Makna Lagu Long Story Short - Taylor Swift

Artis

Taylor Swift

Album

Evermore

Tahun

2020

Genre

Synth-pop, Electropop, Folk-pop, Indie Rock

Negara

Amerika

Opini Redaksi

Lagu “long story short” adalah ringkasan perjalanan hidup Taylor Swift yang paling jujur yang pernah ia tuangkan ke dalam musik.

Lagu ini menceritakan bagaimana Taylor melewati salah satu periode paling gelap dalam hidupnya, yaitu tahun 2016 ketika reputasinya hancur di hadapan publik setelah perseteruannya dengan Kanye West dan Kim Kardashian.

Kalimat pembuka lagu ini langsung menggambarkan betapa lelahnya ia saat itu karena ia tidak mencari pertarungan, tapi pertarungan itulah yang justru datang menghampirinya.

Setelah hubungannya dengan Calvin Harris berakhir, Taylor sempat menjalin hubungan singkat dengan Tom Hiddleston yang pada lagu ini digambarkan sebagai pelarian emosional yang salah kaprah.

Chorus pertama dan kedua lagu ini sangat ikonik karena Taylor dengan gamblang menyebut bahwa itu adalah waktu yang buruk dan dia memilih orang yang salah.

Di bagian post-chorus, Taylor langsung menyatakan bahwa kini semua perhatiannya tertuju pada satu orang, yaitu Joe Alwyn, kekasihnya yang kini sudah menjadi pasangan hidupnya.

Bridge lagu ini adalah bagian yang paling tenang dan paling hangat, di mana Taylor menyatakan bahwa ia sudah berhenti menghitung luka dan memilih untuk hanya menjaga kehangatan hubungan yang ia miliki sekarang.

Verse ketiga lagu ini terasa sangat emosional karena Taylor berbicara langsung kepada dirinya sendiri di masa lalu, mengingatkan dirinya untuk tidak terjebak dalam hal-hal sepele yang tidak layak diperjuangkan.

Lagu ini berakhir dengan kalimat paling sederhana namun paling kuat: “I survived”, yang menjadi pernyataan final bahwa apapun yang terjadi, Taylor berhasil melewatinya dan terus hidup.

“long story short” bukan sekadar lagu tentang mantan atau drama, tapi sebuah perayaan atas ketangguhan diri sendiri setelah melewati masa-masa yang terasa mustahil untuk dilalui.

Terjemahan Lirik Lagu Long Story Short dari Taylor Swift

[Verse 1]

Fatefully

Dengan nasib yang telah digariskan

I tried to pick my battles ’til the battle picked me

Aku mencoba memilih pertarunganku sendiri sampai pertarungan itu yang memilihku

Misery

Kesengsaraan

Like the war of words I shouted in my sleep

Seperti perang kata-kata yang aku teriakkan dalam tidurku

And you passed right by

Dan kamu begitu saja berlalu di hadapanku

I was in the alley, surrounded on all sides

Aku berada di lorong gelap, terkepung dari segala sisi

The knife cuts both ways

Pisau itu memotong dari dua arah

If the shoe fits, walk in it ’til your high heels break

Jika sepatu itu pas, pakailah sampai tumit tingginya patah

[Chorus]

And I fell from the pedestal

Dan aku jatuh dari singgasana tempat aku berdiri

Right down the rabbit hole

Langsung jatuh ke dalam lubang kelinci

Long story short, it was a bad time

Singkatnya, itu adalah masa yang sangat buruk

Pushed from the precipice

Didorong dari tepian jurang

Clung to the nearest lips

Berpegangan pada bibir yang paling dekat denganku

Long story short, it was the wrong guy

Singkatnya, dia adalah orang yang salah

[Post-Chorus]

Now I’m all about you

Kini semuanya hanya tentang kamu

I’m all about you, ah

Semuanya hanya tentang kamu, ah

Yeah, yeah

Ya, ya

I’m all about you, ah

Semuanya hanya tentang kamu, ah

Yeah, yeah

Ya, ya

[Verse 2]

