Lagu ini berpusat pada satu gagasan besar: rasa sakit memang tidak bisa dihindari dalam hidup, tapi kesengsaraan adalah pilihan.
Daniel Caesar membuka lagu dengan pertanyaan “Who runs the show?” yang bukan sekadar tanya biasa.
Pertanyaan itu menggambarkan pergulatan batin soal siapa yang sebenarnya mengendalikan hidup seseorang, apakah dirinya sendiri atau kekuatan di luar dirinya.
Baris “Young boy who can’t hear must feel” mengisyaratkan bahwa belajar sering kali datang lewat penderitaan, terutama bagi mereka yang tidak mau mendengar nasihat orang lain.
Di verse kedua, Caesar menyentuh ketegangan antara keinginannya berekspresi secara artistik dan tekanan untuk tetap relevan di industri musik.
Ia merasa dirinya sudah berubah menjadi “produk” yang harus menghasilkan keuntungan, bukan sekadar manusia yang ingin jujur dalam berkarya.
Chorus “Pain is inevitable, misery’s a choice” adalah inti pesan lagu ini, bahwa hal buruk pasti akan datang, tapi cara kita menyikapinya sepenuhnya ada di tangan kita sendiri.
Outro lagu ini terasa seperti eulogi untuk versi dirinya yang lebih muda, polos, dan mudah percaya.
Caesar akhirnya sampai pada kesadaran bahwa rasa sakit memang tidak bisa dielakkan, namun tanpa rasa sakit itu, ia tidak akan tumbuh menjadi manusia yang lebih dewasa seperti sekarang.
Lagu ini bukan hanya soal Caesar, tapi soal siapa pun yang pernah merasa kehilangan bagian terbaik dari dirinya seiring berjalannya waktu.
Terjemahan Lirik Lagu Pain Is Inevitable dari Daniel Caesar
[Intro]
Who runs the show?
Siapa yang mengendalikan segalanya?
Who runs the show?
Siapa yang mengendalikan segalanya?
Who runs the show?
Siapa yang mengendalikan segalanya?
[Verse 1]
Who runs the show? Who hands out the suspensions?
Siapa yang berkuasa? Siapa yang memberi hukuman?
I need a lesson in mishap prevention
Aku butuh pelajaran tentang cara menghindari kesalahan
Young boy who can’t hear must feel
Anak muda yang tidak mau mendengar, harus merasakan sendiri
A masochist, you know the deal
Seorang masokis, kamu tahu bagaimana jalannya
I rarely listen, I forgot to mention
Aku jarang mendengarkan, lupa aku sebutkan
And I’m in need of a damn intervention
Dan aku butuh pertolongan yang sungguh-sungguh
Young boy who can’t hear must feel
Anak muda yang tidak mau mendengar, harus merasakan sendiri
A masochist, you know the deal
Seorang masokis, kamu tahu bagaimana jalannya
[Chorus]
Pain is inevitable
Rasa sakit adalah hal yang tidak bisa dihindari
Misery’s a choice
Kesengsaraan adalah sebuah pilihan
Pain is inevitable
Rasa sakit adalah hal yang tidak bisa dihindari
Misery’s a choice
Kesengsaraan adalah sebuah pilihan
[Verse 2]
Now I’m a product, that must turn a profit
Kini aku adalah produk yang harus mendatangkan keuntungan
Something to prove, I’m a god, I’m a prophet
Ada yang harus kubuktikan, aku adalah tuhan, aku adalah nabi
Tryna be something that’s real
Berusaha menjadi sesuatu yang nyata dan autentik
Comes at a price, that’s the deal
Ada harganya, begitulah cara kerjanya
Against my better judgment
Melawan pertimbangan terbaikku sendiri
I agreed to something
Aku setuju dengan sesuatu
Too deep to turn back
Terlalu dalam untuk berbalik arah
I’ll deal with it in the afterlife
Aku akan menyelesaikannya di kehidupan setelah ini
Young nigga done paid the price
Anak muda ini sudah membayar harganya
Feels good to be nice
Rasanya baik untuk bersikap baik
[Chorus]
Pain is inevitable
Rasa sakit adalah hal yang tidak bisa dihindari
Misery’s a choice
Kesengsaraan adalah sebuah pilihan
Pain is inevitable
Rasa sakit adalah hal yang tidak bisa dihindari
Misery’s a choice
Kesengsaraan adalah sebuah pilihan
Pain
Sakit
[Outro]
What if, tonight, Lucifer comes for you
Bagaimana jika, malam ini, Lucifer datang untukmu
Turns out, your light, light
Ternyata, cahayamu, cahaya
I hope, you’re right
Aku harap, kamu benar
‘Cause nobody wants to be
Karena tidak ada yang mau
Alone, for life, life
Sendirian, seumur hidup
So long, sweet boy
Selamat tinggal, anak manis
You, will be missed
Kamu akan dirindukan
Sweet as candy
Semanis permen
Soft as a kiss
Selembut sebuah ciuman
So long, sweet boy
Selamat tinggal, anak manis
You, you will be missed
Kamu, kamu akan dirindukan
Sweet as candy
Semanis permen
Soft as a kiss
Selembut sebuah ciuman
(I used to be a child, I just wanna be a child again)
(Aku dulu adalah seorang anak, aku hanya ingin menjadi anak kecil lagi)
(This adult shit is for the birds)
(Urusan dewasa ini sungguh melelahkan)
(I miss my innocence, I miss trusting people)
(Aku rindu keluguan dan kejujuranku, aku rindu mempercayai orang)
(Look what they did to me, baby)
(Lihat apa yang mereka lakukan padaku, sayang)
Konteks di Balik Lagu Pain Is Inevitable dari Daniel Caesar
Lagu ini merupakan bagian dari album ketiga Daniel Caesar bertajuk NEVER ENOUGH, yang dirilis pada 7 April 2023 melalui Republic Records, tepat dua hari setelah ulang tahunnya yang ke-28.
Caesar mengungkapkan dalam sebuah wawancara bahwa ia merekam sebagian besar album ini sendiri setelah masa karantina pandemi COVID-19.
Lagu “Pain Is Inevitable” diproduksi oleh Mark Ronson, dan di dalamnya Caesar mengekspresikan kerinduannya terhadap masa kecil yang telah hilang.
Selain Mark Ronson, lagu ini juga melibatkan Daniel Caesar sendiri dan Sir Dylan sebagai produser musik.
Tema agama, patah hati, dan refleksi diri menjadi benang merah yang terus muncul di sepanjang album NEVER ENOUGH, dan lagu ini menjadi salah satu ekspresi paling jujur dari pencarian Caesar tentang perannya di dunia.
Dalam ulasan Apple Music, konflik internal Caesar antara keinginan untuk dikenal dan keinginan untuk jujur pada dirinya sendiri menjadi tema utama yang melatarbelakangi keseluruhan album.
Album NEVER ENOUGH masuk dalam daftar pendek Polaris Music Prize 2023 dan memenangkan Juno Award untuk kategori Contemporary R&B/Soul Recording of the Year pada 2024.