiran kita.
Lagu ini mengangkat berbagai situasi nyata dalam hidup, mulai dari persahabatan yang berkhianat, karier yang tidak dihargai, hubungan pernikahan yang sudah tidak sehat, hingga kerja keras yang tidak pernah dibalas.
Setiap skenario dalam lagu ini terasa seperti tamparan lembut yang bilang: kamu sudah tahu jawabannya, kenapa masih ragu?
Chorus lagu ini, yang menyebut “rasa sakit tubuh yang sudah lama dikenal” dan “retakan kecil yang sama di jiwa,” menggambarkan bagaimana tubuh dan perasaan kita sebenarnya sudah lebih dulu tahu sebelum pikiran mau mengakuinya.
Post-chorus adalah bagian yang paling berani: Taylor dengan tegas menyatakan bahwa menyerah bisa menjadi hal yang kuat, pergi bisa menjadi tindakan yang berani.
Verse ketiga terasa paling personal, di mana Taylor tampaknya menceritakan pengalamannya sendiri setelah 15 tahun berjuang dengan label rekaman yang akhirnya tidak pernah menghargai karya dan usahanya.
Kalimat “he’s got my past frozen behind glass, but I’ve got me” adalah pernyataan kebebasan yang luar biasa kuat.
Lagu ini bukan tentang menyerah karena kalah, tapi tentang menemukan keberanian untuk memilih diri sendiri.
Taylor menutup lagu ini dengan satu pesan sederhana: kamu sudah tahu, dan sekarang saatnya pergi.
Terjemahan Lirik Lagu it’s time to go dari Taylor Swift
[Verse 1]
When the dinner is cold and the chatter gets old
Ketika makan malam sudah dingin dan obrolan sudah membosankan
You ask for the tab
Kamu meminta bon tagihan
Or that moment again, he’s insisting that friends
Atau momen itu lagi, dia bersikeras bahwa teman-teman
Look at each other like that
Saling menatap seperti itu
When the words of a sister come back in whispers
Ketika kata-kata seorang saudara perempuan kembali dalam bisikan
That prove she was not
Yang membuktikan bahwa dia tidak
In fact what she seemed, not a twin from your dreams
Sebenarnya seperti yang terlihat, bukan kembar dari mimpimu
She’s a crook who was caught
Dia adalah penipu yang tertangkap
[Chorus]
That old familiar body ache
Rasa sakit tubuh yang sudah lama dikenal itu
The snaps from the same little breaks in your soul
Bunyi retakan dari luka kecil yang sama di jiwamu
You know when it’s time to go
Kamu tahu kapan saatnya pergi
[Verse 2]
Twenty years at your job, then the son of the boss
Dua puluh tahun bekerja di tempatmu, lalu anak sang bos
Gets the spot that was yours
Mendapatkan posisi yang seharusnya milikmu
Or trying to stay for the kids, when keeping it how it is
Atau mencoba bertahan demi anak-anak, ketika mempertahankan keadaan seperti ini
Will only break their hearts worse
Hanya akan menyakiti hati mereka lebih dalam
[Post-Chorus]
Sometimes, givin’ up is the strong thing
Terkadang, menyerah adalah hal yang kuat
Sometimes, to run is the brave thing
Terkadang, berlari adalah hal yang berani
Sometimes, walkin’ out is the one thing
Terkadang, pergi adalah satu-satunya hal
That will find you the right thing
Yang akan membawamu menemukan hal yang tepat
[Verse 3]
Fifteen years, fifteen million tears
Lima belas tahun, lima belas juta air mata
Begging ’til my knees bled
Memohon sampai lututku berdarah
I gave it my all, he gave me nothin’ at all
Aku memberikan segalanya, dia tidak memberikan apa-apa sama sekali
Then wondered why I left
Lalu heran kenapa aku pergi
Now he sits on his throne in his palace of bones
Sekarang dia duduk di singgasananya di istana tulang-belulang
Praying to his greed
Berdoa kepada ketamakannya sendiri
He’s got my past frozen behind glass
Dia menyimpan masa laluku yang membeku di balik kaca
But I’ve got me
Tapi aku punya diriku sendiri
[Outro]
That will find you the right thing
Yang akan membawamu menemukan hal yang tepat
And you know in your soul
Dan kamu tahu dalam jiwamu
When it’s time to go
Kapan saatnya pergi
So then you go and then you go
Jadi kemudian kamu pergi dan kamu pergi
You just go
Kamu hanya pergi
Konteks di Balik Lagu it’s time to go dari Taylor Swift
Lagu ini dirilis sebagai bonus track pada edisi deluxe album Evermore, yang mulai tersedia untuk streaming pada 7 Januari 2021.
Taylor Swift sendiri menjelaskan di Instagram bahwa lagu ini adalah tentang mendengarkan insting ketika ia memberi tahu kamu untuk pergi.
Banyak penggemar meyakini bahwa verse pertama merujuk pada persahabatan Taylor dengan model terkenal yang pernah menjadi sahabat dekatnya selama bertahun-tahun, sebelum keduanya menjauh sejak 2018.
Kedekatan sahabat lamanya itu dengan sosok yang menjadi musuh besar Taylor dalam perebutan hak master rekaman dianggap sebagai salah satu pemicu keretakan hubungan mereka.
Verse ketiga yang paling banyak dibicarakan diyakini merujuk pada hubungan Taylor dengan mantan bos label rekamannya, tempat ia berkarier selama sekitar 15 tahun sejak usia remaja.
Setelah Taylor meninggalkan label tersebut, sang bos menjual seluruh hak master enam album pertama Taylor kepada pihak lain tanpa memberikan Taylor kesempatan untuk membelinya sendiri.
Lagu ini diproduksi oleh Aaron Dessner, anggota band indie rock The National, yang menjadi kolaborator utama Taylor dalam album Folklore dan Evermore.
Kedua album tersebut lahir selama masa pandemi COVID-19, saat Taylor dan Dessner berkolaborasi secara jarak jauh dengan cara saling mengirimkan instrumen dan lirik.