Lagu “marjorie” adalah surat cinta Taylor Swift untuk neneknya yang telah meninggal dunia, Marjorie Finlay.
Marjorie Finlay adalah seorang penyanyi opera yang meninggal pada tahun 2003, saat Taylor masih berusia 13 tahun.
Taylor menulis lagu ini sebagai cara untuk mengabadikan kenangan tentang neneknya dan segala pelajaran hidup yang pernah ia ajarkan.
Bait pertama langsung menyajikan dua nasihat yang saling berpasangan: jadilah baik tanpa kehilangan kecerdasan, dan jadilah cerdas tanpa kehilangan kebaikan.
Nasihat itu terasa begitu hidup di kepala Taylor sampai ia hampir tidak percaya bahwa orang yang mengajarkannya sudah tidak ada lagi.
Chorus “What died didn’t stay dead” bukan tentang hal mistis, ini tentang bagaimana seseorang yang kita cintai tetap hidup di dalam pikiran dan ingatan kita setelah mereka pergi.
Bagian bridge adalah bagian paling menyentuh dalam lagu ini, di mana Taylor menyesali semua pertanyaan yang tidak sempat ia tanyakan kepada neneknya.
Taylor bahkan menyebut struk belanjaan sebagai sesuatu yang berharga karena setiap benda kecil milik neneknya kini terasa seperti harta yang tak ternilai.
Ada rasa bersalah yang dalam dalam lagu ini karena Taylor merasa belum cukup mengenal neneknya sebelum ia pergi.
Namun di akhir lagu, Taylor berdamai dengan kenyataan itu dan memilih untuk percaya bahwa neneknya tetap ada bersamanya, dalam suaranya, dalam musiknya, dan dalam setiap langkah kariernya.
Terjemahan Lirik Lagu Marjorie dari Taylor Swift
[Verse 1]
Never be so kind
Jangan pernah menjadi begitu baik
You forget to be clever
Sampai kamu lupa untuk menjadi cerdas
Never be so clever
Jangan pernah menjadi begitu cerdas
You forget to be kind
Sampai kamu lupa untuk menjadi baik
[Pre-Chorus]
And if I didn’t know better
Dan jika aku tidak tahu lebih baik
I’d think you were talking to me now
Aku akan mengira kamu sedang berbicara kepadaku sekarang
If I didn’t know better
Jika aku tidak tahu lebih baik
I’d think you were still around
Aku akan mengira kamu masih ada di sini
[Chorus]
What died didn’t stay dead
Yang telah mati tidak benar-benar mati
What died didn’t stay dead
Yang telah mati tidak benar-benar mati
You’re alive, you’re alive in my head
Kamu hidup, kamu hidup di dalam kepalaku
What died didn’t stay dead
Yang telah mati tidak benar-benar mati
What died didn’t stay dead
Yang telah mati tidak benar-benar mati
You’re alive, so alive
Kamu hidup, begitu hidup
[Verse 2]
Never be so polite
Jangan pernah menjadi begitu sopan
You forget your power
Sampai kamu lupa kekuatanmu sendiri
Never wield such power
Jangan pernah menggunakan kekuatan sebesar itu
You forget to be polite
Sampai kamu lupa untuk tetap sopan
[Pre-Chorus]
And if I didn’t know better
Dan jika aku tidak tahu lebih baik
I’d think you were listening to me now
Aku akan mengira kamu sedang mendengarkanku sekarang
If I didn’t know better
Jika aku tidak tahu lebih baik
I’d think you were still around
Aku akan mengira kamu masih ada di sini
[Chorus]
What died didn’t stay dead
Yang telah mati tidak benar-benar mati
What died didn’t stay dead
Yang telah mati tidak benar-benar mati
You’re alive, you’re alive in my head
Kamu hidup, kamu hidup di dalam kepalaku
What died didn’t stay dead
Yang telah mati tidak benar-benar mati
What died didn’t stay dead
Yang telah mati tidak benar-benar mati
You’re alive, so alive
Kamu hidup, begitu hidup
[Bridge]
The autumn chill that wakes me up
