Makna Lagu Pain Is Inevitable - Daniel Caesar

Album

NEVER ENOUGH

Tahun

2023

Genre

R&B / Soul

Negara

Kanada

Opini Redaksi

Lagu ini berpusat pada satu gagasan besar: rasa sakit memang tidak bisa dihindari dalam hidup, tapi kesengsaraan adalah pilihan.

Daniel Caesar membuka lagu dengan pertanyaan “Who runs the show?” yang bukan sekadar tanya biasa.

Pertanyaan itu menggambarkan pergulatan batin soal siapa yang sebenarnya mengendalikan hidup seseorang, apakah dirinya sendiri atau kekuatan di luar dirinya.

Baris “Young boy who can’t hear must feel” mengisyaratkan bahwa belajar sering kali datang lewat penderitaan, terutama bagi mereka yang tidak mau mendengar nasihat orang lain.

Di verse kedua, Caesar menyentuh ketegangan antara keinginannya berekspresi secara artistik dan tekanan untuk tetap relevan di industri musik.

Ia merasa dirinya sudah berubah menjadi “produk” yang harus menghasilkan keuntungan, bukan sekadar manusia yang ingin jujur dalam berkarya.

Chorus “Pain is inevitable, misery’s a choice” adalah inti pesan lagu ini, bahwa hal buruk pasti akan datang, tapi cara kita menyikapinya sepenuhnya ada di tangan kita sendiri.

Outro lagu ini terasa seperti eulogi untuk versi dirinya yang lebih muda, polos, dan mudah percaya.

Caesar akhirnya sampai pada kesadaran bahwa rasa sakit memang tidak bisa dielakkan, namun tanpa rasa sakit itu, ia tidak akan tumbuh menjadi manusia yang lebih dewasa seperti sekarang.

Lagu ini bukan hanya soal Caesar, tapi soal siapa pun yang pernah merasa kehilangan bagian terbaik dari dirinya seiring berjalannya waktu.

Terjemahan Lirik Lagu Pain Is Inevitable dari Daniel Caesar

[Intro]

Who runs the show?

Siapa yang mengendalikan segalanya?

Who runs the show?

Siapa yang mengendalikan segalanya?

Who runs the show?

Siapa yang mengendalikan segalanya?

[Verse 1]

Who runs the show? Who hands out the suspensions?

Siapa yang berkuasa? Siapa yang memberi hukuman?

I need a lesson in mishap prevention

Aku butuh pelajaran tentang cara menghindari kesalahan

Young boy who can’t hear must feel

Anak muda yang tidak mau mendengar, harus merasakan sendiri

A masochist, you know the deal

Seorang masokis, kamu tahu bagaimana jalannya

I rarely listen, I forgot to mention

Aku jarang mendengarkan, lupa aku sebutkan

And I’m in need of a damn intervention

Dan aku butuh pertolongan yang sungguh-sungguh

Young boy who can’t hear must feel

Anak muda yang tidak mau mendengar, harus merasakan sendiri

A masochist, you know the deal

Seorang masokis, kamu tahu bagaimana jalannya

[Chorus]

Pain is inevitable

Rasa sakit adalah hal yang tidak bisa dihindari

Misery’s a choice

Kesengsaraan adalah sebuah pilihan

Pain is inevitable

Rasa sakit adalah hal yang tidak bisa dihindari

Misery’s a choice

Kesengsaraan adalah sebuah pilihan

[Verse 2]

Now I’m a product, that must turn a profit

Kini aku adalah produk yang harus mendatangkan keuntungan

Something to prove, I’m a god, I’m a prophet

Ada yang harus kubuktikan, aku adalah tuhan, aku adalah nabi

Tryna be something that’s real

Berusaha menjadi sesuatu yang nyata dan autentik

Comes at a price, that’s the deal

Ada harganya, begitulah cara kerjanya

Against my better judgment

Melawan pertimbangan terbaikku sendiri

I agreed to something

Aku setuju dengan sesuatu

Too deep to turn back

Terlalu dalam untuk berbalik arah

I’ll deal with it in the afterlife

Aku akan menyelesaikannya di kehidupan setelah ini

Young nigga done paid the price

Anak muda ini sudah membayar harganya

Feels good to be nice

Rasanya baik untuk bersikap baik

[Chorus]

