Makna Lagu The Lakes - Taylor Swift

Artis

Taylor Swift

Album

Folklore (Deluxe Version)

Tahun

2020

Genre

Indie Folk, Chamber Pop

Negara

Amerika

Opini Redaksi

Lagu ini adalah seruan pelarian dari dunia yang terasa terlalu berisik dan kejam.

Taylor Swift menulis lagu ini sebagai ungkapan kelelahan yang mendalam terhadap sorotan publik yang tanpa henti.

Ia merasa tidak cocok dengan dunia yang penuh kemunafikan dan orang-orang yang hanya ingin menghancurkan namanya.

Para pemburu dengan ponsel di tangan adalah gambaran nyata tentang paparazzi dan siapa pun yang mengintai kehidupan pribadinya.

Ia menyebut dirinya sebagai penulis elegi, yaitu puisi untuk yang sudah tiada, karena selama ini ia dikenal lewat lagu-lagu tentang hubungan yang berakhir.

Tempat yang ia impikan adalah Lake District di Inggris, wilayah yang pernah menjadi tempat tinggal para penyair besar seperti William Wordsworth dan Samuel Taylor Coleridge.

Para penyair itu pun melarikan diri ke sana karena mereka tidak tahan dengan dunia di sekitar mereka, persis seperti yang Taylor rasakan.

Ia tidak ingin pergi sendirian karena ada seseorang yang ia sebut sebagai “muse”, sosok yang menginspirasinya sekaligus menjadi alasan ia masih bertahan.

Jembatan lagu ini adalah bagian paling puitis karena ia membayangkan aurora, bunga wisteria, dan kolam tebing sebagai simbol kedamaian yang selama ini ia rindukan.

Lagu ini bukan sekadar tentang tempat fisik, tapi tentang keberanian untuk melindungi diri sendiri dari hal-hal yang perlahan-lahan merusakmu dari dalam.

Terjemahan Lirik Lagu The Lakes dari Taylor Swift

[Verse 1]

Is it romantic how all my elegies eulogize me?

Apakah ini romantis, bagaimana semua elegi-ku memujiaku?

I’m not cut out for all these cynical clones

Aku tidak diciptakan untuk semua klon-klon sinis ini

These hunters with cell phones

Para pemburu dengan ponsel di tangan

[Chorus]

Take me to the Lakes, where all the poets went to die

Bawa aku ke Danau-danau, tempat semua penyair pergi untuk mati

I don’t belong and, my beloved, neither do you

Aku tidak cocok di sini, dan kekasihku, kamu pun begitu

Those Windermere peaks look like a perfect place to cry

Puncak-puncak Windermere itu terlihat seperti tempat yang sempurna untuk menangis

I’m setting off, but not without my muse

Aku akan berangkat, tapi tidak tanpa musaku

[Verse 2]

What should be over, burrowed under my skin

Apa yang seharusnya sudah berakhir, malah bersarang di bawah kulitku

In heart-stopping waves of hurt

Dalam gelombang rasa sakit yang menghentikan jantung

I’ve come too far to watch some namedropping sleaze

Aku sudah terlalu jauh untuk menyaksikan orang licik yang suka menyebut nama orang lain

Tell me what are my words worth

Katakan padaku, apa nilai dari kata-kataku

[Chorus]

Take me to the Lakes, where all the poets went to die

Bawa aku ke Danau-danau, tempat semua penyair pergi untuk mati

I don’t belong and, my beloved, neither do you

Aku tidak cocok di sini, dan kekasihku, kamu pun begitu

Those Windermere peaks look like a perfect place to cry

Puncak-puncak Windermere itu terlihat seperti tempat yang sempurna untuk menangis

I’m setting off, but not without my muse

Aku akan berangkat, tapi tidak tanpa musaku

[Bridge]

I want auroras and sad prose

Aku ingin aurora dan prosa yang sedih

I want to watch wisteria grow right over my bare feet

Aku ingin menyaksikan wisteria tumbuh tepat di atas kakiku yang telanjang

‘Cause I haven’t moved in years

Karena aku sudah tidak bergerak selama bertahun-tahun

And I want you right here

Dan aku inginmu tepat di sini

A red rose grew up out of ice frozen ground

Sekuntum mawar merah tumbuh dari tanah yang membeku seperti es

With no one around to tweet it

Tanpa ada seorang pun di sekitar untuk men-tweet-nya

While I bathe in cliffside pools

Sementara aku mandi di kolam tepi tebing

With my calamitous love and insurmountable grief

Dengan cintaku yang penuh bencana dan kesedihan yang tak tertahankan

[Chorus]

