“End Game” adalah lagu tentang keinginan untuk menjadi pilihan terakhir dan terpenting bagi seseorang yang dicintai.
Taylor Swift menulis lagu ini saat hidupnya dihantam oleh gosip, kontroversi publik, dan citra yang hancur di mata media.
Di tengah semua kekacauan itu, ia justru menemukan hubungan baru yang terasa nyata dan ingin membuktikan bahwa cintanya bukan sekadar permainan.
Frasa “end game” sendiri berasal dari dunia strategi, artinya tujuan akhir yang ingin dicapai, dan Taylor menggunakannya untuk mengatakan bahwa ia ingin menjadi satu-satunya tujuan akhir dalam hidup seseorang.
Ketiga artis dalam lagu ini, Taylor, Ed, dan Future, masing-masing menyuarakan hal yang sama: mereka punya reputasi besar, mereka punya masa lalu yang rumit, tapi mereka tetap ingin dicintai seutuhnya.
Future membuka lagu dengan gambaran gaya hidup mewah dan percaya diri, menegaskan bahwa reputasinya tidak bisa mendahuluinya karena ia jauh lebih besar dari gosip itu sendiri.
Ed Sheeran membawa perspektif yang lebih personal dan hangat, menceritakan bagaimana ia bertemu kembali dengan seseorang dari masa kecilnya dan merasakan koneksi yang lebih kuat dari sebelumnya.
Baris “four words on the tip of my tongue, I’ll never say it” dari Ed menjadi salah satu momen paling berkesan dalam lagu ini karena ternyata empat kata itu adalah lamaran pernikahan.
Taylor menutup lagu dengan kejujuran penuh, mengakui bahwa ia memang sering terlibat drama, tapi bukan berarti ia mencintai drama itu.
Lagu ini pada dasarnya adalah deklarasi cinta yang jujur dari tiga orang yang terlalu lama dinilai dari reputasinya, bukan dari hati mereka yang sebenarnya.
Terjemahan Lirik Lagu End Game dari Taylor Swift ft. Ed Sheeran & Future
[Chorus: Taylor Swift & Future]
I wanna be your end game
Aku ingin menjadi tujuan akhirmu
I wanna be your first string
Aku ingin menjadi pilihan pertamamu
I wanna be your A-Team
Aku ingin menjadi tim terbaikmu
I wanna be your end game, end game
Aku ingin menjadi tujuan akhirmu, tujuan akhirmu
[Post-Chorus: Taylor Swift & Future]
Big reputation, big reputation
Reputasi besar, reputasi besar
Ooh, you and me, we got big reputations, ah
Ooh, kamu dan aku, kita punya reputasi yang besar
And you heard about me, ooh
Dan kamu pernah mendengar tentang aku
I got some big enemies
Aku punya musuh-musuh besar
Big reputation, big reputation
Reputasi besar, reputasi besar
Ooh, you and me would be a big conversation, ah
Ooh, kamu dan aku akan menjadi perbincangan besar
And I heard about you, ooh
Dan aku pernah mendengar tentang kamu
You like the bad ones too
Kamu juga menyukai yang nakal
[Verse 1: Future]
You so dope, don’t overdose, I’m so stoked, I need a toast
Kamu luar biasa, jangan berlebihan, aku sangat antusias, aku perlu merayakannya
We do the most, I’m in the Ghost like I’m whippin’ a boat
Kita melakukan yang terbaik, aku di dalam Rolls-Royce Ghost seolah mengendalikan kapal
I got a reputation, girl, that don’t precede me
Aku punya reputasi, cewek, yang tidak bisa mendahuluiku
I’m one call away whenever you need me
Aku hanya satu panggilan jauhnya kapanpun kamu butuh aku
I’m in a G5, come to the A-Side
Aku di jet G5, datanglah ke sisi terbaik
I got a bad boy persona, that’s what they like
Aku punya persona bad boy, itulah yang mereka sukai
You love it, I love it too ’cause you my type
Kamu menyukainya, aku juga menyukainya karena kamu tipeku
You hold me down and I protect you with my life
Kamu mendukungku dan aku melindungimu dengan nyawaku
[Pre-Chorus: Taylor Swift & Future]
I don’t wanna touch you
Aku tidak ingin menyentuhmu
Just another ex-love
Hanya mantan kekasih lainnya
I don’t wanna miss you
Aku tidak ingin merindukanmu
Like the other girls do
Seperti yang dilakukan gadis-gadis lain
I don’t wanna hurt you
Aku tidak ingin menyakitimu
Drinkin’ on the beach with
Minum-minum di pantai bersama
I know what they all say
Aku tahu apa yang semua orang katakan
But I ain’t tryna play
Tapi aku tidak sedang bermain-main
[Verse 2: Ed Sheeran]
Knew her when I was young, reconnected when we were little bit older
