Lagu ini adalah pengakuan paling jujur yang pernah Taylor Swift tulis tentang dirinya sendiri.
“Anti-Hero” bukan tentang orang lain, tapi tentang sisi gelap diri Taylor yang selama ini ia sembunyikan bahkan dari dirinya sendiri.
Judul lagu ini merujuk pada karakter dalam cerita yang bukan pahlawan sejati, bukan pula penjahat murni, tapi seseorang yang berbuat salah meski tahu mana yang benar.
Taylor menempatkan dirinya dalam posisi itu karena ia merasa ia sering menjadi sumber masalah dalam hidupnya sendiri.
Depresi yang ia gambarkan bukan sekadar kesedihan, tapi sesuatu yang menggerogoti rutinitas dan membuatnya terjebak di tengah malam bahkan di siang hari.
Rasa bersalah karena menjauh dari orang-orang terdekat juga jadi bagian besar dari lagu ini.
Ia tahu ia punya kekurangan, ia tahu orang-orang di sekitarnya melihatnya, tapi ia juga mengakui betapa sulitnya ia untuk berubah.
Lirik “I’ll stare directly at the sun but never in the mirror” adalah inti dari seluruh lagu ini karena ia jujur bahwa ia lebih mudah menghadapi hal yang menyilaukan di luar daripada melihat dirinya sendiri.
Apakah merasa menjadi masalah bagi orang lain adalah perasaan yang universal? Ya, dan itulah kenapa lagu ini menyentuh begitu banyak orang di seluruh dunia.
Terjemahan Lirik Lagu Anti-Hero dari Taylor Swift
[Verse 1]
I have this thing where I get older, but just never wiser
Aku punya kebiasaan di mana aku semakin tua, tapi tidak pernah semakin bijak
Midnights become my afternoons
Tengah malam menjadi siang hariku
When my depression works the graveyard shift, all of the people
Ketika depresinya bekerja di giliran malam, semua orang
I’ve ghosted stand there in the room
Yang pernah aku abaikan berdiri di sana dalam ruangan
[Pre-Chorus]
I should not be left to my own devices
Aku seharusnya tidak dibiarkan sendiri dengan perangkatku
They come with prices and vices
Mereka datang dengan harga dan keburukan
I end up in crisis
Aku berakhir dalam krisis
(Tale as old as time)
(Kisah setua waktu)
I wake up screaming from dreaming
Aku terbangun sambil berteriak dari mimpi
One day, I’ll watch as you’re leaving
Suatu hari, aku akan menyaksikanmu pergi
‘Cause you got tired of my scheming
Karena kamu sudah lelah dengan rencana burukku
(For the last time)
(Untuk terakhir kalinya)
[Chorus]
It’s me, hi
Ini aku, hai
I’m the problem, it’s me
Aku adalah masalahnya, itu aku
At teatime, everybody agrees
Saat minum teh, semua orang setuju
I’ll stare directly at the sun, but never in the mirror
Aku akan menatap langsung ke matahari, tapi tidak pernah ke cermin
It must be exhausting always rooting for the anti-hero
Pasti melelahkan selalu mendukung sang anti-hero
[Verse 2]
Sometimes, I feel like everybody is a sexy baby
Kadang, aku merasa semua orang adalah bayi yang seksi
And I’m a monster on the hill
Dan aku adalah monster di atas bukit
Too big to hang out, slowly lurching toward your favorite city
Terlalu besar untuk hangout, perlahan-lahan bergerak menuju kota favoritmu
Pierced through the heart, but never killed
Tertusuk jantungnya, tapi tidak pernah mati
Konteks di Balik Lagu Anti-Hero dari Taylor Swift
“Anti-Hero” lahir dari malam-malam panjang yang Taylor Swift habiskan bersama produser Jack Antonoff di studio rumah Antonoff di Brooklyn dan di Electric Lady Studio, New York.
Album Midnights secara keseluruhan terinspirasi dari apa yang Taylor sebut sebagai “13 malam tanpa tidur” di berbagai fase hidupnya.
Taylor mengungkapkan di Instagram bahwa lagu ini adalah favoritnya yang pernah ia tulis karena menurutnya ia belum pernah se-jujur ini dalam mengeksplorasi insekuritasnya.
Ia mengaku berjuang dengan perasaan bahwa hidupnya sudah terlalu besar dan tidak terasa nyata lagi sebagai seorang manusia biasa.
Ketenaran yang terus membesar membuatnya merasa seperti sosok yang tidak bisa lagi berbaur dan itu tercermin dalam metafora “monster on the hill” di lagu ini.
Album Midnights sendiri dikerjakan saat pasangan mereka masing-masing sedang syuting film bersama di Panama, sehingga Taylor dan Antonoff punya banyak waktu sendirian di New York untuk bereksperimen.
Keterbukaan Taylor soal gangguan makan juga turut ditampilkan dalam video musik lagu ini meski salah satu adegan akhirnya dihapus setelah mendapat kritik dari sebagian penonton.