Makna Lagu White Horse - Taylor Swift

Artis

Taylor Swift

Album

Fearless

Tahun

2008

Genre

Country Pop

Negara

Amerika
Opini Redaksi

Lagu ini bercerita tentang seorang perempuan yang akhirnya sadar bahwa hubungan yang ia jalani jauh dari gambaran cinta yang ia impikan sejak kecil.

Taylor Swift menulis lagu ini sebagai cerminan momen paling menyakitkan dalam sebuah putus cinta yaitu ketika semua harapan dan bayangan masa depan bersama seseorang tiba-tiba runtuh sekaligus.

Karakter dalam lagu ini tumbuh dengan kepercayaan bahwa cinta bekerja seperti dongeng dimana ada pangeran tampan di atas kuda putih yang datang menjemput sang putri.

Tapi kenyataan berkata lain karena orang yang ia percaya ternyata tidak pernah benar-benar hadir untuknya meski selalu menampilkan wajah terbaik saat dibutuhkan.

Yang membuat lagu ini terasa berat bukan sekadar sakit hatinya melainkan rasa malu pada diri sendiri karena sudah terlalu lama percaya dan terlalu dalam bermimpi.

Di bagian akhir lagu, nadanya berubah dari sedih menjadi penuh ketegasan karena sang perempuan tidak lagi menunggu dan memilih pergi meninggalkan semua itu di belakang.

Pesan utama lagu ini sangat jelas bahwa perempuan tidak butuh diselamatkan oleh siapapun karena ia bisa melangkah sendiri menuju sesuatu yang lebih baik.

Terjemahan Lirik Lagu White Horse dari Taylor Swift

[Verse 1]

Say you’re sorry, that face of an angel

Minta maaf saja, wajah malaikat itu

Comes out just when you need it to

Muncul tepat saat kamu butuhkan

As I paced back and forth all this time

Sementara aku mondar-mandir selama ini

‘Cause I honestly believed in you

Karena aku benar-benar percaya padamu

[Chorus]

That I’m not a princess, this ain’t a fairytale

Bahwa aku bukan putri, ini bukan dongeng

I’m not the one you’ll sweep off her feet, lead her up the stairwell

Aku bukan orang yang akan kau sapu dari kakinya, kau bawa naik ke tangga

This ain’t Hollywood, this is a small town

Ini bukan Hollywood, ini kota kecil

I was a dreamer before you went and let me down

Aku adalah pemimpi sebelum kamu pergi dan mengecewakanku

Now, it’s too late for you and your white horse

Kini sudah terlambat bagimu dan kuda putihmu

To come around

Untuk datang kembali

[Verse 2]

Maybe I was naive, got lost in your eyes

Mungkin aku terlalu naif, tersesat di matamu

And never really had a chance

Dan tidak pernah benar-benar punya kesempatan

My mistake, I didn’t know to be in love

Kesalahanku, aku tidak tahu bahwa untuk jatuh cinta

You had to fight to have the upper hand

Kamu harus berjuang untuk memegang kendali

I had so many dreams about you and me

Aku punya begitu banyak mimpi tentangmu dan aku

Happy endings, now, I know

Akhir yang bahagia, kini aku tahu

[Bridge]

And there you are on your knees

Dan di sana kamu berlutut

Beggin’ for forgiveness, beggin’ for me

Memohon maaf, memohon padaku

Just like I always wanted

Persis seperti yang selalu kuinginkan

But I’m so sorry

Tapi aku sangat menyesal

[Chorus akhir]

‘Cause I’m not your princess, this ain’t our fairytale

Karena aku bukan putrimu, ini bukan dongeng kita

I’m gonna find someone someday who might actually treat me well

Aku akan menemukan seseorang suatu hari nanti yang mungkin benar-benar memperlakukanku dengan baik

This is a big world, that was a small town

Ini dunia yang besar, itu adalah kota kecil

There in my rear view mirror disappearing now

Di sana di cermin spion saya menghilang sekarang

And it’s too late for you and your white horse

Dan sudah terlambat bagimu dan kuda putihmu

Now, it’s too late for you and your white horse

Kini sudah terlambat bagimu dan kuda putihmu

To catch me now

Untuk mengejarku sekarang

[Outro]

Oh, whoa, whoa, whoa

Oh, whoa, whoa, whoa

Try and catch me now, oh

Coba kejar aku sekarang, oh

It’s too late to catch me now

Sudah terlambat untuk mengejarku sekarang

Konteks di Balik Lagu White Horse dari Taylor Swift

Taylor Swift menulis lagu ini tidak lama setelah ia selesai menulis “Love Story” dan keduanya sama-sama terinspirasi dari satu orang yang sama di hidupnya.

Awalnya Swift tidak berencana memasukkan lagu ini ke dalam album Fearless karena ia merasa album tersebut sudah cukup banyak memuat lagu sedih.

Semua berubah ketika agensinya mengatur pertemuan dengan para produser eksekutif serial televisi favorit Taylor, Grey’s Anatomy, dan di sana ia memainkan lagu ini hanya dengan gitar akustik dan berhasil membuat ruangan itu terpukau.

Lagu ini akhirnya ditayangkan di episode perdana musim kelima Grey’s Anatomy pada September 2008 dan Taylor mengaku menangis haru saat mendapat kabar bahwa lagunya akan dipakai di serial kesukaannya itu.

Swift pernah menyebut lagu ini sebagai salah satu yang paling ia banggakan karena arransemennya yang minimalis yaitu hanya gitar, piano, dan cello justru membuat emosinya terasa sangat nyata dan dalam.

Fakta Menarik tentang Lagu White Horse

Ditulis dalam 45 Menit

Taylor Swift dan rekan penulisnya, Liz Rose, menyelesaikan keseluruhan lagu ini hanya dalam waktu 45 menit setelah Taylor menelepon Liz Rose dengan sebagian baris pertama yang sudah ada di kepalanya.

Hampir Tidak Masuk Album

Lagu ini nyaris tidak pernah dirilis sebagai bagian dari Fearless karena Taylor sendiri merasa album itu sudah terlalu penuh dengan lagu bertema kesedihan dan ia bahkan berencana menyimpannya untuk album ketiga.

Pesan Tersembunyi dalam Huruf Kapital

Di dalam booklet fisik CD Fearless, huruf-huruf kapital yang tersebar di seluruh lirik White Horse jika disusun akan membentuk kalimat tersembunyi: ALL I EVER WANTED WAS THE TRUTH.

Menang Grammy Pertama

Lagu ini membawa pulang dua penghargaan Grammy sekaligus di tahun 2010 yaitu Best Country Song dan Best Female Country Vocal Performance yang menjadi kemenangan Grammy pertama Taylor Swift dalam hidupnya.

Liz Rose Menyebutnya Lagu Impian Setiap Remaja

Sang penulis lagu bersama Taylor, Liz Rose, pernah menyebut bahwa White Horse adalah lagu impian setiap gadis remaja karena mewakili semua yang pernah mereka harapkan dari seorang laki-laki.

Masih Membuat Taylor Menangis Saat Direkam Ulang

Ketika Taylor merekam ulang lagu ini untuk Fearless (Taylor's Version) di tahun 2021, ia mengaku masih menangis saat menyanyikannya karena emosi yang terkandung dalam lagu itu terasa sama kuatnya seperti pertama kali ia menulisnya.