Lagu ini bercerita tentang pilihan berat yang harus diambil antara cinta dan ambisi.
Taylor Swift menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang memilih karier dan ketenaran, bahkan ketika itu berarti harus meninggalkan orang yang mencintainya.
Kontras antara “sunshine” dan “midnight rain” adalah inti dari lagu ini karena keduanya mewakili dua kepribadian yang berlawanan dalam satu hubungan.
Mantan kekasihnya digambarkan sebagai sosok yang hangat, stabil, dan sederhana, sementara Taylor merasa dirinya adalah sesuatu yang lebih gelap, lebih keras, dan terus berubah.
Apakah salah memilih mimpi di atas cinta? Lagu ini tidak memberikan jawaban, hanya perasaan bersalah yang tersisa di tengah malam.
Di bagian outro, ada pengakuan yang paling jujur: ia tidak pernah memikirkan mantan kekasihnya, kecuali di malam malam seperti ini.
Lagu ini bukan tentang patah hati biasa karena inilah tentang harga yang harus dibayar ketika seseorang benar benar memilih dirinya sendiri.
Terjemahan Lirik Lagu Midnight Rain dari Taylor Swift
[Intro]
Rain
Hujan
He wanted it comfortable, I wanted that pain
Dia menginginkan kenyamanan, aku menginginkan rasa sakit itu
He wanted a bride, I was making my own name
Dia menginginkan seorang pengantin, aku sedang membangun namaku sendiri
Chasing that fame, he stayed the same
Mengejar ketenaran itu, dia tetap sama
All of me changed like midnight
Seluruh diriku berubah seperti tengah malam
[Verse 1]
My town was a wasteland
Kotaku adalah padang gersang
Full of cages, full of fences
Penuh sangkar, penuh pagar
Pageant queens and big pretenders
Ratu ratu kontes dan para pura pura besar
But for some, it was paradise
Tapi bagi sebagian orang, itu adalah surga
My boy was a montage
Lelakiku adalah sebuah montase
A slow-motion, love potion
Gerak lambat, ramuan cinta
Jumping off things in the ocean
Melompat dari berbagai hal di lautan
I broke his heart ’cause he was nice
Aku mematahkan hatinya karena dia terlalu baik
He was sunshine, I was midnight rain
Dia adalah sinar matahari, aku adalah hujan tengah malam
[Chorus]
He wanted it comfortable, I wanted that pain
Dia menginginkan kenyamanan, aku menginginkan rasa sakit itu
He wanted a bride, I was making my own name
Dia menginginkan seorang pengantin, aku sedang membangun namaku sendiri
Chasing that fame, he stayed the same
Mengejar ketenaran itu, dia tetap sama
All of me changed like midnight
Seluruh diriku berubah seperti tengah malam
[Verse 2]
It came like a postcard
Itu datang seperti kartu pos
Picture perfect shiny family
Keluarga sempurna yang bersinar
Holiday peppermint candy
Permen peppermint hari libur
But for him, it’s every day
Tapi baginya, itu adalah setiap hari
So I peered through a window
Jadi aku mengintip melalui sebuah jendela
A deep portal, time travel
Portal yang dalam, perjalanan waktu
All the love we unravel
Semua cinta yang kita urai
And the life I gave away
Dan kehidupan yang aku lepaskan
‘Cause he was sunshine, I was midnight rain
Karena dia adalah sinar matahari, aku adalah hujan tengah malam
[Chorus]
He wanted it comfortable, I wanted that pain
Dia menginginkan kenyamanan, aku menginginkan rasa sakit itu
He wanted a bride, I was making my own name
Dia menginginkan seorang pengantin, aku sedang membangun namaku sendiri
Chasing that fame, he stayed the same
Mengejar ketenaran itu, dia tetap sama
All of me changed like midnight rain
Seluruh diriku berubah seperti hujan tengah malam
He wanted it comfortable, I wanted that pain
Dia menginginkan kenyamanan, aku menginginkan rasa sakit itu
He wanted a bride, I was making my own name
Dia menginginkan seorang pengantin, aku sedang membangun namaku sendiri
Chasing that fame, he stayed the same
Mengejar ketenaran itu, dia tetap sama
All of me changed like midnight
Seluruh diriku berubah seperti tengah malam
[Outro]
I guess sometimes we all get
Kurasa terkadang kita semua mendapatkan
Just what we wanted, just what we wanted
Tepat apa yang kita inginkan, tepat apa yang kita inginkan
And he never thinks of me
Dan dia tidak pernah memikirkanku
Except for when I’m on TV
Kecuali ketika aku ada di TV
I guess sometimes we all get
Kurasa terkadang kita semua mendapatkan
Some kind of haunted, some kind of haunted
Semacam rasa terhantui, semacam rasa terhantui
And I never think of him
Dan aku tidak pernah memikirkannya
Except on midnights like this
Kecuali di tengah malam seperti ini
(Midnights like this, midnights like this)
(Tengah malam seperti ini, tengah malam seperti ini)
Konteks di Balik Lagu Midnight Rain dari Taylor Swift
Taylor Swift menciptakan album Midnights sebagai kumpulan renungan dari 13 malam tanpa tidur sepanjang hidupnya.
Album ini ia produksi bersama Jack Antonoff dan dirilis pada 21 Oktober 2022 melalui Republic Records.
Setiap lagu dalam album ini merekam emosi yang muncul di malam hari, mulai dari penyesalan, nostalgia, hingga kebencian pada diri sendiri.
“Midnight Rain” adalah trek keenam dalam album tersebut dan dianggap banyak kritikus sebagai pusat emosional dari keseluruhan album. Taylor belum pernah secara resmi mengungkap siapa sosok “he” dalam lagu ini.
Namun karena Midnights adalah album konseptual tentang malam malam di berbagai fase hidupnya, lagu ini kemungkinan besar terinspirasi dari salah satu hubungan di masa sebelum ia menjadi bintang besar seperti sekarang.
Dalam prolog album Midnights, Taylor menulis tentang bayangan seorang pria yang kini sudah menjadi kepala keluarga, dan pertanyaan tentang apa yang dipikirkan orang orang tentang dirinya di tengah malam.
Tema meninggalkan kekasih dari kampung halaman demi mengejar karier juga muncul dalam beberapa lagu di album Evermore (2020) seperti “dorothea” dan “’tis the damn season”, yang menunjukkan bahwa narasi ini sudah lama hidup dalam benak Taylor.