Hawa dingin musim gugur yang membangunkanku
You loved the amber skies so much
Kamu sangat menyukai langit berwarna ambar itu
Long limbs and frozen swims
Tubuh tinggi dan renang di air dingin
You’d always go past where our feet could touch
Kamu selalu berenang lebih jauh dari jangkauan kakiku
And I complained the whole way there
Dan aku mengeluh sepanjang perjalanan ke sana
The car ride back and up the stairs
Perjalanan pulang dengan mobil dan naik tangga
I should’ve asked you questions
Seharusnya aku bertanya lebih banyak kepadamu
I should’ve asked you how to be
Seharusnya aku bertanya bagaimana caramu menjalani hidup
Asked you to write it down for me
Memintamu untuk menuliskannya untukku
Should’ve kept every grocery store receipt
Seharusnya aku menyimpan setiap struk belanjaan
‘Cause every scrap of you would be taken from me
Karena setiap potongan kecil darimu akan diambil dariku
Watched as you signed your name Marjorie
Aku menyaksikanmu menandatangani namamu, Marjorie
All your closets of backlogged dreams
Semua lemarimu yang penuh dengan mimpi yang tertunda
And how you left them all to me
Dan bagaimana kamu meninggalkan semuanya untukku
[Chorus]
What died didn’t stay dead
Yang telah mati tidak benar-benar mati
What died didn’t stay dead
Yang telah mati tidak benar-benar mati
You’re alive, you’re alive in my head
Kamu hidup, kamu hidup di dalam kepalaku
What died didn’t stay dead
Yang telah mati tidak benar-benar mati
What died didn’t stay dead
Yang telah mati tidak benar-benar mati
You’re alive, so alive
Kamu hidup, begitu hidup
[Outro]
And if I didn’t know better
Dan jika aku tidak tahu lebih baik
I’d think you were singing to me now
Aku akan mengira kamu sedang menyanyikan lagu ini untukku sekarang
If I didn’t know better
Jika aku tidak tahu lebih baik
I’d think you were still around
Aku akan mengira kamu masih ada di sini
I know better
Aku tahu lebih baik
But I still feel you all around
Tapi aku masih merasakanmu di mana-mana
I know better
Aku tahu lebih baik
But you’re still around
Tapi kamu masih ada di sini
Konteks di Balik Lagu Marjorie dari Taylor Swift
Lagu ini lahir pada akhir 2020 saat Taylor Swift dan Aaron Dessner masih berada di Long Pond Studio setelah selesai merekam album Folklore.
Mereka tidak berencana membuat album baru, tetapi inspirasi terus datang dan akhirnya menghasilkan album Evermore yang dirilis secara mendadak pada 11 Desember 2020.
Taylor telah lama ingin menulis sesuatu untuk neneknya, Marjorie Finlay, seorang penyanyi opera coloratura soprano yang meninggal pada 1 Juni 2003.
Marjorie Finlay lahir pada 5 Oktober 1928 di Memphis, Tennessee, dan memiliki karier musik yang cukup aktif, termasuk tampil di Puerto Rico dan tur ke Amerika Selatan.
Ibunda Taylor, Andrea Swift, menemukan piringan hitam lama berisi rekaman suara Marjorie bernyanyi opera, lalu mengirimkannya kepada Aaron Dessner.
Dessner kemudian memasukkan rekaman suara asli Marjorie ke dalam lagu, sehingga neneknya itu secara resmi tercantum sebagai pengisi vokal latar dalam kredit lagu.
Taylor menyebut momen di akhir lagu itu sebagai sesuatu yang selalu membuatnya hancur setiap kali mendengarkannya karena neneknya benar-benar bernyanyi bersamanya dalam lagu tersebut.
Lagu ini juga menjadi adik dari “Epiphany” di album Folklore, yang Taylor tulis tentang kakek dari pihak ayahnya yang merupakan veteran Perang Dunia II, dan keduanya ditempatkan di track ke-13 di album masing-masing.