Lagu ini bercerita tentang rasa sakit melepaskan cinta pertama yang pergi jauh karena jarak.
NIKI membuka lagu dengan gambaran momen terakhir bersama sang kekasih sebelum mereka berpisah.
Pelukan, air mata, dan janji manis terasa begitu nyata di bait pertama, tapi semuanya tidak cukup untuk menahan kepergian itu.
Di verse kedua, NIKI mulai mempertanyakan bagaimana seseorang yang begitu dekat bisa berubah menjadi orang asing.
Ada rasa frustrasi yang disimpan rapat karena ia harus berpura-pura baik-baik saja padahal hatinya sedang hancur.
Judul lagu ini sendiri menggambarkan dua hal yang memisahkan mereka secara harfiah: samudra sebagai jarak fisik, dan mesin pesawat sebagai alat kepergian.
Chorus adalah momen NIKI akhirnya menerima kenyataan, bukan berarti ia berhenti mencintai, tapi ia memilih untuk melanjutkan hidup.
Di bridge, ia merefleksikan kenangan dua tahun lalu saat pertama kali jatuh cinta, dan bertanya apa yang harus dilakukan ketika fondasi hidupnya runtuh.
Jawaban dari semua pertanyaan itu ia tuangkan ke dalam lautan dan ia memilih untuk menyalakan mesinnya sendiri, memulai perjalanan baru.
Lagu ini adalah perpisahan terakhir yang dibuatnya dengan penuh cinta, sebuah penutup yang menyakitkan tapi penuh keberanian.
Terjemahan Lirik Lagu Oceans & Engines dari NIKI
[Verse 1]
Saturday sunset, we’re lyin’ on my bed
Matahari terbenam di hari Sabtu, kami berbaring di tempat tidurku
With five hours to go
Dengan lima jam tersisa
Fingers entwined and so were our minds
Jari-jari kami saling menggenggam begitu pula pikiran kami
Cryin’, “I don’t want you to go”
Menangis, “Aku tidak mau kamu pergi”
You wiped away tears, but not fears
Kamu menghapus air mataku, tapi bukan rasa takutku
Under the still and clear indigo
Di bawah langit indigo yang tenang dan jernih
You said “Baby, don’t cry, we’ll be fine
Kamu berkata, “Sayang, jangan menangis, kita akan baik-baik saja”
You’re the one thing I swear I can’t outgrow”
Kamu satu-satunya hal yang aku yakin tidak akan pernah bisa kutinggalkan”
[Verse 2]
My mother said the younger me was a pretending prodigy
Ibuku bilang aku sewaktu kecil adalah seorang prodigy yang berpura-pura
Well, nothin’, then, much has changed
Yah, tidak banyak yang berubah dari situ
‘Cause while you’re wolfin’ down liquor
Karena sementara kamu melahap minuman keras
My soul, it gets sicker
Jiwaku semakin sakit
But I’m stickin’ to the screenplay
Tapi aku tetap berpegang pada skenario ini
Gotta say I’m okay, but answer this, babe
Harus bilang aku baik-baik saja, tapi jawab ini, sayang
How is it now that, somehow, you’re a stranger?
Bagaimana bisa sekarang, entah bagaimana, kamu menjadi orang asing?
