Lagu ini berbicara tentang seseorang yang jatuh cinta bukan pada orangnya, melainkan pada versi orang tersebut yang ia ciptakan sendiri di dalam kepalanya.
Ariana menggambarkan betapa mudahnya kita membangun gambaran ideal tentang seseorang, lalu menganggap gambaran itu sebagai kenyataan.
Ketika kenyataan akhirnya muncul, semua yang terasa nyata itu runtuh begitu saja.
Bagian paling jujur dari lagu ini ada di bridge, saat Ariana mengakui bahwa ia melihat potensi seseorang tanpa melihat siapa orang itu sebenarnya.
Ia tidak menyalahkan orang lain sepenuhnya, ia tahu bahwa ia sendiri yang membangun ilusi itu.
Lirik “I saw your potential without seein’ credentials” adalah pengakuan paling berani dalam lagu ini.
Apakah kita semua pernah melakukan hal yang sama, mencintai versi seseorang yang tidak pernah benar-benar ada?
Lagu ini bukan sekadar soal putus cinta, ini soal menyadari bahwa yang kita tangisi mungkin bukan orangnya, tapi gambaran yang kita buat sendiri.
Di akhir lagu, Ariana menyimpulkan dengan kalimat “Thought you were somebody else,” sebuah kalimat pendek yang merangkum semua rasa sakit itu.
Terjemahan Lirik Lagu In My Head dari Ariana Grande
[Intro: Doug Middlebrook]
Here’s the thing: you’re in love with a version of a person that you’ve created in your head, that you are trying to but cannot fix.
Begini masalahnya: kamu jatuh cinta pada versi seseorang yang kamu ciptakan di kepalamu sendiri, yang kamu coba tapi tidak bisa kamu perbaiki.
Uh, the only person you can fix is yourself.
Yang bisa kamu perbaiki hanyalah dirimu sendiri.
I love you, this has gone on way too long. Enough is enough. I’m two blocks away, I’m coming over.
Aku menyayangimu, ini sudah berlangsung terlalu lama. Sudah cukup. Aku dua blok dari sana, aku akan ke sana.
[Verse 1]
Painted a picture, I thought I knew you well
Aku melukis gambaran, kukira aku sudah mengenalmu dengan baik
I got a habit of seeing what isn’t there
Aku punya kebiasaan melihat sesuatu yang tidak ada
Caught in the moment, tangled up in your sheets
Terjebak dalam momen, terbelit dalam kehidupanmu
When you broke my heart, I said you only wanted half of me
Saat kamu mematahkan hatiku, kamu hanya menginginkan setengah dariku
[Pre-Chorus]
My imagination’s too creative
Imajinasimu terlalu kreatif
They see demon, I see angel, angel (Angel), angel
Mereka melihat iblis, aku melihat malaikat
Without the halo, wingless angel
Tanpa halo, malaikat tanpa sayap
[Chorus]
Falling, falling, but I never thought you’d leave me
Jatuh, jatuh, tapi aku tidak pernah menyangka kamu akan pergi
Falling, falling, needed something to believe in, oh
Jatuh, jatuh, aku butuh sesuatu untuk kupercayai
I thought you were the one
Kukira kamu adalah orangnya
But it was all in my head
Ternyata semuanya hanya ada di kepalaku
[Post-Chorus]
Yeah, look at you (You), boy, I invented you
Ya, lihatlah kamu, aku yang menciptakanmu
Your Gucci tennis shoes, runnin’ from your issues
Sepatu tenis Gucci-mu, lari dari masalahmu sendiri
Cardio good for the heart (For the heart)
Kardio memang baik untuk jantung
I figured we could work it out, hmm
Kukira kita bisa menyelesaikannya
[Verse 2]
Painted a picture; I thought I drew you well
Aku melukis gambaran; kukira aku menggambarmu dengan baik
I had a vision, seeing what isn’t there
Aku punya visi, melihat sesuatu yang tidak ada
Caught in the moment, tangled up in your sheets
Terjebak dalam momen, terbelit dalam kehidupanmu
When you broke my heart, said you only wanted half of me
Saat kamu mematahkan hatiku, kamu hanya menginginkan setengah dariku
[Pre-Chorus]
My imagination’s too creative
Imajinasinya terlalu kreatif
They see Cain and I see Abel (Abel), Abel (Abel), Abel
Mereka melihat Kain, aku melihat Habel
I know you’re able, willin’ and able
Aku tahu kamu mampu, mau dan mampu
[Bridge]
Wanted you to grow, but, boy, you wasn’t budding
Aku ingin kamu berkembang, tapi kamu tidak tumbuh sama sekali
Everything you are made you everything you aren’t
Semua yang kamu miliki menjadikanmu semua yang tidak kamu miliki
I saw your potential without seein’ credentials
Aku melihat potensimu tanpa melihat kemampuan nyatamu
Maybe that’s the issue (Damn, damn)
Mungkin itulah masalahnya
Said maybe that’s the issue, ah
Ya, mungkin itulah masalahnya
Can’t hold that shit against you, ah
Aku tidak bisa menyalahkanmu untuk itu
Guess I did it to myself, yeah
Kurasa aku melakukannya pada diriku sendiri
Thought you were somebody else, you
Kukira kamu adalah orang lain
[Outro]
Thought you were somebody else, you (You)
Kukira kamu adalah orang lain
Thought you were somebody else, you
Kukira kamu adalah orang lain
Konteks di Balik Lagu In My Head dari Ariana Grande
Lagu ini dirilis pada 8 Februari 2019 sebagai bagian dari album “Thank U, Next,” album studio kelima Ariana Grande.
Album ini dibuat dalam waktu kurang dari tiga bulan, di tengah periode paling berat dalam hidup Ariana.
Pada September 2018, mantan kekasihnya Mac Miller meninggal dunia akibat overdosis, sebulan sebelum Ariana membatalkan pertunangannya dengan Pete Davidson.
Ariana sendiri mengungkapkan lewat Twitter bahwa lagu ini tentang “jatuh cinta pada versi seseorang yang kamu ciptakan di kepalamu sendiri.”
Banyak penggemar meyakini lagu ini terinspirasi dari hubungannya dengan Pete Davidson, yang berlangsung singkat namun sangat intens hingga berakhir dengan pertunangan.
Referensi kata “angel” dalam lagu ini juga membuat sebagian penggemar mengaitkannya dengan Mac Miller, karena Ariana pernah menyebut Mac sebagai “the kindest, sweetest soul.”
Ariana pernah menyebut bahwa album “Thank U, Next” adalah caranya untuk bertahan dan menyembuhkan diri dari semua kepedihan yang ia alami dalam waktu bersamaan.
Lagu ini menjadi salah satu trek paling jujur dan personal di albumnya, memperlihatkan sisi rapuh Ariana yang jarang ia tunjukkan sebelumnya.