Makna Lagu Kekal - Nadin Amizah

Artis

Nadin Amizah

Album

Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya

Tahun

2023

Genre

Folk / Indie Pop / Acoustic

Negara

Indonesia

Opini Redaksi

“Kekal” adalah lagu tentang cinta yang mampu melampaui batas waktu dan segala keterbatasan manusia.

Nadin Amizah menulis lagu ini sebagai ungkapan rasa syukur atas kehadiran seseorang yang benar-benar hadir dan mau menerima dirinya seutuhnya.

Lirik pembuka menggambarkan dua orang yang berjalan berdampingan meski jalan mereka masing-masing berbeda.

Bukan tentang kesempurnaan, tapi tentang bagaimana dua orang tetap memilih satu sama lain di tengah perbedaan itu.

Yang membuat lagu ini terasa berat adalah verse kedua karena Nadin tidak menghindari kenyataan bahwa semua hubungan akan berakhir.

Mereka bahkan siap menyambut garis selesai itu bersama, dan justru di situlah letak kedalaman cintanya.

Chorus tentang “tawa yang tak selesai” adalah inti dari seluruh lagu ini karena ia mewakili kenangan bersama yang terus hidup dan berputar dalam ingatan.

Tawa bukan sekadar ekspresi kebahagiaan, tapi simbol dari semua momen kecil yang membuat sebuah hubungan terasa nyata.

Di verse ketiga, ada pengakuan yang sangat jujur karena Nadin menyebut bahwa orang itu perlahan mengembalikan apa yang pernah hancur dalam dirinya.

Outro lagu ini adalah bagian paling personal karena ia berbicara tentang seseorang yang memeluk seluruh dirinya, termasuk bagian kecil dan rapuhnya yang mungkin tidak terlihat oleh siapa pun.

Arti Lirik Lagu Kekal dari Nadin Amizah

[Verse 1]

Di antara kita dan semua yang berpasangan

Jalan di utara dan tujuan yang berdampingan

Padamu

Padamu

Verse pertama ini membuka gambaran dua orang yang berada di tengah keramaian dunia namun tetap saling menemukan satu sama lain.

Frasa “jalan di utara dan tujuan yang berdampingan” menunjukkan bahwa mereka tidak harus identik untuk bisa berjalan bersama.

Kata “padamu” yang diulang terasa seperti sebuah pengakuan yang pelan-pelan diberanikan untuk diucapkan.

[Verse 2]

Diperjumpakan dengan akhir dan kerampungan

Kita akan usai dan menyambut garis selesai

Padamu

Padamu

Ini adalah bagian yang paling berani karena Nadin secara langsung menyebut bahwa hubungan mereka pun punya akhir.

Namun “menyambut garis selesai” bukan terdengar seperti ketakutan, melainkan sebuah penerimaan yang tenang dan penuh keberanian.

Justru dengan menyadari bahwa segalanya akan usai, mereka memilih untuk tetap hadir sepenuhnya satu sama lain.

[Chorus]

Bagaikan

Tawa yang

Tak selesai

Dan terulang-ulang

Chorus ini singkat tapi sangat kuat karena menangkap esensi dari apa yang tersisa ketika semua hal lain berlalu.

“Tawa yang tak selesai” adalah gambaran kenangan bersama yang tidak bisa berhenti hidup di dalam diri seseorang meski waktu terus berjalan.

Pengulangan pada bagian ini seolah mempertegas bahwa kenangan itu memang terus berputar tanpa bisa dihentikan.

[Verse 3]

Di kekalanmu dan aku telah saksikan

Yang telah hancur pelan-pelan kau kembalikan

Padaku

Padaku

Ini adalah titik balik paling emosional dalam lagu ini karena si tokoh mengakui bahwa dirinya pernah hancur.

Kehadiran orang itu tidak hanya memberi kebahagiaan baru, tapi juga secara perlahan menyembuhkan luka yang lama.

Kata “padaku” di sini terasa sangat berbeda dari “padamu” di verse pertama karena sekarang arahnya berbalik, sesuatu yang berharga akhirnya kembali ke dirinya sendiri.

