Lagu ini adalah surat cinta yang tidak biasa dari Daniel Caesar untuk seseorang yang benar-benar mengubah hidupnya.
Caesar dikenal sebagai orang yang tidak suka hal-hal yang tidak penting, seperti antre masuk klub atau minum-minum, tapi untuk orang ini dia rela melakukan segalanya.
Di sinilah inti lagunya: dedikasi total kepada seseorang yang mungkin tidak membalas perasaan itu dengan cara yang sama.
Judul “Japanese Denim” bukan sekadar nama yang keren, tapi sebuah perbandingan yang sangat dalam.
Celana jins buatan Jepang dikenal sebagai salah satu produk denim terbaik di dunia karena teknik pembuatannya yang sangat teliti dan memakan waktu lama, dan Caesar menyamakan proses itu dengan waktu dan energi yang ia curahkan untuk hubungan ini.
Sama seperti jins berkualitas tinggi yang bisa bertahan seumur hidup, Caesar berharap cintanya pun bisa bertahan selama itu.
Pertanyaan besar di chorus pun muncul: jika celana jinsku bisa menemani seumur hidup, bisakah kita juga seperti itu?
Di verse kedua, Caesar menceritakan bagaimana ia bertemu orang ini di sebuah toko, dan pertemuan itu terasa seperti sesuatu yang tidak pernah ia bayangkan akan mengubah hidupnya.
Baris “Goodbye, sweet Rwanda” menyimpan makna yang lebih berat karena merujuk pada tragedi genosida Rwanda 1994 yang juga merenggut beberapa anggota keluarganya, sebuah cara Caesar untuk menggambarkan betapa besar hal yang sudah ia tinggalkan demi masa depan yang baru.
Di bridge, Caesar mengakui bahwa orang yang ia cintai itu sebenarnya tidak benar-benar mengenalnya, dan di situlah kesedihan lagu ini terasa paling nyata.
Terjemahan Lirik Lagu Japanese Denim dari Daniel Caesar
[Verse 1]
I don’t stand in line, I don’t pay for clubs, fuck that, yeah
Aku tidak mau antre, aku tidak mau bayar masuk klub, peduli amat
But I’ll wait for you
Tapi aku akan menunggu kamu
I don’t like to drink, I don’t like to think, fuck that, oh-woooo-oh
Aku tidak suka minum, aku tidak suka berpikir terlalu dalam, peduli amat
But I ponder you, oh
Tapi aku selalu memikirkan kamu
I’m bending it over, you’re my four leaf clover
Aku membungkuk untukmu, kamu adalah keberuntunganku
I’m so in love, so in love
Aku sangat jatuh cinta, sangat jatuh cinta
There’s no one above, up above
Tidak ada siapa pun yang lebih tinggi dari kamu, di atas sana
Forever’s a long time, yes
Selamanya itu waktu yang sangat lama, ya
[Chorus]
My, blue, jeans
Celana jins biruku
Will last me all
Akan menemaniku seumur
My life, ohh, yes
Hidupku, ohh, ya
So, should, we?
Jadi, haruskah kita juga begitu?
I’m spending all, yeah
Aku menghabiskan semua, ya
This time, ooh
Waktu ini, ooh
[Verse 2]
Met you at the shop, sun was getting hot, I’m lonely, yeah
Bertemu denganmu di toko, matahari mulai terik, aku kesepian, ya
I’m in the city on my own
Aku di kota ini sendirian
Never would’ve thought you’d be the one, I got a homie
Tak pernah kusangka kamu adalah orangnya, kini aku punya teman
But that’s the way it goes
Tapi memang begitulah jalannya
I’m reaching Nirvana
Aku sedang mencapai ketenangan sejati
Goodbye, sweet Rwanda
Selamat tinggal, Rwanda yang manis
High school was never for me
Sekolah menengah memang bukan untukku
Yeah, I say “let it be, let it be”
Ya, aku bilang “biarkan saja, biarkan saja”
Forever’s a long time, yeah
Selamanya itu waktu yang sangat lama, ya
[Bridge]
You don’t even know me
Kamu bahkan tidak benar-benar mengenalku
You don’t even know me, yes
Kamu bahkan tidak benar-benar mengenalku, ya
I’m hanging from the tree
Aku menggantung di pohon
I’m hanging from the tree
Aku menggantung di pohon
Konteks di Balik Lagu Japanese Denim dari Daniel Caesar
“Japanese Denim” pertama kali muncul dalam format akustik pada 2015 sebelum akhirnya dirilis ulang secara resmi pada Oktober 2016 sebagai sisi B dari single “Get You.”
Saat lagu ini dibuat, Caesar sedang melewati masa yang penuh gejolak karena ia baru saja meninggalkan rumah orang tuanya di pinggiran Toronto dan bergulat dengan krisis iman yang besar.
Caesar tumbuh di keluarga yang sangat religius dan tidak pernah melewatkan ibadah, tapi ketika ia mulai mempertanyakan kepercayaannya, musik menjadi satu-satunya jalan keluarnya.
Dalam sebuah wawancara dengan COMPLEX, Caesar pernah berkata bahwa pilihannya waktu itu hanya dua: melompat dan berhasil, atau pulang ke rumah orang tua seperti anak yang hilang.
Lagu ini juga lahir dari pertemuan nyata dengan seseorang yang membuat Caesar merasakan perasaan yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
Baris “Goodbye, sweet Rwanda” bukan sekadar puisi karena keluarga Caesar memiliki akar dari komunitas yang terdampak tragedi genosida Rwanda 1994, dan baris itu menjadi cara Caesar mengucapkan selamat tinggal pada masa lalu yang penuh luka.
Produksi lagu ini melibatkan kolaborasi dengan duo produser Jordan Evans dan Matthew Burnett, serta ensemble jazz Toronto BADBADNOTGOOD yang memberikan warna jazzy dan lo-fi yang khas pada lagu ini.
Meski tidak masuk dalam album debut Freudian (2017), lagu ini justru menjadi sleeper hit yang terus berkembang popularitasnya secara organik, dan baru mendapat sertifikasi gold dan platinum dari RIAA pada Februari 2021, sekitar lima tahun setelah rilisnya.