Actually

Sebenarnya

I always felt I must look better in the rear view

Aku selalu merasa aku terlihat lebih baik dari kaca spion belakang

Missing me

Merindukan aku

At the golden gates they once held the keys to

Di gerbang emas yang dulu pernah mereka pegang kuncinya

When I dropped my sword

Ketika aku menjatuhkan pedangku

I threw it in the bushes and knocked on your door

Aku melemparnya ke semak-semak dan mengetuk pintumu

And we live in peace

Dan kita hidup dalam kedamaian

But if someone comes at us, this time, I’m ready

Tapi jika ada yang datang menyerang kita, kali ini aku siap

[Chorus]

‘Cause I fell from the pedestal

Karena aku jatuh dari singgasana tempat aku berdiri

Right down the rabbit hole

Langsung jatuh ke dalam lubang kelinci

Long story short, it was a bad time

Singkatnya, itu adalah masa yang sangat buruk

Pushed from the precipice

Didorong dari tepian jurang

Clung to the nearest lips

Berpegangan pada bibir yang paling dekat denganku

Long story short, it was the wrong guy

Singkatnya, dia adalah orang yang salah

[Post-Chorus]

Now I’m all about you

Kini semuanya hanya tentang kamu

I’m all about you, ah

Semuanya hanya tentang kamu, ah

Yeah, yeah

Ya, ya

I’m all about you

Semuanya hanya tentang kamu

[Bridge]

No more keepin’ score

Tak ada lagi menghitung siapa yang kalah dan menang

Now I just keep you warm (Keep you warm)

Kini aku hanya menjagamu tetap hangat

No more tug of war

Tak ada lagi tarik tambang

Now I just know there’s more (Know there’s more)

Kini aku tahu ada hal yang lebih besar dari semua ini

No more keepin’ score

Tak ada lagi menghitung siapa yang kalah dan menang

Now I just keep you warm (Keep you warm)

Kini aku hanya menjagamu tetap hangat

And my waves meet your shore

Dan gelombangku bertemu dengan pantaimu

Ever and evermore

Selamanya dan seterusnya

[Verse 3]

Past me

Untuk diriku di masa lalu

I wanna tell you not to get lost in these petty things

Aku ingin memberitahumu untuk tidak tersesat dalam hal-hal sepele ini

Your nemeses

Musuh-musuhmu

Will defeat themselves before you get the chance to swing

Akan mengalahkan diri mereka sendiri sebelum kamu sempat melancarkan serangan

And he’s passing by

Dan dia melintas di hadapanmu

Rare as the glimmer of a comet in the sky

Langka seperti kilau komet di langit

And he feels like home

Dan dia terasa seperti rumah

If the shoe fits, walk in it everywhere you go

Jika sepatu itu pas, pakailah ke mana pun kamu melangkah

[Chorus]

And I fell from the pedestal

Dan aku jatuh dari singgasana tempat aku berdiri

Right down the rabbit hole

Langsung jatuh ke dalam lubang kelinci

Long story short, it was a bad time

Singkatnya, itu adalah masa yang sangat buruk

Pushed from the precipice

Didorong dari tepian jurang

Climbed right back up the cliff

Lalu memanjat kembali naik ke tebing itu

Long story short, I survived

Singkatnya, aku selamat

[Post-Chorus]

Now I’m all about you

Kini semuanya hanya tentang kamu

(And now) I’m all about you, ah

(Dan kini) semuanya hanya tentang kamu, ah

(And now) I’m all about you

(Dan kini) semuanya hanya tentang kamu

(And now) I’m all about you, ah

(Dan kini) semuanya hanya tentang kamu, ah

Yeah, yeah

Ya, ya

I’m all about you

Semuanya hanya tentang kamu

(And now) Yeah, yeah

(Dan kini) ya, ya

I’m all about you

Semuanya hanya tentang kamu

[Outro]

Long story short, it was a bad time

Singkatnya, itu adalah masa yang sangat buruk

Long story short, I survived

Singkatnya, aku selamat

Konteks di Balik Lagu Long Story Short dari Taylor Swift

Lagu “long story short” lahir dari salah satu periode paling bergolak dalam kehidupan Taylor Swift, yaitu tahun 2016 ketika ia terseret dalam perseteruan publik yang saat itu sangat mengguncang citranya.

