Lagu ini adalah salah satu lagu paling jujur yang pernah Taylor Swift tulis.
Taylor menulis lagu ini saat berusia 12 tahun, tepat setelah ia mendapatkan gitar pertamanya.
Lagu ini menceritakan perasaan terisolasi yang ia rasakan setiap hari di sekolah menengah pertama.
Ia merasa berbeda dari teman-temannya dan tidak pernah tahu mengapa ia selalu ditinggalkan.
Perasaan tidak diterima itu bukan hanya muncul saat sendirian, tapi justru paling terasa ketika berada di keramaian.
Baris “nobody ever lets me in” menggambarkan betapa ia sudah berusaha, tapi pintu tidak pernah terbuka untuknya.
Bagian chorus “on the outside looking in” adalah gambaran paling kuat dari lagu ini karena ia bisa melihat semua yang terjadi di sana, tapi tidak pernah bisa ikut bagian di dalamnya.
Taylor juga menyisipkan pesan tersembunyi dalam lirik album debutnya, dan pesan rahasia untuk lagu ini adalah: “You are not alone.”
Ironinya, lagu tentang menjadi orang luar ini justru ditulis oleh seseorang yang kelak menjadi salah satu artis terbesar di dunia.
Terjemahan Lirik Lagu The Outside dari Taylor Swift
[Verse 1]
I didn’t know what I would find
Aku tidak tahu apa yang akan kutemukan
When I went looking for a reason, I know
Ketika aku mencari sebuah alasan, aku tahu
I didn’t read between the lines
Aku tidak membaca makna tersiratnya
And, baby, I’ve got nowhere to go
Dan, sayang, aku tidak punya tempat untuk pergi
[Pre-Chorus]
I tried to take the road less traveled by
Aku mencoba mengambil jalan yang jarang dilalui
But nothing seems to work the first few times
Tapi tidak ada yang berhasil dalam beberapa kali percobaan pertama
Am I right?
Apa aku benar?
[Chorus]
So how can I ever try to be better?
Lalu bagaimana aku bisa mencoba untuk menjadi lebih baik?
Nobody ever lets me in
Tidak ada yang pernah membiarkanku masuk
I can still see you, this ain’t the best view
Aku masih bisa melihatmu, ini bukan pemandangan terbaik
On the outside looking in
Dari luar memandang ke dalam
I’ve been a lot of lonely places
Aku sudah berada di banyak tempat yang sepi
I’ve never been on the outside
Aku belum pernah berada di luar seperti ini
[Verse 2]
You saw me there, but never knew
Kamu melihatku di sana, tapi tidak pernah tahu
That I would give it all up to be
Bahwa aku akan memberikan segalanya untuk menjadi
A part of this, a part of you
Bagian dari ini, bagian darimu
And now, it’s all too late, so you see
Dan sekarang, semuanya sudah terlambat, jadi kamu lihat sendiri
[Pre-Chorus]
You could’ve helped if you had wanted to
Kamu bisa saja membantu jika kamu mau
But no one notices until it’s too late to do anything
Tapi tidak ada yang memperhatikan sampai terlambat untuk melakukan apapun
[Chorus]
How can I ever try to be better?
Bagaimana aku bisa mencoba untuk menjadi lebih baik?
Nobody ever lets me in
Tidak ada yang pernah membiarkanku masuk
I can still see you, this ain’t the best view
Aku masih bisa melihatmu, ini bukan pemandangan terbaik
On the outside looking in
Dari luar memandang ke dalam
I’ve been a lot of lonely places
Aku sudah berada di banyak tempat yang sepi
I’ve never been on the outside
Aku belum pernah berada di luar seperti ini
[Post-Chorus]
Oh, yeah
Oh, ya
[Outro]
Oh-oh / Oh, oh-oh / Oh-oh / Oh-oh
Oh-oh / Oh, oh-oh / Oh-oh / Oh-oh
Konteks di Balik Lagu The Outside dari Taylor Swift
Taylor Swift menulis lagu ini saat ia berusia 12 tahun, segera setelah menerima gitar pertamanya sebagai hadiah.
Ia bukan bagian dari kelompok mana pun di sekolahnya dan sering datang ke sekolah tanpa tahu akan berbicara dengan siapa hari itu.
Dalam sebuah wawancara dengan majalah Entertainment Weekly, Taylor mengungkapkan bahwa perasaan ditolak di sekolah jauh lebih menyakitkan daripada penolakan apa pun yang pernah ia alami di industri musik.
Ia merasa dirinya sangat berbeda dari teman-temannya karena ketika teman sebayanya menghabiskan akhir pekan dengan berpesta, ia justru ingin pergi ke festival musik dan bernyanyi.
Menulis lagu menjadi pelarian utamanya karena musik selalu ada untuknya bahkan ketika orang-orang di sekitarnya tidak.
Setelah menyelesaikan lagu ini, Taylor mencatat di buku hariannya bahwa ia tidak tahu apakah lagu itu akan membawa kemana, tapi proses menulisnya membuatnya merasa lebih baik.
Lagu ini pertama kali diperdengarkan ke publik pada 2004 melalui sebuah CD promosi, dua tahun sebelum album debutnya resmi dirilis.
Taylor akhirnya membawakan lagu ini kembali secara mengejutkan di Eras Tour Tokyo pada Februari 2024, setelah 16 tahun tidak pernah dibawakannya di panggung besar.
Sebelum menyanyikannya, ia bercanda bahwa lagu itu terasa seperti berusia 175 tahun karena ia menulisnya ketika ia baru berumur 12 tahun.