Lagu “Freudian” adalah track penutup sekaligus judul album debut Daniel Caesar yang dirilis pada 25 Agustus 2017.
Lagu ini bukan sekadar ungkapan cinta biasa karena ia memuat rasa syukur yang sangat dalam kepada sosok paling penting dalam hidup sang penyanyi.
Di bagian pertama, Daniel Caesar menyanyikan kata “kamu adalah alasan aku bernyanyi” yang pada awalnya terdengar seperti ungkapan kepada kekasih.
Namun jika didengarkan lebih cermat, baris “kamu adalah alasan aku masih hidup” mengungkapkan bahwa orang yang ia maksud adalah ibunya sendiri.
Ia mengakui pernah membuat malu keluarganya dan mencoreng nama baik sang ibu, tetapi ia bangkit seperti feniks dari abu dan berjuang untuk memulihkan kehormatan itu.
Bagian kedua dari lagu ini berubah nuansa menjadi lebih gelap dan filosofis, dengan pengulangan frasa “human sacrifice” yang terasa menghantui.
Daniel Caesar menggambarkan dirinya sebagai seseorang yang selalu mengambil jalan mudah, membenci konsekuensi, dan merasa tidak pantas atas hidupnya sendiri.
Frasa “Isn’t it nice?” yang diulang terdengar sarkastis sekaligus tulus, mewakili perasaan ambivalen ketika seseorang menyadari betapa besar pengorbanan yang dilakukan orang lain untuknya.
Lagu ini terasa seperti sesi pengakuan dosa yang jujur, di mana Caesar berdiri sebagai hakim, jaksa, dan terdakwa sekaligus atas hidupnya sendiri.
Judul “Freudian” sendiri terinspirasi dari teori Oedipus kompleks milik Sigmund Freud, yang menggambarkan ikatan bawah sadar seorang anak dengan orang tua lawan jenisnya, dan Caesar menemukan benang merahnya dengan dinamika hubungan yang ia alami.
Terjemahan Lirik Lagu Freudian dari Daniel Caesar
[Part I]
[Verse 1: Daniel Caesar]
You are the reason
Kamu adalah alasannya
The reason I sing
Alasan aku bernyanyi
I have to preserve you
Aku harus menjagamu
‘Cause you’re my everything
Karena kamu adalah segalanya bagiku
Babe, I know I fucked up
Sayang, aku tahu aku sudah berbuat salah
Fucked with some empty cups
Bermain dengan hal-hal yang tak ada isinya
But you got your friends too
Tapi kamu juga punya teman-temanmu sendiri
Better believe in it
Percayalah pada itu
Truth I’m up on my luck
Jujur, aku sedang beruntung
Can’t stop runnin’ amok
Tak bisa berhenti bertindak sembarangan
But you got your friends too
Tapi kamu juga punya teman-temanmu
[Chorus: Daniel Caesar]
I just want to thank you for savin’ my life, yes
Aku hanya ingin berterima kasih telah menyelamatkan hidupku, ya
I just want to thank you for all your advice
Aku hanya ingin berterima kasih atas semua nasihatmu
[Verse 2: Daniel Caesar]
You are the reason (Ooh), the reason I’m alive
Kamu adalah alasannya, alasan aku masih hidup
I must bring you honor (Honor)
Aku harus membawamu kehormatan
If I don’t, I’ll die
Jika tidak, aku akan mati
Ma’, I know I brought shame (Ma’, I know I brought shame)
Mama, aku tahu aku telah membawa rasa malu
Put a mark on your name (Put a mark on your name)
Menorehkan noda pada namamu
But you got your thangs too (You got your thangs too)
Tapi kamu juga punya urusanmu sendiri
Better believe it, I’m (You got your thangs too)
Percayalah, aku… (kamu juga punya urusanmu)
Risin’ up from the flames (Risin’ up from the flames)
Bangkit dari kobaran api
The phoenix that I became (The phoenix that I became)
Feniks yang aku jadikan diriku
But you got your thangs too (You got your thangs)
Tapi kamu juga punya urusanmu
Oh, help me sing
Oh, bantu aku bernyanyi
[Chorus: Daniel Caesar & Choir]
I just want to thank you for givin’ me life, yes
Aku hanya ingin berterima kasih telah memberiku kehidupan, ya
I just want to thank you for all your advice
Aku hanya ingin berterima kasih atas semua nasihatmu
[Bridge: Choir & Daniel Caesar]
Send me kisses when it’s grey skies
Kirimkan aku ciuman saat langit kelabu
Its been so long, look how time flies
Sudah lama sekali, lihatlah betapa cepatnya waktu berlalu
If you love me, won’t you let me know?
Jika kamu mencintaiku, maukah kamu memberitahuku?
