Lagu ini bercerita tentang dua mantan kekasih yang sama-sama merindukan satu sama lain tapi tidak ada yang berani melangkah lebih dulu.
Taylor menggambarkan momen pukul 2 pagi sebagai waktu ketika pikiran paling jujur muncul tanpa bisa dibendung.
Mantan kekasihnya digambarkan sedang berkendara melewati rumahnya di tengah malam, seolah ada sesuatu yang menariknya kembali ke sana.
Sementara si mantan melewati jalan itu tanpa berhenti, Taylor justru sedang duduk di kamarnya dan berharap ia mau berbalik arah.
Keduanya berada di situasi yang sama tapi tidak ada yang tahu perasaan masing-masing.
Taylor menyesali keputusannya menutup telepon duluan, sebuah detail kecil yang menunjukkan betapa satu tindakan impulsif bisa meninggalkan luka panjang.
Frase “crooked love in a straight line down” menggambarkan hubungan yang tidak pernah benar-benar berjalan mulus sejak awal.
Hubungan ini digambarkan seperti sesuatu yang membuat seseorang ingin lari, tapi sekaligus selalu berhasil menarik mereka kembali.
Taylor juga mengakui bahwa kemarahannya sudah habis dan yang tersisa hanya rasa rindu.
Lagu ini bukan sekadar lagu putus cinta biasa karena di sini Taylor jujur bahwa ia pun mau kembali jika saja pihak lain mau memulai.
Terjemahan Lirik Lagu I Wish You Would dari Taylor Swift
[Verse 1]
It’s 2 AM in your car
Ini pukul 2 pagi di mobilmu
Windows down, you pass my street, the memories start
Kaca terbuka, kamu melewati jalanku, kenangan pun mulai muncul
You say, “It’s in the past,” you drive straight ahead
Kamu bilang, “Itu sudah berlalu,” kamu terus mengemudi lurus ke depan
You’re thinkin’ that I hate you now
Kamu mengira aku membencimu sekarang
‘Cause you still don’t know what I never said
Karena kamu masih tidak tahu apa yang tidak pernah aku katakan
[Chorus]
I wish you would come back
Aku berharap kamu mau kembali
Wish I never hung up the phone like I did, I
Berharap aku tidak pernah menutup telepon seperti yang aku lakukan
Wish you knew that
Berharap kamu tahu bahwa
I’ll never forget you as long as I live and I
Aku tidak akan pernah melupakanmu selama aku hidup
Wish you were right here, right now, it’s all good
Berharap kamu ada di sini, sekarang, semuanya baik-baik saja
I wish you would
Aku berharap kamu mau
[Verse 2]
It’s 2 AM in my room
Ini pukul 2 pagi di kamarku
Headlights pass the window pane, I think of you
Lampu depan mobil melewati jendela, aku memikirkanmu
We’re a crooked love in a straight line down
Kita adalah cinta yang bengkok dalam garis lurus ke bawah
Makes you want to run and hide
Membuatmu ingin lari dan bersembunyi
Then it makes you turn right back around
Tapi kemudian membuatmu berbalik arah lagi
[Chorus]
I wish you would come back
Aku berharap kamu mau kembali
Wish I never hung up the phone like I did, I
Berharap aku tidak pernah menutup telepon seperti yang aku lakukan
Wish you knew that
Berharap kamu tahu bahwa
I’ll never forget you as long as I live and I
Aku tidak akan pernah melupakanmu selama aku hidup
Wish you were right here, right now, it’s all good
Berharap kamu ada di sini, sekarang, semuanya baik-baik saja
I wish you would
Aku berharap kamu mau
I wish we could go back
Aku berharap kita bisa kembali
And remember what we were fightin’ for and I
Dan mengingat apa yang sedang kita perjuangkan
Wish you knew that
Berharap kamu tahu bahwa
I miss you too much to be mad anymore and I
Aku terlalu merindukanmu untuk tetap marah
Wish you were right here, right now, it’s all good
Berharap kamu ada di sini, sekarang, semuanya baik-baik saja
I wish you would
Aku berharap kamu mau
[Post-Chorus]
I, I-I-I, I, I, I wish, I wish, I
Aku, aku berharap, aku berharap
[Bridge]
You always knew how to push my buttons
Kamu selalu tahu cara memancing reaksiku
You give me everything and nothin’
Kamu memberiku segalanya dan tidak ada apa-apa
This mad, mad love makes you come runnin’
Cinta yang gila ini membuatmu datang berlari
To stand back where you stood
Untuk kembali berdiri di tempat yang dulu kamu pijak
I wish you would, I wish you would
Aku berharap kamu mau, aku berharap kamu mau
[Verse 3]
2 AM, here we are
Pukul 2 pagi, inilah kita
See your face, hear my voice in the dark
Melihat wajahmu, mendengar suaraku dalam kegelapan
We’re a crooked love in a straight line down
Kita adalah cinta yang bengkok dalam garis lurus ke bawah
Makes you wanna run and hide
Membuatmu ingin lari dan bersembunyi
But it made us turn right back around
Tapi itu membuat kita berbalik arah lagi
Konteks di Balik Lagu I Wish You Would dari Taylor Swift
Lagu ini lahir dari pertemuan tidak terduga antara Taylor Swift dan produser Jack Antonoff yang saat itu sedang membangun persahabatan.
Momen yang mempertemukan keduanya dalam proses kreatif adalah saat mereka sama-sama mengagumi suara snare drum dari lagu milik Fine Young Cannibals berjudul “She Drives Me Crazy”.
Antonoff saat itu sudah lebih dulu menyimpan sampel snare tersebut di ponselnya dan langsung memutarnya untuk Taylor, yang kemudian meminta rekaman itu dikirimkan kepadanya.
Trek itulah yang akhirnya menjadi fondasi dari lagu “I Wish You Would”.
Taylor menulis lagu ini setelah hubungannya dengan mantan kekasih yang kemudian terungkap membeli rumah hanya dua blok dari kediamannya berakhir.
Dalam sebuah wawancara dengan Rolling Stone pada 2014, Taylor menyinggung bahwa mantan yang dimaksud dalam lagu ini secara tersirat adalah Harry Styles.
Menurut cerita yang Taylor bagikan di acara mendengarkan album 1989 secara eksklusif, mantan kekasihnya sering tidak sengaja memasuki jalannya setiap kali pulang ke rumah karena lokasinya yang berdekatan.
Ia dikabarkan selalu ingin berhenti dan menemui Taylor, tapi tidak pernah benar-benar melakukannya.
Sementara itu, Taylor duduk di kamarnya dan berharap orang itu mau memberanikan diri untuk datang.
Taylor menggambarkan situasi ini seperti adegan film klasik di mana dua orang menginginkan hal yang sama tapi tidak ada yang mau mengatakannya lebih dulu.