Lagu ini berbicara tentang sesuatu yang sangat manusiawi: ingin diterima apa adanya, bahkan saat merasa diri sendiri tidak layak untuk itu.
Nadin menggambarkan sosok yang merasa penuh kekurangan, tapi tetap menemukan seseorang yang hadir tanpa syarat.
Bukan cinta yang sempurna, tapi cinta yang jujur dan tahan banting.
Di bait pertama, ada rasa heran yang tulus karena seseorang bisa tumbuh meski berada di dekat tangan yang berapi-api.
Apa artinya itu? Bahwa kita tidak harus menjadi sempurna dulu sebelum bisa memberi dampak pada orang lain.
Bagian chorus adalah puncak dari kejujuran lagu ini.
Nadin tidak menyembunyikan bahwa ada waktu-waktu saat dirinya menjadi racun bagi orang yang dicintai.
Tapi tetap diterima.
Kata “bejana” menjadi gambaran yang kuat tentang seseorang yang selalu siap menampung, entah itu air, air mata, atau bahkan cairan yang sudah basi sekalipun.
Di verse ketiga, sudut pandang bergeser dan Nadin mulai tumbuh di tangan orang lain yang mencintainya.
Arti Lirik Lagu Tapi Diterima dari Nadin Amizah
[Verse 1]
Tanganku yang berapi-api
Diciumnya tanpa banyak pikir
Belum pernah aku menghidupkan sesuatu
Tapi di tanganku engkau tumbuh
Bait ini membuka lagu dengan gambaran seseorang yang merasa dirinya destruktif, tangannya berapi-api, tapi orang yang dicintainya tetap hadir dan bahkan tumbuh di sana.
Ada paradoks yang indah di sini: justru di tempat yang terasa berbahaya, kehidupan tetap bisa tumbuh.
Ini adalah pengakuan jujur bahwa kita bisa memberi dampak positif pada orang lain, bahkan ketika kita sendiri belum percaya pada kemampuan itu.
[Verse 2]
Jika dilucuti yang indahnya
Buruk kotorku ada di sana
Belum pernah aku menghidupkan sesuatu
Tapi di pelukku engkau tumbuh
Nadin mengakui bahwa di balik penampilan luar, ada sisi gelap dan kotornya yang tidak bisa disembunyikan.
Namun pelukan itu tetap menjadi tempat bertumbuh bagi orang yang dicintai, bukan sebaliknya.
Ini adalah bentuk kerentanan yang paling jujur: melihat diri sendiri apa adanya tanpa filter.
[Pre-Chorus]
Sebuah bejana yang selalu menungguku
Mengisinya penuh
“Bejana” di sini adalah simbol orang yang dicintai: selalu ada, selalu menunggu, selalu siap ditumpahi apapun yang datang.
Tidak perlu diberi tahu kapan harus hadir, karena memang selalu di sana.
[Chorus]
Entah dengan air, entah dengan tangis
Terkadang cairan yang terlanjur basi
Banyak waktu racun tapi diterima
Siapa pun aku, kau tangan yang terbuka
Ini adalah inti dari seluruh lagu.
Nadin mengakui bahwa tidak semua yang ia bawa baik adanya, ada air mata, ada hal-hal yang sudah rusak, bahkan ada racun.
Tapi semua itu diterima oleh tangan yang selalu terbuka.
Frasa “siapa pun aku” adalah penanda bahwa penerimaan itu tidak bersyarat, tidak peduli versi mana dari dirinya yang datang hari itu.
[Verse 3]
Sempurna saat sedang mencoba
Menjadi semua yang kuminta
Belum pernah aku berusaha sebegitu
Tapi di tanganmu aku tumbuh
Sudut pandang bergeser di sini.
Sekarang Nadin yang tumbuh, bukan lagi ia yang menumbuhkan.
Ada penghargaan yang tulus kepada orang yang selama ini mencintainya dengan cara yang belum pernah ia rasakan sebelumnya.
[Bridge]
Sembuhku untukku, untukmu, untuk kita
Sembuhku untukku, untukmu, untuk semua
Bridge ini menjadi momen paling emosional di seluruh lagu.
Proses sembuh bukan sesuatu yang egois, ia menjadi milik bersama.
Penyembuhan yang dimulai dari diri sendiri pada akhirnya akan mengalir ke orang-orang di sekitar kita.
[Outro]
Untuk aku, untuk semua
Lagu ditutup dengan doa sederhana tapi luas: penyembuhan ini bukan milik satu orang, tapi untuk semua yang pernah merasa tidak layak diterima.
Konteks di Balik Lagu Tapi Diterima dari Nadin Amizah
Lagu “Tapi Diterima” dirilis pada 13 Oktober 2023 sebagai bagian dari album kedua Nadin Amizah bertajuk “Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya.”
Album ini lahir dari sebuah hubungan asmara yang Nadin jalani dan rasanya lebih baik dari sebelum-sebelumnya.
Nadin awalnya hanya ingin membuat album cinta, tapi setelah menulis beberapa lagu usai konser “Selamat Ulang Tahun” di akhir 2022, ia sadar ada cerita pendahuluan yang harus ditulis dulu.
Cerita tentang masa ketika ia pernah merasa tidak dicintai.
Album ini mengalir dalam tiga fase: kebencian diri, cinta kepada orang lain, lalu akhirnya belajar mencintai diri sendiri lewat cinta yang diterima dari orang lain.
“Tapi Diterima” diproduseri oleh Will Mara, satu-satunya lagu dalam album ini yang ditangani oleh produser tersebut.
Nadin juga memanfaatkan album ini untuk melepas label “Ibu Peri” yang selama ini melekat padanya karena ia ingin dikenal sebagai musisi yang lebih multi-dimensional.
Ia dengan sengaja tidak membatasi albumnya pada satu genre, termasuk “Tapi Diterima” yang bergerak di ruang pop folk yang intim dan personal.
Sejak dirilis, lagu ini viral di TikTok dan langsung mendapat sambutan hangat dari pendengar di berbagai penjuru.