Lagu “ivy” dari Taylor Swift bercerita tentang seorang perempuan yang terjebak dalam pernikahan yang tidak membuatnya bahagia, lalu jatuh cinta pada orang lain secara diam-diam.
Cinta itu digambarkan seperti tanaman ivy yang merambat tanpa bisa dihentikan, menyelimuti seluruh hidupnya tanpa permisi.
Sang tokoh tahu bahwa perasaan ini salah, tapi ia tidak mampu menghentikannya.
Kisah ini bukan tentang pembenaran atas perselingkuhan, melainkan tentang bagaimana perasaan bisa tumbuh di tempat yang paling tidak terduga.
Sang perempuan menggambarkan kekasih rahasianya sebagai seseorang yang mampu meredakan rasa sakitnya, sesuatu yang tidak bisa dilakukan oleh suaminya.
Namun di balik keindahan itu, tersimpan bahaya yang nyata: jika suaminya tahu, segalanya bisa hancur.
Lagu ini memperlihatkan konflik batin seseorang yang memilih untuk tetap di tengah api, bukan karena tidak takut, tapi karena cintanya sudah terlalu dalam untuk dipadamkan.
Keindahan dan kehancuran berjalan beriringan sepanjang lagu ini, membuat pendengar ikut merasakan ketegangan yang tak terselesaikan.
Taylor Swift sengaja tidak memberikan akhir yang jelas, membiarkan pendengar memutuskan sendiri bagaimana kisah ini berakhir.
Terjemahan Lirik Lagu ivy dari Taylor Swift
[Verse 1]
How’s one to know?
Bagaimana seseorang bisa tahu?
I’d meet you where the spirit meets the bones
Aku akan menemuimu di tempat jiwa bertemu tulang
In a faith-forgotten land
Di tanah yang telah melupakan kepercayaan
In from the snow
Masuk dari salju
Your touch brought forth an incandescent glow
Sentuhanmu membawa cahaya yang bersinar terang
Tarnished but so grand
Ternoda namun begitu agung
[Pre-Chorus]
And the old widow goes to the stone every day
Dan janda tua itu pergi ke batu setiap hari
But I don’t, I just sit here and wait
Tapi aku tidak, aku hanya duduk di sini dan menunggu
Grieving for the living
Berduka untuk yang masih hidup
[Chorus]
Oh, goddamn
Oh, sial
My pain fits in the palm of your freezing hand
Rasa sakitku muat di telapak tanganmu yang membeku
Taking mine, but it’s been promised to another
Mengambil milikku, tapi itu telah dijanjikan kepada orang lain
Oh, I can’t
Oh, aku tidak bisa
Stop you putting roots in my dreamland
Menghentikanmu menanamkan akar di dunia impianku
My house of stone, your ivy grows
Rumah batuku, ivy-mu tumbuh
And now I’m covered in you
Dan kini aku terselimuti olehmu
[Verse 2]
I wish to know
Aku ingin tahu
The fatal flaw that makes you long to be
Cacat fatal yang membuatmu rindu untuk menjadi
Magnificently cursed
Dikutuk dengan megah
He’s in the room
Dia ada di ruangan
Your opal eyes are all I wish to see
Mata opalmu adalah satu-satunya yang ingin kulihat
He wants what’s only yours
Dia menginginkan apa yang hanya milikmu
[Verse 3]
Clover blooms in the fields
Semanggi mekar di padang
Spring breaks loose, the time is near
Musim semi tiba, waktunya sudah dekat
What would he do if he found us out?
Apa yang akan dia lakukan jika ia menemukan kita?
Crescent moon, coast is clear
Bulan sabit, pantai terlihat bersih
Spring breaks loose, but so does fear
Musim semi tiba, begitu pula ketakutan
He’s gonna burn this house to the ground
Dia akan membakar rumah ini sampai rata tanah
How’s one to know?
Bagaimana seseorang bisa tahu?
I’d live and die for moments that we stole
Aku akan hidup dan mati untuk momen-momen yang kita curi
On begged and borrowed time
Dalam waktu yang dipinjam dan dimohon
So tell me to run
Jadi katakan padaku untuk berlari
Or dare to sit and watch what we’ll become
Atau beranilah duduk dan menonton apa yang akan kita jadikan
And drink my husband’s wine
Dan minum anggur suamiku
[Bridge]
So yeah, it’s a fire
Jadi ya, ini adalah api
It’s a goddamn blaze in the dark
Ini adalah nyala api sialan di kegelapan
And you started it
Dan kamu yang memulainya
You started it
Kamu yang memulainya
So yeah, it’s a war
Jadi ya, ini adalah perang
It’s the goddamn fight of my life
Ini adalah pertarungan terbesar dalam hidupku
And you started it
Dan kamu yang memulainya
You started it
Kamu yang memulainya
Konteks di Balik Lagu ivy dari Taylor Swift
“ivy” adalah bagian dari album kesembilan Taylor Swift, Evermore, yang dirilis secara mengejutkan pada Desember 2020 sebagai album saudara dari Folklore.
Taylor Swift secara terbuka menyebut “ivy” sebagai bagian dari antologi “unhappily ever after” bersama dua lagu lainnya, yaitu “tolerate it” dan “no body, no crime”, yang semuanya mengisahkan pernikahan yang bermasalah.
Lagu ini ditulis dengan gaya yang Taylor sebut “quill lyrics”, yaitu gaya penulisan yang terasa seperti berasal dari era Victoria, seperti ditulis dengan pena bulu angsa.
Kolaborasinya dengan Aaron Dessner dari band The National dan Jack Antonoff menghasilkan suara yang hangat sekaligus penuh ketegangan.
Dessner sengaja menambahkan suara lonceng kecil dan instrumen berdentang sebagai gambaran konsekuensi yang mendekat dari sebuah rahasia.
Taylor Swift membuat seluruh album Evermore secara spontan setelah sesi perekaman dokumenter Folklore di studio Long Pond milik Dessner, sebuah proses kreatif yang Dessner gambarkan seperti longsoran salju yang tidak bisa dihentikan.
Lagu ini mendapat perhatian khusus saat digunakan dalam serial Apple TV+ “Dickinson”, sebuah serial tentang kehidupan penyair legendaris Emily Dickinson, dan diputar di bagian penutup sebuah adegan yang menggambarkan hubungan rahasia antara Emily dan Susan Gilbert.