Makna Lagu Oceans & Engines - NIKI

Artis

NIKI

Album

Nicole

Tahun

2022

Genre

Folk-pop, Indie Pop, Ballad

Negara

Indonesia

Opini Redaksi

Lagu ini bercerita tentang rasa sakit melepaskan cinta pertama yang pergi jauh karena jarak.

NIKI membuka lagu dengan gambaran momen terakhir bersama sang kekasih sebelum mereka berpisah.

Pelukan, air mata, dan janji manis terasa begitu nyata di bait pertama, tapi semuanya tidak cukup untuk menahan kepergian itu.

Di verse kedua, NIKI mulai mempertanyakan bagaimana seseorang yang begitu dekat bisa berubah menjadi orang asing.

Ada rasa frustrasi yang disimpan rapat karena ia harus berpura-pura baik-baik saja padahal hatinya sedang hancur.

Judul lagu ini sendiri menggambarkan dua hal yang memisahkan mereka secara harfiah: samudra sebagai jarak fisik, dan mesin pesawat sebagai alat kepergian.

Chorus adalah momen NIKI akhirnya menerima kenyataan, bukan berarti ia berhenti mencintai, tapi ia memilih untuk melanjutkan hidup.

Di bridge, ia merefleksikan kenangan dua tahun lalu saat pertama kali jatuh cinta, dan bertanya apa yang harus dilakukan ketika fondasi hidupnya runtuh.

Jawaban dari semua pertanyaan itu ia tuangkan ke dalam lautan dan ia memilih untuk menyalakan mesinnya sendiri, memulai perjalanan baru.

Lagu ini adalah perpisahan terakhir yang dibuatnya dengan penuh cinta, sebuah penutup yang menyakitkan tapi penuh keberanian.

Terjemahan Lirik Lagu Oceans & Engines dari NIKI

[Verse 1]

Saturday sunset, we’re lyin’ on my bed

Matahari terbenam di hari Sabtu, kami berbaring di tempat tidurku

With five hours to go

Dengan lima jam tersisa

Fingers entwined and so were our minds

Jari-jari kami saling menggenggam begitu pula pikiran kami

Cryin’, “I don’t want you to go”

Menangis, “Aku tidak mau kamu pergi”

You wiped away tears, but not fears

Kamu menghapus air mataku, tapi bukan rasa takutku

Under the still and clear indigo

Di bawah langit indigo yang tenang dan jernih

You said “Baby, don’t cry, we’ll be fine

Kamu berkata, “Sayang, jangan menangis, kita akan baik-baik saja”

You’re the one thing I swear I can’t outgrow”

Kamu satu-satunya hal yang aku yakin tidak akan pernah bisa kutinggalkan”

[Verse 2]

My mother said the younger me was a pretending prodigy

Ibuku bilang aku sewaktu kecil adalah seorang prodigy yang berpura-pura

Well, nothin’, then, much has changed

Yah, tidak banyak yang berubah dari situ

‘Cause while you’re wolfin’ down liquor

Karena sementara kamu melahap minuman keras

My soul, it gets sicker

Jiwaku semakin sakit

But I’m stickin’ to the screenplay

Tapi aku tetap berpegang pada skenario ini

Gotta say I’m okay, but answer this, babe

Harus bilang aku baik-baik saja, tapi jawab ini, sayang

How is it now that, somehow, you’re a stranger?

Bagaimana bisa sekarang, entah bagaimana, kamu menjadi orang asing?

You were mine just yesterday

Kamu masih milikku kemarin

I pray the block in my airway dissipates

Aku berdoa agar sumbatan di saluran napasku menghilang

And instead deters your airplane’s way

Dan justru menghalangi arah pesawatmu

[Pre-Chorus]

But heaven denied

Tapi surga menolak

Destiny decried

Takdir pun membantah

Somethin’ beautiful died

Sesuatu yang indah telah mati

Too soon

Terlalu cepat

[Chorus]

But I’m lettin’ go

Tapi aku melepaskannya

I’m givin’ up the ghost

Aku menyerah pada bayanganmu

But don’t get me wrong

Tapi jangan salah paham

I’ll always love you, that’s why I

Aku akan selalu mencintaimu, itulah mengapa aku

Wrote you this very last song

Menulis lagu terakhir ini untukmu

I guess this is where we say goodbye

Kurasa inilah saatnya kita mengucapkan selamat tinggal

I know I’ll be alright

Aku tahu aku akan baik-baik saja

Someday, I’ll be fine

Suatu hari nanti, aku akan baik-baik saja

But just not tonight (Ooh)

Tapi tidak malam ini (Ooh)

[Verse 3]

Plungin’ into all kinds of diversions

Menerjunkan diri ke segala macam pengalih perhatian

Like blush wine and sonorous soirées

Seperti anggur merah muda dan pesta malam yang riuh

But even with gin and surgin’ adrenaline

Tapi bahkan dengan gin dan adrenalin yang membuncah

I see you’re all that can intoxicate

Aku melihat hanya kamulah yang bisa membuatku mabuk

Oceans and engines, you’re skilled at infringin’

Samudra dan mesin, kalian sangat mahir merusak

On great love affairs

Kisah-kisah cinta yang indah

‘Cause now my heart’s home, all I’ve known is long gone

Karena kini rumah hatiku, semua yang kukenal sudah lama pergi

And ten thousand miles away

Dan sepuluh ribu mil jauhnya

[Pre-Chorus]

And I’m not okay

Dan aku tidak baik-baik saja

[Chorus]

