Lagu ini bercerita tentang seseorang yang merasa jiwanya tidak utuh setelah berpisah dengan orang yang sangat ia cintai.
Raga ada di sini, tapi hati tetap tertambat pada sosok yang sudah tidak lagi bisa dijangkau secara fisik.
Perasaan itu digambarkan sebagai kondisi antara mati dan hidup yang sama-sama berat untuk dijalani.
Nadin tidak meminta maaf atas perpisahan itu karena yang ia rindukan bukan permintaan maaf, melainkan pelukan yang sudah lama terlupa.
Itulah yang membuat lagu ini terasa berbeda karena ia menyentuh kerinduan yang sangat spesifik dan manusiawi.
Dalam chorus, Nadin menyebut dua tempat sebagai “rumah yang berbeda” dan itu bisa berarti dua hal yaitu jarak fisik yang jauh, atau bahkan dua dunia yang berbeda antara yang masih hidup dan yang sudah tiada.
Satu-satunya cara terhubung dengan orang itu hanya lewat doa, dan itu pun terasa jauh.
Namun meski jauh, Nadin tetap menjaga hati itu dengan cara diam-diam menyimpan nama orang tersebut sebagai rahasia.
Di bagian bridge, ada satu hal kecil yang ia syukuri yaitu bahwa setidaknya pernah ada cerita dan kenangan bersama orang itu.
Akhirnya semua itu “mendarah” artinya meresap begitu dalam hingga menjadi bagian dari dirinya, seperti frasa “mendarah daging” yang berarti sesuatu yang sudah menyatu sepenuhnya.
Arti Lirik Lagu Mendarah dari Nadin Amizah
[Verse 1]
Bagaikan jiwa yang terpisah
Mati enggan hidup pun susah
Jiwanya t’lah lama direnggut waktu
Katanya hatiku t’lah lama terbelah
Bagai cangkang kosong terpisah
Ragaku ada di sini
Tapi hatiku bersamamu
Bait ini menggambarkan kondisi seseorang yang merasa hampa setelah kehilangan orang yang ia sayangi.
Ada perasaan tidak bisa maju dan tidak bisa kembali, seperti terjebak di antara dua pilihan yang sama-sama menyakitkan.
Gambaran “cangkang kosong” sangat kuat untuk menunjukkan bahwa tubuh masih ada, tapi isi di dalamnya sudah pergi bersama orang itu.
[Pre-Chorus]
Bukan maaf
Yang kuminta
Tapi peluk
Yang kulupa
Bagian ini adalah salah satu momen paling jujur dalam lagu ini.
Nadin tidak butuh penjelasan atau permintaan maaf karena yang ia rindukan hanyalah kehangatan yang dulu pernah ada dan kini terlupa oleh jarak dan waktu.
[Chorus]
Ini cerita tentang rumah yang berbeda
Dan berjarak jauh
Hanya tersentuh dalam jarak doa
Ada hati yang kujaga
Namamu jadi rahasia
Dalam diam ‘kan kubawa
Mendarah
Chorus ini adalah inti dari seluruh lagu.
“Rumah yang berbeda” bisa bermakna dua hal yaitu dua orang yang hidup di tempat yang berjauhan, atau dua orang yang sudah berada di dunia yang berbeda.
Meski tak bisa dijangkau, nama orang itu tetap dijaga dalam diam dan akhirnya menjadi bagian yang tak terpisahkan dari diri Nadin.
[Bridge]
Setidaknya
Ada cerita
Di mana ada
Kamu dalamnya
Bridge ini membawa sedikit rasa syukur di tengah kesedihan.
Meski perpisahan itu menyakitkan, Nadin bersyukur karena pernah ada momen indah yang melibatkan orang tersebut dan itu sudah cukup untuk dibawa seumur hidup.
Konteks di Balik Lagu Mendarah dari Nadin Amizah
Lagu Mendarah dirilis pada 28 Mei 2020, bertepatan dengan hari ulang tahun Nadin Amizah yang ke-20.
Album perdananya yang berjudul Selamat Ulang Tahun menjadi kado sekaligus penanda babak baru dalam perjalanan musiknya.
Yang mengejutkan, lagu ini ternyata terinspirasi dari sosok yang sangat personal yaitu papa kandung Nadin sendiri.
Nadin bahkan sempat meminta izin langsung kepada sang papa lewat pesan WhatsApp sebelum merilis lagu ini karena lagu itu menyinggung kisah keluarga mereka.
Papa Nadin pun merespons dengan hangat dan menyukai lagu yang ditulis anaknya itu.
Latar belakang keluarga Nadin yang punya dinamika tersendiri membuat lirik tentang “rumah yang berbeda” dan “jarak yang jauh” terasa sangat nyata dan bukan sekadar kiasan.
Lagu ini ditulis bersama Zulqi Lael Ramadhana dan diproduseri oleh Ibnu Dian, menghasilkan aransemen yang sederhana namun emosional.
Tak lama setelah rilis album, Mendarah terpilih menjadi original soundtrack miniseri Sementara, Selamanya yang disutradarai Reza Rahadian dan dibintangi Laura Basuki.
Reza Rahadian sendiri memuji kemampuan Nadin dan menyebut bahwa hati Nadin penuh dengan pengalaman hidup yang luar biasa sehingga mampu merangkai kata dengan begitu indah.
Nadin pun mengungkapkan bahwa lagu Mendarah punya filosofi tersendiri yaitu tentang seseorang yang mengagumi orang lain dari kejauhan tanpa bisa benar-benar menyentuhnya.