Lagu “Pelangi” bercerita tentang seseorang yang ditinggal, lalu kembali diperlakukan seolah tidak pernah ada yang salah.
Rasa sakit itu tidak hilang hanya karena orang yang menyakiti tiba-tiba datang lagi.
Ada momen di mana seseorang akhirnya sadar bahwa cinta tidak harus dipaksakan untuk tetap ada.
Lirik “kau tetap pelangi ku yang terindah” menunjukkan bahwa meski seseorang itu indah, ia tetap harus pergi karena hatinya belum sembuh.
Baris “seharusnya aku menjauh meski ku merindukanmu” adalah bentuk kejujuran yang paling sulit diucapkan siapapun.
Lagu ini mengajarkan bahwa melepaskan bukan berarti berhenti mencinta, tapi memilih untuk tidak terus terluka.
Pelangi dalam lagu ini menjadi simbol yang cantik tapi datang setelah badai, dan tidak selamanya bisa digenggam.
Analisis Lirik Lagu Pelangi
[Verse 1]
Selama engkau pergi
Aku masih mencari
Serpihan terakhir
Bagian pembuka ini menggambarkan seseorang yang ditinggalkan namun masih berusaha mengumpulkan sisa-sisa kenangan. Kata "serpihan terakhir" menunjukkan betapa hancurnya perasaan yang ditinggalkan, namun ia tetap mencari.
[Verse 2]
Kini engkau kembali
Seperti tiada apa terjadi
Apakah kau peduli
Kembalinya orang yang pergi digambarkan tanpa rasa bersalah, seolah luka yang ditinggalkan tidak pernah nyata. Pertanyaan "apakah kau peduli" bukan sekadar tanya, ia adalah tanda bahwa kepedulian itu sudah lama terasa kosong.
[Pre-Chorus]
Mengapa pelangi tercipta
Sesudah hujan derita
Dua baris ini adalah inti filosofis lagu ini. Pelangi hanya muncul setelah hujan, begitu juga dengan seseorang yang menyakiti yang tiba-tiba hadir kembali setelah segala penderitaan berlalu.
[Chorus]
Pergi kau pergi kau pergi
Jangan pernah kau kembali
Tak usah engkau peduli
Hati yang kau sakiti
Sekali lagi
Pergi dan jangan kembali
Chorus ini adalah letupan emosi yang paling jujur dalam lagu. Pengulangan kata "pergi" bukan sekadar perintah, ia adalah cara seseorang menegaskan keputusan yang sudah terlalu lama tertunda.
[Verse 3]
Kini aku sedari
Cinta tak semestinya dimiliki
Aku terima seadanya
Di sini terjadi pergeseran emosi dari amarah ke keikhlasan. Kesadaran bahwa cinta tidak harus selalu berakhir dengan kepemilikan adalah bentuk kedewasaan yang datang setelah banyak luka.
[Bridge]
Kau tetap pelangi
Ku yang terindah
Meski meminta pergi, sang tokoh tetap mengakui keindahan orang yang dicintainya. Ini menunjukkan bahwa melepas bukan karena membenci, tapi karena terlalu sayang pada diri sendiri untuk terus disakiti.
[Outro]
Seharusnya aku menjauh
Meski ku merindukanmu
Kerna tuhan lebih tahu
Hatiku masih lagi belum sembuh
Pergi kau jauh dariku
Pelangi
Outro ini adalah bagian paling menyentuh. Pengakuan bahwa hati belum sembuh, disertai keyakinan bahwa Tuhan lebih tahu yang terbaik, menjadikan lagu ini terasa sangat manusiawi dan dekat dengan banyak orang.
Konteks di Balik Lagu Pelangi
“Pelangi” adalah single kedua El Riss yang dirilis pada 28 November 2025, setelah single perdananya, “Lukisan“, berhasil meraih lebih dari 10 juta penayangan di YouTube.
El Riss, penyanyi berusia 20 tahun ini, menyatakan dalam wawancara bahwa lagu “Pelangi” ia anggap sangat istimewa, dan ia ingin pendengar merasakan jiwa yang ia bawa dalam lagu tersebut. Lagu ini ditulis oleh Amir Hariz dan Sang Ritma, nama yang sama di balik “Lukisan.”
Dalam majlis pelancaran lagu dan video muzik Pelangi, El Riss mengakui bahwa judul “Pelangi” juga mencerminkan perjalanan hidupnya sendiri. Ia menyebutnya sebagai “pelangi” setelah melalui berbagai cabaran dalam usaha mengetengahkan bakatnya di industri muzik.
Sebagai penyanyi baru, El Riss menghadapi banyak kecaman dari publik, mulai dari suaranya hingga penampilannya yang dianggap tidak memiliki “pakej komersial.” Namun ia memilih untuk tidak ambil hati dan terus memperbaiki diri.