Makna Lagu Renegade - Taylor Swift

Artis

Taylor Swift

Album

How Long Do You Think It's Gonna Last?

Tahun

2021

Genre

Indie Pop, Folk, Folktronica

Negara

Amerika

Opini Redaksi

Lagu ini bercerita tentang seorang perempuan yang mencintai seseorang yang hancur dari dalam, namun terus bertahan meski semakin terluka.

Narator dalam lagu ini datang saat pasangannya berada di titik paling gelap, memilih untuk tinggal meski tahu situasinya tidak mudah.

Masalahnya bukan soal kurang cinta, tapi soal satu orang yang terus membawa luka lamanya ke dalam hubungan dan tanpa sadar melukai orang yang justru paling ingin membantunya.

Ada rasa frustrasi yang sangat nyata di sini: sudah bertahan lama, sudah memberi banyak, tapi pasangan terus memakai kecemasan sebagai alasan untuk tidak sepenuhnya hadir.

Pertanyaan paling jujur dalam lagu ini muncul di post-chorus, ketika narator bertanya apakah memang benar kecemasannya yang jadi penghalang, atau memang dia tidak mau memberi segalanya.

Ini bukan serangan, ini adalah pertanyaan yang muncul dari rasa lelah yang sudah menumpuk terlalu lama.

Lagu ini juga memperlihatkan bagaimana seseorang bisa mencintai dengan sangat dalam, tapi tetap bisa mempertanyakan apakah cinta itu cukup untuk terus bertahan.

Ada momen di verse kedua yang sangat kuat: pasangannya melepaskan misil karena membenci dirinya sendiri, tapi yang hancur justru orang yang ada di sampingnya.

Bagian bridge mengulang satu pikiran yang mungkin pernah terlintas di kepala siapa saja dalam hubungan yang berat: andai tahu dari awal seberapa dalam lukanya, mungkin tidak akan dimulai sama sekali.

Tapi itu bukan penyesalan, itu adalah kejujuran yang muncul setelah terlalu lama mencoba sendirian.

Terjemahan Lirik Lagu Renegade dari Taylor Swift

[Verse 1]

I tapped on your window on your darkest night

Aku mengetuk jendelamu di malam paling gelapmu

The shape of you was jagged and weak

Wujudmu terasa tajam dan rapuh

There was nowhere for me to stay, but I stayed anyway

Tidak ada tempat untukku tinggal, tapi aku tetap tinggal

And if I would’ve known

Dan andai aku tahu

How many pieces you had crumbled into

Berapa banyak kepingan yang kamu hancur menjadi

I might have let them lay

Mungkin aku akan membiarkannya berserakan

[Chorus]

Are you really gonna talk about timing in times like these?

Apakah kamu benar-benar akan bicara soal waktu di saat seperti ini?

And let all your damage damage me

Dan membiarkan semua lukamu melukaiku

And carry your baggage up my street

Dan membawa semua bebanmu ke jalanku

And make me your future history, it’s time

Dan menjadikanku sejarah masa depanmu, sudah waktunya

You’ve come a long way, open the blinds, let me see your face

Kamu sudah sejauh ini, buka tirainya, biarkan aku melihat wajahmu

You wouldn’t be the first renegade to need somebody

Kamu bukan yang pertama jadi pemberontak yang butuh seseorang

[Post-Chorus]

Is it insensitive for me to say

Apakah tidak peka jika aku berkata

“Get your shit together so I can love you”?

“Bereskan hidupmu agar aku bisa mencintaimu”?

Is it really your anxiety that stops you

Apakah benar kecemasanmu yang menghentikanmu

From giving me everything

Dari memberiku segalanya

Or do you just not want to?

Atau memang kamu tidak mau?

[Verse 2]

I tapped on your window on your darkest night

Aku mengetuk jendelamu di malam paling gelapmu

The shape of you was jagged and weak

Wujudmu terasa tajam dan rapuh

There was nowhere for me to stay, but I stayed anyway

Tidak ada tempat untukku tinggal, tapi aku tetap tinggal

You fire off missiles ’cause you hate yourself

Kamu melepaskan misil karena kamu membenci dirimu sendiri

But do you know you’re demolishing me?