I’ve been tryna learn to let you go
Aku telah mencoba belajar untuk melepaskanmu
Call my name whenever tears fall
Panggil namaku setiap kali air mata jatuh
When you face your fears, you’ll stand tall, ohh, whoa
Saat kamu menghadapi ketakutanmu, kamu akan berdiri tegak
[Verse 3: Daniel Caesar]
Know I’d take a bullet for you
Tahu bahwa aku mau menerima peluru untukmu
No, you don’t know what I go through
Tidak, kamu tidak tahu apa yang aku lalui
And I know you think you’re kind of nice
Dan aku tahu kamu pikir kamu cukup baik
Do you remember when I saved your life?
Apakah kamu ingat ketika aku menyelamatkan hidupmu?
Don’t come at me on some weak shit
Jangan datang padaku dengan hal-hal lemah
It’s time you stopped displaying weakness, ohh, ohh
Sudah saatnya kamu berhenti menunjukkan kelemahan
[Outro: Sean Leon]
Hey mama
Hei mama
It’s your second son, still the same, ain’t changed, mama
Ini putra keduamu, masih sama, tidak berubah, mama
Made some change
Sudah menghasilkan sedikit uang
Times have changed on me
Waktu telah berubah padaku
Times have changed (Minds have changed)
Waktu telah berubah (pikiran pun telah berubah)
And mine feels strange, mama
Dan punyaku terasa aneh, mama
I feel ashamed (What could I say to you face to face with my fate, I lost my faith)
Aku merasa malu (apa yang bisa aku katakan padamu berhadapan langsung dengan nasibku, aku kehilangan imanku)
Face to face with my fate, mama, I lost my faith
Berhadapan dengan nasibku, mama, aku kehilangan imanku
[Part II]
[Verse: Daniel Caesar]
Isn’t it nice?
Bukankah itu menyenangkan?
Human sacrifice
Pengorbanan manusia
The universe got it
Alam semesta memahaminya
I got too excited
Aku terlalu bersemangat
And now we’re taking life
Dan sekarang kita mengambil nyawa
Isn’t it nice?
Bukankah itu menyenangkan?
Human sacrifice
Pengorbanan manusia
I hate consequences, that shit’s too expensive
Aku benci konsekuensi, hal itu terlalu mahal harganya
You keep chasing delight
Kamu terus mengejar kesenangan
Isn’t it nice?
Bukankah itu menyenangkan?
Human sacrifice
Pengorbanan manusia
I take the easy way out every time
Aku selalu mengambil jalan mudah
I don’t deserve my own life
Aku tidak pantas mendapatkan hidupku sendiri
Isn’t it nice?
Bukankah itu menyenangkan?
Human sacrifice, oh yes
Pengorbanan manusia, oh ya
They say I’m a martyr
Mereka bilang aku adalah martir
Charge that to my ego
Tagihkan itu pada egoku
I just want all the lights
Aku hanya ingin semua sorotan lampu
Konteks di Balik Lagu Freudian dari Daniel Caesar
Daniel Caesar merilis “Freudian” sebagai track penutup album debut yang juga bertajuk Freudian pada 25 Agustus 2017.
Lagu ini ia tulis dengan latar belakang hubungan paling intens yang pernah ia jalani, sebuah hubungan yang membawanya ke titik terendah sekaligus membentuk siapa dirinya hari ini.
Caesar tumbuh dalam keluarga Seventh Day Adventist yang sangat religius, dan ayahnya adalah seorang penyanyi gospel, sehingga pengaruh gereja terasa kuat di setiap lapisan musiknya.
Saat berusia 17 tahun, ia diusir dari rumah setelah berselisih paham dengan ayahnya pada malam kelulusannya, dan sempat tidur di taman serta menumpang di rumah teman demi bertahan hidup.
Pengalaman pahit itu menjadi bahan bakar utama album Freudian, terutama dalam lagu berjudul sama ini yang memperlihatkan Caesar bergumul antara rasa syukur kepada ibunya dan rasa bersalah atas semua keputusan hidupnya.
Judul “Freudian” dipilih setelah Caesar mengenal teori Oedipus kompleks dari Sigmund Freud, dan ia menemukan benang merahnya dengan dinamika hubungannya selama ini.
Lagu ini juga terinspirasi dari struktur “Futura Free” milik Frank Ocean, khususnya cara Frank mengakhiri albumnya dengan monolog bernada tinggi kepada sang ibu dan interlude hening.
Rapper Toronto Sean Leon tampil sebagai pengisi suara di bagian outro dengan suaranya yang dipitchkan ke atas, menyampaikan curahan hati kepada ibunya sebelum Caesar kembali masuk dengan organ tunggal yang menghantui di Part II.
Album ini dinominasikan untuk Grammy dalam kategori Best R&B Album dan Best R&B Performance, sementara kolaborasi Caesar bersama H.E.R. pada “Best Part” berhasil memenangkan Best R&B Performance di Grammy ke-61.