[Outro]

Yang memeluk raga kecilku

Yang menyayangi kecilku

Yang memeluk jiwa kecilku

Dan semua-semua aku

Yang memeluk raga kecilku

Yang menyayangi kecilku

Yang memeluk jiwa kecilku

Dan semua-semua aku

Outro ini adalah bagian paling intim dari seluruh lagu karena “raga kecilku” dan “jiwa kecilku” menggambarkan diri yang paling rentan dan belum selesai.

Nadin seperti berterima kasih kepada seseorang yang mau menerima seluruh versi dirinya tanpa terkecuali.

Ada juga tafsir lain yang beredar di kalangan pendengar setia Nadin bahwa outro ini bisa bermakna tentang self-love, yaitu tentang diri sendiri yang akhirnya mampu merangkul dan menerima diri sendiri setelah sekian lama.

Konteks di Balik Lagu Kekal dari Nadin Amizah

“Kekal” dirilis pada 13 Oktober 2023 bersamaan dengan perilisan penuh album kedua Nadin Amizah bertajuk Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya.

Album ini terinspirasi dari hubungan asmara yang sedang dijalani Nadin dan terasa jauh lebih baik dari hubungan-hubungan sebelumnya.

Nadin awalnya hanya berniat membuat album berisi lagu-lagu cinta, namun setelah menulis beberapa lagu usai konser “Selamat Ulang Tahun” di akhir 2022, ia merasa ada kisah pendahuluan yang perlu diceritakan terlebih dahulu.

Tema besar album ini adalah menemukan cinta untuk diri sendiri melalui cinta dari orang-orang terkasih.

Nadin menyebut bahwa ia ingin meleburkan konsep bahwa seseorang mungkin perlu dicintai orang lain dulu sebelum bisa mencintai dirinya sendiri.

“Kekal” diproduseri oleh Rifan Kalbuadi dan ditulis bersama Zulqi Ramadhana, dua nama yang juga menangani lagu “Semua Aku Dirayakan” di album yang sama.

Album ini juga menjadi cara Nadin meluruskan persepsi publik tentang dirinya karena selama ini banyak yang hanya mengenal Nadin sebagai sosok “Ibu Peri” dengan satu warna musik.

Lewat album ini, ia ingin dikenal sebagai musisi yang multi-dimensional dan tidak bisa dikurung dalam satu genre saja.

Fakta Menarik tentang Lagu Kekal

"Kekal" Viral Sebagai Backsound TikTok

Sejak rilis, "Kekal" langsung mendapat sambutan hangat dan viral sebagai backsound konten-konten di TikTok, terutama konten bertema cinta dan hubungan. Melodi akustiknya yang lembut membuat lagu ini sangat cocok menemani momen personal pendengar.

Ditulis Bersama Zulqi Ramadhana

"Kekal" bukan sepenuhnya ditulis sendiri oleh Nadin. Ia menggandeng Zulqi Ramadhana sebagai co-writer, kolaborator yang juga turut terlibat di beberapa lagu lain dalam album yang sama.

Outro dengan Dua Tafsir Berbeda

Bagian outro lagu ini sering diperdebatkan pendengar karena ada yang menafsirkannya sebagai ungkapan cinta kepada pasangan, ada pula yang membacanya sebagai perjalanan self-love seseorang yang akhirnya merangkul dirinya sendiri. Nadin sendiri tidak pernah memberikan satu tafsir tunggal secara resmi.

Album Kedua yang Mematahkan Kutukan

Untuk Dunia, Cinta, dan Kotornya yang menampung "Kekal" adalah album kedua Nadin setelah Selamat Ulang Tahun (2020). Di industri musik, album kedua sering dianggap lebih sulit dibuat karena ekspektasi tinggi, namun album ini berhasil diterima secara luas oleh kritikus dan pendengar.

Nadin Punya Kebiasaan Unik Sebelum Manggung

Di luar lagu dan lirik, ada sisi lain Nadin yang jarang diketahui publik. Ia memiliki kebiasaan membaca puisi sebelum naik panggung sebagai cara untuk mengelola rasa gugup, sebuah ritual kecil yang mencerminkan betapa dalam ia menghargai kata-kata dalam setiap karyanya.