But I’m lettin’ go

Tapi aku melepaskannya

I’m givin’ up the ghost

Aku menyerah pada bayanganmu

But don’t get me wrong

Tapi jangan salah paham

I’ll always love you, that’s why I

Aku akan selalu mencintaimu, itulah mengapa aku

Wrote you this very last song

Menulis lagu terakhir ini untukmu

I guess this is where we say goodbye

Kurasa inilah saatnya kita mengucapkan selamat tinggal

I know I’ll be alright

Aku tahu aku akan baik-baik saja

But just not

Tapi tidak

[Bridge]

Tonight was the first time I stared into

Malam ini adalah pertama kalinya aku menatap

Seas of beguilin’ sepia two years ago

Lautan sepia yang memesona itu dua tahun lalu

And the first time I

Dan pertama kalinya aku

Learned real world superpowers lived in three words

Menyadari bahwa kekuatan nyata di dunia ini ada dalam tiga kata

They revitalized my frayin’ bones, oh

Mereka menghidupkan kembali tulangku yang rapuh, oh

Now what do you do when your

Kini apa yang kamu lakukan ketika

Pillar crumbled down, you’ve lost all solid ground

Pilarmu runtuh, kamu kehilangan semua pijakan

Both dreams and demons drowned and this void’s all you’ve found

Mimpi dan setan sama-sama tenggelam dan kekosongan ini satu-satunya yang kamu temukan

And doubts light it aglow?

Dan keraguan meneranginya dengan cahaya?

I have so many questions

Aku punya begitu banyak pertanyaan

But I’m pourin’ them into the ocean and I’m startin’ up my engine

Tapi aku menuangkan semuanya ke dalam samudra dan aku menyalakan mesinku

[Chorus]

And I’m lettin’ go

Dan aku melepaskannya

I’m givin’ up your ghost

Aku menyerah pada bayanganmu

It’s come to a close

Semuanya telah berakhir

I marked the end with this last song I wrote

Aku menandai akhir ini dengan lagu terakhir yang kutulis

I’m lettin’ go

Aku melepaskannya

This is the last falsetto

Inilah falsetto terakhir

I’ll ever sing to you, my great, lost love

Yang akan pernah kunyanyikan untukmu, cinta besarku yang hilang

Konteks di Balik Lagu Oceans & Engines dari NIKI

NIKI menulis lagu ini pada tahun 2016 saat ia baru berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA kelas 11.

Lagu ini lahir dari pengalaman nyata kehilangan cinta pertamanya yang harus pergi jauh dan tidak kembali.

Ia menyelesaikan tulisan ini di tempat tidurnya pada larut malam sambil memakan sereal basi, sebuah momen yang sangat remaja namun penuh perasaan.

Selama bertahun-tahun, lagu ini hanya beredar di kanal YouTube lamanya sebelum ia memutuskan untuk merekamnya ulang.

Ketika pandemi melanda, NIKI menggali kembali arsip lagu-lagu lamanya dan menemukan bahwa karya-karya itu masih sangat dekat dengan hatinya.

Proses perekaman ulang dilakukan bersama sejumlah produser pilihan, termasuk Ethan Gruska yang dikenal lewat karyanya bersama Phoebe Bridgers.

NIKI merilis lagu ini sebagai single kedua dari album keduanya, Nicole, pada 8 Juli 2022, enam tahun setelah lagu ini pertama kali ia tulis.

Album Nicole sendiri terinspirasi dari proyek rekaman ulang yang dilakukan Taylor Swift, artis yang sejak kecil menjadi salah satu inspirasi terbesar NIKI.

Video musiknya disutradarai oleh Isaac Ravishankara dan menjadi kelanjutan visual dari single pertama, Before, yang sama-sama bercerita tentang perjalanan sebuah hubungan jarak jauh.

Fakta Menarik tentang Lagu Oceans & Engines

Ditulis Saat Masih Kelas 11 SMA

NIKI menyelesaikan lagu ini di kamarnya pada malam hari ketika masih berusia 17 tahun. Ia menyebut proses penulisannya sebagai sesuatu yang sangat dramatis namun penuh kepolosan masa remaja yang kini ia rindukan.

Lagu Lama yang Akhirnya Dirilis Resmi

Sebelum masuk ke album Nicole, versi awal lagu ini sudah lebih dulu beredar di kanal YouTube lama NIKI jauh sebelum ia bergabung dengan label 88rising. Banyak penggemar lama yang sudah mengenal lagu ini bertahun-tahun sebelum rilisan resminya.

Terinspirasi dari Proyek Taylor Swift

NIKI mengakui bahwa proyek rekaman ulang album Nicole secara keseluruhan terinspirasi dari langkah Taylor Swift yang merekam ulang album-album lamanya. NIKI pun melakukan hal serupa dengan menggali lagu-lagu dari masa mudanya dan memproduksinya kembali.

Judul yang Bermakna Ganda

"Oceans" dan "Engines" bukan sekadar kata puitis, keduanya mewakili elemen nyata yang memisahkan NIKI dari kekasihnya secara fisik, yaitu lautan sebagai jarak dan mesin pesawat sebagai alat kepergian. Di akhir lagu, dua kata itu justru menjadi simbol kekuatan NIKI untuk melanjutkan hidupnya sendiri.

Bagian dari Album Konsep Kronologi Terbalik

Album Nicole dirancang dengan struktur kronologi terbalik, dimulai dari akhir sebuah kisah cinta dan bergerak mundur ke awal. Oceans & Engines hadir sebagai salah satu momen paling emosional dalam perjalanan itu.

Debut NIKI di Panggung Besar Berkat Taylor Swift

Sebelum semua pencapaian ini, NIKI pertama kali tampil di atas panggung besar pada usia 15 tahun setelah memenangkan kompetisi untuk membuka konser Taylor Swift di Jakarta. Momen itu menjadi titik balik yang mendorongnya untuk serius bermusik.