Tapi tahukah kamu bahwa kamu sedang menghancurkanku?

And then you squeeze my hand as I’m about to leave

Dan lalu kamu meremas tanganku saat aku hampir pergi

[Bridge]

And if I would’ve known

Dan andai aku tahu

How sharp the pieces were you’d crumbled into

Betapa tajamnya kepingan yang kamu hancur menjadi

I might’ve let them lay

Mungkin aku akan membiarkannya berserakan

Konteks di Balik Lagu Renegade dari Taylor Swift

Lagu ini lahir setelah Taylor Swift dan Aaron Dessner selesai menggarap album Evermore di awal 2021.

Dessner mengirimkan materi musik Big Red Machine kepada Swift karena ia sudah lama terinspirasi oleh arah kreatif proyek tersebut.

Swift kemudian menuliskan “Renegade” dan mengirimkan voice memo pertamanya kepada Dessner, yang langsung merasa tertampar secara emosional saat mendengarnya.

Lagu ini direkam di studio rumah Swift di Los Angeles, Kitty Committee, tepat di minggu yang sama mereka meraih Album of the Year di Grammy Awards ke-63 untuk Folklore.

Justin Vernon dari Bon Iver menambahkan vokal latar yang terdengar jauh dan berlapis, direkam dari studionya sendiri, sementara Bryce Dessner menggarap aransemen string dan Jason Treuting memainkan drum.

Banyak penggemar berspekulasi bahwa lagu ini terinspirasi dari hubungan Swift dengan aktor Joe Alwyn, karena beberapa frasa liriknya memiliki kemiripan dengan lagu-lagu Swift sebelumnya yang diduga ditulis tentang Alwyn.

Dessner dalam wawancara dengan Apple Music menyebut bahwa ia sangat tersentuh oleh cara Swift menggambarkan bagaimana kecemasan dan ketakutan bisa menghalangi seseorang untuk mencintai atau dicintai.

Taylor Swift juga yang mengusulkan judul album Big Red Machine, How Long Do You Think It’s Gonna Last?, setelah merasa bahwa frasa itu menyentuh banyak tema yang ada di dalam lagu-lagu album tersebut.

Fakta Menarik tentang Lagu Renegade

Bon Iver Langsung Ingin Jadikan Ini Single

Sebelum lagu ini dirilis resmi, Justin Vernon sudah memperlihatkan cuplikannya di Instagram pada April 2021 dan langsung menyebut bahwa ini seharusnya jadi single. Ia menyebutnya sebagai "yang Taylor yang keren itu."

Ditulis Pasca Grammy, Bukan Sebelumnya

Banyak yang mengira lagu ini dibuat bersamaan dengan Folklore atau Evermore, tapi kenyataannya "Renegade" baru ditulis setelah kedua album tersebut selesai, bahkan setelah Swift dan Dessner memenangkan Album of the Year di Grammy 2021.

Swift Juga Ikut Menamakan Album Big Red Machine

Judul album How Long Do You Think It's Gonna Last? bukan berasal dari Dessner atau Vernon, melainkan dari Swift yang melihat bahwa frasa dari lagu "Latter Days" itu mencerminkan semua tema besar di album tersebut.

Terdengar Seperti Lagu Taylor, Bukan Lagu Big Red Machine

Sejumlah kritikus musik mencatat bahwa "Renegade" terasa lebih seperti lagu Taylor Swift yang menampilkan Big Red Machine, bukan sebaliknya, karena gaya lirik dan vokalnya sangat khas Swift.

Ada Dua Kolaborasi Swift di Album Ini

Selain "Renegade", Swift juga bernyanyi di lagu "Birch" yang ada di album yang sama. Dessner menyebut "Birch" sebagai duet yang sangat memukau antara Swift dan Vernon.

Lagu Ini Masuk Chart Internasional

"Renegade" berhasil masuk tangga lagu di Australia, Kanada, Irlandia, Selandia Baru, Inggris, dan Amerika Serikat. Di AS, lagu ini masuk 10 besar chart Hot Rock & Alternative Songs.