Makna Lagu Seven - Taylor Swift

Artis

Taylor Swift

Album

Folklore

Tahun

2020

Genre

Indie Folk, Chamber Pop

Negara

Amerika
Opini Redaksi

Lagu “seven” adalah tentang kenangan masa kecil yang belum terkontaminasi oleh aturan dunia dewasa.

Taylor Swift melihat ke belakang pada dirinya yang berusia tujuh tahun, saat ia bebas menjadi dirinya sendiri tanpa tekanan apapun.

Di usia itu, ia punya teman yang disayanginya dengan tulus, seorang anak kecil yang tampaknya hidup di rumah yang tidak bahagia.

Yang membuat lagu ini terasa berat adalah si pencerita masih terlalu kecil untuk benar-benar mengerti apa yang dialami temannya.

Ia tahu ada sesuatu yang salah di rumah temannya itu, tapi cara satu-satunya yang ia tahu untuk membantu adalah mengajak kabur dan menjadi bajak laut bersama.

Itulah inti dari lagu ini: kasih sayang yang polos dan solusi kekanak-kanakan untuk masalah yang jauh lebih besar dari pemahaman anak tujuh tahun.

Ada juga kerinduan mendalam pada kebebasan yang dulu dimiliki, saat Taylor masih bisa berteriak sekeras apapun tanpa peduli apa kata orang.

Kini, setelah bertahun-tahun membangun citra sebagai seorang bintang, kebebasan itu sudah lama pergi.

Pertanyaan “Are there still beautiful things?” bukan hanya pertanyaan seorang anak yang duduk di ayunan, itu adalah pertanyaan seseorang yang merindukan dunia yang masih terasa sederhana dan aman.

“seven” adalah perpisahan yang lembut pada masa kecil yang tidak bisa diulang.

Terjemahan Lirik Lagu Seven dari Taylor Swift

[Verse 1]

Please picture me in the trees

Tolong bayangkan aku di antara pepohonan

I hit my peak at seven

Aku mencapai puncakku di usia tujuh

Feet in the swing over the creek

Kaki mengayun di atas sungai kecil

I was too scared to jump in

Aku terlalu takut untuk melompat ke dalamnya

But I, I was high in the sky

Tapi aku, aku melayang tinggi di langit

With Pennsylvania under me

Dengan Pennsylvania di bawahku

Are there still beautiful things?

Apakah masih ada hal-hal yang indah?

[Chorus]

Sweet tea in the summer

Teh manis di musim panas

Cross your heart, won’t tell no other

Silangkan hatimu, tidak akan bilang ke siapa pun

And though I can’t recall your face

Dan meski aku tak bisa mengingat wajahmu

I still got love for you

Aku masih punya cinta untukmu

Your braids like a pattern

Kepanganmu seperti sebuah pola

Love you to the Moon and to Saturn

Mencintaimu hingga ke Bulan dan Saturnus

Passed down like folk songs

Diwariskan seperti lagu-lagu rakyat

The love lasts so long

Cinta itu bertahan begitu lama

[Bridge]

And I’ve been meaning to tell you

Dan aku sudah lama ingin memberitahumu

I think your house is haunted

Aku pikir rumahmu berhantu

Your dad is always mad and that must be why

Ayahmu selalu marah dan mungkin itulah alasannya

And I think you should come live with me

Dan aku pikir kamu harus tinggal bersamaku

And we can be pirates

Dan kita bisa menjadi bajak laut

Then you won’t have to cry

Maka kamu tidak perlu menangis lagi

Or hide in the closet

Atau bersembunyi di dalam lemari

And just like a folk song

Dan seperti sebuah lagu rakyat

Our love will be passed on

Cinta kita akan terus diwariskan

[Verse 2]

Please picture me in the weeds

Tolong bayangkan aku di antara rerumputan liar

Before I learned civility

Sebelum aku belajar tentang kesopanan

I used to scream ferociously

Aku dulu berteriak dengan liar

Any time I wanted

Kapanpun aku mau

[Chorus]