Take me to the Lakes, where all the poets went to die

Bawa aku ke Danau-danau, tempat semua penyair pergi untuk mati

I don’t belong and, my beloved, neither do you

Aku tidak cocok di sini, dan kekasihku, kamu pun begitu

Those Windermere peaks look like a perfect place to cry

Puncak-puncak Windermere itu terlihat seperti tempat yang sempurna untuk menangis

I’m setting off, but not without my muse

Aku akan berangkat, tapi tidak tanpa musaku

No, not without you

Tidak, tidak tanpa kamu

Konteks di Balik Lagu The Lakes dari Taylor Swift

Taylor Swift mulai menggarap album Folklore selama masa karantina pandemi COVID-19 di awal tahun 2020.

Ia dan produser Jack Antonoff berkolaborasi sepenuhnya jarak jauh dengan saling bertukar file digital karena tidak bisa bertemu langsung.

Inspirasi lagu ini datang dari perjalanan nyata yang pernah Taylor lakukan bersama kekasihnya saat itu, Joe Alwyn, ke kawasan Lake District di Inggris.

Taylor pernah mengunjungi makam William Wordsworth di sana dan duduk diam di sisinya, merenungkan betapa sang penyair memilih untuk tetap berkarya tanpa tunduk pada hal-hal yang menghancurkannya.

Dari momen itu, Taylor menyadari bahwa inilah yang juga ingin ia lakukan lewat Folklore, yaitu melarikan diri ke danau dalam benaknya meski secara fisik ia tidak bisa ke mana-mana karena pandemi.

Frasa “namedropping sleaze” dalam lirik banyak ditafsirkan sebagai sindiran terhadap konflik publik Taylor dengan Scooter Braun dan Kanye West yang sudah berlangsung lama.

Lagu ini juga disebut Taylor sebagai “lagu penutup yang sesungguhnya” dari Folklore, karena menurut dia lagu ini merangkum tema besar album tentang pelarian dan melindungi kedamaian diri.

Fakta Menarik tentang Lagu The Lakes

Awalnya Dirancang sebagai Lagu Orkestra Besar

Jack Antonoff awalnya membayangkan lagu ini dengan aransemen orkestra yang megah dan penuh string, namun Taylor memintanya untuk menyederhanakan produksi. Hasilnya adalah balada indie yang lebih intim dan emosional.

Hanya Ada di Versi Deluxe Fisik pada Awalnya

Saat Folklore pertama kali rilis pada Juli 2020, lagu ini hanya tersedia untuk mereka yang membeli edisi fisik deluxe album tersebut. Versi digital baru bisa didengarkan oleh semua orang pada 18 Agustus 2020.

Versi Orkestra Orisinal Dirilis Setahun Kemudian

Tepat di ulang tahun pertama Folklore pada 24 Juli 2021, Taylor merilis versi demo orkestra dari lagu ini sebagai hadiah untuk para penggemarnya, disertai pesan menyentuh tentang kenangan selama pandemi.

Permainan Kata Tersembunyi pada Nama Wordsworth

Baris "Tell me what are my words worth" bukan sekadar pertanyaan tentang nilai karya Taylor, melainkan juga plesetan dari nama penyair besar William Wordsworth yang tinggal di Lake District dan menginspirasi lagu ini secara langsung.

Dimasukkan ke dalam Chapter Pelarian oleh Taylor Sendiri

Taylor Swift sendiri mengelompokkan lagu ini ke dalam kategori bertema "the escapism chapter" di dalam album Folklore, bersama lima lagu lainnya yang sama-sama berbicara tentang keinginan untuk melarikan diri dari kenyataan.

Tampil Perdana di Eras Tour Sebagai Surprise Song

Taylor baru membawakan lagu ini secara langsung untuk pertama kalinya pada 2 Juni 2023 di Chicago dalam segmen surprise song Eras Tour, menjadikannya momen yang sangat ditunggu para penggemar selama tiga tahun.