Makna Lagu Paris - Taylor Swift

Artis

Taylor Swift

Album

Midnights

Tahun

2022

Genre

Synth-pop, Dream Pop, Bedroom Pop

Negara

Amerika
Opini Redaksi

Lagu “Paris” bercerita tentang sepasang kekasih yang begitu larut dalam cinta sehingga dunia di luar terasa tidak penting sama sekali.

Taylor Swift menggambarkan bagaimana gosip dan kebisingan dari dunia luar tidak bisa menembus gelembung kebahagiaan yang ia bangun bersama kekasihnya.

Perasaan cinta yang sangat dalam itu membuat segalanya terasa berbeda, seperti berada di kota paling romantis di dunia meski sebenarnya hanya ada di tempat biasa.

Apakah kamu pernah merasa begitu bahagia bersama seseorang sampai lupa dengan semua kekacauan di sekitarmu?

Itulah inti dari lagu ini: cinta yang cukup kuat untuk menciptakan dunianya sendiri.

Taylor dengan indah menggambarkan momen sederhana seperti minum anggur murah, berjalan di gang sempit, dan berbaring sambil menatap langit-langit kamar sebagai sesuatu yang terasa mewah dan magis.

Privasi juga menjadi tema besar dalam lagu ini, karena Taylor menekankan bahwa romansa yang paling nyata adalah yang dijaga hanya untuk diri sendiri dan pasangan.

Kalimat “I wanna brainwash you into loving me forever” di bagian bridge terasa intens tapi juga manis, menggambarkan betapa dalamnya keinginan untuk mempertahankan cinta ini selamanya.

Secara keseluruhan, “Paris” adalah surat cinta kepada momen-momen kecil yang terasa besar ketika kamu bersama orang yang tepat.

Terjemahan Lirik Lagu Paris dari Taylor Swift

[Verse 1]

Your ex-friend’s sister

Saudara perempuan mantan temanmu

Met someone at a club and he kissed her

Bertemu seseorang di klub dan ia menciumnya

Turns out, it was that guy you hooked up with ages ago

Ternyata, itu adalah pria yang pernah bersamamu dulu

Some wannabe Z-lister

Seseorang yang ingin terkenal tapi tidak terlalu dikenal

And all the outfits were terrible

Dan semua pakaiannya sangat buruk

2003 unbearable

Menyiksa seperti tahun 2003

Did you see the photos?

Apakah kamu melihat foto-fotonya?

No, I didn’t, but thanks, though

Tidak, aku tidak melihatnya, tapi terima kasih

[Pre-Chorus]

I’m so in love that I might stop breathing

Aku begitu jatuh cinta sampai mungkin aku berhenti bernapas

Drew a map on your bedroom ceiling

Menggambar peta di langit-langit kamar tidurmu

No, I didn’t see the news

Tidak, aku tidak melihat beritanya

‘Cause we were somewhere else

Karena kami sedang berada di tempat lain

Stumbled down pretend alleyways

Berjalan sempoyongan di gang-gang yang kita buat-buat

Cheap wine, make believe it’s champagne

Anggur murah, berpura-pura itu adalah champagne

I was taken by the view

Aku terpesona oleh pemandangan itu

[Chorus]

Like we were in Paris

Seperti kami sedang berada di Paris

Like we were somewhere else

Seperti kami sedang berada di tempat lain

Like we were in Paris, oh

Seperti kami sedang berada di Paris, oh

We were somewhere else

Kami sedang berada di tempat lain

[Verse 2]

Privacy sign on the door

Tanda privasi di pintu

And on my page and on the whole world

Dan di halamanku dan di seluruh dunia

Romance is not dead if you keep it just yours

Romansa tidak mati jika kamu menjaganya hanya untukmu

Levitate above all the messes made

Melayang di atas semua kekacauan yang ada

Sit quiet by my side in the shade

Duduklah dengan tenang di sisiku di tempat yang teduh

And not the kind that’s thrown

Bukan teduh yang dilemparkan orang lain

I mean, the kind under where a tree has grown

Maksudku, teduh di bawah pohon yang telah tumbuh

[Pre-Chorus]

I’m so in love that I might stop breathing

Aku begitu jatuh cinta sampai mungkin aku berhenti bernapas

Drew a map on your bedroom ceiling

Menggambar peta di langit-langit kamar tidurmu

No, I didn’t see the news

Tidak, aku tidak melihat beritanya

‘Cause we were somewhere else

Karena kami sedang berada di tempat lain

Stumbled down pretend alleyways

Berjalan sempoyongan di gang-gang yang kita buat-buat

Cheap wine, make believe it’s champagne

Anggur murah, berpura-pura itu adalah champagne

I was taken by the view

Aku terpesona oleh pemandangan itu

[Chorus]

