Lagu ini adalah satu dari sedikit lagu Taylor Swift yang menempatkan dirinya sebagai pihak yang bersalah.
Biasanya Taylor menulis tentang bagaimana dia disakiti, tapi kali ini dia yang menyakiti seseorang dan memilih untuk mengakuinya lewat lagu.
“Back to December” adalah permintaan maaf tulus kepada mantan kekasih yang sudah dia lukai karena kecerobohannya sendiri.
Lagu ini menggambarkan momen canggung ketika dua orang yang pernah dekat bertemu kembali setelah perpisahan yang menyakitkan.
Taylor merasakan penyesalan yang dalam karena tidak menghargai hubungan itu ketika masih ada.
Dia menyadari bahwa kebebasan yang dia pilih ternyata tidak lebih dari rasa rindu yang tidak bisa hilang.
Lagu ini membuktikan bahwa terkadang kita baru sadar betapa berharganya seseorang setelah kita sendiri yang melepasnya pergi.
Terjemahan Lirik Lagu Back to December dari Taylor Swift
[Verse 1]
I’m so glad you made time to see me
Aku sangat senang kamu menyempatkan waktu untuk menemuiku
How’s life? Tell me, how’s your family?
Bagaimana kabarmu? Ceritakan, bagaimana keluargamu?
I haven’t seen them in a while
Aku sudah lama tidak bertemu mereka
You’ve been good, busier than ever
Kamu baik-baik saja, lebih sibuk dari sebelumnya
We small talk, work and the weather
Kita hanya ngobrol basa-basi, soal pekerjaan dan cuaca
Your guard is up and I know why
Kamu menjaga jarak dan aku tahu alasannya
[Pre-Chorus]
Because the last time you saw me
Karena terakhir kali kamu melihatku
Is still burned in the back of your mind
Masih terpatri di sudut benakmu
You gave me roses and I left them there to die
Kamu memberiku mawar dan aku membiarkannya layu begitu saja
[Chorus]
So, this is me swallowing my pride
Jadi, inilah aku yang menelan egonya sendiri
Standin’ in front of you sayin’, “I’m sorry for that night”
Berdiri di depanmu sambil berkata, “Aku minta maaf untuk malam itu”
And I go back to December all the time
Dan aku selalu kembali ke bulan Desember itu dalam pikiranku
It turns out freedom ain’t nothing but missin’ you
Ternyata kebebasan itu tidak lebih dari sekadar merindukanmu
Wishin’ I’d realized what I had when you were mine
Berharap aku menyadari betapa berharganya apa yang aku miliki ketika kamu masih menjadi milikku
I go back to December, turn around and make it alright
Aku kembali ke Desember itu, berbalik dan memperbaiki segalanya
I go back to December all the time
Aku selalu kembali ke bulan Desember itu
[Verse 2]
These days, I haven’t been sleeping
Akhir-akhir ini, aku tidak bisa tidur
Stayin’ up, playing back myself leavin’
Terjaga, terus mengulang momen ketika aku pergi
When your birthday passed and I didn’t call
Ketika ulang tahunmu berlalu dan aku tidak menelepon
Then I think about summer, all the beautiful times
Lalu aku teringat musim panas, semua momen indah itu
I watched you laughin’ from the passenger side
Aku memandangimu tertawa dari kursi penumpang
And realized I loved you in the fall
Dan aku menyadari bahwa aku mencintaimu di musim gugur
[Pre-Chorus]
And then the cold came, the dark days
Lalu dingin itu datang, hari-hari gelap itu pun tiba
When fear crept into my mind
Ketika rasa takut merayap masuk ke dalam pikiranku
You gave me all your love and all I gave you was goodbye
Kamu memberiku semua cintamu dan yang kuberi hanyalah selamat tinggal
[Chorus]
So, this is me swallowing my pride
Jadi, inilah aku yang menelan egonya sendiri
Standin’ in front of you, sayin’, “I’m sorry for that night”
Berdiri di depanmu, berkata, “Aku minta maaf untuk malam itu”
And I go back to December all the time
Dan aku selalu kembali ke bulan Desember itu dalam pikiranku
It turns out freedom ain’t nothing but missin’ you
Ternyata kebebasan itu tidak lebih dari sekadar merindukanmu
Wishin’ I’d realized what I had when you were mine
Berharap aku menyadari betapa berharganya apa yang aku miliki ketika kamu masih menjadi milikku
I go back to December, turn around and change my own mind
Aku kembali ke Desember itu, berbalik dan mengubah keputusanku sendiri
I go back to December all the time
Aku selalu kembali ke bulan Desember itu
[Bridge]
I miss your tanned skin, your sweet smile
Aku merindukan kulitmu yang kecokelatan, senyumanmu yang manis
So good to me, so right
Begitu baik padaku, begitu pas
And how you held me in your arms that September night
Dan bagaimana kamu memelukku di malam September itu
The first time you ever saw me cry
Pertama kalinya kamu melihatku menangis
Maybe this is wishful thinkin’
Mungkin ini hanya angan-angan belaka
Probably mindless dreaming
Mungkin hanya mimpi kosong
But if we loved again, I swear I’d love you right
Tapi jika kita jatuh cinta lagi, aku berjanji akan mencintaimu dengan benar
I’d go back in time and change it, but I can’t
Aku akan kembali ke masa lalu dan mengubahnya, tapi aku tidak bisa
So, if the chain is on your door, I understand
Jadi, jika pintumu sudah terkunci untukku, aku mengerti
[Chorus]
But this is me swallowing my pride
Tapi inilah aku yang menelan egonya sendiri
Standin’ in front of you, sayin’, “I’m sorry for that night”
Berdiri di depanmu, berkata, “Aku minta maaf untuk malam itu”
And I go back to December
Dan aku kembali ke bulan Desember itu
It turns out freedom ain’t nothing but missin’ you
Ternyata kebebasan itu tidak lebih dari sekadar merindukanmu
Wishin’ I’d realized what I had when you were mine
Berharap aku menyadari betapa berharganya apa yang aku miliki ketika kamu masih menjadi milikku
I go back to December, turn around and make it alright
Aku kembali ke Desember itu, berbalik dan memperbaiki segalanya
I go back to December, turn around and change my own mind
Aku kembali ke Desember itu, berbalik dan mengubah keputusanku sendiri
I go back to December all the time
Aku selalu kembali ke bulan Desember itu
[Outro]
All the time
Setiap saat
Konteks di Balik Lagu Back to December dari Taylor Swift
Lagu ini ditulis Taylor Swift untuk album ketiganya, Speak Now, yang dirilis pada Oktober 2010 dan merupakan satu-satunya album dalam kariernya yang seluruh lagunya dia tulis sendiri tanpa kolaborator.
Inspirasi di balik lagu ini adalah hubungan singkat Taylor dengan aktor Taylor Lautner, yang dikenal luas sebagai pemeran Jacob dalam saga Twilight, yang mereka jalani sekitar akhir 2009.
Hubungan mereka berakhir di bulan Desember, sebuah detail yang langsung tercermin dalam judul lagunya dan menjadi inti dari seluruh penyesalan yang dia ungkapkan.
Taylor sendiri mengakui bahwa ini adalah pertama kalinya dia menulis lagu yang isinya benar-benar permintaan maaf kepada seseorang, karena menurutnya orang itu layak mendengar kata-kata tersebut.
Saat tampil di sebuah konser di Michigan, Taylor secara terbuka menyebut lagu ini ditujukan untuk “anak laki-laki dari Michigan” dan Lautner memang lahir di Grand Rapids, Michigan.