Lagu “Paris” bercerita tentang sepasang kekasih yang begitu larut dalam cinta sehingga dunia di luar terasa tidak penting sama sekali.
Taylor Swift menggambarkan bagaimana gosip dan kebisingan dari dunia luar tidak bisa menembus gelembung kebahagiaan yang ia bangun bersama kekasihnya.
Perasaan cinta yang sangat dalam itu membuat segalanya terasa berbeda, seperti berada di kota paling romantis di dunia meski sebenarnya hanya ada di tempat biasa.
Apakah kamu pernah merasa begitu bahagia bersama seseorang sampai lupa dengan semua kekacauan di sekitarmu?
Itulah inti dari lagu ini: cinta yang cukup kuat untuk menciptakan dunianya sendiri.
Taylor dengan indah menggambarkan momen sederhana seperti minum anggur murah, berjalan di gang sempit, dan berbaring sambil menatap langit-langit kamar sebagai sesuatu yang terasa mewah dan magis.
Privasi juga menjadi tema besar dalam lagu ini, karena Taylor menekankan bahwa romansa yang paling nyata adalah yang dijaga hanya untuk diri sendiri dan pasangan.
Kalimat “I wanna brainwash you into loving me forever” di bagian bridge terasa intens tapi juga manis, menggambarkan betapa dalamnya keinginan untuk mempertahankan cinta ini selamanya.
Secara keseluruhan, “Paris” adalah surat cinta kepada momen-momen kecil yang terasa besar ketika kamu bersama orang yang tepat.
Terjemahan Lirik Lagu Paris dari Taylor Swift
[Verse 1]
Your ex-friend’s sister
Saudara perempuan mantan temanmu
Met someone at a club and he kissed her
Bertemu seseorang di klub dan ia menciumnya
Turns out, it was that guy you hooked up with ages ago
Ternyata, itu adalah pria yang pernah bersamamu dulu
Some wannabe Z-lister
Seseorang yang ingin terkenal tapi tidak terlalu dikenal
And all the outfits were terrible
Dan semua pakaiannya sangat buruk
2003 unbearable
Menyiksa seperti tahun 2003
Did you see the photos?
Apakah kamu melihat foto-fotonya?
No, I didn’t, but thanks, though
Tidak, aku tidak melihatnya, tapi terima kasih
[Pre-Chorus]
I’m so in love that I might stop breathing
Aku begitu jatuh cinta sampai mungkin aku berhenti bernapas
Drew a map on your bedroom ceiling
Menggambar peta di langit-langit kamar tidurmu
No, I didn’t see the news
Tidak, aku tidak melihat beritanya
‘Cause we were somewhere else
Karena kami sedang berada di tempat lain
Stumbled down pretend alleyways
Berjalan sempoyongan di gang-gang yang kita buat-buat
Cheap wine, make believe it’s champagne
Anggur murah, berpura-pura itu adalah champagne
I was taken by the view
Aku terpesona oleh pemandangan itu
[Chorus]
Like we were in Paris
Seperti kami sedang berada di Paris
Like we were somewhere else
Seperti kami sedang berada di tempat lain
Like we were in Paris, oh
Seperti kami sedang berada di Paris, oh
We were somewhere else
Kami sedang berada di tempat lain
[Verse 2]
Privacy sign on the door
Tanda privasi di pintu
And on my page and on the whole world
Dan di halamanku dan di seluruh dunia
Romance is not dead if you keep it just yours
Romansa tidak mati jika kamu menjaganya hanya untukmu
Levitate above all the messes made
Melayang di atas semua kekacauan yang ada
Sit quiet by my side in the shade
Duduklah dengan tenang di sisiku di tempat yang teduh
And not the kind that’s thrown
Bukan teduh yang dilemparkan orang lain
I mean, the kind under where a tree has grown
Maksudku, teduh di bawah pohon yang telah tumbuh
[Pre-Chorus]
I’m so in love that I might stop breathing
Aku begitu jatuh cinta sampai mungkin aku berhenti bernapas
Drew a map on your bedroom ceiling
Menggambar peta di langit-langit kamar tidurmu
No, I didn’t see the news
Tidak, aku tidak melihat beritanya
‘Cause we were somewhere else
Karena kami sedang berada di tempat lain
Stumbled down pretend alleyways
Berjalan sempoyongan di gang-gang yang kita buat-buat
Cheap wine, make believe it’s champagne
Anggur murah, berpura-pura itu adalah champagne
I was taken by the view
Aku terpesona oleh pemandangan itu
[Chorus]
Like we were in Paris, oh
Seperti kami sedang berada di Paris, oh
Like we were somewhere else
Seperti kami sedang berada di tempat lain
Like we were in Paris, oh
Seperti kami sedang berada di Paris, oh
We were somewhere else
Kami sedang berada di tempat lain
[Bridge]
I wanna brainwash you
Aku ingin mencuci otakmu
Into loving me forever
Untuk mencintaiku selamanya
I wanna transport you
Aku ingin membawamu
To somewhere the culture’s clever
Ke suatu tempat yang budayanya cerdas
Confess my truth
Mengaku kebenaranku
In swooping, sloping, cursive letters
Dalam tulisan tangan yang mengalir dan miring
Let the only flashing lights be the tower at midnight
Biarkan satu-satunya cahaya berkedip adalah menara di tengah malam
In my mind
Di dalam benakku
[Breakdown]
We drew a map on your bedroom ceiling
Kami menggambar peta di langit-langit kamar tidurmu
No, I didn’t see the news
Tidak, aku tidak melihat beritanya
‘Cause we were somewhere else
Karena kami sedang berada di tempat lain
In an alleyway, drinking champagne
Di sebuah gang, minum champagne
[Chorus]
‘Cause we were in Paris
Karena kami sedang berada di Paris
Yes, we were somewhere else
Ya, kami sedang berada di tempat lain
My love, we were in Paris
Cintaku, kami sedang berada di Paris
Yes, we were somewhere else
Ya, kami sedang berada di tempat lain
Konteks di Balik Lagu Paris dari Taylor Swift
“Paris” lahir dari pengalaman nyata Taylor Swift bersama kekasihnya saat itu, Joe Alwyn, aktor asal Inggris yang ia kencani selama enam tahun.
Taylor dan Joe memang pernah bersama-sama di Paris pada September 2019, tepat ketika Taylor menggelar konser City of Lover di Olympia Theater tak lama setelah perilisan album Lover.
Lagu ini merupakan bagian dari album Midnights yang dirilis pada 21 Oktober 2022, tepatnya sebagai bonus track eksklusif di edisi 3am Edition yang dirilis tiga jam setelah album utama.
Taylor Swift dan Jack Antonoff mengerjakan “Paris” bersama, melanjutkan kolaborasi panjang mereka yang sudah terjalin sejak album 1989 pada tahun 2014.
Sepanjang hubungannya dengan Joe, Taylor selalu berusaha keras menjaga privasi mereka dari sorotan media dan gosip, dan semangat itulah yang mengalir kuat dalam lirik lagu ini.
Taylor pernah mengungkapkan bahwa ia dan Joe sangat melindungi hubungan mereka dari komentar luar, karena baginya hal yang paling nyata harus dijaga jauh dari kebisingan dunia.
Midnights sendiri merupakan album konsep yang terinspirasi dari momen-momen tidak bisa tidur di malam hari, dan “Paris” mencerminkan sisi paling manis dari album itu: cinta yang mampu membuatmu melupakan segalanya.