Like we were in Paris, oh

Seperti kami sedang berada di Paris, oh

Like we were somewhere else

Seperti kami sedang berada di tempat lain

Like we were in Paris, oh

Seperti kami sedang berada di Paris, oh

We were somewhere else

Kami sedang berada di tempat lain

[Bridge]

I wanna brainwash you

Aku ingin mencuci otakmu

Into loving me forever

Untuk mencintaiku selamanya

I wanna transport you

Aku ingin membawamu

To somewhere the culture’s clever

Ke suatu tempat yang budayanya cerdas

Confess my truth

Mengaku kebenaranku

In swooping, sloping, cursive letters

Dalam tulisan tangan yang mengalir dan miring

Let the only flashing lights be the tower at midnight

Biarkan satu-satunya cahaya berkedip adalah menara di tengah malam

In my mind

Di dalam benakku

[Breakdown]

We drew a map on your bedroom ceiling

Kami menggambar peta di langit-langit kamar tidurmu

No, I didn’t see the news

Tidak, aku tidak melihat beritanya

‘Cause we were somewhere else

Karena kami sedang berada di tempat lain

In an alleyway, drinking champagne

Di sebuah gang, minum champagne

[Chorus]

‘Cause we were in Paris

Karena kami sedang berada di Paris

Yes, we were somewhere else

Ya, kami sedang berada di tempat lain

My love, we were in Paris

Cintaku, kami sedang berada di Paris

Yes, we were somewhere else

Ya, kami sedang berada di tempat lain

Konteks di Balik Lagu Paris dari Taylor Swift

“Paris” lahir dari pengalaman nyata Taylor Swift bersama kekasihnya saat itu, Joe Alwyn, aktor asal Inggris yang ia kencani selama enam tahun.

Taylor dan Joe memang pernah bersama-sama di Paris pada September 2019, tepat ketika Taylor menggelar konser City of Lover di Olympia Theater tak lama setelah perilisan album Lover.

Lagu ini merupakan bagian dari album Midnights yang dirilis pada 21 Oktober 2022, tepatnya sebagai bonus track eksklusif di edisi 3am Edition yang dirilis tiga jam setelah album utama.

Taylor Swift dan Jack Antonoff mengerjakan “Paris” bersama, melanjutkan kolaborasi panjang mereka yang sudah terjalin sejak album 1989 pada tahun 2014.

Sepanjang hubungannya dengan Joe, Taylor selalu berusaha keras menjaga privasi mereka dari sorotan media dan gosip, dan semangat itulah yang mengalir kuat dalam lirik lagu ini.

Taylor pernah mengungkapkan bahwa ia dan Joe sangat melindungi hubungan mereka dari komentar luar, karena baginya hal yang paling nyata harus dijaga jauh dari kebisingan dunia.

Midnights sendiri merupakan album konsep yang terinspirasi dari momen-momen tidak bisa tidur di malam hari, dan “Paris” mencerminkan sisi paling manis dari album itu: cinta yang mampu membuatmu melupakan segalanya.

Fakta Menarik tentang Lagu Paris

Bonus Track Kejutan di Tengah Malam

"Paris" tidak masuk dalam daftar lagu utama Midnights yang berisi 13 lagu, melainkan dirilis secara mengejutkan tiga jam setelah album utama lewat edisi 3am Edition, membuat para penggemar yang masih terjaga di tengah malam mendapatkan hadiah tak terduga.

Terinspirasi dari Momen Nyata di Paris

Taylor dan Joe Alwyn memang benar-benar pernah bersama di Paris pada September 2019 saat Taylor menggelar konser spesial di Olympia Theater, sehingga lagu ini bukan sekadar imajinasi melainkan kenangan yang hidup kembali lewat musik.

Menara Eiffel Muncul di Bridge

Lirik "let the only flashing lights be the tower at midnight" adalah referensi langsung ke Menara Eiffel yang terkenal dengan pertunjukan cahaya berkelip setiap malam, sebuah detail spesifik yang mempertegas gambaran Paris yang romantis dalam benak Taylor.

Kolaborasi Setia dengan Jack Antonoff

Midnights adalah album pertama Taylor yang sepenuhnya dibuat bersama Jack Antonoff sebagai kolaborator utama, dan "Paris" termasuk dalam lagu-lagu yang mereka garap berdua setelah para pasangan mereka pergi syuting film di Panama.

Lagu yang Tidak Terpilih untuk Album Utama

Taylor menyebut lagu-lagu 3am Edition sebagai lagu-lagu yang ditulis dalam perjalanan menemukan 13 lagu utama Midnights, artinya "Paris" sempat tidak terpilih namun tetap dianggap terlalu bagus untuk tidak dirilis.

Midnights Memecahkan Rekor Billboard

Saat Midnights dan 3am Edition dirilis, semua 20 lagu dari versi lengkap album ini masuk ke Billboard Hot 100, menjadikan Taylor Swift artis pertama yang mendominasi chart dengan satu album secara sedemikian masif.