Pada pertengahan 2016, sebuah video bocor yang menampilkan percakapan telepon antara Taylor dan Kanye West, dan insiden itu langsung menempatkan Taylor sebagai target kritik besar-besaran di media sosial.

Tepat di tengah badai tersebut, hubungannya dengan Calvin Harris juga berakhir, dan ia kemudian sempat menjalani hubungan singkat dengan aktor Tom Hiddleston yang dalam lagu ini secara implisit disebut sebagai “orang yang salah.”

Bertahun-tahun setelah kejadian itu, Taylor akhirnya memandang semua drama tersebut dengan lebih jernih dan menemukan bahwa ia sudah jauh lebih kuat dari yang ia bayangkan.

Lagu ini ditulis bersama produser Aaron Dessner dari band The National selama masa pandemi COVID-19 tahun 2020, ketika Taylor menghabiskan waktu di Long Pond Studio di Hudson Valley, New York.

Evermore, album tempat lagu ini bersemayam, lahir secara spontan karena setelah selesai merekam dokumenter Folklore, Taylor dan Dessner terus berkarya dan tidak bisa berhenti menulis lagu.

Verse ketiga lagu ini menjadi bagian yang paling istimewa karena Taylor berbicara langsung kepada versi mudanya sendiri, meyakinkan dirinya bahwa musuh-musuhnya akan jatuh dengan sendirinya tanpa perlu ia lawan.

Di akhir lagu, kata “evermore” muncul dalam bridge sebagai jembatan menuju nama album itu sendiri, menjadikan lagu ini salah satu dari sedikit trek di album ini yang secara eksplisit menyebut judul album.

Fakta Menarik tentang Lagu Long Story Short

Satu-satunya Trek Selain Title Track yang Menyebut "Evermore"

Dalam seluruh album Evermore, hanya ada dua lagu yang menggunakan kata "evermore" secara eksplisit, yaitu lagu penutup bertajuk "evermore" dan "long story short" di bagian bridge. Ini menjadikan lagu ini penghubung tersembunyi yang paling spesial di seluruh album.

Dinilai Kritikus sebagai Lagu Terbaik di Album Evermore

Seorang kritikus dari Billboard menyebut "long story short" sebagai lagu terbaik di album Evermore karena kemampuannya menciptakan musik yang terdengar sederhana namun sebenarnya penuh lapisan emosi. Banyak yang menyebutnya sebagai lagu yang paling mendekati sosok pop star Taylor yang selama ini dikenal publik.

Lahir dari Proses Rekaman yang Sangat Tidak Terduga

Album Evermore sendiri terbentuk secara spontan setelah Taylor Swift dan Aaron Dessner tidak bisa berhenti berkarya usai syuting dokumenter Folklore. Mereka menghabiskan waktu hingga dini hari bersama Jack Antonoff dan akhirnya menghasilkan 17 lagu baru yang menjadi album ini.

Dibawakan dalam Eras Tour sebagai Bagian Mashup

Taylor Swift membawakan "long story short" sebanyak tiga kali dalam rangkaian Eras Tour 2024, namun selalu dalam format mashup dengan lagu-lagu lain dari diskografinya. Ini membuktikan bahwa lagu ini tetap memiliki tempat khusus dalam set live Taylor meskipun bukan single resmi.

Perubahan Kecil di Chorus Terakhir yang Mengubah Segalanya

Di dua chorus pertama, Taylor menyanyikan "clung to the nearest lips" untuk menggambarkan pelarian emosionalnya ke hubungan yang salah. Tapi di chorus terakhir, baris itu berubah menjadi "climbed right back up the cliff" yang menandai transformasi dari seseorang yang mencari pelarian menjadi seseorang yang memilih untuk bangkit dan berdiri sendiri.