Pain is inevitable

Rasa sakit adalah hal yang tidak bisa dihindari

Misery’s a choice

Kesengsaraan adalah sebuah pilihan

Pain is inevitable

Rasa sakit adalah hal yang tidak bisa dihindari

Misery’s a choice

Kesengsaraan adalah sebuah pilihan

Pain

Sakit

[Outro]

What if, tonight, Lucifer comes for you

Bagaimana jika, malam ini, Lucifer datang untukmu

Turns out, your light, light

Ternyata, cahayamu, cahaya

I hope, you’re right

Aku harap, kamu benar

‘Cause nobody wants to be

Karena tidak ada yang mau

Alone, for life, life

Sendirian, seumur hidup

So long, sweet boy

Selamat tinggal, anak manis

You, will be missed

Kamu akan dirindukan

Sweet as candy

Semanis permen

Soft as a kiss

Selembut sebuah ciuman

So long, sweet boy

Selamat tinggal, anak manis

You, you will be missed

Kamu, kamu akan dirindukan

Sweet as candy

Semanis permen

Soft as a kiss

Selembut sebuah ciuman

(I used to be a child, I just wanna be a child again)

(Aku dulu adalah seorang anak, aku hanya ingin menjadi anak kecil lagi)

(This adult shit is for the birds)

(Urusan dewasa ini sungguh melelahkan)

(I miss my innocence, I miss trusting people)

(Aku rindu keluguan dan kejujuranku, aku rindu mempercayai orang)

(Look what they did to me, baby)

(Lihat apa yang mereka lakukan padaku, sayang)

Konteks di Balik Lagu Pain Is Inevitable dari Daniel Caesar

Lagu ini merupakan bagian dari album ketiga Daniel Caesar bertajuk NEVER ENOUGH, yang dirilis pada 7 April 2023 melalui Republic Records, tepat dua hari setelah ulang tahunnya yang ke-28.

Caesar mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa ia merekam sebagian besar album ini sendiri setelah masa karantina pandemi COVID-19.

Lagu “Pain Is Inevitable” diproduksi oleh Mark Ronson, dan di dalamnya Caesar mengekspresikan kerinduannya terhadap masa kecil yang telah hilang.

Selain Mark Ronson, lagu ini juga melibatkan Daniel Caesar sendiri dan Sir Dylan sebagai produser musik.

Tema agama, patah hati, dan refleksi diri menjadi benang merah yang terus muncul di sepanjang album NEVER ENOUGH, dan lagu ini menjadi salah satu ekspresi paling jujur dari pencarian Caesar tentang perannya di dunia.

Dalam ulasan Apple Music, konflik internal Caesar antara keinginan untuk dikenal dan keinginan untuk jujur pada dirinya sendiri menjadi tema utama yang melatarbelakangi keseluruhan album.

Album NEVER ENOUGH masuk dalam daftar pendek Polaris Music Prize 2023 dan memenangkan Juno Award untuk kategori Contemporary R&B/Soul Recording of the Year pada 2024.

Fakta Menarik tentang Lagu Pain Is Inevitable

Diproduksi oleh Mark Ronson

Lagu ini adalah salah satu dari sedikit lagu di album NEVER ENOUGH yang melibatkan produser kelas dunia Mark Ronson, sosok yang dikenal lewat karyanya bersama Amy Winehouse dan Bruno Mars.

Outro yang Menjadi Eulogi untuk Masa Kecil

Bagian outro lagu ini terasa seperti perpisahan untuk diri yang lebih muda dan polos, dengan ungkapan seperti "I used to be a child, I just wanna be a child again" yang menjadi salah satu momen paling menyentuh di seluruh album.

Filosofi Stoik dalam Lirik

Pesan "pain is inevitable, misery's a choice" selaras dengan filosofi Stoikisme kuno yang menyatakan bahwa manusia tidak bisa mengendalikan apa yang terjadi padanya, tapi bisa mengendalikan cara ia meresponsnya.

Album Rekaman Solo di Masa Pandemi

Caesar merekam sebagian besar album NEVER ENOUGH secara mandiri selama masa karantina pandemi, menjadikan lagu ini sebagai salah satu karya paling personal dan intim yang pernah ia hasilkan.

Caesar Ingin Lagu Ini Jadi Single

Menariknya, Caesar sendiri menginginkan salah satu lagu di album ini menjadi single utama, namun timnya menolak karena lagu tersebut dianggap tidak memiliki chorus yang cukup kuat, sebuah ironi mengingat "Pain Is Inevitable" justru punya chorus yang sangat berkesan.