Sweet tea in the summer

Teh manis di musim panas

Cross my heart, won’t tell no other

Silangkan hatiku, tidak akan bilang ke siapa pun

And though I can’t recall your face

Dan meski aku tak bisa mengingat wajahmu

I still got love for you

Aku masih punya cinta untukmu

Pack your dolls and a sweater

Kemas bonekamu dan sweatermu

We’ll move to India forever

Kita akan pindah ke India selamanya

Passed down like folk songs

Diwariskan seperti lagu-lagu rakyat

Our love lasts so long

Cinta kita bertahan begitu lama

Konteks di Balik Lagu Seven dari Taylor Swift

“seven” lahir di tengah masa pandemi COVID-19 tahun 2020, saat Taylor Swift mengisolasi diri di rumahnya di Los Angeles.

Seluruh album Folklore dibuat secara jarak jauh, dengan Taylor merekam vokalnya di studio improvisasi di kamarnya sendiri sementara produser Aaron Dessner bekerja dari studionya di Hudson Valley, New York.

“seven” adalah lagu kedua yang Taylor dan Dessner tulis bersama, tepat setelah “cardigan”, dan Dessner mengatakan kedua lagu itu menjadi peta jalan untuk keseluruhan album.

Taylor sendiri mengungkapkan dalam dokumenter folklore: the long pond studio sessions bahwa lagu ini lahir dari pengamatannya pada anak-anak kecil yang mengamuk bebas di supermarket.

Ia bertanya pada dirinya sendiri, kapan ia berhenti bisa melakukan itu, dan kapan kebebasan untuk mengekspresikan emosi secara mentah itu menghilang dari hidupnya.

Lirik “I hit my peak at seven” memiliki makna ganda yang disengaja: secara harfiah tentang ketinggian ayunan, namun juga menyiratkan bahwa puncak kebahagiaannya adalah di usia tujuh tahun, sebelum karier besar mengambil alih hidupnya.

Pennsylvania, yang disebut dalam lagu, bukan sekadar detail geografis, karena di situlah Taylor tumbuh sebelum keluarganya pindah ke Nashville demi mengejar kariernya di usia 14 tahun.

Lagu ini juga membawa dimensi yang lebih gelap, di mana penggalan lirik tentang rumah berhantu dan ayah yang selalu marah dilihat oleh banyak pengamat sebagai gambaran polos seorang anak yang menyaksikan kekerasan dalam rumah tangga teman baiknya tanpa benar-benar memahaminya.

Fakta Menarik tentang Lagu Seven

"seven" Adalah Lagu Ketujuh di Album Kedelapan Taylor

Penempatan lagu ini bukan kebetulan. "seven" menempati posisi ketujuh di album kedelapan Taylor Swift, Folklore, sebuah detail yang sangat khas dari seorang Taylor Swift yang dikenal gemar menyisipkan makna tersembunyi di setiap sudut karyanya.

Lagu Ini Dibuat Sepenuhnya Secara Jarak Jauh

Taylor merekam vokalnya di kamar tidur Los Angeles menggunakan mikrofon Neumann U47, sementara Aaron Dessner memoles instrumentasinya dari studio Long Pond di New York, dan keduanya berkomunikasi lewat platform kolaborasi online secara real-time tanpa pernah berada di ruangan yang sama.

Drum Dimainkan oleh Anggota The National

Bryan Devendorf, drummer dari band indie rock The National, yang juga merupakan kakak beradik dengan Aaron Dessner, secara khusus mengisi bagian drum untuk lagu ini dari lokasi yang terpisah selama masa karantina.

Taylor Punya Double Entendre yang Viral di Eras Tour

Dalam versi Eras Tour, "seven" dibawakan sebagai puisi lisan, dan jeda dramatis pada baris "I hit my peak at seven. Feet in the swing" mengubah maknanya secara total, sebuah momen yang membuat jutaan penonton di seluruh dunia terdiam sebelum akhirnya bersorak.

Lagu Ini Menang Grammy Lewat Albumnya

Folklore memenangkan Album of the Year di Grammy Awards 2021, menjadikan Taylor Swift perempuan pertama yang meraih penghargaan tersebut sebanyak tiga kali, dan "seven" adalah salah satu lagu yang paling banyak disebut sebagai jantung emosional dari album pemenang tersebut.