Mengenalnya saat aku masih muda, berhubungan kembali saat kami sedikit lebih dewasa
Both sprung, I got issues and chips on both of my shoulders
Keduanya jatuh cinta, aku punya masalah dan beban di kedua bahuku
Reputation precedes me, in rumours, I’m knee-deep
Reputasiku mendahuluiku, dalam rumor, aku tenggelam sedalam lutut
The truth is, it’s easier to ignore it, believe me
Kenyataannya, lebih mudah untuk mengabaikannya, percayalah padaku
Even when we’d argue, we’d not do it for long
Bahkan saat kami bertengkar, kami tidak melakukannya lama-lama
And you understand the good and bad end up in the song
Dan kamu mengerti hal baik maupun buruk berakhir di dalam lagu
For all your beautiful traits and the way you do it with ease
Untuk semua sifat indahmu dan cara kamu melakukannya dengan mudah
For all my flaws, paranoia and insecurities
Untuk semua kekuranganku, paranoia dan rasa tidak amanku
I’ve made mistakes and made some choices, that’s hard to deny
Aku telah membuat kesalahan dan beberapa pilihan, itu sulit untuk disangkal
After the storm, somethin’ was born on the 4th of July
Setelah badai, sesuatu lahir pada tanggal 4 Juli
Our past days were the fun, this end game is the one
Hari-hari masa lalu kita menyenangkan, tujuan akhir ini adalah yang sesungguhnya
With four words on the tip of my tongue, I’ll never say it
Dengan empat kata di ujung lidahku, aku tidak akan pernah mengatakannya
[Verse 3: Taylor Swift]
I hit you like bang, we tried to forget it, but we just couldn’t
Aku menghantammu seperti ledakan, kita mencoba melupakannya, tapi tidak bisa
And I bury hatchets, but I keep maps of where I put ’em
Dan aku mengubur kapak, tapi aku menyimpan peta di mana aku meletakkannya
Reputation precedes me, they told you I’m crazy
Reputasiku mendahuluiku, mereka bilang padamu aku gila
I swear I don’t love the drama, it loves me
Aku bersumpah aku tidak mencintai drama, dramalah yang mencintaiku
And I can’t let you go, your handprints on my soul
Dan aku tidak bisa melepaskanmu, sidik jarimu ada di jiwaku
It’s like your eyes are liquor, it’s like your body is gold
Matamu seperti minuman keras, tubuhmu seperti emas
You’ve been callin’ my bluff on all my usual tricks
Kamu selalu menebak gertakanku pada semua trik biasaku
So here’s the truth from my red lips
Jadi inilah kebenaran dari bibirku yang merah
Konteks di Balik Lagu End Game dari Taylor Swift ft. Ed Sheeran & Future
Lagu ini lahir dari periode paling gelap dalam karier Taylor Swift, yaitu saat ia menghilang dari publik selama hampir setahun penuh akibat serangan besar-besaran di media sosial pada 2016.
Pada saat itu, Taylor dianggap sebagai musuh publik setelah perseteruannya dengan Kanye West dan Kim Kardashian mencapai puncaknya dengan video telepon yang bocor ke publik.
Di tengah kehancuran citra itu, Taylor justru mulai menulis album Reputation sebagai respons jujur terhadap semua yang terjadi, dan “End Game” menjadi salah satu lagu pertama yang ia selesaikan.
Semua lagu cinta di album Reputation, termasuk “End Game”, ditulis dengan mengingat kekasihnya saat itu, Joe Alwyn, sesuai yang ia ceritakan kepada penggemar dalam sesi rahasia akhir 2017.
Taylor mengundang Ed Sheeran untuk makan malam pasta pada 13 Juli 2017, dan saat itulah ia memainkan lirik “I wanna be your A-Team” untuk Ed karena tahu lagu terobosan Ed berjudul “The A Team”.
Ed Sheeran menulis verse-nya pada pukul 8 pagi di sebuah hotel di New York City, terinspirasi dari mimpi yang ia alami sebelumnya.
Inspirasi verse Ed lahir dari pesta 4 Juli yang diadakan Taylor di Rhode Island, tempat ia bertemu kembali dengan teman sekolahnya, Cherry Seaborn, yang kemudian menjadi istrinya.
Ed sendiri mengonfirmasi bahwa “four words on the tip of my tongue” yang ia maksud adalah kalimat “Will you marry me?” yang ia ajukan kepada Cherry tidak lama setelah lagu ini dirilis.
Lagu ini direkam di tiga studio berbeda di Los Angeles, Stockholm, Portland, dan Atlanta, mencerminkan betapa besar skalanya produksi album Reputation.