Makna Lagu Red - Taylor Swift

Artis

Taylor Swift

Album

Red

Tahun

2021

Genre

Country pop, pop rock

Negara

Amerika
Opini Redaksi

Lagu “Red” bercerita tentang cinta yang begitu intens hingga membakar segalanya, sekaligus tentang kehilangan yang tidak pernah benar-benar bisa dilupakan.

Taylor Swift menggunakan warna sebagai bahasa perasaan, di mana merah mewakili cinta yang paling dalam dan paling menyiksa.

Kehilangan seseorang digambarkan sebagai biru yang belum pernah dirasakan sebelumnya, sementara kerinduan terasa seperti abu-abu gelap yang sunyi.

Melupakan seseorang yang pernah begitu berarti adalah hal yang mustahil, seperti mencoba mengenal orang yang belum pernah ditemui.

Tapi di antara semua warna perasaan itu, hanya cinta yang berwarna merah karena ia paling terang, paling panas, dan paling sulit padam.

Lagu ini juga menggambarkan bagaimana kenangan tentang seseorang bisa datang kembali kapan saja tanpa bisa dicegah.

Taylor menulis bahwa bergerak maju dari seseorang yang pernah dicintai dengan sangat dalam adalah hal yang hampir tidak mungkin dilakukan.

Terjemahan Lirik Lagu Red dari Taylor Swift

[Verse 1]

Loving him is like driving a new Maserati down a dead-end street

Mencintainya seperti mengendarai Maserati baru di jalan buntu

Faster than the wind, passionate as sin, ending so suddenly

Lebih cepat dari angin, sepenuh dosa, berakhir begitu tiba-tiba

Loving him is like trying to change your mind once you’re already flying through the free fall

Mencintainya seperti mencoba mengubah pikiran saat kamu sudah jatuh bebas di udara

Like the colors in autumn, so bright just before they lose it all

Seperti warna-warna musim gugur, begitu cerah tepat sebelum semuanya luruh

[Chorus]

Losing him was blue like I’d never known

Kehilangannya adalah biru yang belum pernah kurasakan sebelumnya

Missing him was dark gray, all alone

Merindukannya adalah abu-abu gelap, sendirian

Forgetting him was like tryin’ to know somebody you never met

Melupakannya seperti mencoba mengenal seseorang yang belum pernah kamu temui

But loving him was red

Tapi mencintainya berwarna merah

[Verse 2]

Touching him was like realizing all you ever wanted was right there in front of you

Menyentuhnya seperti menyadari bahwa semua yang pernah kamu inginkan ada tepat di depanmu

Memorizing him was as easy as knowing all the words to your old favorite song

Menghafalnya semudah menghafal semua kata dari lagu favorit lamamu

Fighting with him was like trying to solve a crossword and realizing there’s no right answer

Bertengkar dengannya seperti mencoba mengisi teka-teki silang dan menyadari tidak ada jawaban yang benar

Regretting him was like wishing you never found out that love could be that strong

Menyesalinya seperti berharap kamu tidak pernah tahu bahwa cinta bisa sekuat itu

[Bridge]

Remembering him comes in flashbacks and echoes

Mengingatnya datang dalam kilas balik dan gema

Tell myself it’s time now, gotta let go

Kubilang pada diri sendiri sudah waktunya, harus melepaskan

But moving on from him is impossible when I still see it all in my head

Tapi melupakan dirinya mustahil ketika aku masih melihat segalanya dalam pikiranku

In burning red

Dalam merah yang menyala

Konteks di Balik Lagu Red dari Taylor Swift

Lagu ini ditulis Taylor Swift di tengah proses pengerjaan album keempatnya pada tahun 2012, dan kehadirannya mengubah arah keseluruhan album tersebut.

Taylor pernah mengungkapkan bahwa ia menulis lagu ini untuk menggambarkan betapa sulitnya melupakan sesuatu yang pernah melibatkan emosi yang sangat kuat, karena baginya, emosi yang intens selalu berwarna merah.

Banyak penggemar dan analis musik meyakini lagu ini terinspirasi dari hubungan singkat Taylor dengan aktor Jake Gyllenhaal yang berlangsung sekitar akhir 2010 hingga awal 2011, saat Taylor baru berusia 21 tahun.

Hubungan itu disebut berakhir secara mendadak, dan Taylor mengolah seluruh rasa sakit serta keindahan dari kenangan itu menjadi album Red yang ia sebut sebagai satu-satunya album patah hati sejatinya.

Setelah album dirilis, orang yang diduga menjadi inspirasinya menghubungi Taylor dan menyebut pengalaman mendengarkan album tersebut sebagai sesuatu yang manis sekaligus menyakitkan, seperti membuka-buka album foto lama.

Fakta Menarik tentang Lagu Red

Lagu Ini Mengubah Arah Seluruh Album

Taylor pernah menyebutkan bahwa ia menyelesaikan sekitar 20 lagu untuk albumnya, namun setelah menulis "Red" di tengah proses, ia merasa seluruh proyek itu harus dimulai ulang dengan semangat baru, dan lagu inilah yang menentukan tema besar album tersebut.

Warna Merah Dipilih Karena Mewakili Emosi Paling Intens

Taylor menjelaskan bahwa ia memilih merah sebagai simbol karena baginya semua emosi yang paling kuat seperti cinta yang dalam, frustrasi yang memuncak, dan kebingungan yang menyiksa selalu terasa berwarna merah, tidak ada yang abu-abu atau biasa-biasa saja.

Pesan Tersembunyi di Lirik Album

Dalam buku lirik album Red, terdapat huruf-huruf yang sengaja ditulis kapital membentuk kata "SAG", yang oleh banyak penggemar ditafsirkan sebagai singkatan dari zodiak Sagittarius karena Taylor dan orang yang diduga menjadi inspirasi lagu ini berbagi zodiak yang sama.

Album Red Memecahkan Rekor Penjualan

Saat pertama kali dirilis pada 2012, album Red terjual lebih dari 1,2 juta kopi hanya dalam minggu pertama, menjadikan Taylor wanita pertama yang memiliki dua album dengan penjualan satu juta kopi di minggu pembuka sejak pencatatan data penjualan dimulai pada 1991.

Lagu Ini Membuka Pintu Kolaborasi Baru

Proses menulis "Red" menjadi titik balik Taylor dalam hal cara berkarya, karena pengalaman kreatif dari lagu inilah yang mendorongnya untuk mulai berkolaborasi dengan produser dan penulis lagu lain di luar lingkaran lama yang selama ini ia kenal, termasuk akhirnya bekerja sama dengan produser ternama Max Martin untuk album tersebut.

Dirilis Ulang Demi Kepemilikan Penuh

Pada November 2021, Taylor merilis ulang lagu ini sebagai bagian dari Red (Taylor's Version), sebuah langkah yang ia ambil setelah perselisihan atas kepemilikan master rekaman aslinya, sehingga ia bisa memiliki sepenuhnya hasil karyanya sendiri.