You were mine just yesterday
Kamu masih milikku kemarin
I pray the block in my airway dissipates
Aku berdoa agar sumbatan di saluran napasku menghilang
And instead deters your airplane’s way
Dan justru menghalangi arah pesawatmu
[Pre-Chorus]
But heaven denied
Tapi surga menolak
Destiny decried
Takdir pun membantah
Somethin’ beautiful died
Sesuatu yang indah telah mati
Too soon
Terlalu cepat
[Chorus]
But I’m lettin’ go
Tapi aku melepaskannya
I’m givin’ up the ghost
Aku menyerah pada bayanganmu
But don’t get me wrong
Tapi jangan salah paham
I’ll always love you, that’s why I
Aku akan selalu mencintaimu, itulah mengapa aku
Wrote you this very last song
Menulis lagu terakhir ini untukmu
I guess this is where we say goodbye
Kurasa inilah saatnya kita mengucapkan selamat tinggal
I know I’ll be alright
Aku tahu aku akan baik-baik saja
Someday, I’ll be fine
Suatu hari nanti, aku akan baik-baik saja
But just not tonight (Ooh)
Tapi tidak malam ini (Ooh)
[Verse 3]
Plungin’ into all kinds of diversions
Menerjunkan diri ke segala macam pengalih perhatian
Like blush wine and sonorous soirées
Seperti anggur merah muda dan pesta malam yang riuh
But even with gin and surgin’ adrenaline
Tapi bahkan dengan gin dan adrenalin yang membuncah
I see you’re all that can intoxicate
Aku melihat hanya kamulah yang bisa membuatku mabuk
Oceans and engines, you’re skilled at infringin’
Samudra dan mesin, kalian sangat mahir merusak
On great love affairs
Kisah-kisah cinta yang indah
‘Cause now my heart’s home, all I’ve known is long gone
Karena kini rumah hatiku, semua yang kukenal sudah lama pergi
And ten thousand miles away
Dan sepuluh ribu mil jauhnya
[Pre-Chorus]
And I’m not okay
Dan aku tidak baik-baik saja
[Chorus]
But I’m lettin’ go
Tapi aku melepaskannya
I’m givin’ up the ghost
Aku menyerah pada bayanganmu
But don’t get me wrong
Tapi jangan salah paham
I’ll always love you, that’s why I
Aku akan selalu mencintaimu, itulah mengapa aku
Wrote you this very last song
Menulis lagu terakhir ini untukmu
I guess this is where we say goodbye
Kurasa inilah saatnya kita mengucapkan selamat tinggal
I know I’ll be alright
Aku tahu aku akan baik-baik saja
But just not
Tapi tidak
[Bridge]
Tonight was the first time I stared into
Malam ini adalah pertama kalinya aku menatap
Seas of beguilin’ sepia two years ago
Lautan sepia yang memesona itu dua tahun lalu
And the first time I
Dan pertama kalinya aku
Learned real world superpowers lived in three words
Menyadari bahwa kekuatan nyata di dunia ini ada dalam tiga kata
They revitalized my frayin’ bones, oh
Mereka menghidupkan kembali tulangku yang rapuh, oh
Now what do you do when your
Kini apa yang kamu lakukan ketika
Pillar crumbled down, you’ve lost all solid ground
Pilarmu runtuh, kamu kehilangan semua pijakan
Both dreams and demons drowned and this void’s all you’ve found
Mimpi dan setan sama-sama tenggelam dan kekosongan ini satu-satunya yang kamu temukan
And doubts light it aglow?
Dan keraguan meneranginya dengan cahaya?
I have so many questions
Aku punya begitu banyak pertanyaan
But I’m pourin’ them into the ocean and I’m startin’ up my engine
Tapi aku menuangkan semuanya ke dalam samudra dan aku menyalakan mesinku
[Chorus]
And I’m lettin’ go
Dan aku melepaskannya
I’m givin’ up your ghost
Aku menyerah pada bayanganmu
It’s come to a close
Semuanya telah berakhir
I marked the end with this last song I wrote
Aku menandai akhir ini dengan lagu terakhir yang kutulis
I’m lettin’ go
Aku melepaskannya
This is the last falsetto
Inilah falsetto terakhir
I’ll ever sing to you, my great, lost love
Yang akan pernah kunyanyikan untukmu, cinta besarku yang hilang
Konteks di Balik Lagu Oceans & Engines dari NIKI
NIKI menulis lagu ini pada tahun 2016 saat ia baru berusia 17 tahun dan masih duduk di bangku SMA kelas 11.
Lagu ini lahir dari pengalaman nyata kehilangan cinta pertamanya yang harus pergi jauh dan tidak kembali.
Ia menyelesaikan tulisan ini di tempat tidurnya pada larut malam sambil memakan sereal basi, sebuah momen yang sangat remaja namun penuh perasaan.
Selama bertahun-tahun, lagu ini hanya beredar di kanal YouTube lamanya sebelum ia memutuskan untuk merekamnya ulang.
Ketika pandemi melanda, NIKI menggali kembali arsip lagu-lagu lamanya dan menemukan bahwa karya-karya itu masih sangat dekat dengan hatinya.
Proses perekaman ulang dilakukan bersama sejumlah produser pilihan, termasuk Ethan Gruska yang dikenal lewat karyanya bersama Phoebe Bridgers.
NIKI merilis lagu ini sebagai single kedua dari album keduanya, Nicole, pada 8 Juli 2022, enam tahun setelah lagu ini pertama kali ia tulis.
Album Nicole sendiri terinspirasi dari proyek rekaman ulang yang dilakukan Taylor Swift, artis yang sejak kecil menjadi salah satu inspirasi terbesar NIKI.
Video musiknya disutradarai oleh Isaac Ravishankara dan menjadi kelanjutan visual dari single pertama, Before, yang sama-sama bercerita tentang perjalanan sebuah hubungan jarak jauh.